Share

Bab 1484 - Dihadang

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2025-06-04 06:08:55
Mata Lesley melebar saat dia meludahkan darah.

"Tidak! Kau sudah berjanji!" teriaknya panik. "Kau berjanji tidak akan membunuhku!"

"Aku memang berjanji," jawab Ryan tenang. "Tapi aku tidak mengatakan bahwa Lancelot tidak akan membunuhmu."

Ini benar-benar curang!

Tepat saat dia hendak berbicara lagi, tinju Lancelot menghantam tubuhnya.

Tinju ini dipenuhi dengan seluruh energi Qi Lancelot, dan langsung membunuh Lesley.

Tubuh Lesley terkulai tak bernyawa, darah mengalir dari mulut dan hidung
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini bab pertama pagi ini. Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 71
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3509: Hanya Semut

    Beberapa saat kemudian, Eren Carster memimpin Ryan dan Mira Yin keluar dari aula utama.Sepanjang perjalanan menuju pintu keluar, Eren sesekali melirik Ryan dengan tatapan yang penuh pikiran. Sesuatu masih mengganjal di benaknya.Ia sudah cukup lama menjadi Ketua Sekte untuk tahu bahwa esensi darah Unicorn Naga yang diolah tidak akan menghasilkan suara raungan sekeras dan seancaman itu.Tapi Brentley Holt sudah berbicara. Dan Tetua Agung Brentley Holt bukan orang yang perkataannya bisa dipertanyakan begitu saja.Saat mereka melangkah keluar dari batas Sekte Moon Flower, satu firasat menggelitik Eren tanpa bisa diabaikan. Keikutsertaan Ryan di Kompetisi Rising Dragon kali ini mungkin akan menggemparkan seluruh Benua Valorisia.Dari Sekte Moon Flower, ketiganya menuju Kota Phoenix Api. Di dermaga udara kota itu, sebuah kapal terbang sudah menunggu, siap membawa mereka menuju sebuah kota kecil di perbatasan Benu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3508: Sangat Memperhatikanku

    Ryan menatap sosok yang berdiri di sudut aula itu.Mira Yin juga hadir? Ia tidak menyangkanya. Yang lebih mengejutkan adalah aura Mira Yin yang terasa berbeda dari terakhir kali mereka bertemu.Lebih padat. Lebih tajam.Rupanya gadis itu sudah bertumbuh cukup signifikan dalam waktu yang tidak lama. Terakhir kali Ryan melihatnya, aura itu belum setajam ini. Ada yang berubah.'Berarti dia salah satu peserta kompetisi kali ini.'Eren Carster menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. "Baiklah, semua sudah hadir. Kita bersiap untuk berangkat."Ryan sedikit mengerutkan dahi. "Bukankah ada tiga slot?"Jessica Neuro tersenyum tipis. "Xavier Dragvine tidak berhasil menjadi murid rahasia.""Tapi ia lulus Ujian Darah Roh, jadi Tetua Agung Yordan sudah membawanya ke klan asing dan meminta para kultivator di sana untuk merekomendasikannya ikut kompetisi melalui jalur itu."Ia melanjutkan sebelum R

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3507: Menarik

    Brentley Holt tidak langsung menjawab. Pandangannya lama menatap kamar itu dari luar, seolah membaca sesuatu yang tidak terlihat oleh yang lain.Kemudian ia melangkah masuk tanpa berkata sepatah kata pun kepada siapa pun.Di dalam, ia merasakan sisa-sisa kekacauan energi yang sudah mulai mereda. Alisnya yang putih terangkat sedikit. Formasi biasa tidak akan meninggalkan sisa energi seperti ini.Dia menelusuri dengan persepsinya jauh ke dalam, melewati lapisan demi lapisan kekacauan yang masih tersisa. Dalam satu momen, ia melihat sepasang mata.Mata binatang iblis kuno.Ia tidak asing dengan kekuatan semacam itu. Meski belum matang dan masih dalam kondisi lemah, binatang itu akan menyerang siapa pun yang mendekatinya tanpa memperhitungkan kondisinya sendiri, demi satu alasan sederhana, melindungi tuannya.Brentley Holt kembali ke luar.Murid yang ia pilih ternyata bukan orang biasa.Dia melambaikan tangannya kepada semua orang. "Pergi. Ryan baik-baik saja. Beri dia ruang."Ia mem

