Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 248 - Ryan Menyerang (III)

Share

Bab 248 - Ryan Menyerang (III)

Author: Rianoir
last update publish date: 2024-11-10 19:46:34
Ryan hanya diam tak menanggapi perkataan pria bernama Chester itu.

Dengan gerakan santai namun dipenuhi kekuatan mematikan, ia menginjak dada Sieg hingga tulang rusuknya remuk seketika.

Darah segar menyembur dari mulut Sieg bersamaan dengan napas terakhirnya.

"Membunuhmu telah mengotori sepatuku," ujar Ryan dingin sembari mengusap sol sepatunya yang berlumuran darah ke karpet.

"BAJINGAN!" Chester meraung murka.

Energi qi yang luar biasa kuat meledak dari tubuhnya, menciptakan pusaran ang
Rianoir

Terima Kasih Kak Ahmad dan Kak Catur atas dukungan Gem-nya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Dengan ini, telah terkumpul 6 Gem, yang artinya ada tambahan 1 bab bonus besok (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Akumulasi Gem Bab Bonus: 10-110-2024 (malam): 1 Gem (reset) Ini adalah Bab bonus keempat hari ini. Kurang dua lagi. Selamat Membaca (⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧ Bab Bonus Gem hari ini: 4/6 Bab Bab Bonus Gem Besok: 7

| 46
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ar Saputra
semakin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4101: Permainan Jenderal Barlow

    Barlow Steen memasang senyum palsu sambil mencondongkan tubuh ke arah Ryan."Ryan, kami tidak bermaksud menyudutkanmu. Tapi kalau kau bahkan menolak bermain satu permainan sederhana, bukankah itu agak mencurigakan?"Ia mengangkat kedua tangan, seolah sedang menunjukkan niat baik. "Kami tidak mengatakan ada yang salah denganmu." "Hanya saja, demi keamanan Wilayah Selatan, kami tidak bisa membiarkanmu masuk. Kau pasti mengerti, bukan?"Ryan memejamkan mata sesaat dan menarik napas panjang. Ancaman itu cukup jelas. Kalau ia menolak, mereka akan memakai penolakan tersebut sebagai alasan baru untuk menggagalkan masuknya ke Wilayah Selatan.Ryan sudah tahu mereka sengaja mencari alasan untuk menahannya. Namun karena masih harus menjalankan tugas Quinton Greaves, ia memilih mencari tahu permainan apa yang sebenarnya mereka siapkan."Permainan apa? Katakan."Barlow dan para penjaganya saling pandang. Senyum puas muncul di wajah mereka, seakan jawaban itu sudah mereka tunggu sejak tadi."Ba

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4100: Surat Tantangan dari Istana Absolute Zero

    Wendy langsung mengerutkan kening setelah mendengar kabar kedatangan Ryan. Ia tidak menyangka pemuda itu akan muncul di Wilayah Selatan justru ketika keadaan sedang semakin berbahaya."Pertarungannya dengan Yuriel Leviathan tinggal kurang dari dua puluh hari," gumam Wendy. "Bukankah seharusnya dia memanfaatkan waktu yang tersisa untuk berkultivasi?""Kenapa dia malah datang ke Wilayah Selatan? Dari semua tempat, kenapa harus ke sini?"Bianca menggeleng. "Aku juga tidak tahu, Kepala Istana. Tapi sekarang dia masih tertahan di perbatasan. Seharusnya dia belum menghadapi bahaya.""Apa aku perlu pergi ke sana untuk memberi tahu Ryan?"Wendy tidak langsung menjawab. Ia berjalan ke jendela aula, memandangi salju yang terus turun di luar. Puncak-puncak gunung es tampak samar di balik hamparan putih."Dia tidak mengetahui identitasku," kata Wendy akhirnya. "Seharusnya dia juga tidak akan bisa menemukanku.""Cepat atau lambat, orang-orang Keluarga Miles dari Kerajaan Ilahi akan sampai di sini

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4099: Kedatangan Ryan Mengguncang Wendy

