Share

Bab 1215

Author: Danira Widia
"Di Keluarga Azhara, siapa pun yang membuat kesalahan harus dihukum. Sekarang kamu sudah ikut denganku, jadi kamu juga begitu," kata Bayu.

"Nggak ...."

Melihat Bayu yang mengangkat ikat pinggangnya, Chelsea merasa ketakutan sampai tidak menyelesaikan kalimatnya. Rasa sakit yang menyengat pun langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.

Bayu juga tidak memukul Chelsea dengan sepuasnya karena tidak ingin meninggalkan terlalu banyak bekas luka di tubuh Chelsea. Dia melemparkan sebuah kartu dengan santai, lalu pergi. Dia tidak ingin tidur di ranjang itu karena sudah entah berapa banyak wanita yang pernah tidur di sana, sehingga dia berusaha bangkit dan berjalan ke jendela.

Begitu jendelanya dibuka, angin dingin berembus masuk dan membuat Chelsea lebih tenang. Saat menundukkan kepala, tatapannya langsung bertemu dengan tatapan seseorang di bawah. Rumah ini memiliki tingkatan yang rendah dan jumlah lantainya juga sedikit, sehingga dia bahkan bisa melihat puntung rokok di bawah kaki karena pria itu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1745

    "Bu, aku sudah bilang, hubunganku dengan Louise hanya sebatas teman, nggak ada hubungan lain," jelas Arya dengan sabar."Jangan pikir kamu bisa membohongiku. Kalau kalian memang nggak ada hubungan apa-apa, kenapa kamu menolak perjodohan?" tanya Amelia dengan serius.Arya memijat pelipisnya. "Bu, aku punya orang yang kusukai. Aku nggak akan ikut kencan buta. Jangan ikut campur lagi dalam urusanku."Amelia tertegun. Dia duduk dengan lemas."Dulu aku juga jarang mengurus adikmu, selalu merasa kalian berdua cukup bisa diandalkan. Tapi hasilnya bagaimana?""Azka meninggal karena kesalahannya sendiri. Itu nggak ada hubungannya denganmu," Arya menegaskan."Lalu kamu?"Arya membeku di tempat. Kalimat itu seperti pisau tajam yang membelah lapisan tipis yang tampak utuh di permukaan, padahal bagian dalamnya sudah lama membusuk.Saat Azka mengalami kecelakaan, ibunya tidak pernah menyalahkan Arya, hanya mengatakan bahwa Azka terlalu keras kepala dan melakukan kesalahan besar. Sementara Arya? Dia

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1744

    Orang-orang di sekitar mendengar keributan itu dan serentak menoleh. Hal ini membuat wajah Louise memucat lalu memerah, benar-benar malu."Aku, aku ...."Jason melirik Norman. Norman segera berbalik, mencari manajer restoran untuk menjelaskan situasinya."Duduk dulu," kata Jason.Louise duduk kembali dengan marah. Tangannya menggenggam handuk sambil menyeka sisa sup di tubuhnya dengan kuat. Untung dia mengenakan jaket. Kalau tidak, kulitnya pasti sudah melepuh."Sial sekali," keluh Louise, lalu menambahkan, "Bukannya aku mau bicara buruk soal Arya, tapi ibunya benar-benar nggak masuk akal."Janice juga merasa aneh. "Kenapa ibu Arya jadi seperti ini?"Jason menjawab, "Dia sakit.""Sakit apa?""Kejiwaan," jawab Jason dengan nada tak berdaya.Tangan Louise yang sedang mengelap tubuhnya terhenti. "Gangguan jiwa? Kok bisa? Dia .... Jujur saja, ibunya itu punya uang dan waktu. Meskipun satu anaknya meninggal, itu juga akibat dari perbuatannya sendiri. Setidaknya Arya ini anak yang baik, 'kan

