로그인Ini bab kedua siang ini. Selamat beraktivitas (◠‿・)—☆
Tetua Heron berdiri tidak jauh dari Ryan dan Luna. Tatapannya dalam, dengan sorot aneh yang sulit ditebak.Tiba-tiba, suara tepuk tangan memecah ketegangan.Plak! Plak! Plak!Tetua Heron bertepuk tangan tiga kali perlahan, seperti penonton yang baru menikmati pertunjukan menarik.“Ryan Pendragon, harus kuakui aku meremehkanmu,” ujarnya sambil menyeringai. “Rahasiamu terlalu banyak. Bahkan aku mulai penasaran ingin mengetahui semuanya.”Ia menatap kondisi Ryan dari atas ke bawah. “Sayangnya, kau sudah tidak punya tenaga untuk menggunakannya lagi. Aku bisa melihat ini adalah batasmu.”Tetua Heron melanjutkan, “Jujur saja, kemampuanmu benar-benar mengejutkanku.” “Kalau kuberi kau sepuluh tahun lagi, bahkan mungkin satu tahun saja, bukan mustahil kau sudah sanggup mengalahkanku.”“Kecepatan pertumbuhanmu memang menakutkan. Tapi sehebat apa pun dirimu, akhir dari semua ini tidak akan berubah. Semuanya selesai di sini.”Ryan menatapnya. “Lalu seperti apa akhirnya?”Suaranya tetap tenang, m
Seketika, bayangan Quillon Wynn melebur ke dalam tubuh Ryan.Ryan memejamkan mata. Pasir kuning yang sebelumnya beterbangan mendadak berhenti di udara. Kesunyian mencekam menyelimuti wilayah sejauh beberapa kilometer, seolah seluruh dunia berhenti bergerak.Kedua Tetua Keluarga Celestedragon langsung tertegun.“Barusan itu Jiwa Primordial seseorang?” salah seorang bertanya. “Perasukan?”“Aku tidak tahu, tapi aura ini terlalu aneh,” jawab yang lain. “Cepat! Bocah itu harus mati!”Keduanya langsung bergerak.Salah seorang bahkan memaksa keluar setetes saripati darah ketika masih berada di udara.Cahaya merah darah menyelimuti seluruh tubuhnya, disertai raungan naga yang mengguncang langit.Dua kekuatan itu menyatu.Tekanan yang dilepaskan seolah mampu menghancurkan segala sesuatu. Pasir di bawah tersedot ke udara, sementara ruang di sekitar mereka bergetar seperti hendak pecah.Namun tepat ketika serangan itu hendak turun, Ryan membuka mata. Sebuah seringai muncul di sudut bibirnya.I
Seorang Kultivator Ranah Star Sealed tingkat lima saja sudah membuat Ryan kewalahan.Sekarang, di hadapannya berdiri Tetua Sorren dan seorang Tetua Ranah Star Sealed tingkat tujuh.Dengan kondisi Ryan saat ini, perbedaan itu terlalu besar.Kedua Tetua Keluarga Celestedragon tertawa dingin lalu menerjang hampir bersamaan.Ryan berusaha berdiri.Tubuhnya sudah mendekati batas. Jiwa Primordialnya ikut mengalami kerusakan, sehingga Ledakan Seribu Artefak pun tidak mungkin digunakan sekarang.Begitu memasuki Ranah Star Sealed, selisih satu tingkat kecil saja bisa menciptakan jurang kekuatan yang sangat besar.Ryan memang sudah berubah menjadi iblis, tetapi kekuatan itu tetap tidak cukup menutup perbedaan sebesar ini.Kalau berada dalam kondisi puncak, mungkin ia masih bisa melarikan diri.Namun sekarang, tubuhnya dipenuhi luka. Darah terus merembes dari berbagai bagian tubuh hingga penampilannya seperti baru
Cahaya emas menyelimuti kesepuluh sosok itu. Aura mereka melonjak sekali lagi sampai kekuatan gabungannya jauh melampaui Ranah Star Sealed tingkat lima. Tekanan mengerikan langsung mengunci tubuh Ryan. Ia bahkan sulit menggerakkan jari, sementara rasa bahaya maut menusuk benaknya. Ryan melirik Luna yang masih terbaring tidak jauh dari medan pertempuran. Gadis itu tetap tidak sadarkan diri. Ryan lalu memejamkan mata. ‘Demon Emperor, aku masih sanggup menanggungnya. Tidak perlu menahan diri.’ Demon Emperor terdiam beberapa saat sebelum menghela napas panjang. ‘Ryan, Iblis Hitam juga merupakan salah satu Iblis Purba Agung.’ Nada suaranya terdengar berat. ‘Kalau kekuatannya dipaksakan masuk ke tubuhmu, akibatnya tidak akan ringan. Aku khawatir setelah pertempuran ini berakhir, kau akan menyesal.’ Namun Ryan tidak menjawab lagi. Demon Emperor akhirnya mengepalkan tangan. Sebuah cahaya hitam melesat keluar dari peti kristal hitam di dalam Kuburan Pedang lalu langsung masuk ke tubu
Begitu naga hitam mendekati Tetua Keluarga Celestedragon, mulut raksasanya terbuka lebar. Taring-taring merah darah terlihat jelas saat makhluk itu hendak menggigit tubuh sang Tetua. Tetua itu akhirnya tidak berani menahan diri lagi. Sisik-sisik naga bermunculan di seluruh tubuhnya. Cahaya keemasan memenuhi kulitnya, sementara sepasang tanduk tumbuh dari kedua pelipis. Begitu daya garis darah Keluarga Celestedragon aktif, auranya melonjak hampir dua puluh kali lipat. Boom! Tekanan yang menyebar dari tubuhnya saja sudah membuat Ryan memuntahkan darah. Naga hitam menerjang dengan ganas. Namun ketika tubuhnya menghantam sisik emas sang Tetua, seluruh wujudnya langsung terpental. Krak! Naga hitam itu pecah lalu buyar menjadi kabut. Ryan sama sekali tidak berkedip. Tubuhnya langsung menerjang maju lagi. Dalam keadaan seperti ini, rasa sakit dan kelelahan hampir tidak lagi berarti baginya. Wujud iblis yang menguasai tubuhnya hanya menyisakan satu dorongan. Membunuh. Justru itu
Tetua Keluarga Celestedragon meraung murka. Dengan satu sentakan keras, ia menarik kembali pedangnya dari tangan Ryan lalu memaksa saripati darah mengalir keluar dari telapak tangannya. Aura di tubuhnya kembali melonjak. Ia langsung menerkam Ryan. Pedang perak kebiruan di tangannya menusuk berulang kali, meninggalkan bayangan-bayangan sisa yang memenuhi udara. Ryan mengibaskan tangannya. Pedang Feralrot langsung terbang ke langit. Energi iblis menyelimuti seluruh alam rahasia, membuat langit yang sudah gelap terasa semakin menindih. Pedang Feralrot berputar tinggi di angkasa, lalu turun kembali ke tangan Ryan bersama cahaya pedang yang membelah awan. Cahaya itu mengamuk seperti naga ganas. Boom! Ledakan keras menggema seperti guruh. Cahayanya menyilaukan hingga banyak orang harus memicingkan mata. Tempat benturan kedua serangan langsung berubah menjadi kawah raksasa. Air hujan yang mengalir ke dalamnya mendidih akibat panas yang tersisa. Dari balik debu dan uap, sosok Ryan







