Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 467 - Interogasi Langsung

Share

Bab 467 - Interogasi Langsung

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2024-12-16 20:32:37
Satu kata itu Ryan ucapkan dengan kekuatan energi qi, menciptakan gelombang suara yang begitu kuat hingga menyapu kerumunan.

Orang-orang terhuyung mundur, beberapa bahkan jatuh tersungkur ke tanah. Rasanya seperti dihantam ombak besar yang bergelora!

Ketika mereka berusaha bangkit dan hendak protes lagi, niat membunuh yang pekat mendadak menyelimuti area itu.

Semua orang terdiam seketika, seolah ada tangan tak kasat mata yang mencekik leher mereka.

"Aku sedang menginterogasi orang ini dan
Rianoir

Malam Terima Kasih Kak Yudi, Kak Rubei', Kak Steven, Kak Hari, Kak Putu, Kak Andi, Kak Uus, Kak Pengunjung8803, Kak Erwanto, Kak Babe, Kak Purwanto, Kak Ahmad, Kak Pirmansyah, Kak Pengunjung4356, Kak KibutsukiM36316, Kak Mohd, Kak Avta, Kak Pengunjung6803, Kak Hendra Kak Atari, Kak Alberth, Kak Ahmad, Kak Aldi, Kak Zainol, Kak Muhammad, Kak Mulyadi, Kak Alka, Kak Dewi, Kak yrhtif, Kak Arisman, Kak Jajang, Kak Arlizar, Kak Pengunjung2860, dan Kak Supriyadi atas dukungan Gem-nya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Ini adalah bab terakhir hari ini. Selamat Membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 3/3 Bab (komplit)

| 60
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Robyt
ayok membrutal lg di bab2 selanjutnya
goodnovel comment avatar
Rianoir
halo kak ma tibun, kita bertemu kembali (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
goodnovel comment avatar
Rianoir
cliffhanger memang seperti itu kak (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3856: Batas Ryan

    Dalam sejarah Akademi Heavenly Flame, pernah ada satu genius agung yang diizinkan tinggal di Kamar Roh Kelas Tinggi selama puluhan juta tahun. Itulah tolok ukur yang sesungguhnya. Nama orang itu sampai sekarang masih terukir di batu peringatan akademi. ] Selama ratusan tahun terakhir, belum ada satu pun murid yang mampu mendekatinya, apalagi melampauinya. Karena itu, begitu Ryan Pendragon berjalan santai ke dalam lorong cahaya lima warna, semua orang di pelataran menahan napas. “Kira-kira angka berapa yang akan didapat Ryan Pendragon kali ini?” bisik seseorang di tengah kerumunan. Tidak lama kemudian, energi spiritual lima warna di dalam inti urat spiritual mulai bergolak. Gumpalan itu tampak seperti sedang kesulitan menghitung sesuatu. Warnanya berubah-ubah, mengerut, lalu mengembang lagi. Sesekali cahayanya redup, lalu mendadak menyala terang, seolah inti urat spiritual sendiri tidak percaya pada hasil yang hendak ditampilkannya. Waktu terasa memanjang. Akhirnya, sebuah an

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3855: Inti Urat Spiritual

    Ryan menunduk menatap luka di tangannya yang belum sepenuhnya menutup. Darah masih tersisa di sela buku jarinya, sementara daging yang terkoyak perlahan menyatu kembali. Alasan ia memakai tinju, bukan pedang, sangat sederhana. Ia tidak ingin mewarnai Akademi Heavenly Flame dengan darah. Selain itu, pukulan tadi juga menjadi caranya menumpahkan amarah yang sejak tadi ia tahan. Semula Ryan mengira hidupnya akan menjadi sedikit lebih tenang setelah masuk ke Akademi Heavenly Flame. Setidaknya, di tempat sebesar ini, para murid seharusnya lebih tahu diri dan lebih memahami batas. Ternyata tetap saja ada orang yang sengaja datang memancing masalah. Dan itu benar-benar menjengkelkan. ‘Apa aku memang harus memandikan akademi ini dengan darah dan menghancurkan sendiri kehidupan tenang yang kuharapkan, hanya untuk mengusir serangga-serangga seperti ini?’ pikirnya. Ryan menggeleng pelan. Ia berhenti memikirkan hal itu. Menghabiskan tenaga untuk pertanyaan semacam itu sekarang tidak ad

