MasukSiang Semua ( ╹▽╹ ) ini bab pertama siang ini. Selamat membaca (◠‿・)—☆
"Tetua Agung, jangan khawatir. Bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa sekalipun, saya pasti akan meraih posisi pertama!" Wajah Calder Sanctum saat mengucapkan itu bukan wajah seseorang yang sedang berjanji dengan tenang. Rahangnya mengeras, matanya terbuka lebar lebih dari biasanya, dan ada bara di baliknya yang terlalu panas dan terlalu terang untuk disebut sekadar tekad. Kata yang lebih tepat untuk itu adalah fanatisme. Dengan itu, ia berbalik dan meninggalkan lapangan. Di belakangnya, lelaki tua itu menatap kepergian Calder. Sorot matanya tidak berubah, tidak hangat dan tidak dingin, hanya memandang. ** Di antara seluruh keluarga besar yang mendiami kawasan terpencil ini, ada dua yang berbeda dari yang lain. Keluarga Sanctum dan Keluarga Shadowmist. Bukan sekadar berbeda dalam hal kekuatan, meski itu sudah cukup alasan. Leluhur mereka meninggalkan legenda yang tidak bisa dibantah di Benua Valorisia, keberadaan yang sudah menyentuh sesuatu yang dekat dengan kata dewa, soso
Mervin Lux berdiri di sisi Keluarga Woodholt dengan tangan terlipat di dada. Matanya tidak lagi datar. Sudut kirinya sedikit lebih terbuka dari biasanya, dan ada sesuatu yang menyala di baliknya. Bukan kemarahan, tapi keinginan bertarung yang murni. Sudut bibirnya bergerak naik setipis benang. 'Energi Gao di level itu, menyatu dengan esensi golok?' Mervin tidak bersuara. 'Menarik. Ryan Pendragon, tampaknya kau sudah memenuhi syarat untuk menjadi lawanku.' Tidak jauh dari sana, Yakou Zedd berdiri dengan wajah yang kehilangan seluruh ekspresinya. Cord kalah. Cord Blazehart yang ia pilih dengan sangat hati-hati justru karena kekuatan dan reputasinya, dikalahkan dalam satu pertukaran serangan. Rencana yang disusun dengan sangat teliti runtuh dalam hitungan detik. 'Apa yang harus kulakukan sekarang?' Tangannya mengepal di dalam lipatan jubahnya. 'Apakah aku sendiri bisa mengalahkan Ryan? Dan kalau gagal, apa yang akan Pritha pikirkan? Apakah rencanaku masih bisa diselamatkan?'
Semua mata melebar.Beberapa peserta yang tadi berbisik-bisik langsung menutup mulut mereka. Beberapa yang lain mengerjapkan mata sekali, dua kali, tiga kali, seperti orang yang mencoba meyakinkan diri bahwa apa yang baru saja mereka dengar bukan halusinasi.Ryan Pendragon baru saja bilang Cord Blazehart tidak akan menang. Bahwa Cord akan membayar harganya.'Dia... tidak sedang bercanda, kan?'Cord sendiri tidak bereaksi dengan marah. Justru sebaliknya. Matanya menyempit, bukan dengan kemarahan, tapi dengan sesuatu yang lebih dingin dan lebih terfokus. Jari-jarinya menggenggam kapak lebih erat.'Baiklah. Kalau orang ini benar-benar punya sesuatu untuk dibanggakan, biar aku buktikan dulu sebelum mati.'WHUUMMM!Aura Cord meledak tanpa ditahan. Seluruh udara di sekitarnya bergetar seperti ditiup gelombang tak kasat mata yang mengalir ke segala arah. Dao Integration tingkat
Cord tidak membalas tatapan kepala keluarganya dengan tunduk. Justru ia tertawa kecil. "Kepala Keluarga, kalau ada hukuman, nanti setelah kompetisi saja." "Di sini tidak ada yang namanya bercanda. Tantangan yang sudah diajukan tidak bisa ditarik kembali."Dia mengalihkan matanya kembali ke Ryan. "Lagipula, masa murid Sekte Moon Flower mau meninggalkan kesan pengecut di kawasan terpencil kami?"Gord Blazehart tidak bisa berbuat banyak. Rahangnya mengeras satu kali dengan keras, lalu ia berpaling dari Cord.Namun sebelum pergi sepenuhnya, ia menatap Ryan dengan serius dan berkata, "Cord, jangan meremehkan lawanmu hanya karena merasa levelmu lebih tinggi darinya. Dia tidak seperti Rex Hale." Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan lebih pelan. "Bahkan aku sendiri tidak bisa merasakan batas kekuatanmu yang sebenarnya. Berhati-hatilah."Cord yang berdiri tidak jauh mendengar kata-kata kepala keluarganya itu. Dia me
