Share

Pelan-Pelan Pak

Author: Violet Rapuh
last update publish date: 2026-04-06 23:02:08

Di ruang tengah masih terdengar suara desahan pelan Celine, Rayhan menatap Celine yang berbaring dengan wajah memerah setelah keintiman mereka sebelumnya. Nafasnya masih tersengal, tapi matanya penuh gairah. Rayhan menunduk, mengecup lembut bibir Celine.

“Sekarang giliran aku Celine, aku belum bisa berhenti, kamu terlalu memabukkan, untuk aku.”

Celine menggeliat pelan, merasakan sentuhan bibir itu menyusuri pipi hingga ke lehernya. Lalu Celine kembali mendesah lirih.

“Pak ... sebenarnya aku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pemuas Hasrat Majikan   Di Hotel Celine Menguasai Permainan

    Malam mulai turun ketika Rayhan akhirnya tiba di hotel yang sudah disepakati.Setelah memarkir mobil, Rayhan masuk melalui lobi dengan langkah tenang. Sesekali matanya melihat layar ponsel, memastikan tidak ada pesan dari Alisha.Rayhan menghela napas lega. Langkahnya kian pasti dengan penuh semangat dan bibirnya tidak berhenti tersenyum.Rayhan langsung duduk di lobby hotel setelah memesan kamar.Tidak berapa lama Rayhan melihat Celine datang dan langsung menghampiri Rayhan.Rayhan memberi kunci hotel dan meminta Celine untuk masuk lebih dulu.Sampai di depan pintu kamar Celine membuka dan masuk ke dalam.Tidak begitu lama terdengar pintu diketuk.TokTokTokBegitu pintu terbuka, sosok Rayhan berdiri di hadapannya."Maaf membuat kamu lama menunggu?" tanya Rayhan.Celine menggeleng."Baru beberapa menit."Rayhan masuk, lalu menutup pintu.Untuk beberapa saat, keduanya hanya saling memandang.Pertemuan mereka memang bukan yang pertama, tetapi berada berdua di sebuah k

  • Pemuas Hasrat Majikan   Janji Bertemu Di Hotel

    Menjelang malam, Rayhan baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaannya ketika dia mengambil ponsel dari atas meja. Sejak beberapa menit lalu, pikirannya hanya tertuju pada satu hal, pertemuannya dengan Celine.Namun dia juga masih bingung bagaimana cara dia harus meminta izin kepada Alisha.Rayhan menghela napas panjang sambil menatap layar ponselnya, ada rasa ragu dihatinya, meski begitu dia akhirnya menghubungi istrinya.Tidak lama kemudian, panggilan tersambung."Halo, mas?" suara Alisha terdengar dari seberang."Sayang, nanti sore aku mau keluar sebentar." Rayhan akhirnya berani mengatakan itu pada Alisha."Keluar?" Alisha bertanya karena sudah lama Rayhan tidak meminta ijin keluar setelah pulang kerja, bahkan kadang Rayhan selalu bilang lelah dan tidak ingin keluar bersama temannya."Iya. Ada teman-teman kantor yang ngajak ngopi di kafe. Sekalian ngobrol santai."Di seberang sana, Alisha langsung terdiam dan terus berpikir.Rayhan yang mendengar keheningan itu mulai meras

  • Pemuas Hasrat Majikan   Sampai Di Kantor Rayhan

    Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih, dengan menggunakan ojek online, akhirnya Celine sampai di gedung Bimantara Sakti.“Astaga gedungnya besar dan tinggi sekali. Pak Rayhan pasti mendapatkan gaji yang sangat besar, karena gedungnya saja besar pasti gajinya juga besar.”Celine tersenyum sambil terus menatap gedung tinggi tersebut.“Jika memang gajinya besar, kalau begitu aku akan minta dibelikan perhiasan.”Celine masih berdiri tepat di depan gedung perkantoran tempat Rayhan bekerja, ditangannya menggenggam sebuah tas berisi bekal makan siang. Setelah menarik napas panjang, dia melangkah masuk dengan sedikit gugup.“Aku takut salah didalam sana. Eh ... tapi aku pasti bisa.”Celine pun masuk kedalam melalui pintu utama dan ternyata ada pemeriksaan oleh security, namun Celine menjelaskan pada security tersebut kalau Celine akan bertemu Rayhan. Beruntungnya security tersebut mengenal Rayhan dan Celine diarahkan untuk bertemu Reseptionis terlebih dahulu.Sesampainya

  • Pemuas Hasrat Majikan   Kecewa Pada Alisha Dan Celine.

