Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 111 - Dikira Pelayan (II)

Share

Bab 111 - Dikira Pelayan (II)

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2024-10-18 17:37:25
Tidak peduli seberapa sukses pelayan ini, dia tidak akan pernah bisa mencapai posisinya saat ini. Banyak jalan menuju Roma, tetapi beberapa orang lahir di Roma! Dia, Selly, adalah salah satu orang tersebut!

Selly menatap Ryan dengan campuran rasa kasihan dan superioritas.

Dalam benaknya, tak peduli seberapa keras pria ini bekerja, ia tak akan pernah bisa mencapai level Keluarga Hilton.

Beberapa orang memang ditakdirkan untuk berada di puncak, sementara yang lain harus berjuang seumur hidup han
Rianoir

Terima Kasih Kak Ian dan Kak Jhonny atas dukungan Gem-nya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Akumulasi Gem Bab Bonus: 18-10-2024 (sore): 3 Gem Ini adalah bab bonus hari ini. yuk, kurang 2 gem lagi dapat bab bonus lagi, hehehehe... Selamat Membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 33
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3311: Sekte Absolute Zero Telah Kembali

    Dari jarak aman, Divine God Raging Flame berdiri mematung.Di sebelahnya, Hao Ken mengerutkan kening dalam. "Ada yang aneh dari perempuan itu.""Aku merasakannya juga.""Aura kultivasinya..." Hao Ken memejamkan mata sejenak, mencoba menganalisis. "Bukan miliknya sendiri sepenuhnya. Seperti ada seseorang lain di baliknya." "Dan kekuatan orang itu..." Dia membuka mata. "Ini menyentuh sesuatu yang sangat tua. Bukan kultivasi zaman ini.""Salah satu leluhur kuno Benua Valorisia?" Divine God Raging Flame memiringkan kepalanya sedikit. "Tapi yang jelas dia mengenal Ryan. Dan dia yang menyelamatkannya barusan.""Kita tunggu." Hao Ken melangkah mundur setengah langkah. "Lihat dulu sejauh mana ini akan berjalan."Tepat saat itu, suara menggelegar keluar dari gumpalan es yang membungkus setetes darah tadi."Siapa kau?!" Getaran kemarahan dalam suara itu terasa seperti tekanan fisik yang mendorong semua orang mundur satu langkah. "Apakah kau tahu harga yang harus kau bayar karena berani mengha

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3310: Sang Penguasa Absolute Zero

    Divine God Raging Flame dan Hao Ken berlari secepat yang mereka bisa.Tapi keduanya tahu mereka tidak akan sampai tepat waktu.Setetes darah dari seseorang yang mampu menembus formasi terlarang dari luar. Itu bukan kekuatan biasa. Bahkan gabungan mereka berdua tidak cukup untuk menandinginya, apalagi melindungi Ryan yang saat ini bahkan tidak bisa berdiri tegak.Setetes darah itu bergerak cepat, menembus udara tanpa hambatan, langsung mengincar tubuh Ryan yang tergeletak di tanah.Aura kematian itu sudah mencengkeram dada Ryan. Matanya yang setengah terbuka menatap bayangan merah yang mendekat, tapi tubuhnya tidak punya cadangan untuk bereaksi. Tangannya bahkan tidak bisa menggenggam Pedang Iblis Darah dengan benar.'Apakah ini akhirnya...'Lalu satu kepingan salju jatuh.Lalu dua. Lalu ribuan, seolah langit memutuskan menuangkan musim dingin ke tempat ini dalam hitungan detik. Suhu turun drastis. Kepulan napas mulai terbentuk di depan wajah semua orang yang hadir.Di langit, sebu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3309: Darah dari Langit

    Tiga kultivator itu memandang ke atas.Lalu memandang satu sama lain.Tidak ada yang perlu diucapkan. Mereka bertiga tahu. Semuanya tahu."Argh!"Ryan melesat masuk begitu pilar hitam menyentuh area sekitar mereka. Energi iblis dari pilar itu menggulung masuk ke dalam tubuh ketiga kultivator sekaligus, bukan perlahan seperti sebelumnya, tapi seperti banjir yang menjebol bendungan sekaligus. Tidak ada lagi ruang untuk menekan atau melawan. Kontaminasi itu melanda semua organ mereka dalam hitungan detik.Ketiga kultivator itu menjerit. Bukan teriakan pertempuran. Teriakan kesakitan murni.Ryan tidak berhenti. Pedang Iblis Darah mengayun ke arah satu kultivator yang masih mencoba membentuk serangan balasan. Sabetan itu menghantam tubuhnya berkali-kali, membuka luka demi luka yang memancarkan uap energi iblis hitam. Sang kultivator melihat ke bawah pada luka-lukanya, menggertakkan gigi, dan aur

