홈 / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1816 - Tribulasi Pil

공유

Bab 1816 - Tribulasi Pil

작가: Rianoir
last update 게시일: 2025-07-28 13:03:37
"Itu pasti pil yang gagal!" Master Alkimia Teddy Sichs menyilangkan tangannya dengan ekspresi meremehkan.

"Kau pikir kau bisa membuat Pil Hundred Spirit? Kau sudah keterlaluan dalam bermimpi!"

Jacob Campbell tertawa keras. "Ha! Aku sudah bilang dia hanya membuang-buang waktu!"

Ryan mengabaikan kata-kata ini dan mengulurkan tangan kirinya, telapak tangannya bersinar.

Sebuah kekuatan tak terlihat mengembalikan kuali itu ke tanah dari posisi di udara sebelumnya.

Dia melangkah maju dan melepa
Rianoir

Siang Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini bab pertama siang ini. Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 68
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4101: Permainan Jenderal Barlow

    Barlow Steen memasang senyum palsu sambil mencondongkan tubuh ke arah Ryan."Ryan, kami tidak bermaksud menyudutkanmu. Tapi kalau kau bahkan menolak bermain satu permainan sederhana, bukankah itu agak mencurigakan?"Ia mengangkat kedua tangan, seolah sedang menunjukkan niat baik. "Kami tidak mengatakan ada yang salah denganmu." "Hanya saja, demi keamanan Wilayah Selatan, kami tidak bisa membiarkanmu masuk. Kau pasti mengerti, bukan?"Ryan memejamkan mata sesaat dan menarik napas panjang. Ancaman itu cukup jelas. Kalau ia menolak, mereka akan memakai penolakan tersebut sebagai alasan baru untuk menggagalkan masuknya ke Wilayah Selatan.Ryan sudah tahu mereka sengaja mencari alasan untuk menahannya. Namun karena masih harus menjalankan tugas Quinton Greaves, ia memilih mencari tahu permainan apa yang sebenarnya mereka siapkan."Permainan apa? Katakan."Barlow dan para penjaganya saling pandang. Senyum puas muncul di wajah mereka, seakan jawaban itu sudah mereka tunggu sejak tadi."Ba

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4100: Surat Tantangan dari Istana Absolute Zero

    Wendy langsung mengerutkan kening setelah mendengar kabar kedatangan Ryan. Ia tidak menyangka pemuda itu akan muncul di Wilayah Selatan justru ketika keadaan sedang semakin berbahaya."Pertarungannya dengan Yuriel Leviathan tinggal kurang dari dua puluh hari," gumam Wendy. "Bukankah seharusnya dia memanfaatkan waktu yang tersisa untuk berkultivasi?""Kenapa dia malah datang ke Wilayah Selatan? Dari semua tempat, kenapa harus ke sini?"Bianca menggeleng. "Aku juga tidak tahu, Kepala Istana. Tapi sekarang dia masih tertahan di perbatasan. Seharusnya dia belum menghadapi bahaya.""Apa aku perlu pergi ke sana untuk memberi tahu Ryan?"Wendy tidak langsung menjawab. Ia berjalan ke jendela aula, memandangi salju yang terus turun di luar. Puncak-puncak gunung es tampak samar di balik hamparan putih."Dia tidak mengetahui identitasku," kata Wendy akhirnya. "Seharusnya dia juga tidak akan bisa menemukanku.""Cepat atau lambat, orang-orang Keluarga Miles dari Kerajaan Ilahi akan sampai di sini

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4099: Kedatangan Ryan Mengguncang Wendy

    Jenderal Barlow Steen tersenyum begitu melihat Ryan masih duduk tenang di hadapannya."Anak muda, aku Barlow Steen, jenderal pemeriksa perbatasan Wilayah Selatan. Siapa namamu?""Ryan."Jawaban singkat itu tidak disertai perubahan ekspresi. Ryan justru mengamati pria yang berdiri di depannya.Barlow tampak berusia sekitar tiga puluh empat tahun, dengan wajah pucat dan janggut kambing tipis. Zirah emas menutupi tubuhnya, sedangkan sebilah pedang panjang tergantung di pinggang.Penampilannya cukup gagah untuk seorang komandan perbatasan. Sayangnya, hidung bengkok seperti paruh elang dan senyum palsunya membuat Ryan semakin muak.Namun Barlow adalah penjaga gerbang Wilayah Selatan. Ryan masih membutuhkan izin masuk, jadi ia memilih tidak memperpanjang urusan.Nama yang disebutkannya pun memang tercantum dalam dokumen dari Quinton Greaves. Sejak awal, mereka tidak berniat menyembunyikan nama Ryan.Kalau Kepala Akademi Divine Wind pernah membocorkan identitasnya, memakai nama palsu sekar

