LOGINMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Coklatnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih Kak Eny Rahayu atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (◍•ᴗ•◍) Akumulasi Hadiah: 330/1000 (reset) Karena jumlah Hadiah sudah mencapai target, maka ada bab bonus setelah ini (≧▽≦) Selamat Membaca (◠‿・)—☆
Brentley Holt melirik Ryan sekilas, lalu kembali menatap lurus ke depan.Tatapan itu jelas berisi peringatan diam, jangan sampai bocor apa pun soal tablet yang tersegel di tubuh Jessica Neuro.Dia lalu melanjutkan penjelasannya."Sekte Moon Flower punya fondasi yang dalam sejak zaman kuno. Dulu, kami tentu sanggup menjaga tablet itu.""Tapi sekarang kami sudah merosot jadi sekadar faksi kelas satu. Sekalipun tablet itu benar ada, kami tak akan mampu mempertahankannya dari incaran kekuatan-kekuatan papan atas di luar sana."Brentley menghela napas. Nadanya berubah lebih serius."Langsung ke pokok masalah saja. Selama bertahun-tahun aku menyelidiki urusan Mordane Lethe, dan aku berhasil mengungkap beberapa rahasia.""Setelah Mordane Lethe mendapatkan tablet itu, awalnya dia berniat membawanya ke Wilayah Iblis.""Sayangnya, Demon Emperor Wilayah Iblis keburu tewas, dan seluruh wilayah itu jatuh dalam kekacauan. Hal
Semua orang menoleh ke arah ketiga aura itu dengan tatapan terkejut. Beberapa bahkan lupa menutup mulut.Ketiga aura ini terlalu kuat. Bahkan jauh lebih kuat daripada aura Nolan Chester!Beberapa peserta yang masih tersisa di pulau seketika merasa napas mereka tercekat, dan tanpa sadar melangkah mundur.Sosok yang memancarkan aura itu adalah tiga orang tua. Jubah mereka berkibar pelan meski tak ada angin.Galen Yin, Brentley Holt, Yordan Dragvine...Ketiga Tetua Agung Sekte Moon Flower muncul bersamaan di pulau itu!Begitu ketiganya muncul, hal pertama yang mereka lakukan adalah menatap ke arah Ryan.Mata ketiga kultivator perkasa itu mendadak berbinar, dan mereka menampakkan raut terkejut pada saat yang bersamaan."Brentley, apa mataku sedang menipuku?" gumam Yordan Dragvine. "Murid milikmu ini..."Brentley Holt langsung menyambar lengan Ryan, genggamannya erat hampir seperti tak mau melepaskan, membua
Selama ini mereka selalu dikenal sebagai jenius. Namun di hadapan Ryan, mereka sama sekali bukan jenius. Bakat mereka terasa begitu jauh tertinggal dibanding Ryan. Bagaimana mungkin hati Dao mereka tidak bergetar? Yang lebih sulit dipercaya lagi, Ryan hanya menyerang satu kali! Satu tebasan, dan semuanya berakhir. Monster macam apa sebenarnya bocah ini? Semuanya sudah jauh melampaui batas imajinasi mereka, jauh dari apa pun yang pernah mereka bayangkan. Boneka yang tadi mereka anggap sebagai malaikat maut, yang bahkan membuat mereka bersumpah takkan pernah melanggar aturan akademi, kini tergeletak sebagai onggokan besi rongsok di kaki Ryan. Betapa besar jurang antara kenyataan dan bayangan mereka. Semua praduga yang mereka bangun runtuh dalam sekejap. Xander Jett, Zane Starfeld, dan yang lainnya saling berpandangan, lalu tersenyum. Mereka sudah lama menduga hari seperti ini akan tiba. Sekarang, orang-orang lain akhirnya merasakan keterkejutan yang dulu pernah mereka rasak