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1743

    Leah diam saja, menekan bibirnya erat-erat.....Setelah keluar dari ruang rawat, Janice menghela napas panjang. Dia menatap Jason dan bertanya, "Menurutmu Leah akan memilih apa?"Jason menatap sekilas pintu kamar rumah sakit. "Leah dan Verica sebenarnya tipe orang yang sama."Janice merenung sejenak, lalu tiba-tiba tersadar. "Maksudnya, nggak peduli Verica ini asli atau palsu, Leah pasti akan percaya bahwa dia palsu demi dirinya sendiri. Ini malah jadi kesempatan bagus untuk menebus kesalahan sekaligus menolong diri sendiri.""Mm." Jason sebenarnya sudah melihat jawabannya dari mata Leah. Itulah jawaban yang dia inginkan, memasukkan Verica ke penjara.Hari itu berlalu dengan cepat. Saat istirahat sudah hampir waktu makan malam, Janice mengusulkan agar mereka sekalian makan bersama. Arya pun membawa mereka ke restoran di dekat rumah sakit.Sebelum hidangan disajikan, Arya menanyakan situasi Jason dan Janice di kamar Leah. Janice menjelaskan semuanya dengan jujur.Arya berkata, "Aku men

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1742

    Bukan?Di benak Leah, muncul sebuah gambaran yang sama sekali tidak sanggup diterimanya. "Nggak, nggak mungkin. Aku tahu kalian hanya ingin menipuku."Leah menutup telinganya, menolak mendengar kata-kata Janice lagi.Jason berkata dengan nada dingin, "Keluarga Azhara menjalankan bisnis seperti itu bukan hanya satu atau dua tahun saja. Sebelumnya bahkan ada dua negara yang bekerja sama menyelidikinya, tapi selalu lolos. Hanya kali ini saja mereka gagal total. Coba kamu pikirkan baik-baik, kenapa?"Leah perlahan-lahan menurunkan tangannya, lalu kembali memikirkan semua kejadian di kapal pesiar. Dia selalu mengira Janice yang menghancurkan rencana Keluarga Azhara, padahal Janice sebenarnya hanya mengetahui hanya mengetahui sedikit hal saja tentang Keluarga Azhara.Pukulan paling mematikan bagi Keluarga Azhara datang dari orang dalam, seolah-olah ada seseorang yang mengendalikan segalanya agar Janice menghancurkan rencana Keluarga Azhara. Janice memang terlihat seperti pemenang terakhirnya

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1741

    "Aku juga menemukan satu hal lagi. Sebelum Keluarga Azhara dalam masalah, perhiasan yang dikenakan Verica sangat sedikit. Setelah insiden Keluarga Azhara dan dilakukan pendataan aset, pihak kepolisian baru menyadari semua perhiasan itu sejak awal terdaftar atas namamu dan tidak ada satu pun aset atas nama Verica.""Dia bersusah payah melindungimu dalam peristiwa Keluarga Azhara bukan karena cinta. Selama kamu aman, nggak akan ada orang yang bisa mengendalikannya lagi."Saat mendengar itu, Leah makin merasa ada yang tidak beres. Terutama saat Janice menggunakan kata mengendalikan. Karena tidak sanggup mendengar lagi, dia pun menggelengkan kepala. "Nggak, orang tuaku sangat saling mencintai.""Saling mencintai? Aku nggak percaya kamu nggak tahu Pak Bayu diam-diam mencari banyak wanita dengan penampilan dan aura yang mirip. Pada akhirnya, para wanita itu juga selalu ditangani ibumu. Kenapa ibumu bisa sukarela melakukan semua itu? Pernahkah kamu memikirkan alasannya?" bantah Janice.Ekspre

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1740

    Janice sama sekali tidak terkejut dengan reaksi Leah. Leah dibesarkan Poppy dan ditambah dengan kondisi Keluarga Azhara yang kini berada di ujung tanduk, satu-satunya orang yang bisa diandalkan Leah hanya Poppy. Yang berarti Leah sudah tidak memiliki jalan mundur karena masalahnya sudah seperti ini. Dia pun berkata, "Apa kamu nggak pernah mencurigai ibumu?"Begitu mengungkit Poppy, Leah langsung menggertakkan giginya. "Janice, aku akhirnya mengerti, kamu datang ke sini untuk adu domba."Janice pun bertanya balik, "Leah, kenapa kamu begitu membenciku? Sebelum Keluarga Azhara dalam masalah, kita sama sekali nggak punya dendam. Tapi, kamu tetap membenciku. Jadi, sebenarnya kamu atau ibumu yang membenciku?"Ucapan itu langsung membuat Leah kebingungan. Dia membuka mulut, tetapi tidak mampu membantah. Tujuan kepulangannya ke tanah air sebenarnya untuk menikah dengan Jason. Meskipun harus bersaing dengan Janice, itu seharusnya tidak sampai berubah menjadi permusuhan sengit.Saat itu, Leah ha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status