แชร์

Bab 436 - Peringatan Mordred

ผู้เขียน: Rianoir
last update วันที่เผยแพร่: 2024-12-11 14:52:57
"Bukankah Farid Askari sudah menarik pengejarannya?" tanya Ryan acuh tak acuh.

"Ryan, masalahnya tidak sesederhana itu," Mordred Luxis menggeleng cemas. "Kali ini, seseorang dari Ordo Hassasin di Ibu Kota yang mengincarmu. Dan pembunuh itu sepertinya sudah tiba di Provinsi Riveria."

Ryan mengabaikannya dan tetap melangkah menuju vila sebelah.

Namun Mordred Luxis mengejar dengan wajah serius.

"Ini masalah gawat! Yang akan menyerangmu kemungkinan besar adalah pembunuh nomor satu dari markas b
Rianoir

maafkan othor, tiba-tiba dipanggil meeting jadi baru sempat upload Selamat Membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 1/3 Bab Antrian: 26

| 49
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Babe Bintang
lanjuttt min gasskeun
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3756: Perisai Naga

    Darius Dragvine tertawa lepas.Akhirnya, Ryan akan mati juga.Begitu ia kembali ke Keluarga Dragvine, nama ini bisa ia banggakan di hadapan semua orang. Membunuh Ryan bukan sekadar kemenangan biasa. Itu berarti ia telah menyingkirkan ancaman besar yang selama ini membuat banyak faksi di Wilayah Barat gelisah.Pandangan Ryan perlahan mengabur.Kesadarannya hampir tenggelam. Bahkan jika ia meminta para kultivator di dalam Kuburan Pedang mengalirkan energi kepadanya, hasilnya tetap tidak akan cukup untuk membalik keadaan.Tubuhnya sudah terlalu jauh melampaui batas.Setiap tarikan napas terasa seperti menyeret bara panas ke dalam dada. Luka di sekujur tubuhnya terus mengirim rasa sakit yang tajam, sementara tenaga yang tersisa nyaris habis seluruhnya. Jangankan menyerang, sekadar mengangkat senjata pun terasa seperti memindahkan gunung.Darius melangkah pelan mendekatinya.Lalu, ia meninju tubuh Ryan.Pfft!Darah menyembur dari mulut Ryan.Tubuhnya tidak lagi mampu dikendalikan. Ia rob

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3755: Batas Terakhir

    Wajah Darius Dragvine berubah perlahan.Namun ia tidak berbicara. Ia hanya mengeluarkan sebilah golok tajam dan menggenggamnya erat, bersiap menerima serangan yang mungkin turun kapan saja.Di atas kepala Ryan, Mata Iblis yang sehitam malam mulai bergetar.Tekanan dari mata itu berbeda dari teknik Ryan sebelumnya. Bukan sekadar energi iblis biasa, melainkan hawa dingin yang seolah bisa menatap langsung ke dasar jiwa. Bahkan para penonton di luar arena ikut merasakan dada mereka sesak, meski kabut hitam telah menghalangi pandangan mereka dari arena.Energi iblis dari Pedang Iblis Darah terus mengalir ke kedua mata Ryan, membuat pandangannya berdenyut sakit. Wajahnya semakin pucat, dan urat-urat gelap muncul di sekitar matanya.Ryan tahu serangan ini masih membutuhkan umpan terakhir.Ia memaksa keluar setetes saripati darah dari tubuhnya.Setetes darah itu melesat ke arah Mata Iblis di langit.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3754: Mata Iblis

    Ryan tidak tahu apa yang sedang dipikirkan para kultivator di luar arena.Kalaupun ia tahu, ia tidak akan peduli.Saat ini, yang tersisa di dalam dirinya hanya tekad untuk bertarung. Tubuhnya memang terluka parah, napasnya berat, dan tenaganya nyaris terkuras habis. Namun selama ia masih bisa berdiri, ia tidak akan menyerah begitu saja."Maju!"Ryan mengarahkan Tombak Ilahi Gungnir ke arah Darius Dragvine dan meraung lantang.Ia dan Keluarga Dragvine sudah lama menjadi musuh bebuyutan. Tidak ada lagi basa-basi yang perlu diucapkan. Sejak awal, mereka memang berdiri di sisi yang berlawanan.Andai Ryan tahu bahaya yang sedang mengancam Luna Pendragon di tempat lain, amarahnya mungkin akan jauh lebih dahsyat."Akan kuakhiri legendamu!"Darius Dragvine tertawa dingin, lalu melangkah masuk ke arena.Sepasang matanya dipenuhi niat membunuh. Ia menatap Ryan seperti menatap mangsa yang sudah tidak mam

