Share

Bab 79

Author: Leona Valeska
last update Last Updated: 2025-09-24 22:02:49

Setelah beberapa jam dia merenung, Jason kembali ke bawah.

Begitu tiba di ruang rawat, dia melihat Ariana masih terjaga dan tengah duduk di sofa dekat bangsal.

“Kau sudah tiba,” ucap Ariana dengan pelan. “Aku pikir kau akan pulang ke rumah,” sambungnya.

Jason lalu duduk di samping Ariana dan menatapnya dengan tatapan lekatnya.

“Ada apa?” tanya Ariana kemudian.

Jason menghela napasnya sebelum berbicara. “Aku pernah percaya pada Kirana,” ucapnya pelan, hampir seperti gumaman.

“Aku bahkan menyerahkan segalanya dan yang kudapat hanya pengkhianatan.”

Ariana menoleh cepat dan terperanjat mendengar pengakuan itu.

Nama Kirana—yang sering hanya disebut sekilas, penuh misteri—kini meluncur dari bibir Jason. Ada kepedihan di balik cara dia menyebutnya, luka yang jelas belum sembuh.

Ariana hanya bisa menatap Jason yang tampak menatap kosong ke depan.

Dia bisa merasakan ketulusan sekaligus kepedihan Jason. Lelaki itu, yang selalu tampak dingin dan keras, kini menyingkapkan lapisan yang selama ini
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 312

    Dua hari kemudian, kondisi Ariana dinyatakan stabil oleh dokter yang menanganinya.Setelah melalui serangkaian pemeriksaan terakhir, ia akhirnya diperbolehkan pulang dan melanjutkan masa pemulihan di rumah.Pagi itu, halaman kediaman mereka tampak lebih hidup dari biasanya.Beberapa pelayan lalu-lalang dengan langkah sigap, memastikan segala keperluan telah dipersiapkan dengan baik demi kenyamanan Ariana dan kedua bayi kembar yang baru saja lahir.Mobil yang membawa Ariana berhenti tepat di depan pintu utama. Jason segera turun dan membukakan pintu dengan penuh perhatian.Dengan gerakan hati-hati, ia membantu Ariana keluar dari mobil, memastikan sang istri melangkah dengan aman.Wajah Ariana tampak lelah, tetapi senyum tipis menghiasi bibirnya. Kepulangan itu menjadi momen yang ia nantikan sejak lama.Begitu memasuki ruang keluarga, Ariana duduk di sofa dengan nyaman, sementara Jason memastikan kedua bayi kembar telah dibaringkan di kamar mereka.Lucas dan Ethan tampak sibuk mengamati

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 311

    Langkah kaki kecil itu terdengar tergesa menyusuri lorong rumah sakit yang masih dipenuhi aroma antiseptik.Ethan berlari tanpa menghiraukan panggilan perawat yang memintanya berjalan pelan.Wajahnya memancarkan rasa penasaran yang begitu besar, seolah hatinya tak sabar untuk memastikan kebenaran kabar yang sejak tadi berputar di kepalanya.Kedua matanya berbinar saat dia akhirnya tiba di depan ruang perawatan, tempat ibunya berada sejak beberapa jam itu.Begitu pintu terbuka, pandangan Ethan langsung tertuju pada dua keranjang bayi yang diletakkan berdampingan di sisi ranjang.Langkahnya terhenti seketika. Tubuhnya membeku, sementara napasnya tertahan.Di dalam masing-masing keranjang itu, terbaring dua bayi mungil yang tertidur lelap, dibalut kain lembut berwarna senada.Wajah mereka tampak begitu damai, dengan dada kecil yang naik turun secara perlahan.“Woah! Ternyata benar, bayinya ada dua,” serunya dengan antusias.Dia lalu mendekat dengan langkah hati-hati, seolah takut menggan

