Home / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 1. Kekaisaran Matahari

Share

Pendekar Kera Sakti
Pendekar Kera Sakti
Author: KSATRIA PENGEMBARA

1. Kekaisaran Matahari

last update publish date: 2024-02-12 14:46:41

Di masa perang dunia ke-2, Kekaisaran Matahari adalah adalah sebuah kekaisaran yang memiliki kekuasaan yang sangat besar dan disegani. Kekuasaannya hampir melingkupi seluruh Asia. Termasuk Jawa Dwipa.

DI SUATU MALAM.

“Aku pemenangnya.. Malagha akan menjadi istriku!” kata Kazikage dengan lantang hingga membahana ditempat itu. Wajah-wajah ditempat itu tampak berubah pucat, bahkan wajah Malagha lebih pucat lagi. Kazikage seakan tak memperdulikan hal itu, lalu berbalik kearah sebaliknya dan menatap semua orang yang ada ditempat itu.

“Atau masih ada yang ingin melawanku, silahkan maju!” bentak Kazikage dengan keras kearah semua orang yang ada ditempat itu, tapi tak ada seorangpun yang terlihat mau menanggapi tantangan Kazikage. Tuan Muda dari Kekaisaran Matahari tersebut.

“Selain Pangeran Anggoro Wardana, kalian semua tak pantas untuk mendapatkan hormatku. Kalian semua adalah pesakitan dari Asia!” kata Kazikage dengan penuh kesombongan.

Mendengar kata-kata pesakitan dari Asia yang dilontarkan oleh Kazikage, tentu saja membuat amarah setiap orang yang ada ditempat itu, termasuk Pangeran Anggoro Wardana, tapi untuk melawan Kazikage, tentu mereka harus berfikir ribuan kali, mereka hanya bisa menerima penghinaan itu dari orang yang menumpang di negeri mereka.

Melihat tak ada yang menanggapi ucapannya, bibir Kazikage semakin tersenyum sinis.

“Benar-benar orang pengecut!” desis Kazikage dengan sinis seraya kembali berbalik kearah Malagha kembali.

“Ha ha ha...!” Sebuah suara tawa yang begitu keras terdengar membahana ditempat itu, mengejutkan semua orang. Bahkan Kazikage yang tadinya ingin melangkah pergi. Mengurungkan niatnya. Sebelum dia membalik tubuhnya.

“Hanya seorang pendatang dinegeri ini, sudah berani bertingkah! Apakah tidak tahu rasa malu?!” kembali terdengar suara itu menggema ditempat itu. Telinga Kazikage langsung memerah mendengar hal itu, dengan cepat tubuhnya berbalik. Belasan tombak dihadapannya, terlihat orang-orang yang berkumpul ditempat itu telah menyingkir secara teratur hingga memperlihatkan seseorang yang berdiri dengan gagahnya. Ia mengenakan caping yang menutupi wajahnya. Tubuhnya yang tinggi tegap dibalut rompi berwarna merah dan bersisik keemasan tanpa lengan sehingga rajah naga emas melingkar yang ada dilengan kirinya yang kekar terlihat semakin menambah kejantanan pemuda itu. Juga mengenakan celana bersisik berwarna hitam keperakan. Di kedua tangannya tampak tersampir 10 gelang emas yang tersusun rapi disepanjang lengannya.

“Baraka...” Sebuah nama keluar dengan lembut dari bibir seorang gadis berparas jelita. Namanya Malagha. Malagha adalah seorang gadis keturunan timur tengah yang bermukim di Tanah Jawa. Wajah cantiknya. Bibir merah, indah merekahnya terlihat tersenyum, rupanya dia mengenali sosok pemuda yang mengenakan penutup disetengah wajahnya itu. Karena memang. Sosok itu adalah sosok Baraka yang kini sudah melangkah ke hadapan Kazikage. Walau sedikit cemas, tapi Malagha yakin, Baraka bisa mengalahkan Kazikage, karena Malagha tahu, bagaimana hebatnya Baraka setelah cukup lama mengenal Baraka.

Kazikage mengerutkan keningnya melihat sosok dihadapannya.

“Sebagai seorang tamu di negeri ini, seharusnya kau tahu adat. Apa orangtuamu tak mengajarkan adab kepadamu, hai! orang asing?! Atau kau ingin ku gebuk pantatmu untuk kembali ke negerimu!” ucapan sinis keluar dibibir Baraka saat dia mengatakan hal itu.

