Share

Bab 51

Penulis: Leona Valeska
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-10 20:26:27

Mereka baru saja meninggalkan restoran.

Ariana masih merasakan degup jantungnya yang tak juga mereda setelah dansa dan ciuman panas barusan.

Jason berjalan di sampingnya dengan santai, tangannya tak lepas dari pinggang Ariana, seolah takut dia akan pergi kalau dilepaskan.

Ariana sempat tersenyum samar, berusaha menikmati sisa kehangatan malam itu. Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar suara keras memanggil namanya.

“Ariana!”

Suara itu—serak, penuh emosi, dan familiar. Ariana langsung menoleh. Dan seketika itu matanya membelalak.

Dio berdiri tak jauh dari mereka, dengan raut wajah yang memerah, tatapan matanya menusuk Jason seperti bara api.

“Dio …?” bisik Ariana dan tubuhnya spontan menegang.

Jason mengerutkan kening. Tangannya yang melingkar di pinggang Ariana semakin mengeras, seolah langsung waspada. “Mau apa dia datang kemari?”

Ariana tak sempat menjawab. Dio sudah melangkah cepat dan wajahnya penuh dengan kemarahan.

“Kau!” tudingnya langsung ke arah Jason. “Bagaimana bisa k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 327

    Pukul sebelas malam. Di luar sana, suara debur ombak yang menghantam tebing karang terdengar seperti ritme jantung bumi yang purba.Namun, di dalam kamar utama vila yang hanya diterangi oleh pendar cahaya rembulan dari balik jendela besar, suasana jauh lebih panas dan mendalam.Lampu kamar telah dipadamkan, menyisakan siluet dua raga yang saling terpaku dalam keheningan yang sarat akan gairah.Jonas tidak membiarkan satu inci pun jarak tercipta. Ia memposisikan dirinya di atas Maria, menopang tubuhnya dengan kedua tangan, sementara matanya mengunci tatapan Maria dengan intensitas yang seolah mampu membakar.“Kau masih merasa sakit?” bisik Jonas. Suaranya terdengar serak, berat karena hasrat yang tertahan, beradu dengan suara napas Maria yang mulai memburu.Maria menggeleng pelan di atas bantal sutra yang berantakan. Ia melingkarkan lengannya di leher Jonas, menarik pria itu lebih dekat. “Sedikit ... tapi rasa ini lebih besar dari rasa sakit itu, Jonas.”Jonas tersenyum tipis, sebuah s

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 326

    Angin laut yang hangat menyapu helai rambut Maria saat ia berdiri di balkon vila pribadi milik keluarga Lubis.Tempat itu tersembunyi di balik tebing karang yang menjulang, menghadap langsung ke hamparan Samudra Hindia yang membiru luas.Pasir putih di bawah sana tampak seperti permata yang berkilauan tertimpa cahaya matahari sore.Seumur hidupnya, Maria hanya mengenal hiruk-pikuk pasar, sudut-sudut dapur yang sempit, dan rutinitas di dalam pagar tinggi rumah Jason.Ia tidak pernah membayangkan bahwa dunia memiliki sisi seindah ini. Pemandangan panorama tepi pantai ini seolah menghapus sisa-sisa trauma yang ditinggalkan oleh ayahnya dan ancaman Ronald, meski hanya untuk sesaat.“Indah, bukan?”Suara berat dan lembut itu mengejutkan Maria. Sebelum dia sempat berbalik, sepasang lengan kekar sudah melingkar posesif di pinggangnya.Jonas menghampiri Maria dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu wanita itu.Maria bisa merasakan detak jantung Jonas yang stabil dan tenang di punggungnya.

