LOGINSiang Semua ( ╹▽╹ ) ini bab pertama siang ini. Selamat membaca (◠‿・)—☆
Setelah pertandingan pertama yang ditutup dengan cara yang tidak terduga itu, suasana di bangku penonton tidak pernah benar-benar kembali seperti semula. Ribuan pasang mata masih sesekali melirik ke tempat di mana tubuh Drake Darkgold diangkat keluar, beberapa mulut masih terbuka setengah, seolah tidak yakin apa yang baru saja mereka saksikan memang nyata.Pertandingan kedua, ketiga, keempat datang dan pergi.Cukup menarik, namun tidak benar-benar menggetarkan.Hingga tiba giliran pertandingan ketujuh.Semacam pergeseran terjadi di tengah kerumunan. Bisik-bisik yang tadinya santai berubah menjadi tegangan yang berbeda, dan kepala-kepala yang tadinya menunduk malas kini tegak kembali. Ryan merasakan perubahan itu bahkan sebelum ia melihat alasannya.Di atas panggung, seorang pemuda dari Keluarga Shadowmist berdiri.Penampilannya tidak istimewa di pandangan pertama. Rambut gelap, postur sedang, ekspresi yang terlalu tenang untuk seseorang yang berdiri di tengah arena di bawah sorot
Di bangku peserta Keluarga Woodholt, wajah-wajah memerah satu per satu. Beberapa kepala tertunduk. Hanya kepala keluarganya yang memandang panggung dengan sorot yang berbeda dari yang lain.Tidak ada rasa malu di matanya. Hanya tatapan orang yang sedang menunggu sesuatu terjadi.Drake sendiri melongo melihat pemandangan itu. Ia tidak menyangka musuhnya akan "melarikan diri" semudah dan secepat itu. Matanya beralih ke pedang emas pucat yang masih melayang pelan ke arahnya.Senyumnya kembali. 'Kalau begini, barang ini jadi milikku.'"Kalau mau lari, silakan lari. Tapi pedangnya aku ambil dulu sebagai bayaran atas waktu yang sudah terbuang!"Mervin, yang sudah hampir di tepi panggung, menjawab tanpa menoleh. "Kalau bisa diambil, ambil saja."Drake mengulurkan tangannya dan menggenggam ke arah pedang itu.SRITTT!Suara yang nyaris tidak terdengar.Kerumunan yang tadi riuh mendadak bisu.Drake menatap tangannya.Empat jarinya terputus bersih, jatuh ke lantai panggung bersama tetesan dara
Pertandingan pertama dimulai.Arena utama di pusat venue adalah panggung batu biru yang lebar dan rata, dengan lapisan pelindung berbentuk kubah setengah lingkaran yang melayang di atasnya. Formasi cahaya itu berfungsi ganda: menahan kerusakan agar tidak menjalar ke penonton, sekaligus membuat setiap gerakan di atas panggung terlihat jelas dari segala sudut.Dua peserta sudah berdiri di atas panggung.Suara lelaki tua itu bergema di seluruh venue. "Mervin Lux dari Keluarga Woodholt! Drake Darkgold dari Keluarga Darkgold! Pertandingan dimulai!"Sorak sorai meledak dari bangku penonton. Namun arahnya jelas, dan bukan untuk Mervin."Drake Darkgold! Habisi bocah dari Sekte Moon Flower itu!""Itu genius nomor satu Keluarga Darkgold! Murid sekte luar itu sudah tamat!""Murid-murid Sekte Moon Flower semua sampah! Apa yang mereka andalkan selain senjata mahal pemberian guru mereka?"Ryan mengerutkan dahinya.