Kata-kata Baraka membuat orang-orang yang ada ditempat itu hampir saja tak kuat menahan tawa, tapi sebagian lagi sampai tak bisa berkata apa-apa.

“Benar-benar cari mati dia...”

“Tamat dah... tamat dah riwayatnya”

“Dasar gendeng! Apa dia tidak tahu, siapa lawan yang ada dihadapannya saat ini...!”

Terdengar kasak-kasak beberapa orang diberbagai tempat yang rata-rata mengatakan betapa konyolnya Baraka yang berani mempromokasi Tuan Muda dari Kekaisaran Matahari tersebut.

Pada awalnya, Baraka memang tak ingin terlibat dalam masalah ini, tapi begitu mendengar kata-kata Kazikage yang sangat mengusik rasa cinta tanah airnya. Jiwa kependekaran Baraka bergejolak.

Sementara itu, Kazikage yang memerah wajahnya. Masih berusaha menahan dirinya dan melihat sosok yang ada dihadapannya dengan penuh selidik.

“Siapa kau?!” tanyanya dengan dingin.

“Aku?! Huh! Kau tak pantas untuk mengetahui namaku.. Oh tidak, bahkan kau tak layak!” kata Baraka dengan jumawanya. Hingga lagi-lagi membuat wajah Kazikage mengkelam hitam. Amarah benar-benar telah mencapai otaknya.

Wusshh...!

Tiba-tiba saja sosok Kazikage sudah berkelebat kedepan dengan sangat cepatnya, semua harus menahan nafas melihat hal itu.

“Mati dah, mati tuh si anak!” kata salah seorang penonton tak kuat untuk melihat nasib Baraka.

“Modar.. modar dah!” sahut yang lain ikut-ikutan menutup mata, karena tak kuat melihat hasil akhirnya.

Gemuruh suara terdengar menyayangkan nasib Baraka yang akan kelar sebentar lagi. Tapi semua pendapat itu terpatahkan, wajah-wajah ditempat itu berubah seperti baru saja tersambar petir. Bagaimana tidak? Sosok Kazikage yang tadi berkelebat cepat kearah Baraka untuk melayangkan serangannya, tiba-tiba saja berhenti tepat 1 tombak dihadapan Baraka.

Kazikage berhenti karena saat ini, tepat didepan matanya, tersodor sebuah seruling berhulu Naga yang jika Kazikage tidak menghentikan langkahnya, matanya sudah pasti akan tertusuk oleh senjata itu.

Untuk pertama kalinya, wajah Kazikage berubah, keringat dingin mengucur dari wajahnya. Kazikage memperhatikan senjata lawan yang ada didepan matanya itu. Sekali lihat saja, dia tahu kalau senjata itu bukan senjata biasa. Sementara Baraka masih berdiri santainya mengacungkan ujung suling pusakanya yang bernama Suling Naga Krishna itu kearah lawannya.

Dalam jarak sedekat ini, Kazikage dapat melihat sosok yang ada dihadapannya dengan lebih jelas. Kazikage dengan cepat menggerakkan tangannya untuk menepis suling didepan matanya itu, tapi tiba-tiba saja Suling mustika itu sudah ditarik oleh Baraka dengan cepat, selanjutnya kembali Suling mustika itu berada tepat didepan kedua matanya. Dan ini membuat kedua mata Kazikage berkedut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1683. Part 13

    Kinanti akhirnya berkata, "Baiklah. Salju Kelana boleh ikut tapi tidak boleh mencampuri pembicaraanmu dengan sang Ratu!""Aku hanya akan mengawasinya!" kata Salju Kelana bernada ketus."Tampaknya kau takut kehilangan Pendekar Kera Sakti, Salju Kelana?""Memang!" jawab Salju Kelana dengan tegas, tanpa basa-basi sedikitpun.Kinanti hanya mencibir sinis. Saat mereka melangkah menuju Lembah Birawa, Kinanti sempat ceritakan masalah sebenarnya kepada Salju Kelana. Cerita itu meluncur dari mulut Kinanti setelah Salju Kelana menceritakan pengalaman mesranya dengan Baraka ketika di dalam gua dan ketika duduk di depan Baraka yang mandi dalam keadaan polos karena menyangka Salju Kelana buta, padahal tidak. Kinanti sempat terkikik geli mendengar cerita itu. Sedangkan Pendekar Kera Sakti sengaja sedikit menjauh supaya tidak terlalu merasa malu membayangkan kebodohannya didepan Salju Kelana yang kala itu berpura-pura masih buta.Bahkan Baraka berusaha mengalihka