    Rayhan terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun. Saat ini Rayhan sedang berdiri tepat di depan pintu kamar Celine. Tangan Rayhan terangkat namun terdiam sejenak tanpa mengetuk pintu tersebut. Hingga akhirnya.TokTokTokSuara ketukan pelan terdengar dari balik pintu kamar Celine.“Celine ... ini aku Rayhan.”Suara Rayhan pelan dan nyaris tidak terdengar.TokTokTokRayhan kembali mengetuk karena tidak mendengar jawaban Celine.“Celine buka pintunya, aku tahu kamu belum tidur.”Cukup lama Rayhan menunggu Celine membuka pintu, namun sayang Celine tidak juga membuka pintu kamarnya.“Astaga ... Celine kamu dimana sih. Masa iya kamu sudah tidur jam segini ?”TokTokTokRayhan kembali mengetuk, namun sayang ... hasilnya sama Celine tetap tidak membuka pintunya.Rayhan mengepalkan tangannya seolah akan memukul pintu kamar Celine.“Sialan kamu Celine!” Rayhan terus memaki Celine pelan, bahkan dia terlihat sangat emosi karena Celine tidak membukakan pintu, sedangkan Ray

  • Pemuas Hasrat Majikan   Penolakan Alisha

    Rayhan naik ke tangga tanpa menoleh sedikit pun ke arah Celine yang masih berdiri terpaku di ruang tamu.Sikap Rayhan barusan benar-benar berbeda dari biasanya.Biasanya, setiap kali pulang kalau tidak ada Alisha, Rayhan selalu menunjukkan perhatian kecil kepada Celine. Sebuah tatapan, senyum tipis, atau sekadar pertanyaan sederhana sudah cukup membuat Celine merasa bahwa dirinya diperhatikan.Namun kali ini tidak. Rayhan bahkan seolah sengaja menjaga jarak. Celine mengepalkan tangannya dan wajahnya sedikit memerah.“Kenapa pak Rayhan bersikap seperti itu kepadaku. Tidak biasanya dia seperti ini.”Tatapannya mengikuti punggung Rayhan sampai pria itu menghilang di balik tangga.Dalam hati, Celine mendengus kesal.“Baiklah. Kalau sekarang kamu tidak menginginkanku, aku tidak akan memaksamu.”Celine menarik napas panjang sebelum akhirnya melanjutkan.“Tapi awas saja kalau suatu hari nanti kamu yang mencariku dan membutuhkanku.”Celine tersenyum tipis.“Jangan harap aku akan la

  • Pemuas Hasrat Majikan   Ketakutan Rayhan

    Dua jam kemudian, rapat Rayhan akhirnya selesai. Dia kembali ke ruangannya dengan wajah lelah. Namun begitu duduk, sekretarisnya langsung mengetuk pintu.TokTokTok “Masuk.” Suara Rayhan terdengar dari dalam."Permisi pak, ada bu Alisha ingin bertemu." Mila memberitahu Rayhan kalau ada Alisha ingin bertemu dengannya."Alisha?" tanya Rayhan."Iya pak bu Alisha."Rayhan langsung mengangkat wajah."Serius Alisha?" tanya Rayhan memastikan."Iya, pak."Rayhan berdiri. “Tidak biasanya Alisha datang ke kantor tanpa memberi kabar lebih dahulu.” Pikir Rayhan.Pintu terbuka. Alisha masuk sambil membawa sebuah tas kecil. Rayhan berjalan menghampirinya."Ada apa sayang ? Kenapa tiba-tiba datang?" suara Rayhan terdengar berpura-pura senang dan Alisha tersenyum."Aku ingin mengajakmu makan siang."Rayhan membalas senyum itu, tetapi ada sesuatu dalam tatapan Alisha yang membuatnya merasa tidak nyaman.Seolah-olah kedatangan istrinya bukan sekadar untuk makan siang."Baik. Tunggu

  • Pemuas Hasrat Majikan   Mulai Tertarik Dengan Celine

    Celine menutup pintu setelah Rayhan berangkat ke kantor.“Pak Rayhan tampan sekali tapi sayang sudah ada yang punya. Sebenarnya pak Rayhan itu bahagia tapi entah kenapa, seperti ada yang ditutupi oleh pak Rayhan. Tapi aku tidak tahu itu apa ? Ah ... sudahlah nggak usah ikut campur urusan rumah

  • Pemuas Hasrat Majikan   Perbedaan Celine & Alisha

    Setelah mengganti pakaian rumahannya dengan pakaian tidur, Celine kembali ke kamar Raka dan saat kembali melewati kamar Rayhan dan Alisha, suara desahan Alisha masih terdengar bahkan bukan hanya desahhan tapi juga suara erangan Alisha dan tidak berapa lama terdengar suara Alisha yang ingin menyudah

  • Pemuas Hasrat Majikan   Suara Desahan Di Kamar Alisha

    Rayhan mendekati Alisha dan Alisha membawa Raka ke kamar Alisha.“Sayang si tampan ini hanya milik kamu.”Alisha langsung duduk di pinggir ranjang dan Rayhan duduk disebelahnya.“Jangan berikan asi lagi nanti dia kembali muntah.”Alisha tidak menjawab lalu meletakkannya diatas ranjang tidur Ali

  • Pemuas Hasrat Majikan   Hari Pertama Celine Bekerja.

    Rayhan membuka pintu kamar dan melihat Alisha yang sedang memberikan asi untuk Raka. Rayhan duduk di samping Alisha dan mengecup pucuk kepala Alisha. “Sayang apa kamu marah ? Maafkan mas yah, kalau kamu kecewa karena mas mengambil keputusan tanpa memberitahukan kamu. Ini semua mas lakukan kar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status