홈 / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 510 - Suruhan Keluarga Ravenclaw

공유

Bab 510 - Suruhan Keluarga Ravenclaw

작가: Rianoir
last update 게시일: 2024-12-24 13:03:30
Tanpa peringatan, pria itu kembali melemparkan pisau ke arah Ryan.

Kali ini, gerakannya jauh lebih cepat dan akurat. Pisau itu melesat bagai anak panah, mengincar salah satu titik vital Ryan!

Jelas sekali, pria misterius ini punya niat membunuh yang tak main-main.

Dia sangat percaya diri dengan kemampuan melempar pisaunya, mengingat senjata itu telah merenggut nyawa banyak praktisi lainnya.

Namun, Ryan hanya tersenyum mengejek melihat serangan itu.

"Kamu sangat suka bermain dengan pisau?
Rianoir

Ini bab kedua siang ini. selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 2/3 Bab Bab Reguler: 2/2 Bab (komplit)

| 67
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (4)
goodnovel comment avatar
Elegan 2004
nanggung Babnya nggak byk update
goodnovel comment avatar
Hari
iya harusnya kl libur hr besar babnya juga tambah
goodnovel comment avatar
Andreas E. Hardy
ok lanjut bab utk sore membaca. dan malam tks, besok libur hari besar harus byk bab nya ria......tks
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4136: Segel Myriad Sword

    Pemuda yang dilihat Wendy di kejauhan masih berdiri di puncak Gunung Freezing Sky. Ryan menancapkan Pedang Feralrot ke tanah beku, lalu menggunakan gagangnya sebagai penopang agar tubuhnya tidak ambruk.Jubahnya sudah basah oleh darah. Wendy melihat betapa sulitnya Ryan berdiri. Di atas pemuda itu, retakan ruang terus melebar, membawa tekanan yang jauh melampaui lawan mereka sebelumnya.Jika tetap berada di sana, Ryan pasti mati.'Kenapa kau sebodoh itu, Ryan? Kenapa dalam keadaan seperti ini kau masih memikirkan keselamatanku?'Air mata mengalir dari mata Wendy. Ketika jatuh ke permukaan es, tetesannya membuat salju di bawahnya meleleh. Ia ingin kembali, tetapi Dark Ray terus melesat menuruni lereng dengan kilat hitam yang mengikat pergelangan kakinya.Mungkin inilah terakhir kalinya Wendy melihat Ryan. Mereka bisa terpisah selamanya, sebelum pemuda itu mengetahui identitasnya.Kesedihannya perlahan berubah m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4135: Formasi Darah Pemecah Ruang

    Pria tua berjubah hitam menatap api es yang menyembur dari retakan kulitnya dengan wajah ketakutan. Ia sudah mencoba mengerahkan sisa energi spiritual, tetapi kobaran biru pucat itu terus melahap tubuhnya dari dalam. Dalam keputusasaan, ia mengeluarkan sebuah rune dan melemparkannya ke udara. "Selamatkan aku!" teriaknya. Namun tidak ada lagi waktu untuk menunggu pertolongan. Api es menyebar ke seluruh tubuhnya dalam satu tarikan napas. Daging dan tulangnya terbakar bersama jubah hitam yang dikenakannya. Bahkan sebelum rune itu bisa membawakan bantuan, pria tua tersebut telah lenyap tanpa menyisakan abu. Puncak Gunung Freezing Sky akhirnya kembali sunyi. Setelah pertarungan panjang yang hampir merenggut nyawa mereka, musuh terakhir dari Keluarga Miles telah tewas. Wendy menoleh kepada Ryan yang masih terduduk di tanah. Senyum tipis muncul di balik cadarnya. Ia hendak menghampiri pemuda itu, tetapi baru beberapa langkah berjalan, setetes darah mengalir dari dahinya. Senyu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4134: Dewa Pedang Six Paths

