Share

71~

Penulis: Na_Vya
last update Tanggal publikasi: 2025-05-30 22:17:10

Numa tak menyangka jika saat ini dia akan terlibat kembali dengan masalah yang dia pikir sudah selesai dua tahun lalu. Pria yang saat ini berhadapan dengannya di sebuah tempat itu merupakan salah satu orang suruhan sang ayah.

Numa seketika mengingat, waktu pertama kali dia berjumpa dengan pria bernama Orhan ini. Sang ayah yang mendengar jika putri dari Kemal ternyata masih hidup memberi perintah agar menyingkirkan gadis itu.

Hingga sekarang, Numa sendiri belum pernah bertemu dengan putri Tuan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Yuni purba
mau ngomong aja g selesai² habis 1 bab
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    Ending~

    "Di hadapan Tuhan dan para saksi, aku 'Ozkhan' dan 'Shanum', bersumpah untuk setia dan mencintai satu sama lain, dalam suka dan duka, dalam sehat dan sakit, sepanjang hidup kami... "Aku Ozkhan berjanji untuk mencintaimu, menghormatimu, dan mendukungmu, dalam segala hal, sepanjang hidupku, seperti yang Tuhan ajarkan dalam Kitab Suci." Tangan Ozkhan kian erat menggenggam tangan Shanum, maniknya yang memanas, dan berkaca-kaca menatap wanita di hadapan dengan cinta berkali-kali lipat. Shanum yang merasakan hal serupa seperti suaminya, menimpali, "Aku Shanum berjanji untuk mencintaimu, menghormatimu, dan mendukungmu, dalam segala hal, sepanjang hidupku, seperti yang Tuhan ajarkan dalam Kitab Suci." Suaranya bergetar menahan tangis. Tangis kebahagiaan atas segala limpah kasih sayang Tuhan yang telah memberinya pasangan sebaik Ozkhan. "Kami berdua berjanji untuk membangun rumah tangga yang harmonis, berdasarkan cinta, kasih sayang, dan kesetiaan, serta untuk menghormati dan mematuhi Tuha

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    155~

    "Bagaimana hasil sidangnya?" Ozkhan terlihat dari layar ponsel Shanum, yang saat ini sedang melakukan panggilan video. Pria itu sedang berada di kamar hotel tempatnya menginap di Dubai. Sudah tiga hari dia berpisah dengan sang istri. "Puji Tuhan, Ozkhan. Semua bukti-bukti yang diserahkan sangat membantu. Dan kamu tahu, apa yang terjadi di ruang sidang tadi?" Shanum bangkit, lalu duduk bersila di atas ranjang. Baju tidur bahan satin bertali tipis mempertontonkan setiap lekukan tubuhnya. "Apa?" Rasa ingin tahu Ozkhan tak lebih besar daripada keinginannya membawa Shanum bergelung di ranjang sampai pagi. Apalagi saat disuguhi pemandangan indah dan erotis seperti ini. Dan lagi-lagi dia hanya bisa menarik panjang napas ketika harus menahan diri. "Mantan notaris ayahku datang dengan membawa barang bukti lainnya. Senjata api yang digunakan tuan Ahmed pada malam itu." Pada saat menceritakannya, raut Shanum sedikit muram. Namun, setelah itu binar bahagia terpancar dari bola matanya.

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    154~

    Perjalanan menuju yayasan hanya diisi oleh kekosongan dan kebungkaman Shanum. Setelah beberapa saat lalu Ozkhan memberi pengakuan yang sangat mengejutkan. Tidak. Hal itu tidak hanya mengejutkan Shanum. Melainkan menumbuhkan rasa sesak di dada wanita itu. Hingga pada saat Ozkhan menegur, Shanum hanya berkata, 'Aku tidak tahu harus berkomentar apa soal ini, Ozkhan. Mungkin aku butuh waktu untuk mencernanya.' Tanggapan Shanum terlalu datar dan membuat rasa bersalah Ozkhan makin besar. Ozkhan tahu jika istrinya ini sedang terluka. Hanya dari mendengar nada bicaranya saja, pria itu sudah bisa merasakan. Dan Ozkhan tidak ingin membuat Shanum kian terluka dengan mengabaikannya. Maka dia pun meraih jemari istrinya, mengisi kekosongan dengan kehangatan telapak tangannya, sambil mengendalikan roda kemudi dengan tangannya yang lain.. Kehangatan itu perlahan merambat ke hati Shanum, yang reflek mengalihkan pandangannya ke genggaman tangan Ozkhan di atas pangkuan. Shanum berkedip, menghal