Sebuah boneka setara Ranah Star Sealed! Sementara Ryan hanya kultivator Ranah Dao Integration tingkat dua. Sekalipun tubuhnya cukup kuat untuk menahan aura mengerikan tadi, mustahil baginya mengalahkan lawan setingkat Ranah Star Sealed! Menahan tekanan aura adalah satu hal, tetapi bertarung langsung melawan kekuatan sebesar itu adalah persoalan yang jauh berbeda. Kini, mereka tinggal menunggu tontonan Ryan dihajar habis-habisan oleh boneka itu. Sebagian bahkan mulai mencari posisi terbaik untuk menonton, sudah menahan senyum sambil membayangkan pemuda sombong itu berlumuran darah di tanah. Sesaat kemudian, tubuh boneka itu berkelebat, melesat ke arah Ryan dengan kecepatan secepat kilat. Semua orang hampir tak sempat mengedipkan mata. Bersamaan dengan itu, lengan bajanya berubah wujud menjadi sebilah pedang panjang yang mengayun deras untuk menebas Ryan. Gerakannya begitu cepat sampai bayangannya seolah berlipat ganda di udara. Suara dengung tajam mengiringi setiap ayunann
Lucas Ravenclaw adalah kultivator Ranah Star Sealed tingkat satu.Namun aura Nolan Chester jauh berbeda dari itu, terpaut bagai langit dan bumi! Inilah fondasi sejati Akademi Heavenly Flame.Meski begitu, Ryan menggertakkan giginya rapat-rapat tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Keringat dingin membasahi keningnya.Punggungnya tetap tegak lurus, meski darah terus merembes dari sudut bibirnya.'Bahkan seorang kultivator puncak Ranah Creation biasa pun rasanya tak akan sanggup menahan tekanan ini.'Untung saja tubuh fisiknya luar biasa tangguh. Tanpa itu, ia pasti sudah remuk sepenuhnya, hancur menjadi debu tanpa sempat melawan.Namun sorot matanya sama sekali tidak goyah! Dia tetap menatap lurus ke depan, seolah menantang tekanan mengerikan itu untuk meremukkannya kalau memang bisa.Tiba-tiba, energi iblis yang seakan tak berujung menyembur keluar dari tubuh Ryan.Di keningnya, sekelebat cah
Bagi banyak orang di sana, Ryan masih terlalu muda dan minim pengalaman.Meski ia kuat, banyak yang menganggap pencapaian Ryan di masa depan akan terbatas.Bagaimanapun, di dunia kultivasi, kalau ingin melangkah jauh dan memperoleh lebih banyak sumber daya, bakat saja tidak cukup.Seseorang harus tahu siapa yang perlu dirangkul dan siapa yang tak boleh disinggung! Sekuat apa pun seseorang di usia muda, tanpa naungan kekuatan besar, dia hanya akan menjadi mangsa yang menunggu dilahap.Dan sekarang, Ryan jelas-jelas telah menyinggung orang yang seharusnya tidak dia singgung.Bukan sekadar seorang senior biasa, melainkan seorang penegak hukum dari Akademi Heavenly Flame. Ia pasti akan membayar mahal!Namun, di luar dugaan, mata Nolan sama sekali tidak menyiratkan rasa jijik ataupun amarah saat menatap Ryan. Sorot itu justru terasa tenang, hampir seperti sedang menilai.Justru sebaliknya, kalau Ryan menda
"Bajingan kecil, pergi dari sini!" teriak Tetua Agung panik. Ketika Tetua Agung melihat Ryan bergegas mendekat sambil menggendong Lina Jirk, dia langsung mengerti apa yang Ryan coba lakukan dengan licik. Ryan ingin menjadikan dia sebagai tameng hidup untuk melindungi mereka! 'Sialan! Terkutuk ka
"Bagus, kau punya semangat!" Hope Northpalace tersenyum lebar mendengar keputusan Ryan. "Namun, masalah ini bukan masalah kecil. Dua hari tidak cukup. Aku akan memberimu tiga hari untuk bersiap." Dia melambaikan tangan dengan gerakan elegan, mengeluarkan sebotol kristal berisi cairan merah pekat da
"Finn Mark, kau ingin melakukannya sendiri? Kau yakin bisa?" tanya seseorang dengan ragu. Di samping Patrick Well, seorang tetua dari Flamingo Palace meletakkan pipanya. Dia menatap Finn Mark dan tersenyum tipis dengan skeptis. "Aku khawatir kau akan gagal total. Arthur Pendragon adalah guru Nona
"Tetua!" Drake Ghostkin melangkah maju dengan wajah memohon. "Mungkin aku juga bisa menangkap gadis kecil yang cocok. Mengapa jumlah orang dari Klan Aetheren kita yang berpartisipasi dalam upacara pengorbanan paling sedikit? Ini tidak adil..." WUSH! Sebelum ia selesai berbicara, cahaya terang meny







