Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1856 - Usulan Ryan

Share

Bab 1856 - Usulan Ryan

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-08-03 19:10:02
Ryan sekali lagi membunuh tujuh murid Sekte Red Phoenix, tetapi kali ini korbannya adalah murid sejati yang jauh lebih berharga dan sulit dilatih!

Para murid dari berbagai sekte yang menyaksikan pembantaian itu terkejut hingga tidak bisa berkata-kata.

Apakah Ryan masih manusia normal?

Tidak, dia adalah dewa iblis yang turun ke dunia fana untuk menghakimi!

Dengan ini, Sekte Red Phoenix telah kehilangan dua puluh orang jenius terbaiknya, dan Ryan telah membunuh mereka semua tanpa kesulitan b
Rianoir

Malam Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) othor hari ini rilis lebih awal karena setelah ini othor mau konsen nulis sampai malam. Terima Kasih Kak Chen Thomson, Kak Pengunjung5804, Kak Eny Rahayu, Kak Patricia Inge, Kak Hari, Kak Alberth Abraham Parinussa, Kak Pengunjung6273, dan Kak PuAn atas hadiah Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih Kak Lola Ayu atas hadiah Coklat dan Koinnya (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Kopi dan Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih juga kepada para pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Karena jumlah koin telah terpenuhi, maka hari ini ada Bab Bonus Hadiah (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Ditunggu (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 73
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3452: Serahkan Padaku

    Di kerumunan, Cade Aurin berdiri dengan napas yang lebih longgar dari sebelumnya.Tekanan itu sudah dua kali lipat. Ryan sudah membuka celah. Pertahanannya sudah kendur. Tidak ada cara untuk membalik itu dalam dua atau tiga menit.Akhirnya.Tapi menit pertama berlalu tanpa tubuh Ryan roboh.Sepuluh detik. Dua puluh. Tiga puluh. Empat puluh. Cade menahan napas beberapa kali. Darah terus mengalir dari sekujur tubuh Ryan, kulitnya sudah tidak bisa disebut utuh lagi di banyak titik, dan auranya melemah perlahan seperti nyala api yang kehabisan kayu.Lima puluh detik. Enam puluh.Lalu di detik yang terasa seperti tidak mungkin ada lagi...Suara bergema di dalam kepala Ryan. Tenang dan penuh."Kau sudah berbuat cukup, anak muda. Sisanya serahkan padaku."Ryan tidak menjawab dengan kata-kata. Tapi di dalam sana, dia melepaskan.**Aura Ryan menghilang.Bukan melemah, bukan surut perlahan. Menghilang, seketika, seperti lilin yang padam oleh tiupan yang tidak terlihat. Semua orang yang mas

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3451: Di Tepi Jurang

    Di pojok lembah, Arden Scarlett berdiri dengan kedua lengan terlipat di depan dada.Rambutnya merah mencolok, wajahnya tertutup topeng berukir. Dari balik topeng itu matanya mengamati Ryan tanpa berkedip, tanpa berbicara.Dia satu-satunya orang di lembah ini yang pernah merasakan sendiri tekanan jiwa kelas merah dari dalam. Dia tahu rasanya, tahu persis bagaimana beban itu menghimpit meridian dari segala arah sekaligus, bagaimana napas terasa seperti menarik udara melalui kain basah.Apa yang Ryan tanggung sekarang jauh melampaui itu.Tangan kanannya yang tersembunyi di dalam lipatan lengan jubah perlahan mengepal. Ia tidak menyadarinya.**Di dalam tekanan itu, Ryan mengumpulkan setiap kesadaran yang masih tersisa.Darah merembes dari pori-pori kulitnya, bukan dari luka luar. Meridiannya sudah mulai tidak sanggup menampung arus energi yang dipaksanya terus mengalir. Tulang-tulangn

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3450: Jiwa Tujuh Warna

    "Ujian puncak legendaris itu terpicu." Ketua Aliansi mengangkat satu tangan ringan, seperti seseorang yang sedang menjelaskan sesuatu yang sudah ia ketahui jauh sebelum orang lain. "Bagaimana aku tidak datang?"Kian Theron mengalihkan pandangannya ke Ryan di bawah sana. Tangannya memegang pergelangan tangan sendiri erat, sebuah kebiasaan lama yang muncul ketika sesuatu yang ia saksikan melampaui apa yang sudah ia persiapkan secara mental. Dia sudah menduga ke arah ini sebelumnya, tapi mendengar konfirmasi langsung dari mulut Tuan Aliansi adalah hal yang berbeda sama sekali.Di depan Ryan, jiwa harimau itu terus berputar.Tujuh warna saling bergantian tanpa henti, tidak ada yang bertahan lebih lama dari yang lain. Cahaya yang keluar bukan lagi satu warna tunggal, melainkan ketujuhnya sekaligus, menyatu dan berpendar dalam satu titik seperti pelangi yang dipaksa masuk ke dalam bola sekepalan tangan.Lalu dari