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    153~

    Hampir menjelang malam perayaan kecil-kecilan itu akhirnya selesai. Rona bahagia belum sirna dari raut masing-masing orang yang meninggalkan ruang VIP itu. Ozkhan menyuruh Pedro mengantar ibunya Shanum kembali ke Panti, sedangkan Murat diperintah untuk mengantar nyonya Jihan. Sementara itu, Gul, Sira, Esme dan Elis menginap di hotel, dan akan baru pulang ke rumah esok hari. "Aku ke atas dulu." Shanum pamit pada Ozkhan yang nampaknya hendak mengobrol dengan Hakkan. Ozkhan mengizinkan sang istri untuk naik ke kamar mereka lebih dulu. Dipeluknya Shanum sambil berkata, "Istirahatlah dulu dan tunggu aku." Sebelah matanya mengerling nakal, dan pastinya disaksikan oleh Hakkan yang hanya geleng-geleng kepala sambil mendengkus. Shanum hanya mengulum senyum, malu dengan Hakkan yang saat ini sedang memerhatikan tingkah Ozkhan, yang belakangan ini agak mesum. Dia langsung memilih pergi dari tempat itu. Satu cangkir espresso panas dan satu cangkir teh hijau baru saja diletakkan di atas

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    152~

    Semenjak Shanum menginjakkan kakinya di tempat mewah ini, isi kepala wanita itu tak berhenti memikirkan tindakan Ozkhan, yang rupanya benar-benar akan menagih janjinya. Bayangkan saja, di siang menjelang sore hari seperti ini, pria itu hendak mengajaknya bercinta, bahkan sampai menyewa kamar hotel. 'Pria ini, benar-benar tidak sabaran.' Batin Shanum sambil melirik Ozkhan, yang sangat posesif mengamit pinggangnya. Harusnya mereka mendatangi kafe atau restoran, bukannya hotel mewah. Apalagi saat ini perut Shanum mulai terasa lapar. Helaan panjang berembus dari bibir wanita, yang kini sudah berstatus nyonya Ozkhan itu. "Sebenarnya kita mau ke mana, Ozkhan? Kenapa kamu malah membawaku ke sini? Alih-alih ke restoran?" Pada akhirnya, pertanyaan itu pun meluncur dari mulut Shanum, membuat Ozkhan seketika menghentikan langkahnya. Reflek, langkah Shanum pun berhenti. Mendongak, dengan sepasang alis yang menaut, dia bertanya, "Ada apa, Ozkhan?" Yang ditanya justru tersenyum, lalu

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    151~

    Semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan perkiraan Ozkhan. Lelaki itu rupanya sudah mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari. Bahkan sebelum Shanum berniat membantu mengurus sekolah Gul. Mulai dari dokumen dari pihak mempelai wanita, dan persetujuan orang tua. Mulai hari ini, dia dan Shanum telah resmi menjadi sepasang suami istri. Dan mereka tinggal melakukan pemberkatan di gereja saat Ozkhan kembali dari Dubai. Tentunya, dengan pesta meriah dan mewah. Kendati pernikahan ini merupakan pernikahan kali kedua untuk mereka. Baik dari Shanum maupun Ozkhan. Namun, pria itu berniat menciptakan momen yang tak terlupakan bagi Shanum saat di pesta nanti. "Silakan disimpan salinan dokumen ini. Jangan sampai hilang." Petugas pria memberikan berkas salinan kepada sepasang pengantin baru itu. "Nanti, Anda bisa kembali lagi ke sini untuk memperbarui setelah melakukan pemberkatan." "Baik. Terima kasih." Ozkhan mengambil berkas tersebut, lalu menyerahkannya ke Shanum. "Simpanlah." Sha

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    119~

    Nyatanya, Ozkhan tidak tenang di dalam ruangan lain yang ada di kantor Firma Hukum Malik. Pria berjas hitam itu terus berjalan mondar-mandir sambil sesekali mengecek arloji di pergelangan tangan. Waktu berjalan sangat lambat. Belum ada tiga puluh menit Shanum berada di ruangan Malik. Namun, Ozkha

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    116~

    Tak hanya Baris yang terkejut. Jihan pun turut terkejut atas keinginan yang diungkapkan Ozkhan barusan. Selama ini keberadaannya tidak pernah diketahui siapa pun. Selain orang-orang yang berada di rumah dan keluarga besannya. Status Jihan sebagai istri kedua bukanlah hal yang patut dibanggakan. Dia

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    118~

    'Shanum... Akhirnya aku bisa melihatmu lagi.' Malik hanya mampu mengucapkannya dalam hati. Memandang puas wajah cantik Shanum yang sama sekali tidak berubah. Namun, dia tentu dapat merasakan perbedaan di sorot mata perempuan yang siang ini mengenakan floral dress warna peach. Dia memang perem

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    120~

    Rasa penasaran majikannya tak khayal membuat Sira menegang di tempat. Baginya, Nyonya Jihan sama sekali belum tahu siapa itu Shanum. Padahal, nenek dari Gul itu sudah mengetahui perihal hubungan asmara antara putranya dan Shanum. "Bibi Shanum itu temannya ayah, Nenek. Gul pernah beberapa kali mengi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status