LOGINMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Eny Rahayu, Kak Patricia Inge, Kak Pengunjung5804, Kak Sendy Zen, Kak Hari, Kak Fahrudin Ikhwani, dan Kak Alfi Ramadhan atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih kepada semua pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (◍•ᴗ•◍) karena jumlah target koin kembali tercapai, hari ini akan ada satu bab bonus hadiah (≧▽≦) othor akan rilis sekitar jam 8an ya. Ditunggu (◠‿・)—☆ btw, othor penasaran, apakah bakal ada yang komen protes kalau malam ini cuma rilis satu bab saja? padahal othor sudah kasih pemberitahuan di sini. wkwkwkwk. Kalau sampai ada yang protes seperti itu, othor undur sampai jam 9 atau jam 10 malam WIB rilis bab bonusnya, hehehehe. jujur othor sedikit kesal aja, udah othor tulis kalau ada bab bonus hadiah, masih kena protes. kecuali kalau othor emang gak nulis apa-apa, silahkan kalian protes gpp ( ╹▽╹ )
Di luar, lingkaran kepungan semakin rapat.Para kultivator Dao Integration berdiri di setiap sisi tanpa celah, masing-masing tidak berniat memberi Ryan satu pun kesempatan untuk bergerak ke arah mana pun.Ryan tidak membuang napas untuk kata-kata yang tidak perlu.Ia menatap mereka semua dengan tenang, dan di dalam hatinya sebuah keputusan sudah terbentuk dengan keras.'Melarikan diri tidak mungkin. Para kultivator tingkat puncak menghalangi setiap jalur yang ada.''Kalau memang tidak ada jalan keluar, aku akan bertarung sampai tidak ada yang tersisa.' 'Dan sebelum aku jatuh, aku akan membuat mereka membayar sebanyak yang bisa aku paksakan.'"Pandai berlari, heh? Kenapa tidak lari lagi sekarang?" salah satu dari mereka mengejek dengan tawa yang tidak menyenangkan untuk didengar."Ryan membunuh lebih dari seribu murid sekteku. Hari ini, nyawanya adalah harganya!" yang lain berteriak dengan kebencian yang tidak l
Belum genap beberapa menit sejak Ryan meninggalkan kota, ia sudah bisa merasakan aura-aura yang mengejar di belakangnya. Cepat. Tidak berusaha menyembunyikan diri. Dan jumlahnya terus bertambah dengan setiap detik yang berlalu.Ryan melirik ke belakang dengan kening yang mengerut.'Kalau ini terus berlanjut, aku akan terkepung cepat atau lambat.''Melawan beberapa dari mereka mungkin bisa. Tapi semakin lama, semakin banyak yang datang. Kalau aku terjebak dalam pertarungan panjang, aku akan dikerumuni.'Jessica Neuro juga tidak bisa datang secepat ini. Ia masih mengantar Lehman Sun.'Aku harus memancing mereka menjauh. Kalau tidak, Yue Lane dan Lina Jirk akan ikut terseret dalam bahaya ini.'Ryan mengambil keputusan dalam sekejap. Ia membelokkan arahnya menuju Laut Crimson Demon dan memacu kecepatannya semaksimal yang tubuhnya bisa berikan.'Di Laut Crimson Demon ada pulau-pulau yang tak terhitung. Kalau bisa me
"Kalian punya begitu banyak kultivator Dao Integration, namun tidak satu pun yang berani menyerang satu kultivator Primordial Chaos sendirian." Ryan menatap rombongan di depannya dengan senyum yang mengandung ejekan yang tidak berusaha ia sembunyikan. "Apakah kalian tidak takut menjadi bahan cerita yang memalukan?" Kata-kata itu menghantam lebih dalam dari yang mereka inginkan. Pembuluh darah di wajah beberapa dari mereka tampak menegang dengan kemarahan yang mencari jalan keluar namun tidak menemukan satu yang aman. "Brengsek! Kalau kalian semua tidak bergerak, aku yang akan melakukannya!" Seorang kultivator Dao Integration tingkat kedua dari Mad Demon Palace melompat keluar dari barisan dan muncul di depan Ryan dalam sekejap. SYUUTT! Lengannya terangkat, energi penuh mengalir ke dalam tinjunya, dengan niat membunuh yang tidak berusaha disembunyikan. Ryan tidak berkedip. 'Membunuh orang ini dengan semua mata yang menonton di sini mungkin tidak mudah. Tapi tidak berarti tidak
