Share

Bab 25

last update publish date: 2025-06-18 10:42:31
Akan tetapi, Daffa justru semakin kuat pula memeluk pinggang ramping Nada. Jari tengahnya tetap bergerak lincah di bawah sana, mengaduk-aduk biji kenikmatan milik Nada yang semakin membasah.

“Nggak apa-apa kalau kamu mau pipis, Nada. Keluarkan saja, biar aku yang menanganinya,” bisik Daffa dengan su
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Lei Ni
kok bisa melakukan hubungan intim di ruang terbuka, emang gak ada CCTV? terus di ruang tunggu manusianya kemana kok gak ada manusia lain dalam waktu lama, apa gak ada pasien di RS itu?...
goodnovel comment avatar
Arsip Kel
apa apaan iklan puki
goodnovel comment avatar
Asih Lusiana
kamar VIP biasanya toiletnya di dalem...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 82

    "Papa?" Ayu berkata lirih, matanya membulat saat menyadari situasi yang sedang terjadi. Hadi tampak terperanjat melihat kedatangan putrinya itu. Ia kemudian juga menatap pada Alya yang buru-buru membenarkan selimut di tubuhnya setelah pertengkarannya dengan Ayu tadi. Jelas sekali, dia tidak siap un

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 87

    Recky membuka pintu belakang. Daffa meletakkan tubuh Nek Siti dengan lembut di kursi penumpang. Nada langsung masuk dan duduk di sebelahnya, dan kembali menggenggam tangan neneknya dengan erat. “Nenek, tolong bangun,” bisik Nada berulang kali, air matanya tak kunjung berhenti mengalir. Dia menciumi

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 86

    “Terima kasih untuk malam ini, Nada. Aku benar-benar puas dengan tubuh kamu. Dan juga, dengan susu kamu yang sangat segar ini,” ucap Daffa sambil meremas pelan payudara Nada, membuat gadis itu mendesah tertahan. “Daffa, jangan gitu ah. Ntar gimana kalau ada yang lihat?” “Nggak masalah. Mereka ngga

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 88

    “Apa, Dok?” Nada tersentak dan langsung terdiam. Tubuhnya kini mendadak lemas, dan ia terjatuh terduduk di lantai. Tangannya memegangi kepalanya sambil menangis histeris. “Enggak! Kenapa harus nenek? Kenapa bukan aku saja?” isaknya, suaranya terdengar pilu di ruang tunggu yang sunyi itu. Daffa se

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status