Share

1064. Part 3

last update Petsa ng paglalathala: 2025-02-09 01:03:28

"Gggrrr...!" Gaok Lodra benar-benar merasa dipermainkan nafsu amarahnya.

Sementara itu, Nenggolo dan Sabit Guntur mulai tak sabar menunggu hasil pemeriksaan Gaok Lodra. Nenggolo pun berseru keras, "Apa yang kau temukan di sana, Gaok Lodra!!"

"Aahg...!" terdengar suara pekik pendek tertahan dari dalam kerimbunan semak itu. Suara pekik tertahan yang pendek itu membuat Sabit Guntur menggerutu sambil bersungut-sungut.

"Kurang ajar! Disuruh memeriksa keadaan malah buang hajat

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pendekar Kera Sakti   1666. Part 20

    "Bertahanlan sampai kita mencari daratan, Baraka ""Sekarang sudah sampai di darat. Aku jangan diseret terus!" geram Baraka bernada jengkel sambil menahan sakit."O, maaf. Aku tidak tahu kalau sudah sampai di darat. Kau sendiri mengapa masih memegangi tongkatku terus sehingga terseret-seret!"Baraka menggerutu tak jelas. Badannya terbungkus lumpur hitam berbau rumput. Namun ia tidak peduli dan segera menggulingkan tubuh beberapa kali dengan susah payah, lalu mencapai suling mustikanya.Baraka segera menyalurkan hawa ‘Kristal Bening’-nya tanpa mempedulikan dirinya tubuhnya yang masih diselimuti lumpur hitam. Ia tetap tidak peduli, yang penting mengobati luka dalamnya dulu dan rasa sakit di dada mulai berkurang.Baraka duduk di tanah bersandarkan pohon. Napasnya masih terengah-engah, walau rasa sakitnya semakin ringan. Ia tertegun membayangkan hampir mati terhisap lumpur hidup kalau tak ditolong oleh Salju Kelana.Gadis itu mencoba

  • Pendekar Kera Sakti   1665. Part 19

    Di luar dugaan, dari kedua mata Nyai Sumbar Keramat keluar dua baris sinar merah sebesar lidi, lurus tanpa putus. Baraka sempat terperanjat, lalu cepat-cepat menyilangkan suling mustikanya ke arah depan mata, sebab kedua sinar merah itu ingin menembus mata Baraka.Dengan menyilangnya suling mustika yang digenggam dengan kedua tangan itu, maka kedua sinar merah pun kembali menghantam suling mustika secara bersamaan.Jgaaarrr...!Sinar biru lebar melesat dari suling mustika itu. Sinar biru lebar itu merupakan percikan dari perpaduan tenaga sakti dalam suling mustika dengan dua sinar merah. Sinar biru lebar melesat ke depan dan di luar dugaan menghantam tubuh Nyai Sumbar Keramat.Zrruuub...!"Aaaahg...!" Nyai Sumbar Keramat terpental terbang sambil memekik. Tubuhnya berasap dan jatuh di semak-semak."Guruuu...!" teriak Anggani dengan tegang sekali. Ia berlari menghampiri gurunya yang terperosok di semak-semak. Bahkan sebagian semak-semak itu te

  • Pendekar Kera Sakti   1664. Part 18

    Pendekar Kera Sakti cemaskan jiwa Salju Kelana, sebab gadis itu terdesak sampai di dekat rawa. Padahal Baraka tahu rawa itu adalah genangan lumpur hidup yang mampu menyedot manusia yang jatuh ke dalamnya. Jika sampai Salju Kelana jatuh ke lumpur hidup, habislah riwayatnya. Pasti ia akan semakin ditenggelamkan oleh Nyai Sumbar Keramat dengan caranya sendiri.Tak ada pilihan lain bagi Baraka selain menghambur dalam pertarungan itu demi menyelamatkan Salju Kelana. Dengan gerakan yang amat cepat melebihi anak panah, Baraka berhasil melesat dan dalam sekejap tiba di samping Salju Kelana.Zlapp...! Jleeg...!"Hentikan, Nyai!" sentak Baraka dengan suara menggelegar. Sentakan suara itu membuat jantung Sang Guru terhentak pula dan gerakannya pun terhenti. Baraka segera meraih tangan Salju Kelana dan menariknya."Diam di belakangku!" perintah Baraka dengan mata tetap memandang ke arah Nyai Sumbat Keramat."O, rupanya apa kata muridku memang benar. Pendekar K

