Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1332 - Langkah Ryan (II)

Share

Bab 1332 - Langkah Ryan (II)

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-05-10 05:38:14
Luis Kincaid mengamati perjuangan Ryan dengan perasaan campur aduk.

Di satu sisi, ia berharap Ryan gagal dan terjatuh. Namun di sisi lain, ia tidak bisa menahan diri untuk mengagumi kegigihan pemuda itu.

"Ryan," ucapnya dengan nada yang sedikit lebih lembut, "jika kamu terus memaksakan diri, kamu mungkin tidak akan bisa bertahan hidup. Kamu sudah sangat baik bisa mencapai langkah ini. Jangan sia-siakan masa depanmu."

"Diam!" Ryan meraung keras, urat-urat di lehernya menonjol menahan tekanan
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Ini bab pertama pagi ini . Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 72
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3744 - Asura Bangkit

    Sinar pedang Ryan meluncur lurus ke arah kultivator itu.Guruh menggelegar bersamaan dengan laju tebasan tersebut. Seluruh permukaan sungai bergetar hebat, dan airnya menyembur tinggi ke udara. Kekuatan yang terkandung di dalamnya membuat banyak kultivator di sekitar menahan napas.Tebasan itu seolah membawa daya untuk membelah langit dan sungai sekaligus.Boom!Ledakan besar mengguncang area itu.Gelombang kejut menyapu ke segala arah, membuat kabut air dan debu memenuhi pandangan.Wajah Ryan pucat saat ia menatap ke depan."Uhuk! Uhuk!"Dari balik kepulan ledakan, para kultivator itu menerobos keluar. Pakaian mereka robek di banyak bagian, dan beberapa luka berdarah tampak di tubuh mereka.Namun mereka masih hidup.Sudut bibir Ryan terangkat membentuk senyum getir.Seperti dugaannya, kekuatannya masih belum cukup untuk benar-benar menumbangkan Kultivator Ranah Star Seed tingkat sembilan. Bahkan setelah ia mengerahkan begitu banyak kartu as, hasilnya hanya mampu melukai mereka, buk

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3743 - Teratai Hitam

    Sepasang sayap hitam di punggung Ryan mengepak keras.Tubuhnya melesat naik ke atas sungai, menghindari kepungan yang semakin rapat.Aura Teknik Langit Agung meletup dari dalam tubuhnya, membuat kecepatan, kekuatan, dan reaksinya meningkat tajam dalam sekejap.Ryan mengangkat Tombak Ilahi Gungnir, lalu menghunjamkannya ke depan.Wusss!Udara terkoyak oleh ujung tombak itu. Kilau dingin memancar dari mata tombak saat ia meluncur ke arah salah satu kultivator yang mengepungnya.Boom!Kultivator itu buru-buru menghindar.Namun ia bukan lawan yang mudah ditekan. Begitu berhasil lolos dari serangan tombak, ia langsung kembali menerjang dan melayangkan pukulan telapak tangan ke arah Ryan.Di sisi lain, kultivator lain sudah mengayunkan pedangnya ke lengan Ryan.Dua serangan datang hampir bersamaan dari dua arah.Ruang untuk menghindar nyaris tidak ada.Ryan memutar tubuh di udara. Tombak Ilahi Gungnir ia gunakan untuk menahan pukulan telapak tangan, sementara tubuhnya dipaksa miring untuk m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3742 - Delapan Pengepung

    Jika Ryan takut dikeroyok oleh para Kultivator Ranah Star Seed, sejak awal ia tidak akan berani memancing amarah begitu banyak kekuatan besar di Wilayah Barat. Namun keadaan sekarang berbeda. Kultivator tadi sudah terang-terangan mengancam hendak bergabung dengan musuh-musuhnya. Bagi Ryan, orang seperti itu tidak punya alasan untuk dibiarkan hidup. Terhadap musuh, belas kasihan adalah kesalahan. Sebab, belas kasihan pada musuh sama saja dengan kekejaman terhadap diri sendiri. Di sekitar Ryan, aura-aura kuat terus berbenturan. Perebutan Anugerah Dunia sudah mencapai puncaknya. Para kultivator bertarung seperti orang gila, seolah lawan di depan mereka adalah musuh yang telah membunuh keluarga mereka. Bau darah memenuhi udara. Sungai yang semula tampak tenang kini mulai keruh oleh darah. Sinar pedang, gelombang energi, dan ledakan teknik berkelebat di berbagai arah. Tubuh-tubuh kultivator jatuh ke air satu demi satu, sebagian masih utuh, sebagian sudah terbelah. Demi seunta

