Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2319 - Arena Hidup dan Mati

Share

Bab 2319 - Arena Hidup dan Mati

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2025-11-02 19:41:17
Semua orang di sekitar langsung tertawa terbahak-bahak dengan keras.

Jelas sekali mereka semua siap menonton pertunjukan yang bagus dan memalukan.

Mata Ryan berkilat dengan niat membunuh yang sangat pekat.

Ryan tidak menyangka sama sekali bahwa fakta sederhana bahwa dia berasal dari Gunung Langit Biru akan menjadi hambatan besar baginya.

Tampaknya para kultivator Benua Valorisia memang sangat menghargai garis keturunan dan identitas asal—dan sangat meremehkan mereka yang dari dunia tingkat
Rianoir

Malam Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Sonnie Binjamin dan KakEny Rahayu atas hadiah Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Kopi dan dan Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) karena jumlah koin belum mencapai target, maka ini adalah bab terakhir hari ini. Selamat Beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 60
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Mohd Azroy Nizam
Hari minggu tak ada bab tambahan ke...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4070: Pedang Tujuh Pembunuhan Tanpa Hati

    Pertarungan sengit di atas arena membuat semangat para penonton semakin membara. Ryan bukan hanya mampu bertahan menghadapi tiga murid inti teratas sekaligus, tetapi gerakannya masih terlihat cukup santai.Sorakan pun semakin keras. Melihat penampilan muridnya, Walton Crane akhirnya bisa tersenyum lega. Sekalipun Ryan kalah, hasil hari ini sudah cukup membanggakan.'Mulai sekarang, siapa lagi yang berani bilang aku tidak bisa mendidik murid?' pikir Walton puas.Ryan sendiri tidak membiarkan rasa bangga mengganggu konsentrasinya. Napasnya tetap teratur dan genggaman pada pedang kayu tidak mengendur sedikit pun, sebab ia tahu pertarungan sebenarnya baru dimulai.Ketiga lawannya belum memperlihatkan seluruh kekuatan mereka yang sesungguhnya.Lyonel Blau tiba-tiba bergerak. Dalam sekejap, ia sudah muncul di samping Ryan dan pedangnya memancarkan cahaya menyilaukan, diikuti semburan energi pedang yang tajam.Ryan m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4069: Kekuatan Tersembunyi Konrad Ashgrove

    Ryan berdiri di hadapan tiga murid inti terkuat Divine Sword Palace. Setelah mengamati mereka satu per satu, tatapannya berhenti pada Konrad Ashgrove. Ada sesuatu yang tidak beres dengan aura pemuda itu. 'Jadi, Konrad sudah mencapai Ranah Star Sealed. Dia sengaja menyembunyikan kultivasinya.' Dari luar, Konrad tampak tidak berbeda jauh dari dua rekannya yang masih berada di puncak Ranah Star Seed. Namun Ryan mampu menangkap perbedaan tersebut. Ini bukan lawan yang bisa dinilai hanya dari reputasinya. Konrad juga memancarkan hawa dingin yang berbahaya. Di mata Ryan, ketenangannya justru menyerupai ular yang sedang bersembunyi, menunggu kesempatan untuk menyerang. 'Di seluruh Benua Valorisia, tidak banyak murid inti yang mampu mencapai Ranah Star Sealed. Orang ini bahkan menolak undangan Akademi Divine Wind.' Ryan teringat pula pada Jarvis Halden yang tidak pernah menunjukkan kekuatan sesungguhnya. Semakin lama berada di Divine Sword Palace, semakin jelas bahwa sekte tersebu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4068: Tiga Besar Murid Inti

    Ryan belum tiba di arena ketika tiga orang naik ke panggung. Kemunculan mereka langsung memancing seruan kaget dari tribun yang sudah dipenuhi penonton. Para murid yang semula ramai membicarakan tantangan itu mendadak mengalihkan seluruh perhatian kepada ketiga pendatang. "Astaga, mereka bertiga?" "Tiga besar murid inti yang akan melawan Ryan? Apa Kepala Istana serius?" Ketiganya bukan murid inti biasa. Mereka menduduki tiga peringkat tertinggi di Divine Sword Palace, dengan kultivasi yang sama-sama mencapai puncak Ranah Star Seed. Tinggal satu langkah lagi mereka bisa menembus Ranah Star Sealed. Kekuatan mereka bahkan membuat dua belas kepala puncak harus berhati-hati. Jika ketiganya bertarung bersama, para kepala puncak pun belum tentu dapat menang tanpa mengalami luka. Bagi Divine Sword Palace, mereka merupakan calon penerus yang berpeluang menjadi kepala puncak, bahkan Kepala Istana. Tak mengherankan jika banyak orang langsung menganggap hasil pertandingan sudah ditent

