Tak Ada Istri, Pembantu pun jadi

Tak Ada Istri, Pembantu pun jadi

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-20
โดย:  Mr. Kisอัปเดตเมื่อครู่นี้
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
7บท
10views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Adam sakit hati melihat istrinya bermain gila dengan atasannya demi harta. Istrinya selalu merendahkan dia dan mengabaikan dia karena tidak bisa memberikan banyak uang pada istrinya. Karena tak kuasa menahan sakit hati, Adam pun membalas perbuatan istrinya dengan bermain gila juga dengan sang pembantu yang lebih perhatian padanya melebihi istrinya.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

​"Mira, aku lagi pengen banget. Malam ini aku tidur sama kamu ya?" 

“Apa? Mau tidur sama aku? Duitmu berapa? Lagian punyamu kan letoy! ” Kalimat pahit itu terlontar begitu saja dari mulut Mira, untuk suaminya Adam.

“Mira! Tolong jaga bicaramu. Kenapa selalu uang yang kamu tanyakan? Dan jangan suka bilang aku letoy. Buktinya kita bisa punya anak!” sangkal Adam berusaha menjaga harga dirinya di depan sang istri.

“Nggak letoy tapi cuma lima menit! Huuuh! Membosankan. Udah kere! Nggak perkasa lagi!” 

“Mira cukup! Aku….”

​"Ah, Sudahlah, Mas, aku capek! Hari ini kerjaanku di kantor banyak banget, numpuk! Kamu tidur aja sama Adel! Aku malas debat nggak penting sama kamu. Lagian besok dia ada ujian sekolah dan harus bangun pagi. Urus Adel sana!!" bentak Mira memotong ucapan Adam, tanpa memedulikan perasaan suaminya yang langsung menciut.

​Kalimat capek itu lagi lagi diucapkan untuk entah ke sekian kalinya. Sebuah tameng kokoh yang selalu Mira gunakan selama dua bulan terakhir untuk menolak kehadiran Adam. Namun Adam tidak bodoh. Di balik kata capek itu, ada dinding tebal yang sengaja dibangun Mira untuk mempertegas batas sosial di antara mereka.

​Rasa hangat menjalar di sudut mata Adam, berbaur dengan rasa perih yang begitu hebat di dadanya. Ia menolak untuk mundur malam ini. Ego dan nalurinya sebagai seorang pria dewasa memberontak. Ia melangkah satu pijakan lagi, mencoba meraih tepi ranjang, menatap lekat wajah wanita yang dulu berjanji akan menemaninya dalam suka dan duka.

​"Tapi, Mir... aku ini suamimu. Bukan cuma soal tidur seranjang. Bahkan... kita sudah tidak pernah melakukan hubungan suami istri selama berbulan-bulan. Apa aku salah kalau menginginkan istriku sendiri? Apa aku tidak punya hak lagi di rumah ini?" lirih Adam, suaranya bergetar hebat menahan badai emosi yang berkecamuk di dalam sana.

Sejak karier Mira melejit menjadi seorang eksekutif sukses dengan gaji berkali-kali lipat dari penghasilan terakhir Adam, tatapan mata wanita itu telah berubah total. Tidak ada lagi binar cinta, yang tersisa hanyalah pandangan merendahkan.

​Sudah lima bulan penuh berlalu sejak malam terkutuk bagi Adam itu, malam di mana Mira melemparkan bantal dan guling Adam keluar kamar, memintanya pindah ke kamar putri kecil mereka, Adel. Alasan awal yang diucapkan Mira adalah karena ia butuh ruang untuk fokus mengejar proyek besar perusahaan.

 Namun lambat laun, pengusiran halus itu bertransformasi menjadi status permanen. Adam diasingkan, disingkirkan dari ruang paling intim dalam sebuah pernikahan.​ Di mata Mira dan ibu mertuanya, Adam hanyalah seonggok daging tak berguna. Seorang pria gagal yang hidup menumpang di atas keringat dan kesuksesan seorang wanita.

​Mendengar tuntutan dari Adam malam itu, gerakan jemari Mira di atas layar tablet langsung terhenti. Bukannya melunak atau tersentuh oleh keputusasaan dan kerapuhan suaminya, Mira justru melempar tablet mahalnya ke atas kasur hingga menimbulkan suara debum yang cukup keras. 

Ia menegakkan tubuhnya, melepas kacamata bacanya dengan sentakan kasar, lalu menatap Adam dengan tatapan penuh rasa jijik yang tidak lagi disembunyikan. Amarahnya meledak seketika, merubuhkan seluruh sisa dinding kesabaran yang tersisa.