  • Pendekar Kera Sakti   1663. Part 17

    "Selain berwajah cantik dan mengenakan jubah putih, perempuan itu mempunyai mata yang cacat! Begitulah menurut keterangan saksi mata kami.""Mata yang cacat!" Pendekar Kera Sakti menggumam dalam hati, dahinya berkerut dengan sendirinya. Tapi ia berkata kepada tiga orang itu,"Dengarlah kalian, kalau memang Salju Kelana terbukti bersalah, aku yang akan mengadili dan menghukumnya!""Siapa kau, sehingga berani bertindak sebagai sang pengadilan!""Aku adalah Pendekar Kera Sakti; Baraka. Dan tugasku menegakkan keadilan dan membasmi kejahatan!""Ooh...!" mereka bertiga saling terperangah.Ternyata sejak tadi mereka belum sadar bahwa yang dihadapi adalah seorang pendekar yang namanya sedang kondang dan menjadi bahan sanjungan beberapa tokoh silat aliran putih. Mendengar nama Pendekar Kera Sakti, mereka bertiga menjadi ciut nyali, dan merasa sangat menyesal telah berani melakukan pertarungan dengan sang pendekar itu. Akhirnya, mereka bertiga pun seg

  • Pendekar Kera Sakti   1662. Part 16

    Baraka tersenyum mendengar gertakan orang berkumis tipis itu. Dengan tetap tenang ia bicara kepada si kumis tipis."Apa salahnya hingga kalian ingin membantainya!""Dia telah membunuh guru kami dua hari yang lalu! Tak ada cara lain menebus kesalahannya kecuali dengan membantainya!""Hmmm... siapa guru kalian itu?"Seorang yang berambut pendek berseru dari samping kiri Baraka, "Tanyakan sendiri kepada perempuan biadab itu. Dia pasti mengenal nama Tabib Parang Windul""Oh, jadi Tabib Parang Windu terbunuh juga!" gumam Salju Kelana dengan nada terperanjat."Jangan berpura-pura tidak tahu kau, Iblis! Menurut saksi mata kaulah yang membunuh Guru dengan menggunakan sebuah rencong. Kau taburkan racun dalam tubuh guru kami hingga jiwanya tak tertolong lagi.""Benar-benar biadab kau, Betina!" seru si baju merah."Heaaat...!"Orang berbaju merah langsung menyerang Salju Kelana dengan satu lompatan cepat. Parangnya ditebaskan ke ar

  • Pendekar Kera Sakti   1661. Part 15

    Senyumnya kian mekar, hingga lesung pipitnya membuat detak jantung Baraka semakin bertambah keras. Agar tak terlalu hanyut dalam kemesraan yang ada, Pendekar Kera Sakti segera alihkan pikirannya ke masalah tiga orang yang memaksa Salju Kelana agar menyerahkan Rencong Iblis tadi."Siapa mereka bertiga tadi, Salju Kelana?""Mereka murid-muridnya Tabib Lumbung Jagat," jawab Salju Kelana setelah bangkit dan duduk di depan Baraka. Ia mencari-cari tongkat kecilnya, dan Baraka mengambilkannya.Salju Kelana berkata lagi, "Tabib Lumbung Jagat tewas karena racun. Seseorang mengetahui pertemuan Tabib Lumbung Jagat dengan perempuan berjubah putih dan berwajah cantik. Maka para muridnya menyangka akulah perempuan itu. Mereka juga mendengar kabar tentang Rencong Iblis yang sedang mencari tumbal tujuh belas tabib. Aku sudah mencoba menjelaskan bahwa aku tidak mempunyai Rencong Iblis, tapi mereka tetap tidak percaya dan menuntutku agar menyerahkan rencong itu untuk membalas den

  • Pendekar Kera Sakti   1453. Part 17

    Melihat kedatangan Baraka didampingi empat prajurit, mereka menyangka keempat prajurit menemukan seorang mata-mata. Para prajurit lainnya segera bergerak cepat. Dalam waktu singkat mereka sudah mengurung Baraka dan keempat prajurit itu. Dua orang berbadan tinggi besar yang menjaga pintu gua meman

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1466. Part 8

    Lalu, Baraka berkata, "Percayalah padaku, kalian sebentar lagi akan menjadi manusia tanpa raga! Kalian telah terkena kekuatan sakti dari Golok Setan yang dimiliki oleh Durjana Belang alias si Maling Sakti itu!"Roh Seribu Dewa menjadi gusar. "Tidak mungkin! Golok Setan dimiliki oleh Malaik

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1460. Part 2

    Sumbaruni diam berpikir, ia masih ingat di mana letak Perguruan Tongkat Sakti yang diketuai oleh Malaikat Miskin itu. Ketika ia berubah menjadi bocah, ia pernah disandera di perguruan itu, sehingga ia masih ingat jalan menuju tempat tersebut. Hal yang dipikirkan Sumbaruni adalah: “Haruskah

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1471. Part 13

    "Justru kami sedang selidiki siapa menghancurkan perguruanmu ini!" sahut Teratai Kipas. Gadis itu tampak ngotot sekali karena hatinya panas dituduh sebagai pembantai orang-orang perguruan tersebut."Kalian tak perlu banyak mulut lagi! Sekarang terimalah pembalasanku inil Heaaahhh...!" si M

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status