Share

Lingerie

Author: Atieckha
last update Last Updated: 2025-09-06 09:13:16

Baru saja Amel hendak menghubungi seseorang melalui ponselnya, suara pintu kamar mendadak terbuka. Arkana masuk dengan lebih jauh ke dalam, menyibakkan pintu yang sedikit berderit. Amel sontak menoleh, wajahnya langsung berubah sumringah, senyumnya mekar seolah dunia mendadak cerah hanya karena pria itu muncul.

“Sayang, kamu di mana?” tanya Arkana, matanya menyapu seisi ruangan, mencari sosok kekasihnya. Sungguh perbedaan yang jauh sekali ketika ia sedang berhadapan dengan Luna.

“Aku di sini, sayang,” sahut Amel dengan suara manja, hampir menyerupai bisikan yang sengaja dibuat menggoda. Ia duduk bersandar di kursi balkon, rambutnya jatuh berantakan di bahu, namun justru membuatnya tampak semakin menawan di mata Arkana.

Pria itu melangkah mendekat, menghampiri wanita yang sudah resmi tinggal bersamanya di rumah besar itu. Arkana lalu menunduk sedikit, mengecup puncak kepala Amel dengan lembut. Sentuhan kecil itu membuat hati Amel berdebar, seolah ia baru pertama kali menerima perlakuan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 374

    Sementara itu jauh di luar negeri, Arkana dan Amel sepakat untuk tidak lagi mempermasalahkan soal Amel tidur dengan sang raja mafia. Biar bagaimanapun orang itu adalah orang yang paling berpengaruh dalam hidup mereka saat ini. “Kita harus fokus untuk menimbun kekayaan. Jangan lupa buat club malam yang banyak, karena dari tempat itu kita bisa mengedarkan barang-barang terlarang itu.” Amel memberi ide pada suaminya, seolah yang mereka lakukan adalah perbuatan yang sangat terpuji. Padahal perbuatan mereka melanggar hukum. Tapi siapa yang nggak butuh uang? Mereka benar-benar butuh uang. Mereka tak bisa hidup tanpa uang. Jadi yang mereka lakukan adalah yang terbaik untuk hidup mereka. Mereka tak peduli yang mereka lakukan merugikan orang lain atau bukan. “Iya, nanti aku buat club malam lagi. Kan sekalian tempat itu bisa jadi tempat pencucian uang,” jawab Arkana.“Aku sudah tidak sabar menyamakan kedudukanku dengan mantan istrimu. Kan ku buat aku lebih unggul segalanya dari dia,” ujar Ame

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 373

    “Pak, kita langsung ke ruang meeting. Klien sudah datang,” ucap Ryan.“Baik Ryan. Lima menit lagi saya ke sana,” balas Devan.Devan segera bersiap-siap setelah asistennya keluar dari ruangannya. Setelah itu dia segera menuju ruang meeting. Kali ini meeting dengan pihak pemerintahan yang sudah memberinya proyek dengan harga fantastis. Mereka mulai membahas tentang banyak hal mengenai perkembangan pembangunan yang akan segera dimulai. Tak ada satu hal pun yang terlewat oleh Devan. Penjelasannya sangat lengkap sehingga membuat pihak dari pemerintahan itu mengerti dengan cepat penjelasan Devan. Hampir 2 jam mereka ada di ruang meeting, sampai akhirnya meeting pun berakhir. Saat Devan kembali ke ruang kerjanya, dia terkejut melihat istrinya ada di sana bersama Nia, El, dan Dika. “Daddy,” sapa El dan Nia.“Om,” sapa Dika memeluk Devan seakan mereka sudah berpisah selama berminggu-minggu. Devan berjongkok dan memeluk ketiganya. El dan Nia mengecup wajah sang Daddy bertubi-tubi. Kalau sud

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 372

    CeklekAmel masuk ke dalam kamar yang ditempati dirinya dan Arkana. Arkana menatap istrinya penuh selidik.“Udah puas?” Tanyanya ketus.“Kenapa kamu jadi marah? Bukankah harusnya bagus kalau Mr. Mark mau pilih aku? Bukankah dengan begitu semua rencana kita lancar, kita bisa kaya raya dan membeli banyak saham Wijaya Group. Kalau cuma kayak gini aja kamu baper keterlaluan sih bagi aku,” ujar Amel marah.Arkana terdiam. Di satu sisi apa yang Amel katakan itu benar adanya. Tapi di sisi lain harga dirinya sebagai laki-laki seperti diinjak-injak. Harusnya Amel bilang tidak, walaupun pada akhirnya sang raja mafia akan memaksa untuk tetap memintanya melayani hasrat pria itu. Tapi ini nyatanya Amel sendiri yang bilang dia mau melayani hasrat Bos mereka. Demi apapun darah Arkana mendidih, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dan beberapa orang anak buah Mr. Mark juga mengalami perasaan yang sama seperti yang Arkana rasakan.“Kalau kamu bersikap kayak anak kecil seperti ini, aku lebih baik tingg

