Share

Bab 292

Author: Danira Widia
Sepanjang malam, perhatian Caitlin sepenuhnya terfokus pada Arya. Namun kini dia baru menyadari bahwa pakaian Vania sangat mirip dengan yang dikenakan wanita dalam video tersebut.

"Kamu ...." Caitlin menatap Vania dengan dahi berkerut.

Vania segera menunjukkan ekspresi terkejut dan berkata dengan nada cemas, "Kamu nggak mengira aku yang melakukannya, 'kan? Aku terus sama Jason tadi."

Tatapan Caitlin tampak ragu, seperti masih setengah percaya.

Arya mematikan rokoknya di lantai, lalu menginjaknya beberapa kali. "Sepertinya ini ditujukan untuk Vania. Caitlin cuma dimanfaatkan. Vania, apa kamu menyinggung seseorang akhir-akhir ini?"

Vania berpura-pura berpikir dengan cermat, lalu menjawab dengan hati-hati, "Mungkin ... Janice."

"Meski kami pernah berselisih, aku nggak nyangka dia akan menggunakan Caitlin seperti ini. Apa dia masih punya video yang sudah diedit dan dipalsukan?"

"Kalau sampai diunggah ke internet, gimana kami mau menghadapi orang lain?" Vania menunjukkan ekspresi khawatir.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (21)
goodnovel comment avatar
Ida Awan
perasaan dr awal janice tdk pernah lepas dr bahaya, ada aja macam ragam intriknya, capekkk bacanya sih bolak balik urusan itu mulu
goodnovel comment avatar
Tiurmesrawati Official
Judul Novel sama isi cerita ngak matching, apa penulis pemula??? dan melecehkan wanita isi novelnya, dan menganggap wanita lemah dan gampang ditipu, tidak mendidik pembaca
goodnovel comment avatar
Hasriana Ana
semoga saja si jenice meninggal sekalian,,, biar nih ceritanya lanjut terus gitu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1737

    "Aku hanya bekerja sama dalam penyelidikan. Dia kan polisi, mana mungkin dia menceritakan semua hal dia padaku," jelas Jason."Benar juga," balas Janice sambil menganggukkan kepala.Setelah itu, Jason berbalik untuk menelepon.Janice mendekati Arya dan Norman, lalu berbisik, "Kalian nggak merasa Jason sangat aneh?"Arya dan Norman saling menatap, lalu langsung menggelengkan kepala."Nggak ah. Tapi, memang sudah terjadi begitu banyak hal, masa orang nggak boleh punya emosi?" kata Arya."Pak Jason masih harus menangani krisis Grup Karim, mungkin dia terlalu lelah," tambah Norman.Janice berdecak. "Kalian berdua juga aneh."Arya tertegun sejenak, lalu segera mengalihkan topik. "Kamu berencana bagaimana bicara dengan Leah? Leah sudah dirawat Verica sejak kecil, mana mungkin dia bisa langsung percaya dengan ucapanmu begitu saja.""Sekarang Leah sudah hamil, sedang dalam masa yang sangat sensitif. Meskipun dia nggak percaya padaku, bukan berarti dia nggak akan mencurigai Verica juga. Dia han

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1736

    Sebelum Janice sempat menemukan cara agar orang-orang itu saling menjatuhkan, Arya sudah datang mencari Janice. "Sudah dipastikan. Leah memang sudah hamil dan kini ada sedikit pendarahan. Dia mau menuntut Seto melakukan kekerasan saat menegakkan hukum, menuduh Seto ingin membuatnya keguguran.""Karena hal itu, pihak kepolisian hanya bisa menugaskan polisi lain menggantikan Seto mengawasinya untuk sementara ini."Janice menggigit bibir. "Kalau begitu, Leah memang nggak perlu masuk penjara?""Ya, setidaknya harus menunggu sampai anaknya lahir. Selain itu, kalau nggak mau Seto dituduh yang macam-macam, lebih baik kita berdoa agar dia bisa melahirkan dengan selamat," jawab Arya dengan tak berdaya.Seto sudah sibuk sana sini untuk mengurus kasus ini. Jika pada akhirnya dia malah terseret perkara hukum, itu benar-benar tidak adil. Janice mengira kabar itu sudah cukup buruk. Tak disangka, Arya malah membawa berita yang lebih buruk lagi."Bukan hanya itu, Leah juga membantah dia dan Verica ter

