ログイン"Luna, ini adalah peraturan sekte," salah satu dari mereka berkata dengan nada mengayomi.
"Tidak seorang pun dapat mengubahnya. Selain itu, pria ini telah menyinggung Kakak Senior Leica, jadi dia hanya mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan.""Luna, berhentilah keras kepala," tambah yang lain. "Tidak ada yang bisa kau lakukan."Luna berjuang mati-matian, tetapi sia-sia. Dengan tingkat kultivasinya, ia tak mampu melawan tekanan spiritual yang membelenggunya.<Jauh di pedalaman Wilayah Selatan, enam pria tua duduk bersila di atas sebuah tebing. Mata mereka terpejam, sementara aliran energi yang dahsyat membentuk formasi besar di sekeliling mereka.Keenamnya merupakan Kultivator Ranah Great Void tahap awal yang dikirim Keluarga Miles dari Kerajaan Ilahi. Mereka datang dengan satu tujuan, yakni menemukan gadis bercadar misterius yang sebelumnya muncul di Keluarga Celestedragon.Barisan enam ahli Great Void itu cukup kuat untuk membunuh hampir semua kultivator Benua Valorisia.Keluarga Miles tidak mengerahkan kekuatan sebesar itu tanpa alasan. Peristiwa yang mereka selidiki berkaitan dengan kematian Elias Miles, dan gadis bercadar tersebut diduga sebagai orang yang membunuhnya.Keluarga Miles belum pernah menerima penghinaan sebesar itu. Mereka bertekad melenyapkan pelakunya sampai tuntas.Di tengah formasi, setetes darah melayang tanpa jatuh. Darah itu tertinggal ketika gadis bercadar terluka di kediaman Keluarga Celestedragon.Formasi Pel
"Demon Emperor, bisakah kau menghapus segel yang ditinggalkan orang tua itu?" tanya Ryan. Wajahnya menegang.Demon Emperor justru tertawa kecil. "Hal seremeh itu mana mungkin menyulitkanku? Aku sudah menghapusnya untukmu."Ryan mengembuskan napas lega. Ia tidak ingin perjalanan pentingnya di Wilayah Selatan terus diawasi.Setelah memastikan urusan segel selesai, perhatian Ryan kembali tertuju pada tunggangannya."Ngomong-ngomong, sebenarnya binatang apa Dark Ray ini? Kenapa kau sampai menyuruhku membawanya?"Nada Demon Emperor berubah serius. "Kalian semua salah menilainya. Asal-usul binatang ini jauh lebih luar biasa daripada yang kalian bayangkan.""Entah keberuntungan macam apa yang selalu mengikutimu, Nak. Bahkan aku harus mengakui bahwa dalam urusan seperti ini, aku kalah darimu.""Jangan membuatku semakin penasaran. Apa sebenarnya keistimewaannya?" desak Ryan."Dark Ray itu memang memiliki garis darah kuno, tetapi tidak sama dengan Sphinx," jelas Demon Emperor. "Garis darahnya
"Senior tentu mengetahui alasan aku membunuh mereka," kata Ryan tanpa menundukkan kepala.Ia menatap pria tua yang menghalangi jalannya itu dengan tenang. "Mereka lebih dulu berniat membunuhku." "Kalau Wilayah Selatan masih memilih membela orang-orang seperti itu, bukankah seluruh Benua Valorisia akan menertawakannya?"Begitu kalimat terakhir terucap, wajah pria tua itu mengeras.Tekanan mengerikan meledak dari tubuhnya dan menghantam Ryan. Bagi pria tua tersebut, siapa pun yang berani menghina Wilayah Selatan harus bersiap menghadapi kematian.Ryan tersentak. Wajahnya langsung memucat, seolah sebuah gunung dijatuhkan tepat ke atas bahunya. Tulang-tulangnya berderak, sementara lututnya nyaris tertekuk meski ia sedang berada di punggung Dark Ray.'Kekuatan orang tua ini...'Ryan berusaha bertahan, tetapi tekanan itu jauh melampaui perkiraannya. Bahkan dengan kekuatannya sekarang, ia kesulitan menjaga tubuhnya tetap tegak.Tiba-tiba petir hitam menjalar di sepanjang tubuh Dark Ray. A
Sosok Ryan kembali terlihat dalam pandangan Barlow Steen yang mulai mengabur. Jenderal penjaga perbatasan itu sudah tidak memiliki keberanian untuk melawan. Dengan sisa tenaga yang masih bisa dikumpulkannya, ia mengangkat kepala dan memohon. "Tolong, jangan bunuh aku!" "Aku yang buta dan tidak mengenali orang hebat. Aku sudah menyinggungmu." "Asalkan kau mau mengampuni nyawaku, aku bersumpah atas Hati Dao bahwa aku tidak akan mengatakan apa pun tentang dirimu!"Suara Barlow bergetar. Darah masih menetes dari sudut bibirnya, sedangkan jemarinya mencengkeram tanah untuk menopang tubuh. Semua kesombongan yang tadi ditunjukkannya telah lenyap.Barlow kini yakin Ryan bukan Kultivator Ranah Creation tingkat enam biasa. Pemuda itu pasti seorang ahli yang sengaja menyembunyikan tingkat kultivasinya. Hanya penjelasan itulah yang menurutnya masuk akal setelah menyaksikan serangan jiwa gagal dan tiga bawahannya tewas
Dua penjaga yang masih hidup segera menyusul serangan Barlow Steen. Setelah saling bertukar pandang, mereka melesat ke sisi kiri dan kanan Ryan, menutup jalur yang mungkin digunakannya untuk menghindar.Pedang panjang di tangan mereka terayun hampir bersamaan. Dua sinar pedang menyambar dari arah berlawanan, sementara kapak raksasa Barlow menghantam dari depan.Ketiganya telah bertarung bersama selama bertahun-tahun. Mereka tahu kapan harus bergerak dan bagaimana memaksa lawan masuk ke jangkauan serangan berikutnya.Kali ini, kapak Barlow menjadi serangan utama, sedangkan kedua pedang bertugas menghabisi siapa pun yang mencoba menghindar ke samping.Dalam sekejap, tiga serangan itu mengepung Ryan tanpa menyisakan jalan keluar yang terlihat. Jika ia mundur, kapak Barlow akan menyusul. Jika bergeser ke kiri atau kanan, sinar pedang kedua penjaga sudah menunggunya.Namun Ryan tidak panik. Tatapannya tetap tenang
Formasi jiwa Barlow Steen dan anak buahnya kembali bergerak. Gelombang tak kasatmata berkumpul di udara, lalu menekan lurus ke arah kepala Ryan.Ryan memandang mereka dengan dingin. Ia sebenarnya bisa menghancurkan serangan itu menggunakan Pedang Jiwa, seperti yang dilakukannya saat melindungi Dark Ray. Namun kali ini, ia memilih tidak bergerak.Gelombang tersebut menghantam Jiwa Primordialnya. Ryan hanya merasakan tekanan ringan, tidak jauh berbeda dengan embusan angin yang menerpa batu karang. Kekuatan yang membuat para penjaga begitu percaya diri itu bahkan tidak cukup untuk menggoyahkan kesadarannya.'Hanya segini? Mereka bahkan belum pantas disebut kultivator jiwa.'Barlow dan keempat bawahannya justru tersenyum lebar. Mereka merasakan serangan itu mengenai sasaran dan yakin Ryan sedang menahan penderitaan luar biasa.Barlow akhirnya mengendurkan bahunya. Sejak Ryan membongkar formasi