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 371

    “Mom, nanti Nia bobo sama Mommy dan Daddy?” Nia agak lesu. Bahkan dia ndak sempat ribut dengan Kevin. Kevin udah berusaha mengganggu Nia tapi gadis kecil itu tampak males bergerak. Setelah makan malam mereka duduk di ruang keluarga. “Iya, sayang. Nia masih sakit jadi harus sama Mommy dulu Bobonya. El dan Dika bobo di kamar, nanti Dika bobo di kasurnya Nia,” jelas Luna. Nia mengangguk patuh.“Biasanya anak kembar sakitnya barengan. Ini kok yang satu sakit satunya nggak?” tanya Kevin.“El udah sakit, Mbah,” celetuk Dika. Semua orang tertawa terbahak-bahak. Tadi depan yang ngasih tahu Dika untuk memanggil Kevin dengan sebutan Mbah. Tentu saja Dika percaya dan terus memanggil Kevin dengan sebutan Mbah.Kevin memutar bola mata malas, lalu menarik tangan Dika dan menggelitik tubuh anak gempal itu. Tawanya memenuhi ruang keluarga di kediaman keluarga Wijaya. El berusaha menolong Dika. Malah satu kali gerakan Kevin mengangkat tubuh El dengan satu tangan.“Eh aku malah diterbangin sama Mbah.

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 370

    “Memangnya gak ada nama lain selain tembem?” tanya Kevin. Dia kembali tertawa melihat tingkah konyol dua bocah laki-laki di depannya ini. “Liat nih, Uncle. Pipinya Dika kayak bakpao, tembem.” El mencubit gemas pipi Dika.“Jangan digituin sakit nanti anak orang,” Kevin menjauhkan tangan keponakannya dari pipi Dika. Pipinya langsung merah akibat cubitan El. Tap Dika tak akan marah kalau yang melakukannya adalah El dan Nia. Tapi kalau orang lain maka akan dia sembur atau minimal akan digigitnya biar orang itu rabies.Sementara itu, Devan dan Luna sedang ngobrol di dalam kamarnya.“Jadi gimana, Dika, sayang, nginep di sini, kan?” tanya Devan setelah dia selesai mandi dan keluar dari kamar dengan rambut masih sedikit basah.“Iya, Mas. Yang jelas Pak RT sudah tahu kok. Maria yang sengaja menitipkan Dika di sini. Beliau juga bilang terima kasih karena kita mau membiarkan Dika bermain dengan anak-anak. Kasihan Dika, sejak punya pengasuh baru dia sedikit nggak terurus. Pak RT sampai tahu, lo,

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 369

    “Harusnya kita gak perlu kayak gini ya, Bi. Harusnya gak usah lapor-lapor segala kalau punya tetangga waras,” keluh Luna. Keduanya memilih untuk berjalan kaki menuju ke rumah Pak RT. Rumahnya ada di ujung jalan. Diantara seluruh penghuni di sana, hanya rumah keluarga Wijaya yang terbentang sangat luas dan panjang. Mereka menggabungkan 5 rumah sekaligus dijadikan satu hunian ketika kakeknya Devan di masa lalu ada di puncak karirnya. Sejak dulu keluarga Wijaya memang terkenal paling kaya raya dan paling royal setiap kali ada kegiatan apapun di lingkungan perumahan mereka ataupun jika ada tetangga yang punya hajatan mereka juga memberikan bantuan yang sangat banyak.“Sabar, Nyonya. Pokoknya yang waras ngalah,” jawab Bi Inem. Luna memeluk bahu pelayan kesayangan keluarga Wijaya. Pelayan yang selalu ramah dan setia pada majikannya. Pelayan yang sangat bisa diandalkan.Setelah sampai di rumah Pak RT, Luna segera menyampaikan niat kedatangannya. Dia juga memberikan rekaman CCTV pada Pak R

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status