Share

Bab 57

last update publish date: 2025-06-25 08:46:21
“Pak Gio, lepaskan saya! Jauh jauh dari saya!” Tubuh Nada meronta-ronta. Kakinya menendang-nendang, dan tangannya berusaha untuk memukuli pria itu, karena kini Pak Gio terus berusaha memeluknya dengan erat.

“Kamu teriak saja sesuka hati kamu, Nada. Aku justru suka mendengar teriakan kamu ini. Terden
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Neni Telkom
baca nya lama2 jd jijik soalnya kasihan Nada jd obyek pelecehan dr semua lelaki2. author apakah karketer Nada di bikin sprt itu. kirain karakter nada seorang wanita yg kuat dan mandiri dlm memperjuangkan ke hidupan yg lbh baik bersama neneknya. ternyata nada jd korban pelecehan trs 🥲
goodnovel comment avatar
Novianty Kristina
bikin kesel nada bego bgt udh tau bny yg melecehkan pakai baju seksi2b
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 103

    "Ah,, Daffa. Hisap lagi, ayo terus. Berikan gigitan kecil di sana, Daffa. Aku mohon," rintih Nada penuh hiba, berharap supaya Daffa mau mengabulkan permintaannya. "Tentu saja, Sayang." Daffa pun segera melakukan apa yang Nada minta. Ia langsung menyesap dan memainkan lidahnya dengan kuat di dua

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 109

    Langit sudah meredup, mendung berat menggantung. Daffa dan Hendra melajukan mobil mereka menuju rumah duka. Suasana di dalam mobil hening. Tak ada musik. Hanya deru pelan mesin dan napas berat Daffa yang memenuhi ruang. Sesampainya di rumah duka, aroma dupa tipis dan suara isak tangis menyambut me

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 110

    "Ahhh, Sayang." Suara desahan Nada terdengar manja, sembari tubuhnya menggeliat merasakan sensasi geli dan nikmat bersamaan. Mendengar suara desahan yang terlontar dari bibir Nada, tentu semakin membuat hasrat Daffa bergejolak. Ia merasakan miliknya di bawah sana semakin menegang dengan kerasnya,

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 112

    "Rasanya enak sekali, Nada. Harum dan manis. Kamu benar-benar pintar menjaga aset berhargamu. Ya sudah, sekarang kita keluar dulu ya. Ayo, aku bantu pakai bajumu." Nada hanya bisa mengangguk lemah, karena tubuhnya masih sangat lemas sekarang. Ia terpaksa harus bangkit, meskipun liang kewanitaannya

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status