Share

Bab 1771 - Misi

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-07-21 06:24:17
Ryan melirik Pablo West dengan tatapan dingin.

Dia tidak memiliki kesan yang baik terhadap penyanjung semacam ini, tapi setidaknya dia berguna.

Namun, dia melihat ke arah kediaman Yulaw Hodge yang terlihat samar di kejauhan dan berkata langsung tanpa basa-basi, "Ikuti aku."

"Baik, Tuan!" jawab Pablo West sambil menundukkan kepala dalam-dalam.

Zodiac Hellheim dan yang lainnya juga berdiri dan menundukkan kepala dengan hormat.

Bersama dengan 23 budak lainnya yang telah kehilangan kesadaran
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini bab pertama pagi ini. Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 71
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3323: Murid Sejati Nomor Satu

    Jessica melihat perubahan ekspresi itu dan tampak sedikit terkejut, tapi tidak bertanya."Konon, Kolam Langit mengandung darah yang ditinggalkan oleh seorang kultivator kuno dari Benua Valorisia." "Tidak ada yang tahu persis siapa kultivator itu. Tapi jejak yang ditinggalkannya sudah ada jauh lebih lama dari Sekte Moon Flower sendiri."Ryan diam, mendengarkan."Kolam itu terbagi tiga area: merah muda, merah tua, dan area darah ilahi." "Setiap tahun saat Pertandingan berlangsung, Kolam Langit diaktifkan satu kali. Tiga orang terbaik bisa masuk, masing-masing satu ke setiap area." Jessica berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Manfaatnya adaah dapat mengaktifkan garis darah dan memperkuat fondasi kultivasi seseorang." "Tapi ingat, ini hanya bisa dilakukan sekali seumur hidup. Masuk untuk kedua kali tidak akan memberikan efek apa pun.""Dan selain itu..." Jessica memandang ke depan, ke arah yang sudah mulai terlihat bayangan alam rahasia dari kejauhan. "Ada kemungkinan mendapatkan s

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3322: Kolam Langit

    Divine God Beast Tamer jarang memuji siapa pun.Itu yang membuat kata-katanya kali ini terasa beda."Perolehanmu kali ini memang tidak kecil." Suaranya naik dari kedalaman Kuburan Pedang dengan nada yang tidak biasa, ada sesuatu di dalamnya yang bukan sekadar penilaian teknis. "Kau sudah menyentuh hukum. Energi Gao-mu dan Immortal Divine Body-mu keduanya melompat secara signifikan." Jeda. "Bakat semacam ini... memang mengkhawatirkan."Dari seseorang yang jauh lebih sering berkomentar dingin daripada memberi pengakuan, kalimat itu sudah cukup. Ryan mengerti maksudnya.Dia melangkah keluar dari pintu asrama sambil tersenyum tipis. Tidak perlu dijawab lebih jauh.Tapi di dalam Kuburan Pedang, Divine God Beast Tamer berdiri diam setelah Ryan pergi. Tidak bergerak. Tidak bersuara.Pikirannya berputar ke Myriad Sword Palace. Ke pemandangan yang tidak mudah dilupakannya, seorang pemuda Ranah Primordial Chaos yang mem

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3321: Satu Hari Satu Malam

    Suara itu naik dari kedalaman Kuburan Pedang, berat dan tidak terburu-buru."Logam Gao dulu. Esensi Kristal Ungu Surgawi bukan sesuatu yang bisa kau sentuh dengan kondisi tubuhmu sekarang.""Kalau dipaksakan, kau tidak akan sempat merasakan manfaatnya dan pergi ke akhirat."Ryan menatap Esensi Kristal Ungu Surgawi itu. "Seseram itu?""Lebih dari itu." Jeda. "Logam Gao dulu. Perkuat fondasi. Baru setelah itu kita bicara soal yang satu ini."Ryan menyimpan kembali Esensi Kristal ke dalam tas simpanannya. Lalu ia duduk bersila di tengah kamar, mengatur napas, dan membiarkan energi spiritual dari kabut di sekelilingnya mulai mengalir masuk. Perlahan, satu demi satu, setiap helaan napas menarik lebih banyak dari kabut itu ke dalam tubuhnya.Logam Gao melayang ke udara di depannya, berputar pelan, memancarkan dingin yang tidak pernah mencair.**Satu hari satu malam berlalu.Cahaya keemasa