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 325

    Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui jendela besar ruang makan kediaman Lubis, memantul di atas peralatan makan perak yang tertata rapi.Aroma kopi yang baru diseduh dan roti panggang hangat memenuhi ruangan. Namun, ada sesuatu yang terasa ganjil pagi itu.Ariana melangkah masuk dengan gaun rumahan yang elegan, namun langkahnya terhenti seketika.Matanya menyipit saat melihat sosok wanita yang sangat dia kenal sedang sibuk menata piring buah di atas meja. Maria.Wanita itu mengenakan pakaian rapi, namun wajahnya tampak sedikit pucat meski ada rona bahagia yang tersisa dari malam tadi.Ariana mengerutkan keningnya, melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Ia berjalan mendekat dan menyentuh pundak Maria lembut.“Maria? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Ariana heran.Maria sedikit terperanjat, lalu menoleh dengan senyum canggung. “Oh, selamat pagi, Ariana. Aku sedang menyiapkan sarapan. Lucas sebentar lagi bangun, dan aku harus memastikan bekal Ethan sudah s

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 324

    Mobil yang membawa Jonas dan Maria memasuki gerbang megah kediaman keluarga Lubis dengan pengawalan yang lebih ketat dari biasanya.Begitu turun, Jonas tidak membiarkan Maria berjalan sendirian. Dia menggandeng tangan istrinya dan menuntunnya melewati aula besar menuju sayap timur bangunan itu, area privat yang selama ini hanya dihuni oleh Jonas.Selama ini, Maria tinggal di kamar pelayan di bagian belakang. Namun hari ini, statusnya telah berubah.Jonas membukakan pintu ganda berbahan kayu ek yang berat, mempersilakan Maria masuk ke dalam dunianya.Maria menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu. Matanya membelalak, mulutnya sedikit terbuka karena tidak mampu menyembunyikan rasa kagumnya.Kamar itu begitu luas, hampir seukuran seluruh rumah kecil ayahnya di pinggiran kota. Lantainya dilapisi marmer hangat dengan karpet bulu tebal yang tampak sangat lembut.Di tengah ruangan, sebuah ranjang berukuran king size dengan tiang-tiang ukiran klasik dan sprei sutra berwarna abu-abu gelap

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 333

    Lonceng kapel tua di pinggiran kota itu tidak berdentang pagi ini. Sesuai permintaan Jason, segalanya harus dilakukan dalam kerahasiaan yang mutlak.Bangunan batu tua dengan kaca patri yang mulai memudar itu menjadi saksi bisu dari sebuah persatuan yang lahir bukan dari pesta pora, melainkan dari kebutuhan mendesak untuk saling melindungi.Cahaya matahari pagi yang tipis menerobos masuk melalui celah-celah jendela tinggi, menciptakan garis-garis debu keemasan di udara yang dingin dan lembap.Di depan altar yang sederhana, Jonas berdiri dengan setelan jas hitam yang rapi. Di sampingnya, Maria tampak sangat cantik namun rapuh dalam balutan gaun putih sederhana yang dipinjamkan oleh Ariana.Tidak ada buket bunga mewah, hanya jemari mereka yang saling bertaut erat, bergetar karena beban emosi yang membuncah.Jason dan Ariana berdiri hanya beberapa langkah di belakang mereka sebagai saksi.Wajah Jason tampak tegang, matanya terus waspada mengamati setiap sudut pintu kapel, sementara Ariana

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 322

    “Aku tidak bisa, Jonas.”Suara Maria nyaris tenggelam oleh desau angin malam yang meniup dedaunan di taman belakang kediaman Jason.Wanita itu menarik tangannya pelan, melangkah mundur satu langkah hingga bayangannya tertutup oleh rindangnya pohon kamboja.Wajahnya tampak pucat, matanya sembab, dan ketakutan terpancar jelas dari gestur tubuhnya yang ringkih.Jonas menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia melangkah maju, kembali mengikis jarak di antara mereka.“Kau bicara apa, Maria? Semuanya sudah siap. Uang itu sudah diberikan, dan jalannya sudah terbuka.”“Aku melihatnya sendiri, Jonas,” sela Maria dengan suara bergetar.“Aku melihat Tuan Jason keluar dari ruang kerja dengan wajah yang begitu merah padam. Aku melihat amarah yang belum pernah kulihat sebelumnya.“Dia membenciku sekarang, bukan? Dia menganggapku sebagai pembawa sial yang menyeret keluarganya ke dalam masalah dengan keluarga Ramos. Aku tidak bisa membiarkanmu dibenci oleh kakakmu sendiri hanya karena aku.”Jonas mengh

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status