Home / Romansa / Pembalasan Sang Siren / Bab 15 — Sebelum Jatuh

Share

Bab 15 — Sebelum Jatuh

Author: Eloise Vox
last update publish date: 2026-04-08 16:00:01

Elvano tidak langsung pergi malam itu.

Ia tetap berdiri di sudut ruangan., sedikit jauh dari pusat keramaian, sementara dunia di sekitarnya perlahan kembali bergerak seperti biasa. Musik kembali terdengar, percakapan dilanjutkan, tawa-tawa kecil itu muncul— seolah tidak ada yang terjadi.

Seolah kesalahan itu tidak pernah ada. Namun Elvano tahu— bahwa sesuatu telah berubah. Dan perubahan itu... disengaja.

Matanya kembali tertuju ke tengah ruangan. Celine berdiri d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Sang Siren   Bab 67 — Keputusan Pertama

    Kiara baru benar-benar tertidur ketika dini hari hampir berganti pagi. Tidurnya pun tidak nyenyak. Beberapa kali ia terbangun sebelum akhirnya membuka mata saat cahaya matahari mulai menyelinap melalui celah tirai apartemennya. Ia tetap berbaring beberapa saat, menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang terasa penuh, meski ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa tidak ada hal penting yang sedang dipikirkannya.Namun ingatannya kembali pada percakapannya dengan Celine semalam.Status tidak selalu mengikuti perasaan.Kalimat itu terus berputar di kepalanya. Diucapkan dengan nada yang tenang, tanpa ancaman atau emosi yang berlebihan, tetapi justru karena itulah kata-kata tersebut meninggalkan kesan yang sulit diabaikan.Dengan embusan napas pelan, Kiara bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ruang kerja. Laptop yang semalam ia tinggalkan masih tergeletak di atas meja. Begitu layar menyala, halaman terakhir yang terbuka langsung muncul di had

  • Pembalasan Sang Siren   Bab 66 — Tawaran yang Tidak Diucapkan

    Celine tidak langsung pulang setelah meninggalkan klinik. Mobilnya masih terparkir di tempat yang sama, sementara amplop berisi hasil pemeriksaan itu terletak diam di kursi penumpang sebelah. Ia tidak perlu membukanya lagi. Isi dokumen tersebut sudah terlalu akrab untuk dilupakan. Pandangannya tertuju lurus ke depan. Jalanan di hadapannya ramai seperti biasa, tetapi pikirannya masih tertinggal di ruang konsultasi beberapa menit lalu. -Peluang kehamilan alami Anda masih sangat rendah.- Kalimat itu tidak membawa kabar baru. Ia sudah mendengar versi yang sama bertahun-tahun lalu. Namun mendengarnya kembali tetap menimbulkan rasa sesak yang tidak pernah benar-benar hilang. Selama ini Celine berhasil hidup berdampingan dengan kenyataan tersebut. Ia menyimpannya rapat-rapat, jauh dari jangkauan keluarga Pramana, jauh dari pertanyaan Adrian, dan terutama jauh dari Elvano. Ia belajar ter

  • Pembalasan Sang Siren   Bab 65 — Ketakutan yang Tidak Pernah Pergi

    Pagi itu dimulai dengan sebuah pesan dari Arga. Kiara baru saja selesai menuangkan kopi ketika ponselnya bergetar di atas meja dapur. Nama Arga muncul di layar, diikuti sebuah berkas yang langsung diteruskan untuk Elvano dan dirinya. Ia membuka dokumen itu tanpa banyak harapan. Beberapa hari terakhir mereka terus bergerak di tempat. Nadia masih menghilang. Saint Orla masih menyimpan terlalu banyak bagian yang hilang. Dan setiap petunjuk baru selalu berakhir dengan lebih banyak pertanyaan. Namun kali ini berbeda. Kiara membaca halaman pertama dengan lebih saksama. Laporan itu berisi rangkaian transaksi lama yang berkaitan dengan salah satu anak perusahaan yang pernah bekerja sama dengan jaringan bisnis keluarga Snow bertahun-tahun lalu. Nama perusahaan-perusahaan yang tertera sebagian besar sudah tidak aktif. Sebagian lainnya sudah berganti kepemilikan. Tidak ada sesuatu yang secara langsung membuktikan keterlibatan siapa pu