​"Hubungan suami istri kamu bilang?! Kamu berkaca dong! Tolong tahu diri!"

cibir Mira, tawa sarkasnya menggema, memantul di dinding-dinding kamar yang luas dan mewah itu. ​Mira bergeser ke tepi ranjang, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap Adam dari atas ke bawah, seolah sedang menilai barang rongsokan.

“Apa maksud kamu Mira? Bukankah benar aku ini suami kamu?” tanya Adam mencoba mendapatkan haknya.

​"Kamu mau menuntut hakmu sebagai suami? Hak yang mana, Mas? Hak dari seorang laki-laki tidak berguna yang setiap hari cuma bisa nyapu, ngepel, nyuci baju, dan masak di dapur? Itu tugas pelayan, Mas! Dan di rumah ini, posisimu gak lebih dari itu!" kata-kata Mira meluncur seperti belati beracun, menusuk tepat di hulu hati Adam.

“Mira, jangan keterlaluan kamu! Aku ini suamimu, kenapa sedikit pun kamu nggak mau menghargaiku!” geram Adam. Selama ini dia menyimpan amarah di dadanya yang selalu berusaha dia tahan.

​"Kenapa? Kamu tersinggung? Hah! Kamu minta dihargai berapa? Aku ini yang banting tulang di luar sana, menghadapi tekanan klien, mencari uang untuk membayar cicilan rumah mewah ini sampai lunas, membayar biaya sekolah Adel, sampai makanan yang kamu kunyah setiap hari! Sementara kamu? Kamu cuma duduk manis di rumah, ngerjain pekerjaan pembantu yang bahkan anak nggak lulus SD pun bisa!" Mira mendengus remeh, matanya menyalang merah. 

Dada Adam seperti dihantam batu besar. Kalimat itu menghujam dalam ke relung jiwanya. Dia menarik nafas dalam lalu menghembuskannya dengan pelan untuk mengontrol emosinya. Sementara Mira, dia masih terus melanjutkan cacian dan makiannya pada Adam.

“Tapi Mir, bukannya kamu yang memintaku berhenti bekerja? Seandainya aku masih….” ucapan Adam terpotong dengan cepat oleh Mira.

"Seandainya apa? Seandainya kamu masih mempermalukan aku dengan bekerja sebagai kurir? Bahkan gajimu tidak cukup untuk beli bedakku!  Sekarang, Keluar dari kamarku, Mas! Temani Adel. Gak usah bahas soal ranjang lagi sebelum kamu bisa membawa pulang uang yang setara atau lebih dari gajiku. Cari uang yang banyak, baru kamu punya hak untuk menyentuhku!" usir Mira sambil ​menunjuk pintu kamar dengan jari telunjuknya yang terawat rapi di salon mahal.

​Kalimat terakhir Mira benar-benar menghancurkan sisa-sisa harga diri yang selama bertahun-tahun ini Adam pertahankan dengan susah payah demi keutuhan rumah tangga dan masa depan putrinya. Sebelumnya, Adam bekerja sebagai kurir paket dengan gaji yang jauh di bawah Mira. Dan tentu saja tidak cukup untuk membiayai gaya hidup Mira yang hedon.

Oleh sebab itu, Mira meminta Adam berhenti kerja karena menganggap Adam hanya buang buang waktu saja di luar rumah, karena tidak mendapat penghasilan yang besar. Selain itu, Mira juga merasa malu dengan pekerjaan Adam. Namun, setelah Adam menuruti kemauan Mira, Mira dan ibunya makin menginjak injak harga dirinya.

Adam mengepalkan kedua tangannya. Amarah dan sakit hati yang dia pendam selama ini sepertinya tidak bisa dia bendung lagi. Selama ini dia hanya diam, menerima hinaan dan makian dari Mira. Dan kali itu Ingin rasanya sekali kali dia memberi tamparan sebagai peringatan untuk istrinya, agar bisa menjaga ucapan dan agar bisa sedikit lebih menghargainya lagi.

Namun, tepat saat Adam sudah mengumpulkan keberanian untuk melawan, tiba tiba terdengar suara yang memanggil Adam dan Mira.

“Papa… Mama… Apa malam ini Papa akan tidur di kamar ini bareng Mama?” tanya Adel dengan lugu saat melihat kedua orang tuanya mendadak duduk bersama di ranjang kamar tidur mereka.

Mendengar pertanyaan dari Adel, seketika amarah Adam melunak. Dan selama ini, memang Adel lah alasan Adam merasa kuat untuk bertahan.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
7
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status