LOGINIni Bab kedua siang ini. Selamat beraktivitas (◠‿・)—☆
Ryan tidak tahu sudah berapa lama dia mengumpulkan ketika matanya menangkap sesuatu di sudut paling jauh ruang itu.Celah kecil. Hampir tak terlihat di balik tumpukan kristal yang lebih besar. Tapi tekanan yang menguar dari dalamnya berbeda dari semua kristal yang sudah dia kumpulkan tadi. Lebih terpusat, lebih dalam, dan jauh lebih tua.Ryan mendekatinya dengan langkah hati-hati, satu tangan sudah di gagang Pedang Iblis Darah meski tidak ada ancaman yang terlihat. Dia masuk ke celah itu sendirian.Semakin dalam, tekanan semakin berat. Kristal-kristal kecil di dinding gua sempit ini meleleh di bagian yang paling dekat dengan jalur yang dilaluinya, bukan dari panas tapi dari energi yang tidak cocok dengan keberadaannya.Lalu Ryan melihatnya.Tidak besar. Dua puluh sentimeter, berdiri tegak di atas alas batu alami seperti sudah menunggu di sana sejak lama. Warnanya ungu, pekat dan dalam, ungu yang punya jarak di dalamnya seperti membuat siapapun yang memandangnya merasa belum sampa
"Aku bersumpah atas nama Dao Surgawi."Kata-kata Marsh Quinn tidak keluar dengan mudah, tapi tidak ada keraguan di baliknya. Bagi Klan Laut, sumpah atas nama Dao Surgawi bukan sekadar formalitas. Melanggarnya bukan urusan harga diri semata, melainkan urusan dengan konsekuensi yang tidak bisa ditawar oleh siapapun, tidak peduli seberapa tinggi tingkat kultivasi mereka.Ryan mendengarkan sampai kata terakhir selesai diucapkan. Baru kemudian ia mengangguk satu kali."Baik. Tapi ada satu hal yang perlu aku tahu dulu." Matanya tidak beranjak dari wajah Marsh Quinn. "Klan Laut punya banyak kultivator. Kau sudah terkurung di sini cukup lama. Seberapa besar peluang kita bisa benar-benar keluar?"Marsh Quinn tidak langsung menjawab. Jarinya menyentuh lantai es di sebelahnya, menelusurinya perlahan seperti orang yang sedang mengingat sesuatu yang sudah lama tidak disentuh."Di bawah penjara ini ada Kristal Es Seribu Tahun." Suaranya datar, bukan menyombongkan diri, hanya menyampaikan fakta
Tetua Laurel tidak mengetuk.Pintu kamar Tetua Nox terbuka langsung, dan Unicorn Api Berkaki Naga masuk dengan langkah yang menahan diri untuk tidak terlalu terburu-buru. Di atas ranjang, Tetua Nox berbaring dengan luka dari benturan melawan Tobias Vane yang belum pulih sepenuhnya. Tapi matanya sudah terbuka sebelum Tetua Laurel sampai ke sisi ranjangnya."Sudah tahu?""Sudah." Tetua Nox menjawab sebelum satu kata penjelasan keluar. "Duduklah."Tetua Laurel duduk di kursi di sisi ranjang. Dari aula utama di sebelah, suara-suara terdengar pelan, dijaga kepelannya dengan sengaja."Apa yang sebaiknya kita lakukan?"Tetua Nox tidak langsung menjawab. Pandangannya ke langit-langit, datar, seperti seseorang yang sudah menjangkau kesimpulan sebelum pertanyaan diajukan."Tunggu saja."Kening Tetua Laurel berkerut. "Tunggu apa, tepatnya?""Tuan Muda tidak akan mati di sana
Tidak ada yang perlu mengusir Felix Skye.Begitu energi iblis Ryan menghilang dan Klan Laut membawa Ryan turun ke kedalaman, Felix Skye sudah pergi sendiri. Cepat, tanpa pamit, tanpa menoleh. Harga dirinya sudah hancur hari ini, dan dia cukup pragmatis untuk memilih nyawa di atas sisa-sisa yang sudah tidak ada nilainya.Kini yang tertinggal di medan pertempuran adalah anggota Sekte Slaughter, dan pasukan Klan Spiritum Sanguis yang sudah tidak punya satu pun pemimpin untuk memberi perintah.Amarah yang tadinya tidak punya arah menemukan tempatnya.Pertempuran yang menyusul berlangsung singkat. Tidak ada sorak-sorai saat semuanya selesai, tidak ada yang mengangkat tangan ke udara. Wajah-wajah anggota Sekte Slaughter datar dari kelelahan, dan ada sesuatu yang menggantung di dada masing-masing yang tidak akan hilang hanya karena mereka menang.**Kesadaran Ryan kembali sebelum matanya bisa dibu
