Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1210 - Menampar Hina

Share

Bab 1210 - Menampar Hina

Author: Rianoir
last update Petsa ng paglalathala: 2025-04-19 19:34:23
Tiba-tiba, mata Ryan menyipit. Dia berjalan ke arah Tirst Walker, berjongkok, dan mengulurkan tangan untuk menyentuh pipinya.

Jejak telapak tangan merah itu sangat jelas di wajah gadis itu, membuat amarah dingin mulai merayap dalam diri Ryan.

"Siapa yang melakukannya?" tanyanya dengan suara pelan namun mengancam.

Tirst Walker melirik Hina Lambert, tetapi tidak mengatakan apa-apa.

Kesetiaannya pada Ryan membuat gadis itu enggan menyulut konflik yang bisa membahayakannya.

"Aku mengerti."

Ry
Rianoir

Malam Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Karena target sudah terpenuhi, maka malam ini akan ada Bab Bonus Hadiah (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Terima Kasih Kak Eny Rahayu, Kak Pengunjung5804, Kak Patricia Inge, Kak Alberth Abraham Parinussa, Kak Sonnie Binjamin, Kak Pengunjung4701, Kak Pengujung0747, Kak Yuliandri Hanafi, Kak Pantura Plj1, Kak Jhoen Kharisma, Kak Lola Ayu, dan Kak Pengunjung9730 atas hadiah Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih Kak Hazli Jeneri atas hadiah Kuenya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih Kak Kristianto Towoliu atas hadiah Buketnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih juga kepada para pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Bab Bonus Hadiah akan othor rilis jam 8an. Ditunggu (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 6/6 Bab Reguler: 1/1 Bab Bonus Hadiah: 0/1

| 81
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Bening Sumarsono
.........bonusnya cuma dukit
goodnovel comment avatar
Yudi Effendi
tor...kasih bonusnya 2 bab yaa..tor..!! terima kasih.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4101: Permainan Jenderal Barlow

    Barlow Steen memasang senyum palsu sambil mencondongkan tubuh ke arah Ryan. "Ryan, kami tidak bermaksud menyudutkanmu. Tapi kalau kau bahkan menolak bermain satu permainan sederhana, bukankah itu agak mencurigakan?" Ia mengangkat kedua tangan, seolah sedang menunjukkan niat baik. "Kami tidak mengatakan ada yang salah denganmu." "Hanya saja, demi keamanan Wilayah Selatan, kami tidak bisa membiarkanmu masuk. Kau pasti mengerti, bukan?" Ryan memejamkan mata sesaat dan menarik napas panjang. Ancaman itu cukup jelas. Kalau ia menolak, mereka akan memakai penolakan tersebut sebagai alasan baru untuk menggagalkan masuknya ke Wilayah Selatan. Ryan sudah tahu mereka sengaja mencari alasan untuk menahannya. Namun karena masih harus menjalankan tugas Quinton Greaves, ia memilih mencari tahu permainan apa yang sebenarnya mereka siapkan. "Permainan apa? Katakan." Barlow dan para penjaganya saling pandang. Senyum puas muncul di wajah mereka, seakan jawaban itu sudah mereka tunggu sejak t

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4100: Surat Tantangan dari Istana Absolute Zero

    Wendy langsung mengerutkan kening setelah mendengar kabar kedatangan Ryan. Ia tidak menyangka pemuda itu akan muncul di Wilayah Selatan justru ketika keadaan sedang semakin berbahaya. "Pertarungannya dengan Yuriel Leviathan tinggal kurang dari dua puluh hari," gumam Wendy. "Bukankah seharusnya dia memanfaatkan waktu yang tersisa untuk berkultivasi?" "Kenapa dia malah datang ke Wilayah Selatan? Dari semua tempat, kenapa harus ke sini?" Bianca menggeleng. "Aku juga tidak tahu, Kepala Istana. Tapi sekarang dia masih tertahan di perbatasan. Seharusnya dia belum menghadapi bahaya." "Apa aku perlu pergi ke sana untuk memberi tahu Ryan?" Wendy tidak langsung menjawab. Ia berjalan ke jendela aula, memandangi salju yang terus turun di luar. Puncak-puncak gunung es tampak samar di balik hamparan putih. "Dia tidak mengetahui identitasku," kata Wendy akhirnya. "Seharusnya dia juga tidak akan bisa menemukanku." "Cepat atau lambat, orang-orang Keluarga Miles dari Kerajaan Ilahi akan sampai

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4099: Kedatangan Ryan Mengguncang Wendy