    Pria tua berjubah hitam menatap telapak tangannya dengan wajah membeku. Sabit yang sejak tadi digunakannya untuk menyerang Ryan kini hanya menyisakan serpihan hitam yang jatuh dari sela-sela jarinya. Ia mengangkat kepala, lalu memandang peti pedang raksasa di hadapan Ryan. Benda itu bahkan tidak menunjukkan bekas kerusakan setelah menerima tebasan langsung darinya. "Benda apa itu sebenarnya?!" serunya tak percaya. Ryan tersenyum. Namun senyum itu berbeda dari sebelumnya. Tatapannya kini dipenuhi keangkuhan yang tidak biasa, seolah orang yang berdiri di sana sama sekali tidak memandang sang tetua sebagai ancaman. "Peti Pedang Six Paths." Ia mengangkat dagu sedikit. "Aku Quillon Wynn, Dewa Pedang Six Paths!" Begitu kata-kata itu terucap, peti pedang langsung bergerak. Benda raksasa tersebut berputar di udara sambil mengeluarkan dengungan berat, kemudian melesat menghantam pria tua berjubah hitam. Boom! Benturannya membuat esensi darah sang tetua bergejolak. Ia buru-buru meng

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4133: Peti Pedang yang Tersegel

    Raungan pria tua berjubah hitam belum selesai terdengar ketika Dark Ray mendadak melompat tinggi. Binatang itu lebih dahulu merasakan bahaya yang datang dari belakang, lalu mengerahkan kecepatannya untuk menjauh. Boom! Tanah tempat Dark Ray baru saja berpijak meledak, meninggalkan kawah besar. Pecahan es dan bebatuan terhambur ke udara. Ryan yang berada di punggungnya langsung menoleh, tetapi bayangan hitam sudah melesat mendekat sebelum ia sempat melakukan apa pun. Tidak ada cukup waktu untuk menghindar. Ryan mengangkat telapak tangan secara naluriah dan mengaktifkan sebagian kekuatan Garis Darah Ilahi Scarlet Dust untuk menahan serangan tersebut. Boom! Tubuhnya terpental dari punggung Dark Ray, lalu berguling beberapa kali di atas tanah beku. Ketika akhirnya berhenti, salah satu lengannya terasa nyaris kehilangan bentuk. Tulang-tulang di dalamnya seakan remuk, bahkan jari-jarinya tidak lagi bisa ditekuk. Ryan memuntahkan darah ke salju. Luka yang diterimanya sejak awal

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4132: Asura Nether

    Pria tua berjubah hitam memandang Ryan seolah sedang melihat sesuatu yang tidak mungkin ada. Pemuda yang sudah berkali-kali dihantamnya itu masih mampu berdiri. Lebih mengerikan lagi, energi iblis yang sebelumnya memenuhi domainnya kini menghilang sedikit demi sedikit. 'Apakah bocah ini memiliki tubuh abadi?' Bukan hanya luka Ryan yang membuatnya bingung. Bahkan Pedang Hukuman Langit yang baru saja dilepaskannya telah lenyap bersama energi iblis tersebut, seolah ditelan sesuatu tanpa meninggalkan jejak. 'Jangan-jangan dia sebenarnya iblis yang menyamar sebagai manusia?' Ryan tidak memedulikan keterkejutan lawannya. Ia menoleh kepada wanita bercadar di belakangnya. Sejak bertemu wanita itu, ada satu hal yang terus mengusik pikirannya. "Aku penasaran, wajah seperti apa yang kau sembunyikan di balik cadar itu?" "Kau tahu namaku, dan sebelumnya kau juga pernah menyelamatkanku. Apa kita sebenarnya saling mengenal?" Wendy sedikit gemetar. Jemarinya meremas ujung jubah yang su

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4131: Pedang Hukuman Langit

    "Kau mengaku kalah?" tanya Saint Immortal King sambil bersendawa setelah meneguk araknya.Pria tua berpakaian kasar justru tertawa. "Aku memang terkejut melihat Garis Darah Ilahi Scarlet Dust yang lengkap pada bocah itu." "Tapi jalan buntu tetaplah jalan buntu."Ia menunjuk bayangan Ryan di layar formasi. "Lihat kondisinya sekarang. Mengaktifkan garis darah itu sekali lagi saja pasti sangat sulit baginya." "Sementara itu, tetua Keluarga Miles masih memiliki tenaga untuk membunuh mereka berdua."Saint Immortal King tidak membantah. Ia bangkit, berjalan beberapa langkah, lalu menyandarkan punggung pada batang pohon besar di dekat papan catur."Kalau begitu, lanjutkan saja menontonnya. Aku ingin tidur sebentar," katanya santai. "Umurku sudah tua, dan belakangan ini aku kurang tidur. Harap dimaklumi."Pria tua berpakaian kasar memandangnya dengan mulut sedikit terbuka. Ia hendak mengatakan sesuatu, tetapi akhirnya menutup

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status