Share

Extra Part 1

Author: Hossana222
last update publish date: 2026-03-31 12:38:10
Matahari pagi menembus tirai lembut kamar suite rumah sakit, menciptakan kolom-kolom cahaya keemasan yang menari-nari di atas lantai.

Udara di ruangan itu harum, dipenuhi aroma lili segar yang manis dan bersih. Hadiah pertama Axton pagi itu, kelanjutan dari janji diam-diamnya bahwa kamar Alya tak akan pernah sepi dari kehadiran bunga. Aroma itu seperti sebuah mantra, mengusir sisa-sisa sterilitas rumah sakit yang tidak Alya sukai.

Badai besar yang pernah mengoyak-ngoyak jiwa mereka, kini telah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembantu Berbahaya   Extra Part 2

    Pagi di kediaman Axton dan Alya tidak lagi sepi dan dingin seperti beberapa tahun silu. Kini, koridor megah itu selalu dipenuhi oleh derap langkah kecil dan tawa melengking yang sanggup meruntuhkan sisa-sisa kantuk siapa pun. Sinar matahari menerobos masuk melalui jendela besar, memantul di atas lantai marmer, seolah ikut menyambut keriuhan dua malaikat kecil yang kini menjadi pusat semesta Axton dan Alya.Di ruang makan, Axton sedang menyesap kopi hitamnya sambil membaca laporan di tablet. Namun, fokusnya terpecah saat melihat putra sulungnya, Kai, yang kini sudah duduk di kelas empat sekolah dasar, sedang sibuk memeriksa tas ransel merah muda milik adiknya, Mentari.Mentari, yang baru berusia lima tahun dan duduk di taman kanak-kanak, tampak sibuk mengunyah roti selai stroberinya dengan pipi menggembung. Rambut hitamnya dikuncir dua dengan pita senada, membuatnya terlihat seperti boneka hidup yang sangat menggemaskan."Kakak, tas Tari sudah penuh!" rengek Mentari saat Kai mencoba mem

  • Pembantu Berbahaya   Extra Part 1

    Matahari pagi menembus tirai lembut kamar suite rumah sakit, menciptakan kolom-kolom cahaya keemasan yang menari-nari di atas lantai. Udara di ruangan itu harum, dipenuhi aroma lili segar yang manis dan bersih. Hadiah pertama Axton pagi itu, kelanjutan dari janji diam-diamnya bahwa kamar Alya tak akan pernah sepi dari kehadiran bunga. Aroma itu seperti sebuah mantra, mengusir sisa-sisa sterilitas rumah sakit yang tidak Alya sukai.Badai besar yang pernah mengoyak-ngoyak jiwa mereka, kini telah menjadi bisikan samar di kejauhan. Kini, mereka sepenuhnya menghuni saat ini, setiap detik, setiap napas, diabadikan untuk cinta yang telah mereka rawat kembali dan janji-janji baru yang mereka rajut bersama.Alya terbaring di atas ranjang, tubuhnya lelah setelah pertempuran malam yang panjang, namun wajahnya memancarkan cahaya tenang dan bahagia. Di dalam dekapan lembutnya, seorang bayi perempuan mungil, kulitnya masih kemerahan dan lembut seperti kelopak mawar, tidur dengan damai. Selimut sut

  • Pembantu Berbahaya   Epilog

    Satu tahun berlalu sejak badai menerjang Alya dan Axton.Taman belakang rumah mereka, kini mekar dengan keindahan yang damai. Aroma mawar Crimson Glory yang semerbak menyambut setiap embusan angin, seolah membersihkan udara dari racun masa lalu. Di sinilah, di antara kelopak-kelopak merah menyala dan dedaunan hijau subur, sebuah kehidupan baru telah dimulai.Alya, kini resmi Nyonya Axton, mengenakan gaun sutra berwarna emerald yang anggun, melengkapi kulitnya yang bersih dan rambut hitam panjangnya yang tergerai. Ia duduk di bangku taman marmer, mengawasi Kai yang tertawa riang saat berlari mengejar kupu-kupu. Bocah kecil itu telah banyak berubah. Suaranya yang dulu tercekik ketakutan, kini melengking ceria.Trauma yang Nadira tanamkan perlahan menguap, digantikan oleh tawa dan rasa aman yang tak tergoyahkan.Axton menghampiri Alya, memegang cangkir teh hangat untuk istrinya. Senyumnya, dulu seringkali dingin dan penuh perhitungan, kini memancarkan kehangatan yang tulus. Ada kerutan ha