  • Pendekar Kera Sakti   1682. Part 12

    Bagaimanapun juga Baraka lebih memilih Salju Kelana daripada Kinanti, seandainya ia dipaksa harus memilih. Sebab Salju Kelana yang mirip sekali dengan Hyun Jelita itu telah berhasil mendapat 'kapling' di tepi hati Pendekar Kera Sakti. Andai saja Hyun Jelita tidak ada, pasti Salju Kelana yang menjadi pilihan utama bagi hati pemuda dari Lembah Kera itu."Baraka akan kubawa menemui Ratu Jiwandani." kata Kinanti saat ditanya Salju Kelana tentang tujuan mereka. Kinanti menyambung kata, "Ada persoalan yang akan diselesaikan Baraka sana!""Tidak boleh!" tegas Salju Kelana."Apa hakmu melarang Baraka datang ke istana Lembah Birawa!" hardik Kinanti."Dia punya urusan sendiri denganku secara pribadi!""Peduli amat dengan urusanmu, aku lebih dulu menemukan Baraka!""Aku kenal dia lebih dulu dari kau!""Persetan dengan perkenalanmu! Dia harus ku bawa ke Lembah Birawa!""Tidak boleh!" bentak Salju Kelana."Aku akan nekat membawanya!"

  • Pendekar Kera Sakti   1681. Part 11

    "Ya, aku yakin begitu. Seroja Putih terlibat bentrokan dengan Demit Lanang, hingga Demit Lanang keluarkan jurus andalannya. Sebab, Seroja Putih memang ilmunya lumayan tinggi. Hanya saja, apakah pertarungan itu dilakukan setelah Demit Lanang pergi dari Bukit Ranjang Setan tadi, atau sebelumnya, yaitu saat ia menuju ke Bukit Ranjang Setan untuk bertarung melawan adiknya sendiri."Rona duka terlihat jelas di wajah Kinanti. Baraka tak berani main-main. Bahkan sang Pendekar Kera Sakti menampakkan raut wajahnya yang ikut berduka atas kematian Seroja Putih itu.Kinanti segera mengambil pakaian tersebut bersama pedangnya. "Akan kutunjukkan kepada sang Ratu mengenai kekejaman Demit Lanang ini!" ucapnya lirih dan bergetar karena membendung tangis."Aku setuju dengan rencana itu. Nanti aku akan ikut memperkuat laporanmu kepada sang Ratu," kala Baraka dengan sikap tenang tapi dalam suasana hati ikut berkabung.Langkah mereka mulai dipercepat, karena nanti tak sabar i

  • Pendekar Kera Sakti   1680. Part 10

    "Ratu Jiwandani adalah perawan suci yang tak pernah dijamah oleh lelaki mana pun juga. Beliau mempunyai perjanjian dengan leluhurnya, bahwa apabila Lembah Birawa masih dalam ancaman bahaya orang-orang Pulau Teluh, sang Ratu tidak ingin menikah dengan pria mana pun. Hati Ratu Jiwandani akan terbuka untuk seorang pria jika Lembah Birawa tidak diganggu lagi oleh orang-orang Pulau Teluh. Sebab orang-orang Pulau Teluh selalu bermusuhan sejak Lembah Birawa dipegang oleh nenek buyutnya sang Ratu."Kinanti bicara dengan sungguh-sungguh, kedua tanganya ikut bergerak-gerak memperjelas keterangannya. Pendekar Kera Sakti tampak berminat sekali mengikuti cerita itu, hingga lebih banyak diam daripada mengajukan beberapa pertanyaan."Mulia Guru Teja Biru mempunyai syarat, apabila mereka berhasil menumbangkan Penguasa Pulau Teluh dan membebaskan Lembah Birawa dari gangguan orangorang pulau itu, maka sang Ratu harus bersedia dinikahi oleh Maha Guru Perguruan Darah Surga. Sang Ratu pun

