แชร์

Bab 57 - Uang Dan Kondominium

ผู้เขียน: Rianoir
last update วันที่เผยแพร่: 2024-10-01 19:34:45
Lambat laun, Jeremy bahkan menyadari bahwa rasa sakit yang telah ia derita selama bertahun-tahun telah hilang! Hilang sepenuhnya!

Ia membuka matanya dan mendapati seluruh dunia sangat terang, seolah-olah dirinya telah terlahir kembali!

"Ini... ini..." Jeremy tergagap, matanya berkaca-kaca. Tidak ada yang tahu seberapa kuat perasaan yang bergejolak di hatinya saat ini.

Tanpa pikir panjang, Jeremy mengulurkan tangannya dan menggenggam erat tangan Ryan.

Tangannya bergetar, antara takjub dan
Rianoir

Terima Kasih Kak Daniel atas dukungan Gem-nya.(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Bab ini adalah bab bonus karena jumlah view novel ini mencapai 1000(⁠≧⁠▽⁠≦⁠) mulai besok, othor akan UP 2 bab sehari, kecuali hari sabtu dan minggu (hanya Up 1 bab). Tapi tentu saja, sistem Gem masih tetap berjalan di hari apapun. othor akan tetep kasih kalian bab bonus tiap kelipatan 5 Gem.(⁠✯⁠ᴗ⁠✯⁠) Akumulasi Gem: 01-10-2024 (malam) : 4 Gem yuk kurang 1 Gem lagi, hehehhe Selamat Membaca(⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 39
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Roji Suraji
sangat bagus
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3857: Terobosan Dua Hari

    Ryan tersenyum.Kondisi energi spiritual di tempat ini jauh melampaui bayangannya. Setiap tarikan napas seolah membawa arus murni yang langsung meresap ke daging, tulang, dan pusat energinya.Namun ia tidak membiarkan dirinya tenggelam begitu saja.Tidak lama kemudian, Ryan menenangkan pikiran. Ia tidak langsung berkultivasi, melainkan lebih dulu memulihkan luka di tangannya. Daging yang tadi terkoyak oleh kapak Dunn perlahan menutup sepenuhnya, darah berhenti mengalir, dan rasa nyeri yang tersisa pun menghilang.Setelah kondisi tubuhnya kembali ke puncak, barulah Ryan memejamkan mata dan mulai berkultivasi.Auranya tumbuh dengan cepat.Di luar, energi spiritual di sekitar mulut lorong perlahan menipis. Beberapa murid yang masih menunggu di sana mengerutkan kening dan menoleh ke arah lorong, seolah merasakan ada sesuatu yang tidak beres di balik pintu batu itu.**Dua hari kemudian.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3856: Batas Ryan

    Dalam sejarah Akademi Heavenly Flame, pernah ada satu genius agung yang diizinkan tinggal di Kamar Roh Kelas Tinggi selama puluhan juta tahun. Itulah tolok ukur yang sesungguhnya. Nama orang itu sampai sekarang masih terukir di batu peringatan akademi. ] Selama ratusan tahun terakhir, belum ada satu pun murid yang mampu mendekatinya, apalagi melampauinya. Karena itu, begitu Ryan Pendragon berjalan santai ke dalam lorong cahaya lima warna, semua orang di pelataran menahan napas. “Kira-kira angka berapa yang akan didapat Ryan Pendragon kali ini?” bisik seseorang di tengah kerumunan. Tidak lama kemudian, energi spiritual lima warna di dalam inti urat spiritual mulai bergolak. Gumpalan itu tampak seperti sedang kesulitan menghitung sesuatu. Warnanya berubah-ubah, mengerut, lalu mengembang lagi. Sesekali cahayanya redup, lalu mendadak menyala terang, seolah inti urat spiritual sendiri tidak percaya pada hasil yang hendak ditampilkannya. Waktu terasa memanjang. Akhirnya, sebuah an