Aster Dread yang berdiri di sisi kiri medan pertempuran menatap tiga sosok itu. Rahangnya mengencang. "Klan Laut dari kedalaman Laut Crimson Demon."Tetua Aldren yang berdiri di dekatnya memucat jauh lebih cepat.Pemuda yang lebih muda di antara kedua pangeran itu mengarahkan matanya ke Ryan dan bicara kepada pria tua di depannya. "Tetua Fang, itu iblis yang kita cari."Tetua Fang menatap Ryan tanpa bergerak dari posisinya.Dari kedalaman Laut Crimson Demon, mereka sudah merasakan aura demonis yang tidak wajar naik ke permukaan. Pemimpin Klan Laut mengirim Tetua Fang bersama Pangeran Ketiga dan Pangeran Kelima untuk mencari tahu sumbernya."Pangeran." Suara Tetua Fang rendah, bersih, tanpa warna. "Klan Laut dan Ras Iblis punya hutang darah yang panjang." "Sebelum iblis ini cukup kuat untuk menjadi masalah yang lebih besar, lebih baik kita selesaikan sekarang."Dia mengulurkan satu jari.Cahaya putih terkonsentrasi di ujungnya dan meluncur ke bawah.BOOM!Cahaya itu mendarat di tubuh
Energi iblis memenuhi seluruh Pulau Iblis Darah seperti pasang laut yang memutuskan untuk tidak pernah surut.Laut Crimson Demon di sekeliling pulau mendidih. Bukan dari panas, tapi dari tekanan yang memancar dari satu titik di atas permukaan pulau ke segala arah sekaligus. Ikan-ikan di kedalaman bergerak berlawanan dengan naluri mereka. Makhluk-makhluk laut yang biasanya tidak peduli dengan urusan di permukaan menyelam lebih dalam, menjauhi sumber tekanan yang bahkan mereka tidak mengerti.Tobias Vane sudah tidak dalam posisi untuk menghitung apapun.Yang ada di kepalanya sekarang bukan strategi. Bukan taktik. Hanya satu kata.Kabur.Tapi sebelum langkah pertamanya selesai terbentuk, Ryan sudah ada di depannya. Bukan bergerak dari titik sebelumnya dengan cara yang bisa diikuti mata. Hanya ada di sana, tiba-tiba, tanpa jeda.Tobias Vane mengerutkan dahinya. Napasnya terhenti di tengah jalan."Ingin lari sekarang?"Suara Ryan bukan suara yang biasa dia gunakan. Lebih rendah, lebih
Para kultivator ranah Supreme Emperor, ranah Dao Origin, dan bahkan Ranah Origin King mulai mencari lawan mereka sendiri! "Bajingan kecil! Aku akan membunuhmu hari ini!" Master Alkimia Teddy Sichs membuka mulutnya dan meludahkan sitar. Dengan jentikan tangan kirinya, gelombang suara melesat kelua
"Bersihkan semua sisa-sisa mereka," perintah Ryan dengan nada dingin. "Jangan sampai ada yang tersisa dari Keluarga Campbell."Setelah menyelesaikan masalah Keluarga Campbell sepenuhnya, Ryan kembali ke kamarnya untuk menstabilkan fondasi kultivasinya yang baru saja meningkat. Pertarungan tadi mem
Terakhir kali dia datang ke sini, situasinya berbeda. Ryan masih ingat dengan jelas bagaimana Walter Leon menatapnya dengan pandangan meremehkan, bahkan secara terang-terangan mengatakan bahwa dia tidak layak untuk putrinya. Kini, ironi takdir membuatnya kembali ke tempat yang sama dengan identit
Ryan telah mengambil tindakan hari ini untuk sepenuhnya menaklukkan Kota Dalecia dan menambahkan para alkemis berharga ini ke dalam pasukannya sebagai persiapan untuk melawan Klan Spirit Blood. "Kami mengerti!" Master Alkimia Ling Yi menjawab dengan tegas. "Jangan khawatir!" Master Alkimia Wilhem