  • Pembalasan Sang Siren   Bab 64 — Rencana yang Terlalu Kejam

    Bagaimana jika aku yang memberikan pewaris itu? Pikiran itu muncul lagi. Kiara menutup layar laptopnya sedikit lebih keras dari yang ia maksudkan. Suara benturan pelan memenuhi ruang kerja apartemennya yang sunyi. Ia mengembuskan napas panjang lalu menyandarkan tubuh ke kursi. Sudah dua hari berlalu sejak rapat di Yayasan Ardhani-Pramana, tetapi gagasan itu tetap kembali seperti bayangan yang menolak pergi. Ia membencinya. Sungguh membencinya. Karena semakin lama ia memikirkannya, semakin ia menyadari bahwa ide itu masuk akal. Dan itulah masalahnya. Kiara bangkit dari kursinya lalu berjalan menuju jendela besar yang menghadap pusat kota Valencia. Cahaya lampu malam memantul di kaca, membentuk bayangan samar wajahnya sendiri. Kota itu tetap hidup seperti biasa. Jalanan ramai, gedung-gedung menjulang megah, dan orang-orang berlalu-lalang tanpa mengetahui bahwa di balik nama-nama besar yang mereka kagumi, banyak hal sedang ber

  • Pembalasan Sang Siren   Bab 63 — Celah terbesar Celine

    Pagi di Valencia datang bersama langit yang cerah, seolah kota itu tidak mengetahui bahwa banyak hal sedang retak di balik dinding rumah-rumah megah dan gedung-gedung tinggi yang berdiri angkuh di pusat bisnisnya. Kiara sudah terjaga sejak matahari belum sepenuhnya naik. Ia duduk di meja makan apartemennya dengan secangkir kopi di depan laptop yang masih menampilkan salinan dokumen Saint Orla. Beberapa halaman penuh catatan dan tanda yang ia buat sendiri memenuhi layar. Namun sejak beberapa menit terakhir, tidak satu pun dokumen itu benar-benar ia baca. Pikirannya bergerak ke tempat lain. Ke percakapan yang diceritakan Elvano kemarin. Tentang Adrian. Tentang Celine. Tentang pewaris. Ia mengembuskan napas perlahan lalu menutup laptopnya. Ia tidak menyukai kenyataan bahwa pikirannya mulai teralihkan dari penyelidikan Darian. Namun semakin lama, semakin sulit baginya mengabaikan pola yang muncul di hadapannya. Semua orang sedang bergerak. Vivienne menutup

  • Pembalasan Sang Siren   Bab 62 — Istri yang Tak Dicintai

    Pagi di Pramana Mansion datang tanpa kehangatan. Sinar matahari yang menembus jendela-jendela tinggi rumah besar itu hanya membuat marmer putih di lantai tampak semakin dingin. Para pelayan bergerak seperti biasa, menyajikan sarapan dan menyiapkan kebutuhan penghuni rumah, tetapi suasana yang menggantung di udara terasa berbeda. Ada ketegangan yang tidak terlihat, sesuatu yang tidak diucapkan tetapi bisa dirasakan oleh siapa pun yang cukup peka. Celine duduk sendirian di meja makan panjang. Di hadapannya tersaji sarapan yang hampir tidak tersentuh. Secangkir teh hangat perlahan kehilangan uapnya, sementara pikirannya masih terjebak pada pertemuan kemarin di Pramana Tower. Keluarga Pramana membutuhkan pewaris. Kalimat Adrian terus berputar di kepalanya seperti rekaman yang diputar berulang kali. Semalam ia hampir tidak tidur. Setiap kali memejamkan mata, ia kembali melihat tatapan Adrian yang datar dan sulit ditebak. Tidak ada k

  • Pembalasan Sang Siren   Bab 61 — Tekanan Pewaris

    Pagi datang bersama langit Valencia yang masih diselimuti warna abu-abu. Hujan yang semalam mengguyur kota memang telah berhenti, tetapi bekasnya masih tertinggal di jalan-jalan dan udara dingin yang menyusup hingga ke dalam apartemen. Dari balik jendela tinggi ruang tamu apartemen

  • Pembalasan Sang Siren   Bab 58 — Darian Snow

    Hujan tipis menetes di jendela apartemen yang Kiara. Kota tampak redup di bawah kabut sore, dan aroma hujan yang basah bercampur dengan udara dingin menembus ke dalam ruangan. Kiara duduk di tepi meja kayu tua, matanya terpaku pada tumpukan dokumen yang baru saja ia buka. Tangannya gemetar, meski

  • Pembalasan Sang Siren   Bab 56 — Orang yang Mengetahui Terlalu Banyak

    Malam turun perlahan di Valencia, membawa cahaya kota yang terlihat indah dari kejauhan namun terasa dingin ketika dilihat terlalu lama. Dari jendela apartemennya, Kiara memandangi garis-garis lampu yang menyala di sepanjang jalan utama tanpa benar-benar melihatnya. Fokusnya tetap berada pada lay

  • Pembalasan Sang Siren   Bab 55 — Jejak Darah Lama

    Hujan turun tipis ketika mobil yang dikendarai Elvano meninggalkan pusat Valencia. Lampu kota perlahan menghilang di belakang mereka, digantikan jalanan yang lebih sempit dan bangunan-bangunan tua yang tampak semakin jarang disentuh waktu. Wiper bergerak pelan di kaca depan, mencip

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status