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3854: Legenda Bernapas

    Sebanyak apa pun darah yang mereka keluarkan, seberat apa pun luka yang mereka terima, tubuh mereka selalu pulih dalam waktu singkat. Konon, genius dengan tubuh sekuat itu sanggup menghajar keberadaan yang kultivasinya jauh lebih tinggi sampai tersungkur ke tanah hanya dengan kekuatan fisik. Namun legenda tetaplah legenda. Kultivator memang memiliki berbagai kesaktian, tetapi semuanya tetap punya batas. Di mata para murid Akademi Heavenly Flame, cerita seperti itu hanya pantas hidup di dalam legenda, dibicarakan saat minum arak, lalu dilupakan begitu matahari terbit. Sekarang, tepat di depan mata mereka, legenda itu berdiri dan bernapas. Bahkan lebih sulit dipercaya daripada kisah yang pernah mereka dengar. Inilah Ryan Pendragon. Keberadaan yang sudah melampaui batas bayangan mereka. ** Instruktur penjaga pintu Sumber Urat Spiritual pun terpaku sepenuhnya. Perlahan, senyum masam muncul di wajahnya. Ia sama sekali tidak menyadari kekuatan Ryan. Lebih memalukan lagi, ia bahk

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3853: Tinju dan Kapak

    Lalu bagaimana dengan Ryan? Ia sama sekali tidak menghindar. Ia juga tidak memasang pertahanan khusus. Di bawah tatapan semua orang, pemuda itu justru mendorong tinjunya maju, seolah benar-benar hendak menyambut kapak Dunn secara langsung. Ia ingin menahan Artefak Lesser God dengan tangan kosong. Semua murid di sana terperangah. Bahkan instruktur Ranah Star Sealed yang menjaga pintu masuk Sumber Urat Spiritual ikut membeku sesaat. Ada orang yang senekat itu? Mengadu tinju kosong dengan Artefak Lesser God? Ryan memang kuat. Namun di mata kebanyakan orang, pengalaman bertarungnya tampak masih terlalu dangkal. Artefak Lesser God bukan senjata biasa. Bahkan Kultivator Ranah Star Seed pun akan memilih menghindar atau menangkis dengan artefak lain, bukan menyambut mata bilahnya memakai daging dan tulang sendiri. Sebaliknya, Dunn justru kegirangan. Ryan gila. Pemuda itu benar-benar sudah gila. Ia berani mengadu tinju dengan kapaknya yang mengerikan? Kalau begitu, sekuat apa

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3852: Pukulan Ryan

    Di luar dugaan semua orang, Ryan Pendragon yang seharusnya mulai panik justru tersenyum. Senyum itu bukan senyum kaku untuk menutupi rasa takut. Ia benar-benar tampak senang. Dunn tertegun. Apa yang terjadi dengan bocah Ranah Creation ini? Ia sudah ditekan sampai ke sudut, bahkan alasan terakhirnya sebentar lagi akan dicabut. Namun bukannya gentar, pemuda itu malah masih bisa tertawa? “Kau tertawa apa?” Dunn mendengus. “Sampai detik ini pun kau masih ingin berlagak.” “Aku mulai kagum padamu. Kenapa kau tidak jadi pemain sandiwara saja? Siapa tahu kau bisa mendapat penghargaan.” Mendengar ejekan itu, tawa kembali pecah di pelataran. Bagi mereka, sikap Ryan terlalu sulit dimengerti. Kalau ia tidak sedang berpura-pura kuat, berarti kepalanya memang bermasalah. “Tidak ada apa-apa,” ujar Ryan dengan senyum tipis. “Aku cuma berharap kau menandatanganinya lebih cepat.” Begitu kalimat itu keluar, seluruh tawa di pelataran berhenti seketika. Wajah puas Dunn pun ikut kaku. Bocah

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3851: Surat Dunn

    Kadang-kadang, seseorang melanggar aturan bukan karena sejak awal ingin melanggar, atau merasa dirinya berdiri di atas aturan.Terkadang, mereka melanggarnya karena hanya merekalah yang masih berusaha mematuhi aturan itu.Jika sudah begitu, apakah aturan semacam itu masih pantas disebut aturan?Aturan yang tidak dihormati semua pihak hanya berubah menjadi alat di tangan yang kuat, dan rantai di kaki yang lemah.Terlebih lagi, meski Dunn bukan berasal dari faksi kelas puncak, latar belakangnya tetap tidak sederhana. Di antara faksi kelas satu, keluarganya berdiri di jajaran atas. Latar belakang, bakat, dan hubungannya memberinya hak istimewa untuk mengabaikan aturan dalam batas tertentu.Ia memang tetap akan dihukum kalau tertangkap oleh Nolan Chester yang terkenal keras. Namun sekadar memberi pelajaran kepada murid tahun pertama Ranah Creation, memangnya sebesar apa masalahnya?Dunn sama sekali tidak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status