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3855: Inti Urat Spiritual

    Ryan menunduk menatap luka di tangannya yang belum sepenuhnya menutup. Darah masih tersisa di sela buku jarinya, sementara daging yang terkoyak perlahan menyatu kembali. Alasan ia memakai tinju, bukan pedang, sangat sederhana. Ia tidak ingin mewarnai Akademi Heavenly Flame dengan darah. Selain itu, pukulan tadi juga menjadi caranya menumpahkan amarah yang sejak tadi ia tahan. Semula Ryan mengira hidupnya akan menjadi sedikit lebih tenang setelah masuk ke Akademi Heavenly Flame. Setidaknya, di tempat sebesar ini, para murid seharusnya lebih tahu diri dan lebih memahami batas. Ternyata tetap saja ada orang yang sengaja datang memancing masalah. Dan itu benar-benar menjengkelkan. ‘Apa aku memang harus memandikan akademi ini dengan darah dan menghancurkan sendiri kehidupan tenang yang kuharapkan, hanya untuk mengusir serangga-serangga seperti ini?’ pikirnya. Ryan menggeleng pelan. Ia berhenti memikirkan hal itu. Menghabiskan tenaga untuk pertanyaan semacam itu sekarang tidak ad

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3854: Legenda Bernapas

    Sebanyak apa pun darah yang mereka keluarkan, seberat apa pun luka yang mereka terima, tubuh mereka selalu pulih dalam waktu singkat. Konon, genius dengan tubuh sekuat itu sanggup menghajar keberadaan yang kultivasinya jauh lebih tinggi sampai tersungkur ke tanah hanya dengan kekuatan fisik. Namun legenda tetaplah legenda. Kultivator memang memiliki berbagai kesaktian, tetapi semuanya tetap punya batas. Di mata para murid Akademi Heavenly Flame, cerita seperti itu hanya pantas hidup di dalam legenda, dibicarakan saat minum arak, lalu dilupakan begitu matahari terbit. Sekarang, tepat di depan mata mereka, legenda itu berdiri dan bernapas. Bahkan lebih sulit dipercaya daripada kisah yang pernah mereka dengar. Inilah Ryan Pendragon. Keberadaan yang sudah melampaui batas bayangan mereka. ** Instruktur penjaga pintu Sumber Urat Spiritual pun terpaku sepenuhnya. Perlahan, senyum masam muncul di wajahnya. Ia sama sekali tidak menyadari kekuatan Ryan. Lebih memalukan lagi, ia bahk

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3853: Tinju dan Kapak

    Lalu bagaimana dengan Ryan? Ia sama sekali tidak menghindar. Ia juga tidak memasang pertahanan khusus. Di bawah tatapan semua orang, pemuda itu justru mendorong tinjunya maju, seolah benar-benar hendak menyambut kapak Dunn secara langsung. Ia ingin menahan Artefak Lesser God dengan tangan kosong. Semua murid di sana terperangah. Bahkan instruktur Ranah Star Sealed yang menjaga pintu masuk Sumber Urat Spiritual ikut membeku sesaat. Ada orang yang senekat itu? Mengadu tinju kosong dengan Artefak Lesser God? Ryan memang kuat. Namun di mata kebanyakan orang, pengalaman bertarungnya tampak masih terlalu dangkal. Artefak Lesser God bukan senjata biasa. Bahkan Kultivator Ranah Star Seed pun akan memilih menghindar atau menangkis dengan artefak lain, bukan menyambut mata bilahnya memakai daging dan tulang sendiri. Sebaliknya, Dunn justru kegirangan. Ryan gila. Pemuda itu benar-benar sudah gila. Ia berani mengadu tinju dengan kapaknya yang mengerikan? Kalau begitu, sekuat apa

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3852: Pukulan Ryan

    Di luar dugaan semua orang, Ryan Pendragon yang seharusnya mulai panik justru tersenyum. Senyum itu bukan senyum kaku untuk menutupi rasa takut. Ia benar-benar tampak senang. Dunn tertegun. Apa yang terjadi dengan bocah Ranah Creation ini? Ia sudah ditekan sampai ke sudut, bahkan alasan terakhirnya sebentar lagi akan dicabut. Namun bukannya gentar, pemuda itu malah masih bisa tertawa? “Kau tertawa apa?” Dunn mendengus. “Sampai detik ini pun kau masih ingin berlagak.” “Aku mulai kagum padamu. Kenapa kau tidak jadi pemain sandiwara saja? Siapa tahu kau bisa mendapat penghargaan.” Mendengar ejekan itu, tawa kembali pecah di pelataran. Bagi mereka, sikap Ryan terlalu sulit dimengerti. Kalau ia tidak sedang berpura-pura kuat, berarti kepalanya memang bermasalah. “Tidak ada apa-apa,” ujar Ryan dengan senyum tipis. “Aku cuma berharap kau menandatanganinya lebih cepat.” Begitu kalimat itu keluar, seluruh tawa di pelataran berhenti seketika. Wajah puas Dunn pun ikut kaku. Bocah

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status