    Jenderal Barlow Steen tersenyum begitu melihat Ryan masih duduk tenang di hadapannya. "Anak muda, aku Barlow Steen, jenderal pemeriksa perbatasan Wilayah Selatan. Siapa namamu?" "Ryan." Jawaban singkat itu tidak disertai perubahan ekspresi. Ryan justru mengamati pria yang berdiri di depannya. Barlow tampak berusia sekitar tiga puluh empat tahun, dengan wajah pucat dan janggut kambing tipis. Zirah emas menutupi tubuhnya, sedangkan sebilah pedang panjang tergantung di pinggang. Penampilannya cukup gagah untuk seorang komandan perbatasan. Sayangnya, hidung bengkok seperti paruh elang dan senyum palsunya membuat Ryan semakin muak. Namun Barlow adalah penjaga gerbang Wilayah Selatan. Ryan masih membutuhkan izin masuk, jadi ia memilih tidak memperpanjang urusan. Nama yang disebutkannya pun memang tercantum dalam dokumen dari Quinton Greaves. Sejak awal, mereka tidak berniat menyembunyikan nama Ryan. Kalau Kepala Akademi Divine Wind pernah membocorkan identitasnya, memakai nama pa

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4098: Tamu Jenderal Barlow

    Beberapa orang di belakang Ryan memandangnya dengan iba. Mereka sudah sering mendengar kejadian serupa di gerbang Wilayah Selatan. Sesekali, selalu ada pendatang yang dipilih untuk dipersulit tanpa alasan jelas.Seorang pria tua bahkan menggeleng sambil menghela napas. Menurut mereka, pemuda itu benar-benar sedang sial. Beberapa orang yang tadi berdiri dekat Ryan memilih menunduk dan berpura-pura tidak melihat, takut ikut menjadi sasaran para penjaga.Ryan menahan amarahnya dan memilih mengikuti prajurit yang memanggilnya. Ia datang membawa tugas penting, bukan untuk membuat keributan di gerbang kota. Meski bisa menghadapi para penjaga dengan mudah, membuat masalah sejak hari pertama hanya akan menyulitkan langkahnya sendiri.Prajurit itu membawanya melewati lorong batu sempit, menjauh dari antrean menuju paviliun kecil dekat gerbang utama. Bangunannya berdinding kayu tua, dengan kisi besi menutupi jendela.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4097: Gerbang Wilayah Selatan

    Setengah hari berlalu tanpa terasa. Ryan akhirnya membuka mata setelah menyelesaikan meditasinya. Kilatan ungu muncul di kedua matanya, disertai jejak guntur yang belum sepenuhnya menghilang. Selama berjam-jam sebelumnya, ia terus mencoba memahami aliran petir dalam lempeng giok pemberian Quinton Greaves. Ryan bangkit, lalu tubuhnya mendadak lenyap dari tempat semula. Wus! Bayangannya berkelebat begitu cepat, meninggalkan cahaya menyilaukan di udara. Jika ada orang yang menyaksikan, mereka mungkin hanya melihat petir keemasan menyambar ke sana kemari tanpa mampu menangkap sosok Ryan. Gerakan yang semula membutuhkan beberapa perpindahan kini terasa jauh lebih ringan. Sesaat kemudian, Ryan kembali muncul di dalam kamar. Senyum puas terlihat di wajahnya. Kilatan Guntur ternyata jauh lebih kuat daripada perkiraannya. Meski begitu, Ryan baru memahami sebagian unsur petir dan sama sekali belum menguasai unsur anginnya. Dengan kata lain, dasar teknik tersebut pun belum sepenuh

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4096: Kilatan Guntur

    Ryan sudah bisa menebak syarat yang hendak diajukan Tetua West. Setelah melihat bagaimana kakek itu memandangnya sejak ujian kedua, jawabannya tidak terlalu sulit ditebak. "Silakan katakan," ujar Ryan pasrah. Sebenarnya, Ryan juga tertarik mempelajari teknik tempa Benua Valorisia. Dibandingkan ilmu yang pernah dipelajarinya, cara menempa di benua ini jauh lebih rumit dan mendalam. Ia bahkan ingin mengembangkan Ledakan Seribu Artefak ciptaan Forging God agar teknik itu tetap berguna menghadapi musuh dengan tingkat kekuatan sekarang. Mungkin ada hasil yang tidak pernah dibayangkannya. "Kalau begitu, warisi ilmuku dan belajarlah menempa dariku," kata Tetua West dengan senyum lebar. Ryan mengangguk. "Baik. Tapi aku belum bisa langsung belajar. Ada beberapa urusan penting yang harus kuselesaikan terlebih dahulu." "Tidak masalah!" Tetua West tertawa. "Aku memang sudah tua, tapi tidak kekurangan waktu. Sekarang, keluarkan senjata yang ingin kau tempa." Ryan segera menyerahkan Ped

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status