  • Pembantu Berbahaya   31 Saling Menerima

    Axton keluar dari ruang perawatan Alya, meninggalkannya yang masih terlelap dalam duka dan pemulihan. Ia berjalan cepat menuju lorong sepi dan memberi isyarat kepada anak buahnya, yang sudah menunggu dengan raut wajah tegang."Jadi Nadira sudah mati?" Axton bertanya, suaranya rendah dan datar, tanpa emosi."Benar, Bos." jawabnya sigap."Bagus." Axton mengusap dagunya seraya memandangi anak buahnya. Kepuasan kecil terlihat di matanya, tetapi itu segera digantikan oleh perhitungan dingin. "Lalu Alex?" Axton kembali bergumam dengan suara pelan."Beliau masih hidup. Sekarang masih belum sadarkan diri di rumah sakit yang berbeda. Kami menempatkan dua orang di sana. Lukanya cukup serius."Keheningan sejenak menggantung. Alex tahu terlalu banyak. Tentang Nadira, tentang flashdisk, tentang transaksi uang, dan yang paling penting, tentang misi menghabisi Nadira yang dia perintahkan. Meskipun Axton berjanji memberi kompensasi, Alex yang hidup adalah risiko jangka panjang bagi kebahagiaan Axton

  • Pembantu Berbahaya   30 Saling Melukai

    Axton berdiri di luar ruang UGD, pakaiannya masih kusut dari drama di rumah. Ia mondar-mandir dengan cemas. Hingga, seorang dokter muda menghampirinya, ekspresinya serius dan prihatin."Apa yang terjadi padanya, Dok?" Axton berseru panik, langsung memegang lengan dokter itu.Dokter itu menundukkan kepala sejenak. "Dia terkena racun yang sangat kuat, sejenis zat korosif dosis rendah yang bekerja cepat di sistem pencernaan. Untungnya, perutnya tidak kosong. Sekarang Ibu Alya sudah melewati masa kritis. Kita berhasil menetralkan sebagian besar racunnya.""Racun?""Racun itu pasti dimasukkan ke dalam sesuatu yang ia konsumsi baru-baru ini." potong dokter itu perlahan. "Namun, ada hal lain, Pak Axton. Racun itu juga menyebabkan...""Menyebabkan apa, Dok?" desak Axton, jantungnya berdebar."Dia keguguran. Sekarang Ibu Alya sedang menjalani prosedur kuretase darurat untuk membersihkan sisa jaringan." Dokter itu mencoba menguatkan. "Sekali lagi, saya turut berduka cita."Keheningan melanda Ax

  • Pembantu Berbahaya   29 Melupakan Masa Lalu

    Udara di ruang keluarga yang megah itu mendadak membeku. Alex berdiri di tengah ruangan dengan bahu tegak namun ekspresi hancur. Di tangannya, sebuah flashdisk perak berkilau bagai pisau kecil yang siap menikam."Aku sudah memulihkan semua CCTV yang dihapus." ujarnya, suara datar namun bergetar halus. Dia menatap Axton, lalu menunduk. "Tapi sebelum itu... aku mau minta maaf. Maaf karena telah mengkhianati persahabatan kita. Selama beberapa tahun terakhir, aku... berselingkuh dengan istrimu."Kalimat itu menggantung di udara. Nadira membeku di tempat duduknya, wajahnya yang biasanya begitu mahir berpura-pura kini pucat membiru, mata membelalak tak percaya. Alex? Berkhianat?"Dia bohong!" teriak Nadira tiba-tiba, melompat dari kursinya. "Dia hanya ingin menyelamatkan dirinya sendiri! Dia yang merayu aku! Dia...""Dan untuk semua kejahatannya, aku tidak ikut serta. Termasuk saat dia sengaja menjatuhkan diri di tangga dan menyakiti putramu. Aku cuma dibayar untuk menghapus rekamannya. Itu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status