  • Pendekar Kera Sakti   1679. Part 9

    "Hmmm... aku tahu, anak muda itu punya jurus lain dari yang lain!" gumam Hantu Sesat. "Jika dia yang kupukul, maka kau yang kesakitan, Setan Bejat. Jadi jika kau yang kupukul, maka dia yang akan kesakitan! Nih, rasakan pembalasanku, Pemuda pongah! Haaahh...! Heeeaahh...!"Plak, brrukk...! Prak, prak, plok, buk, buuhg...!"Aaauuuh...! Hentikan! Hentikan!" teriak Setan Bejat yang semakin kesakitan dihajar Hantu Sesat."Aku tahu yang berteriak kesakitan bukan kau, Setan Bejat, tapi si pongah itu! Rasakan pembalasan ini! Haaaeh...! Hiaaah...! Modar kau!"Wuuss...!Tubuh Setan Bejat akhirnya terlempar karena pukulan bertenaga dalam dari teman sendiri. Rahangnya retak dan pelipisnya memar membuat telinganya berdarah. Hantu Sesat kerutkan dahi pandangi Setan Bejat yang terkapar tak berdaya itu."Celaka! Aku hampir membunuh teman sendiri! Anak muda itu masih tetap tenang-tenang saja?"Hantu Sesat serba salah, tak tahu harus bagaimana melawan

  • Pendekar Kera Sakti   1678. Part 8

    Blluukkk...!"Aaaoou...!" ia memekik keras dalam keadaan jungkir balik. Anehnya dalam satu kejap ia sudah mampu bangkit dan berdiri tegak di depan Kinanti. Kedua tangannya merentang membentuk cakar. Matanya mendelik dengan amat gusar."Heaahh...!" Lalu, tiba-tiba tubuhnya memutar dan kakinya berkelebat menyampar wajah cantik itu.Plaakk...! Kinanti terpental ke samping dan jatuh berguling-guling. Gerakan tubuhnya yang berguling itu berhenti tepat di depan Hantu Sesat. Kesadaran yang belum sepenuhnya dikuasai oleh Kinanti membuatnya tak bisa hindari tendangan kaki Hantu Sesat yang menggeram penuh dendam itu."Heeaah...! Modar kau, Bangsat!"Plook...! Wajah cantik itu menjadi sasaran kaki kasar kembali. Tubuh yang sekal itu terbuang ke belakang dan terguling-guling membentur batu besar."Habisi dia!" teriak Hantu Sesat kepada Setan Bejat, karena keadaan Kinanti lebih dekat dengan si Setan Bejat. Orang berkumis tebal itu segera mencabut cambukn

  • Pendekar Kera Sakti   396. Part 4

    Baraka mendekati Ken Warok karena terlalu lama ditinggalkan sendirian di tengah pelataran. Mirip tiang bendera. Saat itu Ken Warok memang baru akan temui Baraka untuk mengatakan sesuatu, tapi Baraka lebih dulu perdengarkan suaranya yang kalem itu."Apakah kau punya urusan pribadi dengan Rat

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pendekar Kera Sakti   393. KITAB LIMA SETAN

    PEMUDA ganteng yang punya rajah Naga Emas Melingkar di punggung lengan tidak ada duanya kecuali si Pendekar Kera Sakti, Baraka. Sang Pewaris para Dewa ini memang mempunyai ketampanan yang bisa bikin para gadis maupun janda pada 'celeng'.Semua orang bilang; Baraka itu tampan. Cuma orang hut

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pendekar Kera Sakti   354. Part 4

    "Tak salah lagi," ucap Baraka dalam renungan, "...itu pasti suara si Iblis Dedemit. Pantas kalau kau pun dikejar-kejar Raga Paksa, karena sebenarnya kau pun akan dipaksa agar menunjukkan di mana letak kuburan si Iblis Dedemit Itu. Bukan sekadar ingin dibunuhnya!""Mungkin saja begitu, sebab

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pendekar Kera Sakti   322. Part 2

    Di kaki langit sebelah timur, matahari tersembul memantulkan sinar rona jingga. Ayam jantan liar mengumandangkan kokoknya yang gagah, menyapa hari di ambang pagi. Gumpalan awan berarak di cakrawala. Sementara, tiupan angin sejuk melengkapi lahirnya hari ini.Dalam terpaan lembut hawa pagi,

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status