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4067: Syarat dari Kepala Istana

    Sementara itu, Ryan sudah mengikuti Walton Crane memasuki istana utama Divine Sword Palace. Di atas singgasana, Kepala Istana Jarvis Halden memperhatikannya dengan mata menyipit, seolah ingin membaca segala rahasia yang disembunyikan pemuda tersebut. Ryan membalas tatapan itu dengan wajah polos, seakan sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang diperiksa. "Kepala Istana, seperti yang kau lihat, muridku sudah menjadi murid inti," ujar Walton. "Jadi, mengenai Tanah Terlarang Pedang..." Walton sengaja menggantung ucapannya. Ia tidak perlu mengulangi seluruh kesepakatan di hadapan Kepala Istana. Jarvis pasti mengerti bahwa janji kemarin sudah harus ditepati, terlebih Ryan sudah memenuhi satu-satunya syarat yang mereka tetapkan. "Paman Guru, bagaimana kalau kita membicarakannya lagi dengan para kepala puncak?" Jarvis tersenyum, mencoba mengulur waktu. "Kau sudah berjanji!" Walton menggebrak bangku. "Kalau sekarang kau melarang Ryan masuk, kau sendiri yang harus menanggung ak

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4066: Murid Inti dalam Sehari

    Wajah Thane Zoller semakin masam. Sebagai salah satu murid inti terkuat Divine Sword Palace, ia justru dipaksa terus mundur oleh pendatang baru yang hanya menggunakan pedang kayu. Lebih buruk lagi, semua itu terjadi di hadapan ratusan penonton. Para penonton yang tadi yakin ia akan menang kini menyaksikannya terus terdesak. "Aaargh!" Thane meraung lalu melesat ke udara. Pedang beratnya terangkat tinggi sebelum ditebaskan ke arah Ryan dengan kekuatan penuh. Tekanan yang menyertainya begitu besar hingga ruang di sekitar lintasan pedang seolah membeku. Angin kencang menerpa arena, membuat pakaian Ryan berkibar. Thane mengerahkan tenaga yang selama ini membuatnya ditakuti bahkan oleh sesama murid inti. Namun Ryan tetap tenang. Ia mengakui tenaga Thane luar biasa meski tingkat kultivasinya tidak terlalu tinggi. Hanya saja, Ryan tidak berniat menggunakan teknik terkuatnya, apalagi mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengakhiri pertarungan seketika. 'Kalau terlalu banyak menunju

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4065: Pedang Kayu Melawan Pedang Berat

    "Hah? Itu Thane Zoller! Kenapa justru dia yang datang?""Ryan pasti kalah!""Aku dengar Thane pernah bertahan tujuh hari tujuh malam di Gunung Myriad Dragon demi mengasah niat pedangnya." "Dia baru berhasil keluar setelah menghadapi binatang iblis yang hampir setara kultivator Ranah Star Sealed, itu pun dengan luka parah."Kemunculan Thane membuat para penonton langsung menjatuhkan vonis. Di antara murid inti, Thane terkenal karena kekuatan dan ilmu pedangnya. Bekas luka di wajah dan punggungnya menjadi bukti bahwa reputasi itu bukan sekadar hasil latihan di sekte. Kebanyakan orang yakin Ryan akan tumbang dalam satu serangan.Mereka menganggap Ryan kurang beruntung mendapat lawan seberat ini. Dalam tantangan semacam itu, kemampuan memang menentukan hasil, tetapi siapa yang menerima tantangan juga berpengaruh besar. Lagi pula, sebagian murid dalam berhasil naik menjadi murid inti karena kebetulan me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status