Ryan memang bukan seseorang yang bisa diukur hanya dari tingkat kultivasinya. "Kalau tidak berani menyerang, untuk apa bersuara sekeras itu?" Senyum tipis yang mengandung penghinaan terbentuk di sudut bibir Ryan. Wajah murid Mad Demon Palace itu memerah. Kata-kata itu menghantam lebih dalam dari tamparan fisik mana pun yang bisa Ryan lakukan kepadanya sekarang. "Apa urusannya kalau aku tidak berani?!" ia berteriak dengan frustrasi yang sudah tidak bisa ia tahan. "Orang lain pasti berani!" Sebelum ada yang bisa mencegahnya, ia sudah melesat ke langit dan berteriak sekuat yang tenggorokannya mampu. "Ryan Pendragon ada di Kota Heaven Martial!" Kehadiran Ryan kini tersebar ke seluruh penjuru kota dalam sekejap, dan di kota yang dipenuhi berbagai faksi dengan berbagai urusan lama terhadap Ryan, pengumuman itu tidak butuh waktu lama untuk mendapat respons. "Kau sudah bosan hidup." Nada Ryan turun menjadi dingin. Ia tidak perlu membuang energi Gao untuk orang semacam ini. Artefak
Jessica Neuro mengerutkan kening tipis dengan ekspresi yang mengandung kebingungan yang tidak ia sembunyikan sepenuhnya.Namun kemudian sesuatu menggerakkan ingatannya. Ryan memang sudah menyebut nama kota itu sebelumnya, jauh sebelum trial ini dimulai."Kalau begitu, biarkan aku mengantar temanmu lebih dulu. Setelah itu aku akan datang menjemputmu di Kota Heaven Martial." Ia menatap Ryan dengan tatapan yang tidak memberi ruang untuk ditafsirkan sebagai persetujuan tanpa syarat. "Jangan membuat aku menunggu terlalu lama.""Baik." Ryan mengangguk dengan rasa terima kasih yang tulus.'Tidak tahu bagaimana kondisi Lina Jirk dan Yue Lane sekarang. Tapi karena tempat ini dekat, aku harus pergi melihat sendiri.''Soal Tablet Reinkarnasi... itu tidak bisa dipaksakan. Saatnya akan tiba.'**Ryan berpamitan kepada Jessica Neuro dan melangkah sendirian ke arah Kota Heaven Martial dengan langkah yang mantap mesk
Peringatan Andrey Xerxes menghantam pikirannya dalam sekejap, dan tubuh Ryan bergerak bahkan sebelum nalarnya sempat memproses apa yang sedang terjadi.Ia melompat ke samping sambil memaksakan sisa energinya mengalir ke Zirah Sisik Surgawi dalam satu denyutan.BOOM!Tidak cukup cepat.Sesuatu melintas dari belakangnya dan luka berdarah menganga di pinggangnya, rasa sakitnya menghunjam tajam bagai pisau yang baru saja dipanaskan. Meski Zirah Sisik Surgawi sudah aktif sebagian, tapi sentuhan serangan itu saja sudah cukup untuk menembus pertahanannya dan meninggalkan bekas yang nyata.Ryan mengonsumsi pil pemulihan dalam sekejap dan mengatur napasnya, lalu berbalik menghadap sumber serangan itu.Di depannya berdiri Ular Iblis Bermata Hijau berukuran manusia, jauh lebih kecil dari wujud aslinya namun memancarkan aura yang berbeda dari sebelumnya. Lebih segar. Lebih berbahaya dengan cara yang berbeda.Dari
"Tidurlah. Besok kamu masih harus bangun pagi. Akan ada banyak kesempatan lain kali," ucap Rindy dengan suara lembut namun tegas. Setelah itu, dia memejamkan mata dan hanya menyisakan suara napasnya yang teratur. Yang membuat Ryan semakin tersiksa, Rindy menggenggam tangan kirinya erat-erat dengan
"Baiklah, bawa kami ke hotel dulu," ujar Ryan. "Baik Tuan." Pria bertopi yang memperkenalkan diri sebagai Jason Quentin itu mengantar mereka ke sebuah mobil hitam yang langsung melaju menuju Hotel Ritz Charlton. Hotel mewah ini merupakan bagian dari jaringan properti yang dioperasikan perusahaan
Eleanor Jorge tersenyum kecil menutup pintu dan kembali ke ruang tamu. "Ada gadis cantik mencarimu. Katanya tetanggamu." Ryan menyesap air dengan senyum pahit. "Dia cuma teman Bu, jangan berpikir macam-macam. Ngomong-ngomong, Ayah di mana?" Eleanor Jorge tampak panik sesaat. "Waktu keluar dari pen
Setelah memberikan beberapa instruksi lain, Ryan meninggalkan Guild Round Table. Jika tebakannya benar, ayahnya berada di tangan Guardian Nexopolis, Zeke Fernando, atau Keluarga Ravenclaw. Karena Larry tidak bisa bergerak, dia harus menanganinya sendiri. Ryan mengetahui lokasi kediaman Keluarga