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3320: Urat Nadi Surgawi

    Sergio Moras berhenti di depan sebuah bangunan yang berdiri di antara pepohonan tua.Kabut tujuh warna mengambang di sekelilingnya, padat dan diam, tidak terusik angin sedikit pun. Bukan kabut biasa yang akan tersapu saat seseorang berjalan melewatinya. Kabut ini seolah sudah memilih tempatnya dan tidak akan bergeser ke mana-mana."Ini tempatmu." Sergio membuka pintu pagar dengan gerakan santai. "Silakan masuk."Ryan melangkah masuk dan berhenti begitu tangannya menyentuh lapisan kabut itu.Energi spiritual yang meresap ke dalam pori-pori kulitnya bukan energi yang biasa dia rasakan. Lebih bersih, lebih padat, dan ada sesuatu di dalamnya yang terasa seperti hidup, seperti bukan sekadar energi yang mengalir masuk dari luar.Dia mengangkat tangannya dan mengusir kabut itu pelan. Lapisan demi lapisan bergerak mengikuti gerakan tangannya, merekah seperti tirai yang disingkap.'Energi spiritual ini sudah mengkristal di udara.' Penilaian itu jatuh pelan di benaknya. 'Bukan energi yang ma

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3319: Logam Gao

    Ryan belum sempat menjawab ketika suara lain memotong duluan."Tentu saja mau, Guru!" Jessica Neuro melangkah ke depan dengan wajah bersinar, nyaris tanpa ragu. "Ambil saja dia."Ryan menatap Jessica dengan ekspresi datar.'Kau memutuskan ini untuk siapa?'Jessica menangkap tatapannya. Ia memiringkan kepala sedikit ke arah Ryan, lalu berbisik dengan volume yang secara teknis seharusnya tidak terdengar siapapun, tapi anehnya tetap sampai ke telinga semua yang berdiri di sekitar mereka."Guruku baru keluar dari pertapaan. Ini kesempatan yang tidak akan datang dua kali." Jeda sedetik. "Dan soal benda itu... jangan sebut di sini."Benda itu.Ryan mengerti seketika. Tablet Reinkarnasi.Dia melirik sekali lagi ke arah Tetua Agung kurus itu, lalu mengangguk.Tetua Agung itu tidak terlihat senang. Juga tidak terlihat tidak senang. Wajahnya datar seperti batu, tidak berubah sama sekali."Baik."Tangannya bergerak dari belakang punggung ke depan, dan sebuah benda kecil melayang pelan ke arah R

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3318: Dua Tetua Agung

    Pandangan Xavier Dragvine menyapu ketiga tetua di hadapannya, pelan dan penuh perhitungan.Tetua Quincy berdiri tenang dengan rambut putih dan wajah yang tidak mengungkapkan apa-apa.Elgar Stroud menatap balik dengan mata biru yang tidak lazim itu, tanpa berkedip.Dan Tetua Jorvath, yang berdiri setengah langkah lebih maju dari dua rekannya, tubuhnya seperti tembok batu memancarkan aura yang paling dekat dengan sesuatu yang mengalir dalam darah Xavier sendiri.Xavier tidak perlu lama.Matanya berhenti di Jorvath.Perubahan di wajah tetua itu langsung terlihat. Kerutan dalam di sekitar mata emasnya mengendur. Garis rahang yang biasanya keras itu melembut.Sudah bertahun-tahun dia mencari murid dengan garis darah yang cukup serasi dengannya. Dan sekarang, akhirnya ada yang berdiri di depannya.'Anak ini.' Tekadnya sudah bulat sebelum langkah pertamanya selesai. 'Aku akan mewariskan semuanya padanya.'Dia

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2901 - Formasi Naga Surgawi

    Tetua Agung memandang para kultivator Ranah Dao Integration di belakangnya dengan ekspresi jahat yang mengerikan. Mata tuanya berkilat dengan niat membunuh yang pekat. Melihat tatapan mengerikan ini, para kultivator itu tiba-tiba merasa tidak enak—seolah ada bahaya mematikan yang mengancam nyawa

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2859 - Lelang Tingkat Surga

    Pengumuman itu sontak membuat seluruh kota bergejolak dengan hebat! Para kultivator yang tadinya bersembunyi ketakutan di kediaman mereka mulai bermunculan satu per satu. Suara diskusi ramai memenuhi jalanan dengan penuh antusiasme. "Oh, lelang akan segera dimulai akhirnya!" "Ayo cepat beli ti

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2907 - Melawan Dao Surgawi

    "SIAL! TERKUTUK!"Tetua Agung mengumpat dengan frustrasi luar biasa. Jika dia bisa memutar waktu dan kembali ke masa lalu, dia tidak akan pernah mengejar Ryan ke tempat terkutuk ini!Namun, sudah terlalu terlambat untuk mengatakan apa pun sekarang.Dalam sekej

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2854 - Kemarahan Tetua Agung

    Di pusat Kota Sky Sword, di markas besar Keluarga Draug yang megah, puluhan tetua Ranah Dao Integration melayang tinggi di udara dan mengamati situasi kacau di sekitar mereka dengan waspada.Namun, tidak satu pun dari mereka berani bertindak!"Apakah Tetua Agung masih mengasingk

    last updateLast Updated : 2026-04-04
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status