    Jenderal Barlow Steen tersenyum begitu melihat Ryan masih duduk tenang di hadapannya."Anak muda, aku Barlow Steen, jenderal pemeriksa perbatasan Wilayah Selatan. Siapa namamu?""Ryan."Jawaban singkat itu tidak disertai perubahan ekspresi. Ryan justru mengamati pria yang berdiri di depannya.Barlow tampak berusia sekitar tiga puluh empat tahun, dengan wajah pucat dan janggut kambing tipis. Zirah emas menutupi tubuhnya, sedangkan sebilah pedang panjang tergantung di pinggang.Penampilannya cukup gagah untuk seorang komandan perbatasan. Sayangnya, hidung bengkok seperti paruh elang dan senyum palsunya membuat Ryan semakin muak.Namun Barlow adalah penjaga gerbang Wilayah Selatan. Ryan masih membutuhkan izin masuk, jadi ia memilih tidak memperpanjang urusan.Nama yang disebutkannya pun memang tercantum dalam dokumen dari Quinton Greaves. Sejak awal, mereka tidak berniat menyembunyikan nama Ryan.Kalau Kepala Akademi Divine Wind pernah membocorkan identitasnya, memakai nama palsu sekar

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4098: Tamu Jenderal Barlow

    Beberapa orang di belakang Ryan memandangnya dengan iba. Mereka sudah sering mendengar kejadian serupa di gerbang Wilayah Selatan. Sesekali, selalu ada pendatang yang dipilih untuk dipersulit tanpa alasan jelas.Seorang pria tua bahkan menggeleng sambil menghela napas. Menurut mereka, pemuda itu benar-benar sedang sial. Beberapa orang yang tadi berdiri dekat Ryan memilih menunduk dan berpura-pura tidak melihat, takut ikut menjadi sasaran para penjaga.Ryan menahan amarahnya dan memilih mengikuti prajurit yang memanggilnya. Ia datang membawa tugas penting, bukan untuk membuat keributan di gerbang kota. Meski bisa menghadapi para penjaga dengan mudah, membuat masalah sejak hari pertama hanya akan menyulitkan langkahnya sendiri.Prajurit itu membawanya melewati lorong batu sempit, menjauh dari antrean menuju paviliun kecil dekat gerbang utama. Bangunannya berdinding kayu tua, dengan kisi besi menutupi jendela.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4097: Gerbang Wilayah Selatan

    Setengah hari berlalu tanpa terasa. Ryan akhirnya membuka mata setelah menyelesaikan meditasinya. Kilatan ungu muncul di kedua matanya, disertai jejak guntur yang belum sepenuhnya menghilang. Selama berjam-jam sebelumnya, ia terus mencoba memahami aliran petir dalam lempeng giok pemberian Quinton Greaves. Ryan bangkit, lalu tubuhnya mendadak lenyap dari tempat semula. Wus! Bayangannya berkelebat begitu cepat, meninggalkan cahaya menyilaukan di udara. Jika ada orang yang menyaksikan, mereka mungkin hanya melihat petir keemasan menyambar ke sana kemari tanpa mampu menangkap sosok Ryan. Gerakan yang semula membutuhkan beberapa perpindahan kini terasa jauh lebih ringan. Sesaat kemudian, Ryan kembali muncul di dalam kamar. Senyum puas terlihat di wajahnya. Kilatan Guntur ternyata jauh lebih kuat daripada perkiraannya. Meski begitu, Ryan baru memahami sebagian unsur petir dan sama sekali belum menguasai unsur anginnya. Dengan kata lain, dasar teknik tersebut pun belum sepenuh

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4096: Kilatan Guntur

    Ryan sudah bisa menebak syarat yang hendak diajukan Tetua West. Setelah melihat bagaimana kakek itu memandangnya sejak ujian kedua, jawabannya tidak terlalu sulit ditebak. "Silakan katakan," ujar Ryan pasrah. Sebenarnya, Ryan juga tertarik mempelajari teknik tempa Benua Valorisia. Dibandingkan ilmu yang pernah dipelajarinya, cara menempa di benua ini jauh lebih rumit dan mendalam. Ia bahkan ingin mengembangkan Ledakan Seribu Artefak ciptaan Forging God agar teknik itu tetap berguna menghadapi musuh dengan tingkat kekuatan sekarang. Mungkin ada hasil yang tidak pernah dibayangkannya. "Kalau begitu, warisi ilmuku dan belajarlah menempa dariku," kata Tetua West dengan senyum lebar. Ryan mengangguk. "Baik. Tapi aku belum bisa langsung belajar. Ada beberapa urusan penting yang harus kuselesaikan terlebih dahulu." "Tidak masalah!" Tetua West tertawa. "Aku memang sudah tua, tapi tidak kekurangan waktu. Sekarang, keluarkan senjata yang ingin kau tempa." Ryan segera menyerahkan Ped

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status