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1735

    'Mampus!' maki Janice dalam hati.Yosep menatap pria yang masuk ke ruangan. Tatapan yang semula seperti kutukan itu tiba-tiba berubah menjadi senyuman pahit. Dia menggerakkan bibirnya. Mungkin karena terlalu sakit, seluruh wajahnya pun mengerut.“Aku sangat membencinya. Aku benar-benar mengira aku bisa berhasil. Nggak kusangka aku hanyalah bidak buangan yang goyah di papan catur,” ujar Yosep.Jason berdiri tenang di ujung ranjang dan berkata, “Aku sudah lama mengingatkanmu, jangan terlalu menganggap dirimu hebat.”“Heh ... hahaha ....” Yosep tertawa keras tanpa memedulikan rasa sakit, seolah-olah hanya dengan cara itu dia bisa tetap sadar. Matanya memerah. “Nggak kusangka, benar-benar nggak kusangka. Orang yang akhirnya mengingatkanku justru kamu. Tapi kenapa harus kamu?”“Aku bukan datang untuk mendengar renungan hidupmu. Bagaimanapun juga, kamu dan ibumu nggak akan lolos. Itu saja sudah cukup bagiku,” kata Jason.“Lalu Verica?” Yosep menarik napas. “Kenali musuh dan kenali diri sendi

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1734

    "Nggak." Jason langsung berkata, "Meskipun kali ini banyak orang Keluarga Azhara yang tertangkap, masih ada anggota Keluarga Azhara yang bersembunyi di luar negeri dan belum tertangkap.""Begitu Verica keluar, dia pasti akan menghalalkan segala cara untuk berpihak pada mereka. Api liar nggak akan pernah benar-benar padam. Rumput yang nggak dicabut sampai ke akar pasti akan tumbuh lagi.""Jadi begitu." Janice mengangguk. Memang seharusnya diberantas sampai ke akar.Melihat suasana agak aneh, Arya melambaikan tangan dan berkata, "Sudahlah, jangan dipikirkan. Kali ini buktinya lengkap, pasti nggak akan ada masalah."Norman mengerutkan kening, menepis tangannya. "Kamu sebaiknya jangan bilang begitu. Karena setiap kali kamu bilang begitu, pasti akan ...."Belum selesai dia berbicara, pintu kantor terbuka. "Dokter Arya, Pak Seto datang. Katanya ingin minta bantuan.""Pak Seto? Bantuan apa?" Arya agak penasaran."Katanya ada seorang tersangka yang hamil dan perlu kamu pastikan."Seketika, sem

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1733

    Saat itu, ponsel semua orang bergetar hampir bersamaan. Mereka serempak menunduk untuk memeriksa.Itu adalah laporan tentang operasi penangkapan kali ini. Selain Yosep beserta ibunya dan Anshon, hampir seluruh anggota Keluarga Azhara ditangkap.Dalam laporan tersebut, pihak kepolisian secara khusus menjelaskan siapa pelaku utama. Verica dan Yosep.Seketika, internet hampir meledak.[ Sudah kubilang nggak ada satu pun orang Keluarga Azhara yang bersih. Kali ini hampir saja Verica berhasil lagi. Kali ini harus dihukum berat! ][ Verica dan Leah sebelumnya masih berteriak minta keadilan di internet. Leah di platform media sosial luar negeri hidupnya sama sekali nggak low profile. Isinya barang-barang mewah semua. Enak ya menikmati keuntungan di atas penderitaan orang lain? ][ Bukankah Yosep ini anak angkat Keluarga Karim? Katanya dia anak angkat, tapi sebenarnya anak haram Anwar. Jangan-jangan Keluarga Karim juga terseret? ]Topik pembahasan selanjutnya semuanya berputar di sekitar ident

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1732

    Jason berjalan perlahan ke sisi tempat tidur, membungkuk dan menunduk menatap Anwar. Pria yang dulu penuh wibawa itu kini sudah dipenuhi rambut putih.Jason sempat mengira dirinya akan membenci saat menghadapi Anwar. Namun, ternyata di saat ini hatinya justru sangat tenang.Tidak perlu menghancurkan hidupnya sendiri demi orang seperti Anwar. Biarlah dia hidup, perlahan-lahan merasakan pahitnya kehilangan segalanya.Jason berkata dengan suara rendah, "Laptop itu sudah kuserahkan ke polisi. Barang itu bukan milik siapa pun. Lingkaran di Kota Pakisa memang sudah seharusnya dirombak sejak awal. Fokuslah berobat.""Kamu .... Apa itu sepadan?" Anwar duduk terpuruk, bahkan untuk membantah pun terasa tidak berdaya.Saat bertanya, dia tanpa sadar melirik ke arah Janice. Dia tahu semua yang dilakukan Jason adalah demi Janice.Jason tersenyum mengejek, tetapi senyuman itu sangat tenang. "Kamu seharusnya berterima kasih padanya. Kalau aku yang dulu, sekalipun harus mati bersama, aku nggak akan mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status