ログインTerima Kasih Kak Usman atas dukungan Gem-nya.(. ❛ ᴗ ❛.) Ini adalah bab bonus hari ini. Akumulasi Gem: 01-10-2024 (Siang) : 3 Gem Dua Gem lagi yuk, dapat tambahan 1 bab lagi. Dan kebetulan, jumlah view hampir mencapai 1000. jika hari ini mencapai 1000 view, othor tambahin 1 bab lagi, doakan saja.(≧▽≦) Selamat Membaca (◠‿・)—☆
Boom!Kaelen Kosmar menerjang dengan kecepatan mengerikan.Ryan segera mengangkat Pedang Feralrot dan melintangkannya di depan tubuh.Tang!Tinju Kaelen menghantam bilah pedang dengan keras.Benturan itu mengguncang udara dan mendorong Ryan mundur dua langkah. Darah di seluruh tubuhnya bergolak hebat, seolah sebuah palu raksasa baru saja menghantam dadanya dari dalam.Namun Ryan tetap berdiri tegak.Lapisan es di bawah kakinya pecah akibat dorongan tersebut, membentuk dua jejak panjang. Meski organ dalamnya terguncang, napas Ryan tetap teratur. Ia segera menyalurkan Energi Gao untuk menekan darah yang bergolak dan menstabilkan tubuhnya.Tatapannya dingin, sedangkan genggamannya pada Pedang Feralrot tidak mengendur sedikit pun.“Hmm?”Kaelen menyipitkan mata.“Kau tidak terpengaruh oleh garis darah Klan Kosmara.”Untuk pertama kalinya, ketenangan di wajahnya benar-benar berubah.Ketika kultivator biasa bertarung melawan anggota Klan Kosmara, darah mereka pasti akan tertekan. Gerakan me
Kilatan hina melintas di mata Kaelen Kosmar.Ia memandang para kultivator yang masih berani berdiri seolah sedang melihat sekumpulan serangga kecil yang mencoba menggigit langit.“Sekumpulan semut,” ucapnya dingin. “Kalian benar-benar mengira mampu menandingi anggota Klan Kosmara?”Begitu kalimat itu selesai, tubuh Kaelen menghilang.Kecepatannya begitu mengerikan hingga beberapa kultivator Ranah Star Seed hanya mampu menangkap bayangan samar. Mereka belum sempat mengunci posisinya, tetapi tekanan mematikan sudah menyapu ke arah mereka.Pada saat yang sama, para kultivator yang sebelumnya memilih berlutut juga ikut bergerak.Mereka menerjang dengan wajah penuh tekad, seolah ingin membuktikan kesetiaan kepada tuan baru mereka.Namun Ryan tahu sebagian besar dari mereka tidak benar-benar setia.Mereka hanya takut.Jika tidak menunjukkan kegunaan sekarang, Kaelen mungkin akan membunuh mereka tanpa ragu.Saat kerumunan mulai bergerak, Ryan justru berlari menuju bagian yang paling padat.I
Masalah terbesar bukan karena Kaelen Kosmar hanya berada di Ranah Star Seed.Yang benar-benar mengerikan adalah garis darahnya.Seorang kultivator Ranah Star Seed dari Klan Kosmara dikenal mampu menandingi kultivator Ranah Star Sealed. Dengan kekuatan semacam itu, hampir tidak ada seorang pun di dalam gua yang sanggup menghentikannya.Suasana yang sebelumnya kacau akibat perebutan saripati darah mendadak menjadi kaku.Tidak ada yang berani bergerak lebih dahulu.Sebagian kultivator bahkan merasakan darah di tubuh mereka bergetar. Tekanan alami dari garis darah Klan Kosmara membuat tubuh mereka tanpa sadar ingin tunduk.Namun Ryan tidak merasakan hal yang sama.Garis Darah Reinkarnasi di dalam tubuhnya justru mulai membara perlahan.Perasaan itu sangat aneh.Bukan seperti sedang ditekan.Bukan pula seperti menolak keberadaan Kaelen Kosmar.Rasanya lebih seperti dua kekuatan kuno yang pernah bersinggungan pada masa sangat jauh, lalu kembali saling mengenali setelah dipisahkan oleh zaman
