Masukini adalah bab bonus kelima hari ini. Mohon maaf othor baru bisa rilis mendekati tengah malam. Selamat Membaca (◠‿・)—☆ Bab Bonus Gem Hari ini: 5/5 (komplit) Bab bonus besok: 3
“Berhenti!”Kaisar Nine Nether membentak. Pada saat yang sama, tekanan Ranah Great Void meledak dari tubuhnya dan menyelimuti seluruh Aula Divine Heart.Aura Silas Chandler dan Yvain Lang yang baru saja membumbung langsung padam. Keduanya mundur setengah langkah karena tekanan yang bahkan tidak diarahkan secara khusus kepada mereka.Itulah jarak sebenarnya antara Ranah Star Sealed dan Ranah Great Void.Silas dan Yvain memang genius yang berpeluang mencapai ranah tersebut di masa depan. Namun sekarang, jika Kaisar Nine Nether benar-benar ingin membunuh mereka, keduanya hampir tidak memiliki ruang untuk melawan.Tekanan itu membuat seluruh aula terasa seperti medan kematian. Para genius lain ikut menahan napas, sementara energi spiritual yang tadi bergolak segera mereda.Sang kaisar memandang mereka lalu menghela napas. “Kalau begitu, kita adakan satu pertarungan lagi. Yang kalah harus meninggalkan Istana Divine Heart.”Sebenarnya, ia sudah lebih condong memilih Elias Miles sebagai pene
Kaisar Nine Nether menoleh kepada Tetua Herstone. “Bagus sekali. Cepat siapkan ritualnya.”“Baik, Yang Mulia,” jawab Tetua Herstone sambil tersenyum.Namun sebelum ia bergerak, Elias Miles tiba-tiba berkata, “Tunggu.”Suasana di Istana Divine Heart langsung tertahan. Meski Elias menghentikan perintah sang kaisar begitu saja, Kaisar Nine Nether tetap menjaga sikapnya.“Apakah Tuan Muda Miles punya permintaan lain?”Elias mengangguk ringan. “Aku bisa membantu kalian, tetapi aku punya satu syarat.”“Silakan katakan. Apakah kau menginginkan imbalan tertentu?”“Imbalan?”Elias tertawa kecil seolah baru mendengar sesuatu yang lucu. “Apa maksudmu? Kau sedang mengatakan Kerajaan Nine Nether memiliki sumber daya lebih banyak daripada Kerajaan Ilahi?”Ia menyapu pandangan ke seluruh aula. “Untuk apa aku datang ke tempat seperti ini hanya demi meminta imbalan?”“Kalau ini Kerajaan Nine Nether di zaman kun
Wajah Tetua Herstone tampak puas. Mengundang seorang genius dari Kerajaan Ilahi ke Kerajaan Nine Nether bukan perkara yang bisa dilakukan sembarang orang. Baginya, keberhasilan itu cukup untuk menunjukkan nilainya di hadapan kaisar. Ia melirik Ryan Pendragon, Yvain Lang, dan Silas Chandler, lalu membungkuk. “Baik, Yang Mulia. Hamba akan segera mengundangnya masuk.” Setelah itu, Tetua Herstone berbalik dan meninggalkan Istana Divine Heart. Ryan tidak mengatakan apa pun. Namun dari dalam Mata Iblis, suara Demon Emperor terdengar penuh ketidaksenangan. ‘Sebagai Kaisar Nine Nether, dia justru bersikap selunak itu kepada Kerajaan Ilahi.’ ‘Mungkin orang seperti ini memang tidak layak memimpin Nine Nether.’ Nada Demon Emperor semakin dingin. ‘Untuk menguasai negeri ini, seseorang harus memiliki kebanggaan setinggi langit dan bumi serta tidak takut pada siapa pun.’ ‘Orang ini tidak memenuhi syarat.’ Beberapa saat kemudian, Demon Emperor tiba-tiba bertanya, ‘Bocah, apa kau tertarik m
Tidak lama kemudian, seorang pria tua kurus berkulit kekuningan memasuki Istana Divine Heart. Janggut kambing putih menggantung di dagunya, sementara aura Ranah Star Sealed tingkat puncak memancar samar dari tubuhnya. Ia berjalan tanpa tergesa, tetapi setiap langkah membuat udara di aula terasa lebih berat. Para pelayan di kiri dan kanan langsung menunduk, cukup untuk menunjukkan bahwa kedudukannya di Kerajaan Nine Nether tidak rendah. Begitu masuk, Tetua Herstone langsung memandang Ryan Pendragon, Silas Chandler, dan Yvain Lang. Setelah beberapa saat, alisnya berkerut. “Yang Mulia, bukankah saya sudah meminta agar Yang Mulia mengundang tiga puluh genius teratas Peringkat Ascension? Mereka bertiga tidak termasuk di antara tiga puluh besar itu, bukan?” Wajah Yvain dan Silas langsung menggelap. Mereka jelas tidak suka diremehkan, tetapi melihat kultivasi dan kedudukan Tetua Herstone, keduanya memilih menahan diri. Ryan justru tetap tenang. Ia tidak peduli bagaimana pria tua itu
Kabut hijau bergolak di sekeliling tubuh Darius Sonn. Ia membungkus dirinya dengan racun, lalu melesat keluar dari Istana Divine Heart secepat mungkin. Kecepatannya tidak lambat. Bahkan dibandingkan Ryan Pendragon saat memakai Seratus Langkah Mengejar Petir, selisihnya tidak terlalu jauh. Namun itu tetap tidak cukup. Begitu cahaya Teknik Pedang Pemenggal Langit muncul, naga racun yang tadi tampak ganas langsung hancur. Tidak ada benturan panjang atau perlawanan berarti, hanya kabut hijau yang tercerai seperti asap diterpa badai. Teknik pedang itu bergerak jauh lebih cepat daripada Darius. Jarak yang sudah ia ciptakan dalam sekejap sama sekali tidak berarti di hadapan tebasan tersebut. Sesaat kemudian, Darius yang sudah melesat keluar istana ikut terkena serangan. Tubuhnya terbelah dari bahu sampai pinggang lalu meledak menjadi kabut darah sebelum sempat menyentuh tanah. Ia bahkan tidak sempat menjerit, sementara Jiwa Primordialnya ikut dimusnahkan dalam satu tebasan. Pemilik
Tubuh Racun Nine Nether memang bukan sesuatu yang bisa diremehkan. Setelah racun itu masuk ke tubuh Ryan Pendragon, ia memang merasakan sedikit ketidaknyamanan, tetapi efeknya berhenti sampai di sana. Ryan memiliki Immortal Divine Body, Tubuh Iblis, serta Garis Darah Reinkarnasi yang sangat kuat. Ditambah Garis Darah Ilahi Scarlet Dust yang sudah terbangkitkan, racun seperti ini tidak cukup untuk melukai tubuhnya secara serius. Kalau Tubuh Racun Nine Nether saja bisa membuatnya terluka parah, berbagai kekuatan yang ia miliki selama ini justru akan terasa seperti lelucon. ** Silas Chandler dan Yvain Lang sama-sama terdiam. Bahkan Kaisar Nine Nether dan Permaisuri Liam tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka. Tubuh Racun Nine Nether dikenal hampir tak tertandingi di bawah Ranah Star Sealed, tetapi Ryan menahannya dengan tangan kosong. Mereka yang semula mengira teknik pedang adalah kekuatan terbesarnya akhirnya menyadari bahwa fisik Ryan mungkin jauh lebih mengerikan. T







