بيت / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2568 - Tekanan dari Segala Penjuru

مشاركة

Bab 2568 - Tekanan dari Segala Penjuru

مؤلف: Rianoir
last update تاريخ النشر: 2025-12-08 13:21:18

"Hahaha! Kau punya nyali besar, Nak!" Tetua berjubah putih itu tertawa dengan nada kompleks.

Tetua berjubah putih itu masih tidak bergerak untuk menyerang. Matanya seperti dua pintu masuk ke jurang gelap yang dalam, berisi banyak rahasia tersembunyi.

Dia bisa merasakan sepasang mata tajam menatapnya dari dalam tubuh Ryan, membuat tetua itu dengan tidak nyaman. Mata itu bahkan membuatnya merasa takut dengan instingnya.

'Arthur Pendragon adalah ancaman potensial, aku harus menyingkirkannya,' piki
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4064: Tantangan Murid Inti

    Kemunculan Ryan di arena wilayah murid dalam langsung mengundang perhatian. Beberapa murid menghentikan latihan dan memandangnya dengan heran. Mereka tahu Ryan baru saja lulus ujian dan belum lama berstatus murid dalam. Tidak ada yang mengerti apa urusannya datang ke arena yang biasa digunakan untuk memperebutkan kedudukan lebih tinggi."Dia baru masuk menjadi murid dalam. Jangan bilang dia mau menantang murid inti?""Mana mungkin? Barangkali cuma ingin melihat-lihat."Biasanya, murid baru harus menguji kemampuan dengan menantang sesama murid dalam terlebih dahulu. Menantang murid inti berarti berhadapan dengan orang-orang yang telah melewati persaingan jauh lebih berat. Tidak ada yang langsung membidik kedudukan itu, apalagi hanya beberapa hari setelah diterima.Ryan mengabaikan bisikan mereka dan menghampiri tetua yang bertugas. Melihatnya datang, tetua itu tersenyum ramah. Nama Ryan sudah terkenal di Divine Sword Palace sejak ia mengalahkan sembilan belas peserta sekaligus. B

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4063: Rahasia Tanah Terlarang Pedang

    "Kepala Istana, menurutku masih terlalu dini membiarkan Ryan memasuki Tanah Terlarang Pedang."Sera Winterhall mengutarakan pendapatnya setelah mendengarkan penjelasan Walton Crane."Anak itu memang berbakat, tetapi dia baru menjadi murid dalam. Kita bahkan belum mengetahui seberapa besar kesetiaannya kepada Divine Sword Palace."Beberapa kepala puncak mengangguk setuju."Lalu apa usulmu?" tanya Kepala Istana."Biarkan dia menjadi murid inti terlebih dahulu. Dengan begitu, dia punya waktu untuk membangun ikatan dengan sekte.""Usul yang masuk akal," sahut seorang kepala puncak. "Lagi pula, untuk mencapai kedudukan itu, setidaknya dia membutuhkan beberapa tahun."Walton mengerutkan dahi mendengar perkataan tersebut."Beberapa tahun? Kalian terlalu meremehkan muridku!""Kalau dia memang sehebat yang Paman Guru katakan, seharusnya persyaratan itu bukan masalah," balas Sera.Walton hendak membantah, tetapi akhirnya mengurungkan niatnya.Tanah Terlarang Pedang merupakan salah satu tempat t

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4062: Tanah Terlarang Pedang

    "Oh ya, Ryan. Botol giok itu seharusnya berisi Cairan Surgawi Kuno," kata Demon Emperor, seolah baru teringat sesuatu. "Itulah yang membuatku begitu bersemangat tadi. Setetes saja harganya tak ternilai!"Mendengar itu, Ryan segera memasuki Kuburan Pedang. Jika kehebatan Tabib Ilahi Corvus Gray benar seperti cerita Demon Emperor, mungkin ada harapan untuk menyelamatkan Luna, bahkan Selene, tanpa harus menunggu lebih lama. Luna masih belum sadar, sedangkan Selene pun belum terbebas dari bahaya. Ryan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan meminta pertolongan langsung kepada tabib legendaris itu.Ryan berhenti di depan batu nisannya, lalu menangkupkan kedua tinju sebagai penghormatan. "Senior, aku penguasa Kuburan Pedang. Aku berharap Senior bersedia membantu menyelamatkan teman-temanku."Permohonannya belum selesai ketika energi misterius menyembur dari batu nisan. Jarum Emas Kuno terlepas dari genggaman Ryan dan melesat hingga menancap kuat pada permukaan batu. Jarum yang baru dida