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 310

    Beberapa jam telah berlalu sejak proses persalinan itu selesai. Suasana rumah sakit yang semula dipenuhi ketegangan kini berubah menjadi lebih tenang.Ariana telah dipindahkan ke ruang rawat inap bersama dua bayi mungilnya yang terlelap dalam balutan bedong hangat.Tubuh Ariana masih tampak lemah, wajahnya pucat, namun ketenangan dan kebahagiaan jelas terpancar dari sorot matanya.Nafasnya teratur, meskipun sesekali ia masih meringis pelan menahan rasa nyeri sisa operasi.Jason berjalan di samping ranjang dorong dengan langkah yang lebih ringan dibanding beberapa jam sebelumnya.Wajahnya yang sejak pagi tegang kini tampak lebih rileks, meskipun matanya masih berkaca-kaca setiap kali menatap dua bayi kecil yang kini resmi menjadi bagian dari hidupnya.Setibanya di ruang rawat, pintu kamar itu langsung terbuka, memperlihatkan keluarga besar yang telah menunggu dengan penuh harap.Melly berdiri paling depan. Begitu melihat Ariana, wanita paruh baya itu langsung menghampiri ranjang putrin

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 309

    Hari yang telah lama dinantikan oleh Ariana dan Jason akhirnya tiba. Sejak dini hari, suasana di rumah mereka sudah dipenuhi oleh ketegangan yang bercampur dengan harapan.Ariana dibawa ke rumah sakit sesuai jadwal operasi yang telah disepakati bersama dokter kandungannya. Wajahnya tampak pucat, namun sorot matanya menyimpan keteguhan yang luar biasa.Di sisi lain, Jason justru terlihat jauh lebih gelisah. Langkahnya mondar-mandir, napasnya berat, dan kedua tangannya berkali-kali saling menggenggam seolah berusaha menenangkan dirinya sendiri.Kini, mereka berada di ruang operasi. Ariana telah berbaring di atas meja operasi, tubuh bagian bawahnya telah dibius sesuai prosedur.Jason duduk di sampingnya, mengenakan pakaian khusus ruang operasi, lengkap dengan penutup kepala dan masker yang menutupi sebagian wajahnya.Namun, kegelisahan itu tetap jelas terlihat dari sorot matanya yang tidak pernah lepas dari wajah Ariana.“Tenanglah,” ucap Ariana lirih, meskipun suaranya terdengar lemah a

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 308

    Usia kandungan Ariana telah memasuki bulan kedelapan. Perutnya kini tampak semakin membesar, membuat setiap gerakannya menjadi lebih lambat dan berhati-hati.Di kamar bayi yang telah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu, Ariana tampak sibuk menata baju-baju mungil milik calon buah hatinya.Baju-baju itu tertata rapi di dalam lemari kecil berwarna putih, disusun berdasarkan ukuran dan jenis kelamin.Sesekali Ariana berhenti, mengusap perutnya yang mengeras, lalu menarik napas dalam sebelum kembali melanjutkan kegiatannya.Jason berdiri di ambang pintu kamar itu cukup lama. Ia menyandarkan tubuhnya pada kusen pintu, kedua tangannya terlipat di dada, matanya tak lepas dari sosok istrinya.Tatapan pria itu sarat oleh berbagai perasaan. Cinta, cemas, dan kekhawatiran yang sejak beberapa minggu terakhir semakin sering mengusik pikirannya.Dia lalu menghela napas panjang, suara napasnya terdengar cukup jelas hingga membuat Ariana menoleh.“Kenapa kau menghela napas seperti itu?” tanya Aria

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 307

    Jonas mengerutkan keningnya ketika pandangannya menangkap sosok Maria yang tengah duduk diam di ruang keluarga.Wanita itu tampak melamun, menatap kosong ke arah Lucas yang sedang bermain balok warna-warni bersama kakaknya, Ethan.Kedua anak itu tampak riang, sesekali tertawa kecil ketika balok yang mereka susun runtuh dan kembali dibangun.Namun, perhatian Maria sama sekali tidak tertuju pada mereka. Tatapannya jauh, seolah pikirannya melayang ke tempat lain yang tidak bisa dijangkau oleh siapa pun di ruangan itu.Jonas melangkah mendekat dengan langkah tenang. Ia berdiri di samping Maria, lalu menepuk pundak wanita itu dengan lembut namun cukup untuk menyadarkannya dari lamunan.“Jangan melamun seperti itu,” tegurnya dengan nada datar namun mengandung kepedulian.Maria tersentak kecil. Ia menoleh dan mendapati Jonas berdiri di sisinya. Bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang tampak agak dipaksakan. “Sejak kapan kau di sini?” tanyanya pelan.“Beberapa menit yang lalu,” jawab J

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status