Share

Pelan-Pelan Pak

Penulis: Violet Rapuh
last update Tanggal publikasi: 2026-04-06 23:02:08

Di ruang tengah masih terdengar suara desahan pelan Celine, Rayhan menatap Celine yang berbaring dengan wajah memerah setelah keintiman mereka sebelumnya. Nafasnya masih tersengal, tapi matanya penuh gairah. Rayhan menunduk, mengecup lembut bibir Celine.

“Sekarang giliran aku Celine, aku belum bisa berhenti, kamu terlalu memabukkan, untuk aku.”

Celine menggeliat pelan, merasakan sentuhan bibir itu menyusuri pipi hingga ke lehernya. Lalu Celine kembali mendesah lirih.

“Pak ... sebenarnya aku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuas Hasrat Majikan   Pertanyaan Menjebak .. Rayhan Gugup

    Pagi menjelang Alisha masih belum benar-benar tertidur, bahkan dia hampir tidak tidur sama sekali setelah melihat Rayhan pulang menjelang subuh. Tubuhnya memang sempat berbaring di samping Raka, namun matanya tetap terbuka dalam gelap, pikirannya berputar tanpa henti.Hingga akhirnya, dia bangun perlahan agar tidak membangunkan Raka, lalu melangkah keluar kamar menuju dapur.“Dari pada terus mikir …” gumamnya pelan, “lebih baik aku masak saja.”Di dapur, Alisha mulai menyiapkan sarapan. Aroma masakan perlahan memenuhi rumah khususnya dapur. Rayhan masih tertidur pulas di kamarnya. Tubuhnya benar-benar kelelahan, bukan hanya karena kurang tidur, tapi juga karena aktivitas semalam yang menguras tenaga bersama Celine.Waktu terus berjalan. Alisha sudah selesai memasak, bahkan sempat merapikan dapur. Dia sesekali melirik ke arah tangga, menunggu Rayhan turun.Beberapa saat kemudian, akhirnya terdengar suara langkah dari lantai atas. Rayhan turun dan sudah rapi dengan pakaian ke

  • Pemuas Hasrat Majikan   Alisha Memergoki Rayhan

    Menjelang waktu subuh, suasana di sekitar rumah masih sangat sunyi dan jalanan di depan rumah hampir tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Bagaimana tidak karena waktu masih menunjukkan pukul empat, bahkan adzan shubuhpun belum berkumandang. Mobil Rayhan akhirnya berhenti tepat di depan rumah. Rayhan tidak mematikan mesin mobil dan langsung turun untuk membuka gerbang yang digembok oleh Alisha. Rayhan memasukkan mobilnya ke dalam garasi.Dia mematikan mesin, lalu duduk sejenak di dalam mobil. Matanya terlihat lelah, bukan hanya karena kurang tidur, tapi karena lelah setelah bercinta dengan Celine hingga beberapa kali sebelum akhirnya Rayhan memutuskan untuk pulang.Rayhan menghembuskan napas panjang.“Harusnya aman karena Alisha belum pulang.” gumamnya pelan.Dia keluar dari mobil, melangkah cepat menuju pintu depan. Namun saat tangannya akan membuka pintu, dia sedikit terkejut, karena pintu itu … tidak terkunci.Keningnya langsung berkerut.“Aneh … padahal aku sudah meng

  • Pemuas Hasrat Majikan   Bermalam Di Hotel Bersama Celine.

    Malam di kamar hotel saat ini terasa hangat dan sunyi serta penuh keintiman antara Celine dan Rayhan.Udara dingin dari AC, tidak membuat dua pasangan tanpa ikatan pernikahan itu, menciptakan suasana yang tenang setelah semua yang terjadi di antara mereka. Celine berbaring diam, menatap langit-langit, sementara Rayhan duduk di tepi tempat tidur, tangannya meraih jam di pergelangan.Dia melirik jam ditangannya dan melihat waktu menunjukkan pukul sembilan malam.Rayhan menghela napas pelan, lalu berdiri.“Aku harus pulang,” ucapnya singkat.Celine yang sejak tadi diam langsung menoleh. Ada sesuatu dalam suaranya yang berubah, bukan sekadar pertanyaan, tapi seperti keputusan yang tidak bisa ditawar oleh Rayhan.“Sekarang?” tanya Celine pelan sambil berjalan mendekati Rayhan.“Iya. Kalau terlalu malam, malah jadi pertanyaan, kamu tahu sendiri tetangga di sekitar rumah seperti apa ?” jawab Rayhan sambil merapikan bajunya.Celine terdiam. Entah kenapa, hatinya terasa berat saat Ra

