author-banner
Hossana222
Hossana222
Author

Novels by Hossana222

Pembantu Berbahaya

Pembantu Berbahaya

"Ini tidak pantas, Tuan." Alya berbisik, matanya membesar. Ia mencoba meluncur turun dari wastafel, namun Axton tidak membiarkannya. ---***--- Tabrakan bodoh Alya dengan mobil mewah seorang Ibu sosialita kaya adalah awal dari petaka di hidupnya. Untuk menghapus utangnya yang selangit, ia dipaksa menerima tawaran yang tak masuk akal, menjadi pengasuh dan pelayan di rumah megah keluarga itu. Namun, peran itu hanyalah kedok. Misi sebenarnya jauh lebih keji: Menggoda Axton, sang putra mahkota, dan memecah belah rumah tangganya. Terlebih Axton adalah pria yang dingin mematikan yang memiliki sorot mata aneh setiap kali Alya ada di dekatnya.
Read
Chapter: 23 Ancaman
Koridor rumah sakit yang biasanya tenang kini terasa menekan. Axton mondar-mandir di depan ruang perawatan, wajahnya pucat dan tegang. Ratri duduk di kursi tunggu, bahunya bergetar menahan isak tangis. Alya berdiri di sampingnya, berusaha menenangkan Ratri, tetapi pikirannya sendiri dipenuhi rasa bersalah dan ketakutan atas ulah Nadira.Pintu akhirnya terbuka setelah lama menunggu. Seorang wanita paruh baya, raut wajahnya tenang namun memancarkan keprihatinan profesional, keluar dari ruangan. Itu adalah psikolog anak yang menanganinya.Axton segera menghampiri, matanya memohon jawaban. "Bagaimana, Dok? Anak saya kenapa? Kenapa dia tidak mau bicara?"Dokter itu menarik napas, gesturnya formal namun lembut. "Tuan Axton, kami sudah melakukan pemeriksaan awal pada Kai. Secara fisik, dia baik-baik saja."Semua orang sempat bernapas lega, tetapi dokter itu melanjutkan dengan nada serius."Anak Anda mengalami Mutisme Selektif. Sepertinya dia mengalami tekanan dan trauma emosional yang signif
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: 22 Ketakutan Kai
Di dalam kamar rawat VIP Nadira yang sunyi, aroma antiseptik bercampur samar dengan wangi bunga mahal. Nadira, yang masih terbaring lemah pasca keguguran, justru dipenuhi amarah yang membara setelah Axton pergi mengejar Alya.Nadira menarik Kai yang duduk di tepian ranjang, wajahnya memerah karena emosi yang tertahan."Kamu lihat sendiri betapa jahatnya orang yang kamu panggil kakak itu!" Nadira menekan, mencoba memaksakan narasinya. "Dia mendorong Mama sampai adik kamu mati!"Kai, yang duduk di ranjang, menggeleng kuat. Matanya berkaca-kaca karena ketakutan. "Aku melihat Mama marahi Kakak lalu jatuh sendiri!" Ia membantah dengan polos, mengingat kejadian itu dengan kejujuran seorang anak."Kamu ini kenapa selalu membela Alya? Dasar anak sialan! Kamu salah lihat, dia dorong Mama! Kamu ini anak siapa, kenapa membelanya?" Nadira berteriak pelan, takut perawat mendengar, namun suaranya tetap penuh intimidasi."Kenapa Mama selalu marah-marah?" Kai menangis, suaranya pilu."Dasar cengeng!
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: 21 Obsesi Yang Gelap
Alya menggendong Kai yang memeluk lehernya erat. Langkahnya terasa berat menyusuri koridor rumah sakit yang berbau antiseptik. Saat melihat Axton dan Ratri berdiri tegang di depan pintu IGD, jantungnya berdetak kencang.Apakah mereka sudah termakan akting Nadira? Tepat saat dia akan mendekat, sebuah suara familiar memanggil namanya dari belakang."Alya!"Suara itu membuatnya spontan berbalik. Di sana, di tengah keramaian rumah sakit, berdiri seorang pria tinggi berjas dokter putih, dengan senyum hangat."Raynaldo?" Alya mengerutkan kening, mencoba mencocokkan wajah itu dengan memori di kepalanya. Raynaldo adalah teman kuliahnya dulu, mahasiswa kedokteran, dan pernah satu komunitas di unit kegiatan mahasiswa pecinta alam."Betul! Wah, lama sekali tidak bertemu!" Raynaldo mendekat, senyumnya lebar dan tulus. Matanya kemudian beralih ke Kai di gendongan Alya. "Ini... anakmu? Kamu sudah menikah?""Belum." jawab Alya cepat, merasakan hawa dingin yang tiba-tiba datang dari ujung koridor. "I