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3506: Kesetiaan

    Demi bisa bertarung bersama Tuannya lagi. Itulah alasan Sphinx. Itulah segalanya.Mata Ryan memanas. Ia menancapkan Pedang Iblis Darah ke dalam es di depannya, kemudian mendorong tubuhnya maju selangkah. Darah terus mengalir dari kulitnya, meresap ke dalam jubahnya yang sudah basah sepenuhnya.Satu langkah."Sphinx, tunggu aku!"Sphinx sudah tidak sadarkan diri. Ryan tidak tahu apakah makhluk itu masih hidup atau sudah tidak ada.Lima meter jarak yang biasanya bisa ia tempuh dalam sekejap. Sekarang terasa seperti perjalanan melintasi dunia.Ia tidak berhenti.Satu langkah lagi. Darah mengalir. Satu langkah lagi.Kulitnya sudah tidak bisa membedakan antara dingin dan nyeri. Keduanya menjadi satu hal yang sama.Setelah waktu yang terasa sangat panjang, Ryan akhirnya tiba di sisi Sphinx. Seluruh jubahnya sudah tidak bisa dibedakan warnanya lagi.Tenaganya habis.Ia roboh.Tangannya mengulur dan memeluk Sphinx yang kaku terbalut es, mencoba memberikan sedikit kehangatan dari tubuhnya s

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3505: Air Mata

    Sphinx mendengar langkahnya dan membuka matanya dengan susah payah. Sorotnya lemah tapi jelas."Jangan mendekat..." Suaranya nyaris tidak terdengar.Ia mengangkat kepalanya dengan susah payah, memastikan Ryan mendengar. "Jangan..."Sphinx tahu. Karena koneksi darahnya dengan tulang rusuk itu, separuh dari tekanan yang diterimanya sudah tereduksi secara otomatis melalui jalur yang hanya bisa diakses oleh pemilik garis darah yang sama.Tapi Ryan tidak punya koneksi seperti itu. Kalau Ryan mendekati sumber energi kuno ini tanpa perlindungan yang tepat, ia akan menanggung seratus persen bebannya langsung, tanpa pengurangan apa pun. Dalam kondisi tubuh Ryan yang sudah penuh luka, itu bukan pertaruhan yang masuk akal."Tuan... jangan mendekat." Sphinx memaksakan suaranya keluar sekali lagi, lebih keras dari sebelumnya. "Biarkan aku sendiri... aku bisa... ini benar-benar bisa kulakukan."Sphinx menggigit giginya dan bertahan. Rasa sakitnya seperti tubuh yang meledak dari dalam, berkali-ka

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3504: Harga

    Ryan tidak bergerak selama beberapa detik. Jari-jarinya masih terentang di posisi terakhir memegang tulang itu.Ia tahu tulang rusuk itu istimewa. Tapi ini jauh melampaui perkiraannya.Inilah asal-usul garis darah Sphinx. Bukan garis darah biasa. Ini jejak dari sesuatu yang jauh lebih tua dari Benua Valorisia itu sendiri.Ryan melirik aura Sphinx yang terus menggelora, kemudian melirik jubahnya sendiri yang sudah robek-robek dengan beberapa luka terbuka di bawahnya. Ia menggeleng pelan.'Kalau bukan karena Immortal Divine Body, aku sudah jadi kabut darah tadi.'Tapi itu bukan masalah utama sekarang.Fenomena langit yang muncul di luar sudah sangat mencolok, dan wilayah Sekte Moon Flower penuh dengan kultivator kuat. Tidak butuh lama sebelum seseorang datang memeriksa sumber kegaduhan ini.Ia harus menyelesaikan ini secepat mungkin. Dan formasi biasa jelas tidak akan cukup untuk menutupi aura selevel i

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1247 - Tawaran Ketua Sekte Dao

    Ryan dan Monica baru saja akan meninggalkan medan pertempuran ketika Monica tiba-tiba menghentikan langkahnya. Matanya menyipit, terarah ke tempat Slaughter Lord tewas. "Tuan Pemilik Kuburan Pedang, ada masalah," ucapnya dengan nada waspada. Ryan mengikuti arah pandangan Monica. Di tempat kabut da

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1232 - Rencana Slaughter Lord

    Secara bertahap, Ryan mulai menguasai sebagian teknik Godsbreaker. Dia belajar bagaimana merasakan dan menyerap energi di sekitarnya, mengubahnya menjadi kekuatan untuk dirinya sendiri. Perlahan-lahan, dia tidak lagi tereduksi ke dalam kondisi menyedihkan seperti awal latihan. "Kau mulai memaha

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1249 - Turun Salju

    Monica merasakan datangnya petir Ilahi. Ekspresi seriusnya berubah lebih intens. Dia paham betul bahwa ancaman terbesar bagi Ryan saat ini bukanlah petir Ilahi, melainkan Ketua sekte Dao. Perbedaan kekuatan antara Ryan dan Ketua sekte Dao terlalu besar. Mustahil baginya untuk berada terlalu jauh

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1261 - Misteri Orang Di Balik Simon

    Simon Dexter juga memperhatikan batu giok yang melayang di udara, dan matanya tampak seperti melihat hantu. Keringat dingin mengalir di dahinya saat melihat batu giok naga itu berkilau dengan cahaya misterius. Batu ini sebenarnya bertepatan dengan sesuatu yang pernah diperlihatkan kepadanya sebel

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status