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4098: Tamu Jenderal Barlow

    Beberapa orang di belakang Ryan memandangnya dengan iba. Mereka sudah sering mendengar kejadian serupa di gerbang Wilayah Selatan. Sesekali, selalu ada pendatang yang dipilih untuk dipersulit tanpa alasan jelas.Seorang pria tua bahkan menggeleng sambil menghela napas. Menurut mereka, pemuda itu benar-benar sedang sial. Beberapa orang yang tadi berdiri dekat Ryan memilih menunduk dan berpura-pura tidak melihat, takut ikut menjadi sasaran para penjaga.Ryan menahan amarahnya dan memilih mengikuti prajurit yang memanggilnya. Ia datang membawa tugas penting, bukan untuk membuat keributan di gerbang kota. Meski bisa menghadapi para penjaga dengan mudah, membuat masalah sejak hari pertama hanya akan menyulitkan langkahnya sendiri.Prajurit itu membawanya melewati lorong batu sempit, menjauh dari antrean menuju paviliun kecil dekat gerbang utama. Bangunannya berdinding kayu tua, dengan kisi besi menutupi jendela.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4097: Gerbang Wilayah Selatan

    Setengah hari berlalu tanpa terasa. Ryan akhirnya membuka mata setelah menyelesaikan meditasinya. Kilatan ungu muncul di kedua matanya, disertai jejak guntur yang belum sepenuhnya menghilang. Selama berjam-jam sebelumnya, ia terus mencoba memahami aliran petir dalam lempeng giok pemberian Quinton Greaves. Ryan bangkit, lalu tubuhnya mendadak lenyap dari tempat semula. Wus! Bayangannya berkelebat begitu cepat, meninggalkan cahaya menyilaukan di udara. Jika ada orang yang menyaksikan, mereka mungkin hanya melihat petir keemasan menyambar ke sana kemari tanpa mampu menangkap sosok Ryan. Gerakan yang semula membutuhkan beberapa perpindahan kini terasa jauh lebih ringan. Sesaat kemudian, Ryan kembali muncul di dalam kamar. Senyum puas terlihat di wajahnya. Kilatan Guntur ternyata jauh lebih kuat daripada perkiraannya. Meski begitu, Ryan baru memahami sebagian unsur petir dan sama sekali belum menguasai unsur anginnya. Dengan kata lain, dasar teknik tersebut pun belum sepenuh

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4096: Kilatan Guntur

    Ryan sudah bisa menebak syarat yang hendak diajukan Tetua West. Setelah melihat bagaimana kakek itu memandangnya sejak ujian kedua, jawabannya tidak terlalu sulit ditebak. "Silakan katakan," ujar Ryan pasrah. Sebenarnya, Ryan juga tertarik mempelajari teknik tempa Benua Valorisia. Dibandingkan ilmu yang pernah dipelajarinya, cara menempa di benua ini jauh lebih rumit dan mendalam. Ia bahkan ingin mengembangkan Ledakan Seribu Artefak ciptaan Forging God agar teknik itu tetap berguna menghadapi musuh dengan tingkat kekuatan sekarang. Mungkin ada hasil yang tidak pernah dibayangkannya. "Kalau begitu, warisi ilmuku dan belajarlah menempa dariku," kata Tetua West dengan senyum lebar. Ryan mengangguk. "Baik. Tapi aku belum bisa langsung belajar. Ada beberapa urusan penting yang harus kuselesaikan terlebih dahulu." "Tidak masalah!" Tetua West tertawa. "Aku memang sudah tua, tapi tidak kekurangan waktu. Sekarang, keluarkan senjata yang ingin kau tempa." Ryan segera menyerahkan Ped

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status