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: 20 Drama Nadira
"Kamu harus keguguran!" Alex langsung mengusulkan hal itu tanpa berpikir panjang. "Tapi aku takut!" Nadira mengigit bibir bawahnya dengan gelisah. "Kamu mau kehilangan segalanya? Uang? Kekuasaan?" Alex memprovokasinnya, tanpa peduli jika yang akan dia bunuh adalah darah dagingnya sendiri. "Gugurkan anak itu dan kambing hitamkan Alya. Kamu tau maksudku kan?"Sinar matahari menyelinap melalui jendela kaca, menerangi partikel debu yang menari di udara.Nadira berdiri di puncak tangga marmer yang curam, tangan menggenggam gagang pintu, matanya mengikuti gerak-gerik Alya yang sedang membersihkan vas antik di lantai bawah.Semalam, setelah pertemuan dengan Alex, dia tidak bisa tidur. Dia merancang setiap detil rencananya agar tidak gagal. Alex benar, anak dalam kandungannya harus mati! Nadira tidak mau kehilangan segala kemewahan ini.Tangga ini sempurna, cukup curam untuk menciptakan kecelakaan dramatis, tapi tidak terlalu mematikan. Dia akan menderita, tapi tidak mati. Itu yang penting
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: 19 Pelajaran Baru
Kamar mewah yang biasanya menjadi arena drama Nadira kini berubah menjadi ruang interogasi yang sunyi. Dokter baru saja pergi setelah mengonfirmasi kehamilannya yang mencapai dua bulan.Axton berdiri di tepi jendela, punggungnya menghadap Nadira, tapi ketegangan di pundaknya terlihat jelas."Kamu jujur saja." suara Axton pecah, dingin dan tanpa emosi. "Itu anak siapa?"Nadira menarik napas. "Axton, ini anak kita...""Jangan bohong!" Axton berbalik mendadak, matanya menyala seperti api yang membeku. "Kamu tau betul, berbulan-bulan terakhir kamu sama sekali tidak mau aku sentuh. Setiap kali aku mendekat, kamu berteriak marah, banyak alasan, atau pura-pura sakit.""Kamu lupa! Kita ini suami istri! Pasti... ""Aku tidak mungkin lupa!" bentaknya, suara menggema di ruangan. "Karena setiap penolakanmu, setiap wajah jijikmu, tertusuk di sini!" Tangannya menunjuk ke dadanya. "Jadi katakan. Anak siapa? Alex? Itu alasan kenapa kamu menyimpan tindiknya?"Nadira mulai panik. Air matanya yang biasa
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: 18 Kecurigaan
18 KecurigaanHujan turun deras, mencipratkan rindu dan rasa bersalah ke setiap sudut hati Axton. Dari balik jendela, dia memandangi hal yang menyayat sekaligus menghangatkan jiwanya.Alya dan Kai tertawa riang di tengah hujan. Keduanya mengenakan jas hujan warna-warni, berlari-larian mengekap genangan air, persis seperti khayalan Chloe dulu. Kai yang biasanya cenderung pendiam, kini bersorak girang, wajahnya bersinar dengan kebahagiaan polos yang jarang Axton lihat.Ini persis seperti impian Chloe kala itu. Impian yang Chloe katakan beberapa hari sebelum kematiannya."Nanti kalau kita nikah, terus punya anak..." Chloe menyandarkan dagunya di buku tulis, matanya berbinar memandang Axton. "Aku mau ajak dia lakuin banyak hal! Termasuk main di tengah hujan. Kita pakai jas hujan dan lari-larian! Kayak yang sering kita lakuin!"Axton yang saat itu masih remaja menatapnya dengan penuh kekaguman. "Kita bahkan masih SMP, Chloe.""Jadi kamu nggak pernah mikirin masa depan bareng aku?" Chloe me
Last Updated: 2026-03-27
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status