Di kamar yang berbeda, Yakou Zedd duduk di tepi ranjang dengan kedua siku di atas lutut dan kedua tangannya menopang dagu.Sudah lama ia duduk dalam posisi itu.Ini bukan pertama kalinya ia mengikuti ujian ini. Ia sudah pernah menjalaninya sekali, dan dari pengalaman itu ia tahu betul betapa tidak mungkinnya ia menjadi murid rahasia.Keluarga Sanctum dan Keluarga Shadowmist terlalu menjulang. Mervin Lux terlalu jauh di depannya. Itu bukan urusan yang perlu ia khawatirkan.Satu-satunya alasan ia ada di sini adalah Ryan Pendragon.Pritha Zest membutuhkan Ryan disingkirkan. Dan Yakou membutuhkan Pritha tetap bergantung padanya.Namun rencananya sudah gagal.'Ryan terlalu kuat.' Dia mengepalkan jarinya di atas lututnya. 'Bahkan Cord pun tidak bisa melukainya. Tapi...'Matanya menyipit.Ia memperhatikan sesuatu yang mungkin luput dari orang lain. Setelah serangan kapak Cord dipatahkan oleh Ryan, ad
"Tetua Agung, jangan khawatir. Bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa sekalipun, saya pasti akan meraih posisi pertama!" Wajah Calder Sanctum saat mengucapkan itu bukan wajah seseorang yang sedang berjanji dengan tenang. Rahangnya mengeras, matanya terbuka lebar lebih dari biasanya, dan ada bara di baliknya yang terlalu panas dan terlalu terang untuk disebut sekadar tekad. Kata yang lebih tepat untuk itu adalah fanatisme. Dengan itu, ia berbalik dan meninggalkan lapangan. Di belakangnya, lelaki tua itu menatap kepergian Calder. Sorot matanya tidak berubah, tidak hangat dan tidak dingin, hanya memandang. ** Di antara seluruh keluarga besar yang mendiami kawasan terpencil ini, ada dua yang berbeda dari yang lain. Keluarga Sanctum dan Keluarga Shadowmist. Bukan sekadar berbeda dalam hal kekuatan, meski itu sudah cukup alasan. Leluhur mereka meninggalkan legenda yang tidak bisa dibantah di Benua Valorisia, keberadaan yang sudah menyentuh sesuatu yang dekat dengan kata dewa, soso
Mervin Lux berdiri di sisi Keluarga Woodholt dengan tangan terlipat di dada. Matanya tidak lagi datar. Sudut kirinya sedikit lebih terbuka dari biasanya, dan ada sesuatu yang menyala di baliknya. Bukan kemarahan, tapi keinginan bertarung yang murni. Sudut bibirnya bergerak naik setipis benang. 'Energi Gao di level itu, menyatu dengan esensi golok?' Mervin tidak bersuara. 'Menarik. Ryan Pendragon, tampaknya kau sudah memenuhi syarat untuk menjadi lawanku.' Tidak jauh dari sana, Yakou Zedd berdiri dengan wajah yang kehilangan seluruh ekspresinya. Cord kalah. Cord Blazehart yang ia pilih dengan sangat hati-hati justru karena kekuatan dan reputasinya, dikalahkan dalam satu pertukaran serangan. Rencana yang disusun dengan sangat teliti runtuh dalam hitungan detik. 'Apa yang harus kulakukan sekarang?' Tangannya mengepal di dalam lipatan jubahnya. 'Apakah aku sendiri bisa mengalahkan Ryan? Dan kalau gagal, apa yang akan Pritha pikirkan? Apakah rencanaku masih bisa diselamatkan?'
"Menyerangku dengan garis keturunan tingkat rendah seperti itu? Hmph!" Ryan mencibir dengan jelas meremehkan. "Kau benar-benar tidak tahu diri!" "Mustahil! Bagaimana bisa..." Wutzen Wrath terdiam dengan mata melebar penuh horor. "Kemari, binatang kecil!" Ryan menggeram dengan suara yang menakutkan
Jari-jari Ryan membentuk segel yang rumit, lalu setetes esensi darahnya ditembakkan ke jarum perak. Jarum perak tersebut berubah menjadi es, dan kekuatan misterius yang mengerikan memindahkannya masuk ke dalam tubuh Jake Pendragon.Dalam sekejap, gelombang energi es yang sangat
Di Kuburan Pedang, suara Brave Knight terdengar. "Nak, formasi di token itu agak rumit, tapi kita mungkin bisa menghapusnya jika berusaha keras!" "Tidak perlu," Ryan menyimpan token sambil tersenyum. "Aku bisa memahami kebencian di hati Clark Miles. Jika aku membunuh bajingan itu, dia tidak akan ke
Aliran energi ungu misterius mengalir dari lengan Ryan, berpadu sempurna dengan pedangnya. Seperti yang telah diprediksi Sphinx, kekuatan qi pedangnya meningkat berlipat ganda, meskipun garis keturunannya belum sepenuhnya terbangun."Garis keturunanmu paling tidak adalah kelas tiga, dan