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3449: Dari Ungu ke Merah

    Di atas tebing, Yuriel Leviathan menoleh ke arah Rindy dengan senyum dingin yang tidak berusaha disembunyikan."Lihat itu." Nada suaranya datar, seperti menyampaikan sesuatu yang sudah lama ia tahu. "Di depan Patung Seratus Binatang, tidak ada potensi yang bisa disembunyikan. Masih ada yang perlu kau pertahankan darinya?"Rindy tidak menjawab. Matanya tetap ke bawah, jari-jarinya mencengkeram tepi batu tanpa disadari.**Di dekat pinggir kerumunan, Cade Aurin menatap Ryan dari jauh. Senyum mengejek itu tergantung bebas di sudut bibirnya, tanpa sedikit pun upaya untuk menyamarkannya."Sudah kubilang." Suaranya terdengar jelas oleh yang berdiri di dekatnya. "Mulut terlalu besar, kemampuan terlalu kecil."Di tengah posisi bersila dan matanya yang setengah terpejam, Ryan mengerutkan alis tipis.'Divine God Beast Tamer, apa yang terjadi?!'Tidak ada jawaban langsung. Ada jeda yang terasa lebih panjang dari biasanya, sebelum suara itu akhirnya muncul dengan nada yang sama sekali tidak ter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3448: Kelas Ungu

    Seluruh lembah membeku.Tidak ada suara. Tidak ada gerakan. Bahkan para sesepuh yang sudah menghabiskan ratusan tahun di dunia kultivasi pun terdiam di tempat masing-masing.Kian Theron menatap Serena Carr. Tangannya yang sudah setengah terangkat perlahan turun kembali. Mulutnya membuka, lalu menutup lagi tanpa sepatah kata.Itu sudah cukup untuk menunjukkan apa yang ia rasakan.Serena Carr, kultivator Ranah Star Seed, baru saja mempertaruhkan nama besar dan seluruh sumber daya Klan Harimau Darah untuk seorang pemuda dengan konstitusi Primordial Chaos. Ini bukan keberanian. Ini berada di batas tipis antara percaya diri dan kegilaan.Di sudut-sudut kerumunan, kepala-kepala saling mendekat. Senyum kecil mulai mekar di sana-sini. Banyak dari mereka mengira tahu alasannya.Tapi bisik-bisik itu belum sempat tumbuh ketika suara Cade Aurin sudah memotong."Baiklah." Sudut matanya menyipit sebentar. "Aku ikut taruhan.""Aku ikut bertaruh.""Alton Vane juga."Satu per satu nama berdentang m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3447: Klan Harimau Darah Menjaminnya

    Di bawah, keheningan yang sempat turun setelah kalimat Ryan hancur menjadi tawa.Bukan tawa kecil. Tawa yang meledak dari puluhan tenggorokan sekaligus, berguling menghantam dinding batu lembah dan memantul kembali berlipat ganda."Salah dengar aku tadi? Kelas tertinggi? Ujian jiwa kelas merah?""Sudah giliran pelawak rupanya! Ini pertunjukan komedi!""Hei, cukup menghibur juga. Lanjutkan!""Mau bertaruh?" seseorang tiba-tiba bersuara, lebih keras dan lebih tajam dari semua yang lain. Bukan tawa lagi. "Tapi apakah kau layak untuk membuat taruhan?"Tawa di sekitarnya teredam dalam sekejap.Ryan mengalihkan matanya ke sumber suara itu.Di antara kerumunan, seorang pemuda berdiri dengan postur yang menunjukkan kebiasaan diperhatikan dan diakui. Namanya Cade Aurin, genius Klan Unicorn Naga yang berhasil melewati ujian semi-oranye dengan dua garis darah berbeda dalam tubuhnya. Sesuatu ya

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1046 - Konfrontasi Dengan Iblis Wendy (II)

    Wanita muda itu menjulurkan lehernya dengan gerakan tidak alami, seolah tengah mempertimbangkan kata-kata Ryan. "Kau seharusnya lebih tahu aturan dunia ini daripada aku," jawabnya dengan nada mencemooh. "Gadis itu adalah seorang dosen universitas. Menurutku, ini sungguh memalukan. Aku bisa membuatn

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1082 - Diawasi

    Pemuda kedua menggelengkan kepalanya, tatapannya masih terpaku pada Paviliun Angin Segar di bawah. "Masih ada formasi pelindung di sekeliling kita. Sudah sepantasnya tidak ada yang bisa mendeteksi keberadaan kita, apalagi seorang kultivator Ranah Transcendence. Bahkan seorang ahli Ranah Origin pun a

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1121 - Membunuh Di Tengah Kerumunan

    "Tapi Tuan Ryan, ayah bilang kami harus—" Tirst mencoba memperingatkan, namun Ryan sudah bergerak cepat. "Kalian tetap di sini. Formasi pelindung yang kupasang akan menjaga kalian," Ryan menjentikkan jarinya, mengaktifkan formasi pelindung di sekitar kamar hotel. Travis Hayes adalah satu-satunya p

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1098 - Dao Iblis (II)

    Yordan Panderman berada di depan, memimpin para pengikut Sekte Dao. Mereka bergegas ke sini saat merasakan perubahan energi yang terjadi di ruang kultivasi. Fenomena langit itu, ditambah gelombang energi yang dapat dirasakan bahkan dari luar paviliun, jelas merupakan tanda bahwa harta karun itu

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status