  • Pemuas Hasrat Majikan   Hotel Bintang 2

    Perasaannya campur aduk antara cemas, gugup, dan sesuatu yang lain yang sulit dijelaskan.Ting ...Lift berhenti tepat dilantai empat hotel bintang dua itu. Mereka berjalan menyusuri lorong hingga akhirnya tiba di depan kamar.Petugas hotel membuka pintu, lalu mempersilahkan Celine masuk terlebih dahulu, setelahnya menyusul Rayhan.Celine melangkah masuk. Kamar itu cukup luas, bersih, dan nyaman. Tempat tidur besar berada di tengah, dengan jendela besar di sampingnya.Celine meletakkan tasnya pelan, sedangkan Rayhan memberikan tips pada petugas hotel sebelum akhirnya pergi meninggalkan Rayhan dan Celine di kamar itu.“Ini .. jadi saya tinggal di sini saja ya, pak?” tanyanya.“Iya,” jawab Rayhan. “Untuk sementara, sampai Alisha berada di rumah dan ikuti semua instruksi dia.”Celine mengangguk. Rayhan melihat jam di tangannya, lalu menarik napas.“Aku harus ke kantor sekarang. Kalau terlambat, malah jadi pertanyaan.”Celine menatapnya.“Iya, pak. Hati-hati.”Rayhan mendek

  • Pemuas Hasrat Majikan   Perjalanan Menuju Ke Hotel

    Malam ini semua berakhir dengan suasana yang masih menyisakan kehangatan sekaligus kegelisahan serta rasa bersalah antara Rayhan dan Celine. Celine kembali ke kamarnya dengan langkah pelan. Dia tidak langsung berbaring. Karena ada pekerjaan yang harus dia lakukan, sesuatu yang sejak tadi sempat tertunda beberapa jam, apa lagi kalau bukan karena bercinta dengan Rayhan.Dia membuka lemari, lalu mulai mengeluarkan beberapa pakaian. Tangannya bergerak cepat, melipat satu per satu dengan rapi, memasukkannya ke dalam tas kecil yang sudah dia siapkan.Sesekali Celine terdiam, pikirannya melayang pada rencana besok, tentang hotel, tentang bagaimana dia harus bersembunyi, dan tentang hubungan yang semakin rumit dengan Rayhan.“Ini semua … sudah terlalu jauh, seharusnya aku tidak memulainya sejak awal. Mungkin ini tidak akan terjadi.” gumamnya pelan, namun tangannya tetap bergerak.Dia memilih pakaian yang sederhana, tidak mencolok. Beberapa pakaian santai, satu dua pakaian yang sedikit

  • Pemuas Hasrat Majikan   Pelan-Pelan Pak

    Di ruang tengah masih terdengar suara desahan pelan Celine, Rayhan menatap Celine yang berbaring dengan wajah memerah setelah keintiman mereka sebelumnya. Nafasnya masih tersengal, tapi matanya penuh gairah. Rayhan menunduk, mengecup lembut bibir Celine.“Sekarang giliran aku Celine, aku belum bisa berhenti, kamu terlalu memabukkan, untuk aku.”Celine menggeliat pelan, merasakan sentuhan bibir itu menyusuri pipi hingga ke lehernya. Lalu Celine kembali mendesah lirih.“Pak ... sebenarnya aku takut dan aku merasa ini salah, tapi tubuhku tetap mencari dan juga menginginkan bapak.” Ucap Celine dengan suara terdengar malu.Rayhan tersenyum kecil, lalu tangannya dengan sabar membelai rambut Celine, turun ke pundak, hingga membuat Celine menggeliat manja. Desahan kecil keluar tiap kali ciuman Rayhan semakin turun.Celine terengah dan kembali terdengar setengah mendesah.“Jangan berhenti pak saya suka cara bapak menyentuh saya.”Setelah rayuan dan sentuhan Rayhan, akhirnya Rayhan mend

  • Pemuas Hasrat Majikan   Bercinta di Sofa

    Sementara itu, Celine hanya bisa memejamkan mata menikmati apa yang dilakukan oleh Rayhan, Celine membiarkan dirinya larut dalam situasi yang tidak seharusnya dia rasakan saat ini, Ada sedikit rasa gugup, rasa bersalah tapi juga sesuatu yang lain, sesuatu yang membuatnya tidak ingin menghentikan se

  • Pemuas Hasrat Majikan   Keinginan Rayhan Tidak Bisa Ditolak.

    Tanpa terasa malam semakin larut ketika percakapan mereka di teras samping akhirnya berakhir. Rayhan kembali membuka laptopnya sebentar, memastikan pekerjaannya benar-benar selesai, sementara Celine perlahan berdiri dari kursinya dan akan masuk ke dalam.“Saya beresin dulu ya, pak,” ucap Celine pe

  • Pemuas Hasrat Majikan   Mencari Alasan Untuk Alisha

    Rayhan kembali fokus pada laptopnya. Jari-jarinya bergerak cepat di atas keyboard. Namun tiba-tiba, gerakannya melambat lalu berhenti.Dia terdiam, tatapannya tidak lagi fokus pada layar, seperti ada yang dipikirkan Rayhan dan Celine menyadari perubahan itu.“Pak?” panggilnya pelan.Rayhan tida

  • Pemuas Hasrat Majikan   Sepiring Bakwan Buatan Celine

    Malam itu keduanya makan malam berdua layaknya sepasang suami isteri, meskipun kenyataannya mereka bukan pasangan suami isteri.Setelah makan malam selesai, Rayhan tidak langsung masuk ke kamar seperti biasanya. Dia justru berjalan menuju teras samping, membawa laptop dan beberapa berkas di tangan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status