Seberkas sinar pedang membelah udara.Esensi pedang yang terkandung di dalamnya menyapu seluruh ruangan dalam sekejap. Udara bergetar, sementara hawa dingin seperti bilah tak kasatmata menekan semua orang di sekitar peti mati.Boom!Kultivator Ranah Star Seed tingkat empat yang sedang menggenggam botol giok langsung terpental.Tebasan Ryan menghantam dadanya dan meninggalkan luka panjang. Darah menyembur, sedangkan botol berisi saripati darah Klan Kosmara terlepas dari tangannya.Botol itu berputar di udara dan jatuh menuju lantai batu.Namun Ryan sudah bergerak sejak melepaskan tebasan.Tubuhnya melesat lebih cepat daripada botol tersebut. Tepat sebelum benda itu menyentuh tanah, jemarinya mengatup dan menangkapnya dengan sempurna.Tanpa membuang waktu, Ryan langsung memindahkan botol giok ke dalam Kuburan Pedang.Semua terjadi dalam beberapa detik.Sebagian kultivator bahkan belum sempat mema
Pandangan Ryan akhirnya tertuju pada peti mati batu di hadapannya. Meski formasi besar di bawah peti itu sudah lumpuh dan kehilangan daya, aura yang keluar dari dalamnya tetap membuat tengkuk Ryan terasa dingin. Tekanan kuno menyelimuti seluruh ruangan. Samar, tetapi berat. Seolah sosok yang berbaring di dalam peti masih menyisakan wibawa besar meski telah melewati zaman yang sangat panjang. ‘Pemilik tempat ini pasti bukan kultivator biasa semasa hidupnya.’ Ryan menyipitkan mata. ‘Ranah Star Sealed? Atau bahkan Ranah Heavenly Saint?’ Rasa ingin tahu mulai memenuhi pikirannya. Ryan mengulurkan tangan untuk membuka penutup peti mati. Namun sebelum jemarinya menyentuh permukaan batu, derap langkah terdengar dari arah belakang. Ia segera menarik kembali tangannya dan menoleh. Para kultivator lain akhirnya berhasil menyusul. Begitu melihat Ryan berdiri di depan peti mati, tatapan mereka langsung dipenuhi keserakahan. “Dia ada di sini!” Seseorang berteriak keras. Dalam sekeja
Ketika Ryan melangkah keluar dari kerumunan dan menuju barisan paling depan, beberapa kultivator langsung menoleh. Tatapan mereka berubah dari heran menjadi mengejek. “Apa yang ingin kaulakukan? Menyeberang?” salah seorang dari mereka mencibir. “Jangan buang nyawamu sia-sia.” “Sepertinya ada satu lagi orang bodoh yang ingin mati.” “Seorang kultivator Ranah Dao Integration juga berani mencoba? Benar-benar tidak tahu diri.” Cemoohan terdengar dari berbagai arah. Tidak seorang pun percaya Ryan mampu melewati lorong tersebut dengan selamat. Sepuluh kultivator yang baru saja tewas bukan orang lemah. Beberapa di antaranya bahkan telah mencapai Ranah Star Seed tahap awal, tetapi tubuh mereka tetap terpotong tanpa sempat melawan. Di mata orang-orang itu, Ryan hanya sedang mencari kematian. Ryan sama sekali tidak memedulikan ejekan mereka. Tatapannya tetap tertuju pada mural yang bergerak di sepanjang dinding. Klan Kosmara memiliki hubungan erat dengan Kuburan Pedang. Karena itu, apa
Wakil Ketua Fordo Carlos bermain-main dengan gumpalan darah di tangannya seolah-olah sedang melihat mainan yang menarik. Kemudian dia melangkah maju dengan santai dan memandang ke arah Gunung Langit Biru dengan mata yang menyipit berbahaya.Dia tersenyum lebar dan berkata denga
Tujuh tahun yang lalu, saat keluarga Pendragon masih ada, dia pernah jatuh cinta pada seorang gadis. Gadis itu bernama Selly Hilton, putri bungsu dari keluarga Hilton yang tersohor. Dengan rambut pirang berkilau dan mata biru cemerlang, Selly adalah definisi dari kecantikan yang mampu membuat seti
Hanna melangkah maju dan meludah dengan nada menuduh, "Jangan kira kau bisa lolos dengan kartu debit palsu! Jika transaksi ini gagal, kau akan masuk penjara karena penipuan!"Matanya berkilat penuh kebencian, seolah-olah dia berharap Ryan akan langsung hancur di tempat. Adel, yang berdiri di sampin
Semua orang tercengang ketika mendengar ini, dan mereka tanpa sadar menatap Jessica Neuro dengan keterkejutan yang jelas.Wajahnya dipenuhi dengan kejutan yang tidak bisa disembunyikan. Matanya melebar, tidak menyangka Ryan akan memilihnya dari semua pilihan yang ada.Tetap saja







