LOGINIni bab kedua siang ini. mohon maaf othor ada kesibukan di kantor sehingga terlambat rilis. Selamat beraktivitas (◠‿・)—☆
“Apa?!”Raut wajah Mordred Joren berubah drastis.Ia langsung bangkit dari Takhta Sembilan Naga Batu. Cincin yang tadi diputar-putar di telapak tangannya hancur menjadi debu halus yang jatuh dari sela jemarinya.“Bagaimana mungkin seorang Kultivator Ranah Creation bisa menundukkan Tubuh Iblis Mental?! Itu mustahil!”Orang-orang yang berlutut di bawah langsung menundukkan tubuh serendah mungkin.“Orang itu memang benar-benar Kultivator Ranah Creation, Yang Mulia. Dia berasal dari Akademi Heavenly Flame dan bernama Ryan Pendragon.”“Selebihnya, kami masih belum berhasil menyelidikinya.”“Kaisar Nine Nether juga tampaknya sengaja menutup seluruh kabar. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi hari itu.”Salah seorang dari mereka memberanikan diri bertanya, “Apakah kami perlu membawa Ryan Pendragon ke sini?” “Bagaimanapun, Tubuh Iblis Mental sekarang berada di tangannya.”Mordred membalikka
Ryan mengibaskan lengan. Kotak persegi panjang di tangan Harlan langsung melesat dan masuk ke dalam Kuburan Pedang.“Baiklah. Karena benda ini sudah kudapatkan, sudah waktunya aku meninggalkan Kerajaan Nine Nether untuk sementara.”Aldous Chase tiba-tiba teringat sesuatu.“Demon Emperor, ada satu pertanyaan yang selalu mengganjal di hati hamba.”“Dalam perang kuno itu, Kerajaan Ilahi memang memiliki banyak orang kuat. Tapi dengan kultivasi Yang Mulia, seharusnya Yang Mulia tidak akan gugur. Kenapa...”Langkah Ryan berhenti.Energi iblis yang tidak berujung menyelimuti tubuhnya seperti jubah bayangan yang berkibar.“Mordred Joren akan mati sebelum aku menginjakkan kaki di Kerajaan Ilahi lagi.”Hanya itu jawabannya.Ryan kembali melangkah pergi.Bayangan Aldous dan Harlan tertinggal di taman dalam keadaan terpaku.Mordred Joren saat ini bukan lagi Mordred Joren pada zaman kuno.
“Harlan Chase, apa Aldous Chase masih ada di sini?”Ryan menyebut nama Harlan tanpa gelar dan tanpa sedikit pun rasa sungkan.Sebab pada saat ini, yang berdiri di taman itu bukan lagi Ryan Pendragon.Melainkan Demon Emperor.Di hadapan sosok ini, Kerajaan Nine Nether, Ras Iblis, bahkan seluruh Wilayah Iblis pernah berada di bawah kakinya.Harlan langsung tergagap.Jemarinya mengepal lalu kembali mengendur. Untuk sesaat, ia bahkan tidak tahu harus menjawab apa.Aldous Chase adalah nama leluhur Keluarga Chase, nama yang hanya tercatat di aula leluhur dan hampir tidak pernah disebut sembarangan.Namun sebelum Harlan sempat membuka mulut, formasi pelindung kediaman Keluarga Chase tiba-tiba bergetar.Riak cahaya menjalar di udara.Sesosok bayangan transparan perlahan muncul di tengah taman.Itu adalah sisa Jiwa Primordial yang ditinggalkan leluhur Keluarga Chase!Mata Harlan membelalak.Aura yang sebelumnya memenuhi tubuhnya lenyap dalam sekejap.“Leluhur... Leluhur masih...”Belum selesai
Setelah keheningan yang terasa sangat panjang, seorang pria berwajah pucat di bawah panggung akhirnya membuka suara.“Tuan, sayalah yang bertugas mengawasi lempeng-lempeng nyawa.” “Begitu mengetahui sesuatu terjadi pada Elias Miles, saya langsung merobek ruang untuk mencari pelakunya.”Ia menelan ludah. “Namun seorang wanita misterius menerobos masuk ke domain saya.” “Dia menyerang dan melukai saya. Saya bahkan tidak sempat menemukan jasad Elias Miles karena ruang di sana disegel secara paksa.”Ia menundukkan kepala.“Meski begitu, satu hal sudah pasti. Elias Miles tidak mati di Kerajaan Ilahi. Dia mati di Benua Valorisia.”Niat membunuh pria tua di atas panggung langsung meledak.Telapak tangannya menghantam meja batu di depannya sampai retakan menjalar ke seluruh permukaan.“Dengan kekuatan setingkat dirimu, tidak mudah bagi orang dari Benua Valorisia melukaimu dalam waktu sesingkat itu.”Tatapannya menajam.“Apakah kau yang tidak becus? Atau orang itu memang luar biasa? Jangan bi
Penginapan Moonrest.Ryan baru saja hendak berangkat menuju kediaman Keluarga Chase ketika suara Quillon Wynn tiba-tiba bergema di dalam benaknya.“Bocah, aku merasa ada seseorang yang mengawasimu dari arah utara. Tapi orang itu tidak membawa niat membunuh.”Langkah Ryan langsung terhenti.Ia membuka jendela di sisi utara dan menyapu sekeliling dengan pandangan tajam.Kosong.Hanya ada atap-atap bangunan yang masih basah oleh embun malam dan angin yang berembus pelan di antara menara ibu kota.Wendy dan Bianca yang sebelumnya berjongkok di salah satu atap itu sudah lebih dulu menghilang tanpa meninggalkan jejak.Ryan menatap satu titik di kejauhan selama beberapa saat sebelum menggeleng.“Sudahlah. Mungkin Kaisar Nine Nether mengirim seseorang untuk memeriksaku.”Ia terdiam sebentar, jemarinya masih menempel pada bingkai jendela. “Entah kenapa, Kaisar Nine Nether itu memberiku perasaan yang sedikit janggal.”Setelah mengatakan itu, Ryan menutup jendela rapat-rapat.Pandangannya berali
Buku tua itu ternyata mencatat teknik-teknik jiwa yang digunakan Elias Miles.Teknik pertama adalah Pembunuh Penyegel Dewa. Ryan masih mengingat jelas tekanannya karena teknik itu menyerang kesadaran secara langsung dan mampu menjatuhkan lawan kuat dalam satu serangan.Daya hancurnya sangat tinggi, tetapi cakupannya terbatas. Teknik itu paling cocok digunakan pada satu target, atau paling banyak dua target yang berdiri sangat dekat.Teknik kedua bernama Guncangan Jiwa Surgawi.Daya bunuhnya lebih rendah daripada Pembunuh Penyegel Dewa, tetapi jangkauannya jauh lebih luas. Selama berada dalam area tertentu, semua target bisa terkena serangan jiwa pada saat yang sama.Ryan selama ini memiliki Jiwa Primordial yang jauh lebih kuat daripada kultivator selevel, tetapi kekurangan teknik serangan yang benar-benar memanfaatkan keunggulan itu.Sekarang kekurangan tersebut akhirnya tertutup.Ryan baru hendak mempelajari halaman per