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4061: Rahasia Tabib Ilahi Corvus Gray

    Ryan terdiam mendengar saran Demon Emperor. Namun setelah memikirkan segel cincin yang bahkan tidak mampu dibuka gurunya, ia akhirnya menurut.'Lagi-lagi darahku,' gerutunya dalam hati. 'Lama-lama aku harus minta bayaran.'Ryan memaksa setetes saripati darah keluar dari ujung jarinya. Begitu menyentuh cahaya tujuh warna, tetesan itu langsung tersedot ke pusatnya. Ryan mengawasi perubahan itu dengan saksama. Demon Emperor sudah mengerahkan begitu banyak tenaga untuk membuka segelnya, tetapi hanya saripati darahnya yang ternyata dapat memicu reaksi. Sesaat kemudian, kekuatan dahsyat menyembur dari cincin, sementara salah satu nisan pedang di Kuburan Pedang tiba-tiba memancarkan cahaya menyilaukan.Nisan Pedang itu kini bisa diaktifkan!Krak!Cincin penyimpanan pemberian Lana Clark pecah berkeping-keping. Akan tetapi, bukannya lenyap bersama pecahannya, tiga benda justru muncul dan melayang d

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4060: Kunci Cincin Misterius

    Mendengar perkataan Demon Emperor, Ryan langsung bersemangat. Tanpa membuang waktu, ia mengeluarkan cincin penyimpanan yang selama ini disimpannya. Ryan masih ingat cerita Lana Clark ketika menyerahkan cincin tersebut. Gadis kecil itu mengatakan bahwa cincin itu pemberian seorang kakek misterius. Cincin itu konon mampu mengendalikan asal-usul sesuatu, tetapi Lana sendiri tidak mengetahui dengan jelas apa maksudnya. Ryan sejak awal menduga bahwa kegunaan cincin ini tidak sesederhana tempat menyimpan barang. Namun sebelum ia sempat memeriksanya lebih jauh, cincin itu mendadak terangkat dari tangannya dan melayang sendiri di udara, tanpa disentuh siapa pun. Detik berikutnya, rasa nyeri tajam menusuk dahi Ryan hingga ia tersentak. Sesosok bayangan yang terbentuk dari energi iblis kemudian muncul di hadapannya. “Ryan, hanya sedikit hal di dunia ini yang mampu membuatku bersemangat.” “Cincin ini salah satunya,” kata Demon Emperor sambil menatap benda yang melayang tersebut. “Kada

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4059: Segel Artefak Kerajaan Ilahi

    Kesembilan belas murid yang mengepung Ryan mulai gelisah. Serangan mereka sebelumnya sama sekali tidak berhasil melukainya. "Kita tidak bisa menyerangnya sendiri-sendiri!" seru salah seorang peserta. "Benar! Serang bersamaan! Jangan beri dia kesempatan menghindar!" Mereka segera berpencar membentuk kepungan. Cahaya pedang bermunculan dari berbagai arah, lalu melesat menuju Ryan hingga hampir seluruh jalan keluarnya tertutup. Di tribun kehormatan, Walton Crane mulai gelisah. "Anak itu kenapa masih diam?" Lucan Jory meliriknya. "Paman Guru, kau khawatir?" "Omong kosong! Aku hanya tidak ingin muridku terluka!" Walton sudah bersiap turun tangan jika keadaan memburuk. Mendapatkan murid berbakat seperti Ryan bukan perkara mudah. Ia tidak akan membiarkan pemuda itu kehilangan nyawa hanya karena sebuah pertandingan. Namun ketika hujan pedang hampir mengenainya, Ryan justru tersenyum. Esensi Pedang Abadi meledak dari tubuhnya. Pedang kayu dalam genggamannya bergetar, seolah memperol

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status