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3753: Ronde Pamungkas

    Para kultivator di luar arena sudah tidak bisa melihat keadaan di dalam pusaran.Angin puyuh energi iblis mengamuk terlalu liar, menutup seluruh pandangan mereka. Yang terlihat hanya dua bayangan samar yang terus berbenturan, disertai dentuman keras yang mengguncang udara.Ryan menyimpan Pedang Iblis Darah ke dalam Kuburan Pedang.Kini, hanya Tombak Ilahi Gungnir yang berada di tangannya.Ia melesat maju dan menghunjamkan tombak itu dengan seluruh tenaga.Boom!Tusukan itu menghantam ruang di depan dan menciptakan ledakan dahsyat. Namun Kultivator Ranah Star Seed tingkat delapan itu berhasil mengelak di saat terakhir. Tubuhnya bergeser tipis dari ujung tombak, lalu ia membalas dengan pukulan telapak tangan ke dada Ryan.Pfft!Ryan memuntahkan darah.Wajahnya memucat, dan tubuhnya terhuyung beberapa langkah ke belakang.Baru sekarang ia benar-benar menyadari bahwa lawan ini bukan hanya mengandalkan angin. Orang itu juga memiliki kemampuan bertarung melampaui tingkatannya sendiri.Den

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3752: Angin Melawan Angin

    Ryan menyimpan Pedang Feralrot.Sebagai gantinya, sebatang tombak es muncul di tangannya.Bagi orang lain, itu hanya tampak seperti tombak es biasa. Namun sebenarnya, tombak itu adalah Tombak Ilahi Gungnir. Wujud aslinya telah disamarkan agar tak seorang pun bisa mengenali senjata tersebut.Ryan tahu, pusaka sekuat itu tidak boleh sembarangan diperlihatkan.Sekali identitasnya terbongkar, masalah yang menantinya pasti jauh lebih besar.Begitu tubuhnya bergerak, Ryan langsung menerjang maju. Pedang Iblis Darah dan Tombak Ilahi Gungnir terangkat bersamaan, lalu menghujani lawannya dengan serangan bertubi-tubi.Kultivator Ranah Star Seed tingkat delapan itu terus mengelak.Gerakannya sangat licin. Setiap kali Ryan hampir mendekat, angin puyuh dari berbagai ukuran segera datang dari segala penjuru, memaksanya menghentikan serangan dan lebih dulu menghancurkan pusaran-pusaran itu.Rencana lawannya sangat jelas.Ia ingin menguras energi spiritual Ryan.Dengan selisih tingkat kultivasi di a

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3751: Angin Puyuh

    Kini hanya tersisa tiga kultivator di angkasa.Dua orang berada di Ranah Star Seed tingkat delapan, sementara satu orang lagi berada di Ranah Star Seed tingkat sembilan.Para kultivator dari berbagai faksi besar mulai menatap Ryan dengan mata penuh harapan jahat. Mereka bisa merasakan aura Ryan mulai melemah. Setelah bertarung begitu lama, bahkan pemuda sekuat Ryan pun akhirnya menunjukkan tanda-tanda kelelahan.Bagi mereka, kematian Ryan sudah mulai terlihat.Di sisi lain, wajah Bram Herstone tampak sangat serius. Kepalan tangannya mengerat tanpa sadar.Inilah saat yang menentukan.Jika Ryan mampu mengalahkan tiga orang terakhir itu, bukan hanya nyawanya yang akan selamat, ia juga akan memperoleh Zirah Ilahi Kosmik. Namun jika ia gagal, semua perjuangannya akan berakhir di arena ini.Tidak ada seorang pun yang menduga Ryan bisa bertahan sampai sejauh ini.Bahkan dengan Ledakan Seribu Artefak, bertahan melewati pertarungan beruntun seperti ini tetap hampir mustahil.Bram hanya bisa

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status