LOGINPagi Semua ( ╹▽╹ ) Ini bab pertama pagi ini. Selamat Sahur (◠‿・)—☆
Di sebuah tempat yang diselimuti awan dan kabut di Benua Valorisia, pria berjubah emas yang duduk di atas naga ilahi tampak menahan amarah.Dadanya naik turun. Ia hampir saja menemukan orang yang dicari, tetapi pada saat paling penting, seseorang kembali menghalanginya.Bagaimana mungkin ia tidak murka?Matanya menyipit tajam, lalu ia mendengus dingin.“Aura barusan... sepertinya milik orang itu.”Suaranya rendah, tetapi penuh tekanan. “Jadi bedebah itu masih berada di Benua Valorisia.”Ia terdiam sesaat, kemudian tatapannya semakin dingin.“Jangan-jangan, ia masih berniat menyiapkan jebakan bagi Keluarga Pendragon dari Kerajaan Ilahi?”“Sudah bertahun-tahun berlalu, dan kau masih juga belum menyerah?”“Saint Immortal King, Saint Immortal King, apa kau benar-benar percaya legenda-legenda itu nyata?”Senyum mengejek muncul di bibirnya. “Bodoh. Menggelikan.”Setelah itu, pria berjubah emas menoleh ke arah pintu masuk aula. “Di mana Draven Krell?”Tak lama kemudian, seorang pria muncul d
Saint Immortal King kembali meneguk araknya, lalu berdiri dengan susah payah.“Sudahlah, Eliot Lane. Kali ini biar aku yang turun tangan.”Ia menatap ke arah kedalaman Death Domain Universe, wajah mabuknya perlahan berubah serius.“Sekat penghalang ini telah mengisolasi segalanya. Akan sangat sulit bagimu untuk membendung kekuatan orang itu dari sini.”Saint Immortal King menghela napas.“Urusan bocah itu di Death Domain Universe benar-benar memancing amarah sosok tersebut. Ia mungkin masih mampu menghadapi kemarahan faksi biasa, tetapi Dao Surgawi bukan lawan yang bisa ia tanggung sekarang.”Ia menoleh sekilas kepada Eliot.“Aku mengikutinya sampai ke tempat ini sejak Nexopolis. Aku tahu betapa besar beban yang ia bawa. Aku tak bisa membiarkan harapan kita mati begitu saja di saat semuanya baru dimulai.”Eliot Lane masih menatap jauh ke dalam Death Domain Universe. Setelah beberapa saat, ia akhirnya mengangguk pelan.“Identitasnya tak boleh diketahui Dao Surgawi. Jika aku memakai kek
Sosok Ryan melesat maju seperti bayangan.Esensi Pedang Abadi menyembur dari tubuhnya dan mengalir ke Pedang Iblis Darah. Bilah merah itu bergetar keras, lalu memancarkan sinar cemerlang yang menebas lurus ke arah bayangan petir.Boom!Tebasan itu merobek ruang.Tanah di bawah ikut bergetar hebat. Sinar pedang yang tajam seolah menyapu seluruh cakrawala, membawa tekad Ryan yang menolak tunduk pada Dao Surgawi.Dalam sekejap, tebasan itu sudah tiba di depan bayangan petir.Boom!Tepat saat Pedang Iblis Darah menebas turun, Mata Iblis di langit akhirnya terbuka sepenuhnya.Wusss!Aura mengerikan menyebar dari mata hitam itu.Energi iblis membanjir keluar seperti lautan gelap yang runtuh dari langit. Ledakan demi ledakan mengguncang sekeliling. Ruang hancur berlapis-lapis, sementara arus energi iblis menerjang ke arah bayangan petir tanpa bisa dibendung.Bayangan petir itu berusaha bertahan.Namun kekuatan penghancur dari Mata Iblis terus menghantam tubuhnya. Petir yang menyelimuti d
Boom!Seluruh artefak ruang-waktu meledak pada saat yang sama.Suara ledakannya mengguncang seluruh medan perang kuno. Gelombang kehancuran menyapu langit, membuat para kultivator di tanah merasa gendang telinga mereka hampir pecah. Banyak dari mereka buru-buru menutup telinga sambil mundur, takut terseret sisa ledakan.Di tengah ledakan itu, wajah bayangan petir akhirnya berubah muram.Serangan Ryan barusan memang tidak menghancurkannya, tetapi berhasil meninggalkan luka ringan pada tubuh petirnya. Bagi bayangan yang membawa kehendak Dao Surgawi, hal itu adalah penghinaan besar.Seekor semut ternyata sanggup melukainya.Itu tidak bisa dimaafkan.Bayangan petir mengangkat kedua tangannya.Dalam sekejap, petir yang tak terhitung jumlahnya membanjir turun dari langit. Semua kilat itu berkumpul dan memadat menjadi pilar cahaya raksasa, lalu menghunjam ke arah Ryan dengan kecepatan mengerikan. Tekanan yang dibawanya membuat ruang di sepanjang jalurnya bergetar, seolah hendak pecah ka
Ugh!Saat rune petir itu mendarat di tubuhnya, Ryan merasakan sekujur raganya seperti digerogoti dari dalam.Kekuatan petir menyusup ke daging, darah, dan tulangnya. Tubuh Iblis serta Immortal Divine Body miliknya meletup bergantian, berusaha melindungi raga fisiknya dari kehancuran. Namun kekuatan rune itu terlalu dahsyat. Ini bukan tribulasi petir biasa. Tekanannya jauh lebih berat, seolah benar-benar membawa kehendak Dao Surgawi untuk menghapus keberadaannya.Perlahan, cahaya rune itu mulai memudar.Namun keadaan Ryan sangat buruk.Wajahnya pucat tanpa darah. Darah mengalir dari banyak luka di tubuhnya, membasahi Zirah Ilahi Kosmik yang menempel di badannya.Dengan susah payah, Ryan memaksa tubuhnya berdiri lagi.Kedua lengannya gemetar hebat. Napasnya berat, tetapi matanya tetap tajam.“Dao Surgawi ingin membunuhku?” Ryan menyeringai meski mulutnya penuh darah. “Sayangnya, kekuatanmu masih jauh dari cukup!”Ia menatap bayangan petir itu dengan keras kepala.‘Mana mungkin aku mat
Sebuah tinju tiba-tiba menghantam perut Ryan.Pfft!Darah menyembur dari mulutnya. Tubuh Ryan terpental jauh ke belakang seperti layang-layang putus tali. Kecepatan bayangan petir itu terlalu mengerikan. Bahkan dengan penglihatannya, Ryan nyaris tidak mampu menangkap gerakannya dengan jelas.Ia jatuh berat, lalu memaksa tubuhnya bangkit.Kakinya bergetar menahan tubuh yang masih limbung. Ia mengusap darah di sudut bibir, kemudian kembali menatap bayangan petir itu dengan sorot dingin.Tidak ada rasa takut di matanya.Di bawah, para musuh Ryan langsung merasa girang.Melihat Ryan terjungkal hanya oleh satu pukulan membuat harapan mereka menyala lagi. Mungkinkah musuh yang selama ini begitu sulit dibunuh akhirnya tumbang di bawah tribulasi ini?Sebagian bahkan diam-diam berharap bayangan petir itu segera menghabisi Ryan sepenuhnya.Ryan tidak memedulikan mereka.Ia menggenggam Pedang Ib