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3308: Pertukaran Terakhir

    Pertarungan belum berakhir.Ryan mengangkat Pedang Iblis Darah dan menyapu area sekitarnya dengan pandangan merah darah itu. Tiga kultivator Ranah Creation dari ketiga kekuatan besar masih berdiri, meski postur mereka sudah jauh dari awal pertempuran. Lutut salah satunya sedikit gemetar. Yang lain sudah tidak bersuara sama sekali, mulutnya terbuka seperti ingin berteriak tapi tidak ada yang keluar.Energi iblis dari tubuh Ryan terus merayap ke udara di sekitar mereka, merambat masuk ke dalam tubuh ketiga kultivator itu tanpa bisa dicegah. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain terus menekan kontaminasi itu dari dalam, dan pekerjaan itu sendiri sudah memakan separuh konsentrasi mereka.Menyerang sambil melawan invasi dari dalam. Dua pekerjaan sekaligus, dan tubuh yang sudah penuh luka tidak pernah cukup kuat untuk keduanya dalam waktu yang sama.Ryan tidak memberi mereka ruang untuk berpikir lebih jauh.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3307: Sang Iblis Menantang Langit (II)

    BOOM! Ryan menghentakkan kakinya ke tanah dan tubuhnya melesat ke langit seperti bayangan hitam yang menembus lapisan udara. Bersamaan dengan itu, Sphinx dan naga darah bergerak. Para kultivator dari tiga faksi besar menggertakkan gigi. Sudah tidak ada pilihan. Mereka harus bertarung, dan satu-satunya strategi yang masih masuk akal adalah mengulur waktu sampai keadaan iblis Ryan kehabisan tenaga sendiri. Semua orang tahu kondisi seperti ini tidak bisa bertahan selamanya. Asal mereka tahan cukup lama, kemenangan masih bisa diraih. Mereka menyebar, menjauh dari pusat pertempuran, dan mulai melancarkan serangan jarak jauh. Bukan untuk membunuh. Untuk menguras. Ryan tidak peduli dengan taktik itu. Pedang Iblis Darah terangkat, dan enam jalur Dao di belakangnya menyala bersama Esensi Pedang Abadi yang membakar. Matanya yang merah darah menghitung, memilih, memutuskan dalam sepersekian detik. Sabetan menghilang. Teknik Pedang Ruang-Waktu lenyap dari pandangan seperti biasa,

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3306: Sang Iblis Menantang Langit

    Naga darah itu menatap. Hanya menatap. Tapi dari sepasang mata merahnya yang menyala seperti bara yang tidak pernah padam, niat membunuh yang tumpah ke udara sudah lebih dari cukup untuk menghentikan kaki para kultivator. Tiga faksi besar, para kultivatot yang biasanya berjalan dengan kepala tegak di mana pun mereka pergi, kini berdiri dalam diam seperti barisan patung. Tidak ada yang berani bergerak duluan. Tidak ada yang mau jadi yang pertama. Kemudian dari bawah, tanah berguncang. GRRMMM! Sebuah sosok meledak keluar dari arah Kuburan Pedang. Bukan dari langit, bukan dari kejauhan. Sosok itu muncul tepat di depan Ryan yang masih berdiri dalam aura iblis hitamnya, seperti tembok yang tiba-tiba tumbuh dari bumi. Makhluk berbadan singa. Posturnya besar, jauh dari kata kecil, tubuhnya memancarkan cahaya emas samar yang berpadu aneh dengan kulitnya yang kokoh. Matanya bercorak rumit dan dalam, seperti pola ukiran kuno yang terus berputar, dan bagi siapa pun yang cukup lama

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1016 - Kekuatan EX-Caliburn

    Tetua berjubah emas mengerutkan kening mendengar kata-kata Ryan. Bukan pedang ini? Dari mana pedang yang dimaksud berasal? Sebelum otaknya sempat memproses pertanyaan itu, sebuah lubang dimensi muncul di udara. Cahaya merah menyilaukan memancar dari dalamnya, membawa aura mencekam yang mengunc

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1094 - Interogasi

    Leonard Walker menatap pecahan kayu yang melayang di depan pemuda itu dengan ekspresi serius, "Ini adalah Slaughter Land. Mungkinkah Sekte Dao begitu sombong hingga bertindak di sini?"Meski seluruh tubuhnya terasa nyeri akibat benturan keras sebelumnya, Leonard masih berdiri tegak. 

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1048 - Kembali Bertarung

    Wanita muda itu menyadari keraguan yang muncul di mata Ryan dan melanjutkan dengan nada mencemooh, "Apakah kamu masih ingin menghentikanku?" Ryan tersadar dari lamunannya. Dia mengepalkan tinjunya dan mengarahkan Pedang Surgawi EX-Caliburn ke arah gadis itu. "Mulai hari ini dan seterusnya, Wendy ak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1105 - Melawan Yordan (II)

    "Sampah, kukira kau sangat kuat, tapi sekarang tampaknya tanpa kekuatan harta karun jahat itu, kau masih sampah yang sama seperti lima tahun lalu!" Yordan berhenti sejenak untuk mengatur napasnya yang sedikit memburu. "Kau bahkan tidak memiliki pedangmu lagi, jadi bagaimana rencanamu untuk melawan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status