Bahkan Ryan sendiri menatap Xavier Dragvine dengan sorot yang berbeda dari sebelumnya. Dia tahu Xavier kuat. Sejak pertama mereka berkenalan, kekuatan Xavier sudah tidak bisa diremehkan. Namun yang baru saja ditampilkan di lapangan tadi melampaui semua perkiraan Ryan tentang seberapa jauh Xavier telah berkembang. Satu hal yang lebih spesifik menarik perhatiannya. 'Tekanan garis darah Harimau Putih Gao milikku terhadap Xavier tadi... tidak ada lagi.' Bukan berarti garis darahnya melemah. Bukan pula berarti garis darah Xavier telah melampaui miliknya dalam hal kualitas murni. Tapi ada perbedaan yang nyata dan tidak bisa diabaikan sejak terakhir kali mereka berdiri berdekatan. Sesuatu dalam darah Xavier telah berubah, dimurnikan sampai ke lapisan yang lebih dalam, dan diperkuat dari dasarnya. Seolah membaca arah pikirannya, suara Divine God Beast Tamer muncul pelan di telinganya dalam sekejap yang tidak seorang pun bisa tangkap, seperti bisikan yang hanya ada di dalam kepala.
Kepala keluarga Stormcloud bergeser ke sisi Xavier, suaranya rendah. "Kita dan Keluarga Frostgale sudah lama tidak akur. Mereka memanfaatkan kesempatan ini." Xavier hanya mengangguk satu kali. Wajahnya tetap datar, seperti orang yang baru mendengar berita cuaca. Lelaki tua itu menyaksikan semuanya dengan senyum yang tidak berubah. "Anak muda, semangatmu bagus. Keluarga Stormcloud, apakah kalian menerima tantangan ini?" Kepala keluarga melirik Xavier. Xavier mengangguk. "Keluarga Stormcloud menerima." "Baiklah." Lelaki tua itu mengangguk. "Kedua peserta, maju ke tengah dan perkenalkan diri." Xavier melangkah ke tengah lapangan. Tidak tergesa-gesa, tidak lambat. "Xavier Dragvine, Keluarga Stormcloud." Pemuda Frostgale mendarat tepat di hadapannya dengan satu lompatan kecil yang memperlihatkan kelenturan kakinya. "Rex Hale, Keluarga Frostgale." "Mulai!" Begitu kata lelaki tua itu bergema, Rex bergerak. WUUUSSH! Kecepatannya tidak masuk akal untuk level kultivasinya. Tubuhny
Tatapan mata Ryan berubah sangat dingin dan tajam bagai pedang. Kekuatan Great Dao Pembantaian miliknya memang memungkinkannya untuk melahap dan menyerap kekuatan Great Dao orang lain yang telah dibunuhnya! Kebetulan sekali Great Dao orang-orang yang tewas di sini tidak lemah sama sekali, dan den
"Bagaimanapun, ketika pasukan Klan Spirit Blood tiba nanti, mereka pasti akan mencari kita terlebih dahulu sebagai pengkhianat," tambahnya dengan logika yang masuk akal. "Tapi kita akan bersama Yulaw Hodge dan para Kultivator Gunung Langit Biru lainnya.""Yulaw Hodge dan kelompoknya juga sudah pas
Sauron Phil tidak berani terlalu memikirkan kemungkinan menakutkan itu. Dia memfokuskan seluruh konsentrasinya untuk mengerahkan kekuatan maksimal guna memobilisasi pertahanan. Dia bertekad untuk menahan serangan ini selama mungkin, menguras tenaga Ryan sebanyak yang dia bisa.‘Begitu aku dan kual
Wajah Tetua Agung tampak sangat serius dan dipenuhi amarah. Tangannya bergerak cepat mengambil sebuah pedang pendek yang sangat indah dari Tetua Agung Sekte Demon Blade yang berdiri di sampingnya, lalu melemparkannya dengan kuat pada Inez Kenz."Ini adalah Artefak Immortal tingkat lima yang sangat