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3741 - Benang Emas

    Setelah peti mati batu pertama muncul dari pusaran hitam, sungai itu kembali bergolak.Satu demi satu, peti mati batu lain menyembul dari dalam pusaran. Jumlahnya terus bertambah, sampai akhirnya genap empat puluh sembilan peti mati batu melayang di atas sungai.Sorot mata Ryan berubah serius.'Empat puluh sembilan peti mati batu... Apa sebenarnya yang tersegel di dalamnya?'Jumlah itu bukan kebetulan.Terlebih lagi, posisi keempat puluh sembilan peti mati tersebut sangat mirip dengan formasi yang dulu ia lihat di istana runtuh. Bedanya, kali ini ada satu peti mati batu emas yang berdiri paling mencolok di tengah-tengah.Peti mati emas itu memancarkan tekanan yang jauh lebih kuat daripada peti lainnya.Para kultivator di atas formasi persegi juga tidak berani bergerak sembarangan. Mereka hanya berdiri diam sambil menatap peti-peti mati tersebut. Rasa takut dan rasa penasaran bercampur di wajah mereka.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3740 - Peti Hitam

    Ucapan Cyrus Whitlock membuat wajah para kultivator dari berbagai faksi berubah perlahan. Jika Cyrus berasal dari sebuah sekte atau keluarga besar, mereka masih bisa menekannya lewat latar belakang. Mereka bisa mengancam faksinya, muridnya, atau orang-orang yang berada di bawah perlindungannya. Namun Cyrus berbeda. Ia seorang Kultivator Bebas. Orang seperti itu justru paling merepotkan. Ia tidak punya sekte yang bisa dijadikan sasaran balas dendam. Jika ia benar-benar tersinggung dan memilih memburu mereka satu per satu, banyak faksi akan dibuat pusing. "Haha!" Kultivator dari Keluarga Dragvine tertawa dingin. "Kalau begitu, kuharap Senior bisa melindungi Ryan seumur hidupnya!" Setelah berkata demikian, ia berbalik pergi. Dengan adanya Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak seperti Cyrus di sisi Ryan, mereka tahu mustahil membunuh Ryan sekarang. Memaksakan diri hanya akan membuat mereka kehilangan lebih banyak orang. Karena Keluarga Dragvine sudah mundur, faksi lain pu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3739 - Dikepung

    Aura Asura Nether perlahan menghilang. Begitu kegelapan itu lenyap, wajah Ryan langsung memucat. Tubuhnya terasa kosong, seolah seluruh tenaga di dalam dirinya telah disedot habis dalam satu tarikan napas. Ia tahu betul, seandainya bukan karena para Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak sudah lebih dulu melukai Tawanan World Palace dengan parah, dan seandainya energi iblis di sekitar tidak cukup pekat, mustahil ia bisa menghabisi sosok itu. Teknik Pemanggil Asura memang mengerikan. Namun harga yang harus dibayar juga tidak kecil. Saat Ryan masih berusaha menstabilkan napas, sebuah pilar cahaya keemasan turun dari atas sungai. Anugerah Dunia! Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak yang tersisa menatap cahaya itu dengan tatapan iri. Serangannya tadi memang berhasil membuka luka besar di tubuh Tawanan World Palace. Namun pukulan penentu tetap datang dari Ryan. Karena itu, Anugerah Dunia memilih Ryan. Kali ini, cahaya keemasan itu bertahan lebih lama daripada sebelumnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status