Beranda / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 108. Aku adalah guru Raja Penyasar Sukma

Share

108. Aku adalah guru Raja Penyasar Sukma

last update Terakhir Diperbarui: 2024-05-24 01:03:56

Sambil menggembor keras, Putri Budukan menghentakkan kedua telapak tangannya ke depan. Dua larik sinar hijau kemerahan yang amat menggidikkan melesat cepat ke arah Ksatria Seribu Syair!

"Manusia jahat pasti akan menerima buah kejahatannya!" Seru Ksatria Seribu Syair. Lelaki yang diam-diam telah mempersiapkan ilmu 'Pembalik Tenaga Lindungi Jiwa' itu menarik kedua tangannya ke belakang sejajar pinggang, dan langsung dihentakkan ke depan. Seberkas cahaya putih kebiruan tiba-tiba melesat, memperdengarkan suara mendengung seperti ada ribuan lebah sedang terbang!

Lalu....

Blarrrr...! Blarrr...!

Dua ledakan terdengar menggelegar di angkasa. Paduan cahaya warna-warni menyembur ke mana-mana. Hingga untuk beberapa saat, suasana malam di Puncak Kupu-kupu jadi terang benderang. Namun, di balik keindahan yang sempat tercipta, tampaklah satu pemandangan menggiriskan.

Gumpalan tanah dan bongkah-bongkah batu berhamburan ke segenap penjuru. Batang-batang pohon tumb

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1496. Part 14

    Dees...!"Aaahg...!" Pendekar Kera Sakti tersentak dan mengejang, kemudian limbung ke kiri dan jatuh.Bruuk...!"Barakaaa...!" pekik Telaga Sunyi yang terlambat menyambar tubuh Pendekar Kera Sakti.Gadis itu menjadi tegang melihat Pendekar Kera Sakti mengerang dengan wajah mulai membiru. Napas ditahan kuat-kuat untuk imbangi rasa panas yang membakar bagian dalam tubuhnya, ia tak bisa berbuat apa-apa ketika diseret ke bawah pohon oleh Telaga Sunyi."Barakaaa...! Ada apa? Kenapa kau!"Tentu saja Telaga Sunyi bertanya demikian karena ia tidak melihat datangnya sinar hijau. Tahu-tahu ia dikejutkan dengan gerakan Baraka yang berkelebat ke arah belakangnya dan sebelum rasa kaget itu lenyap ia sudah temukan Baraka jatuh terhempas ke tanah."Ad... ada orang yang... yang ingin menyerangmu!" ucap Baraka dengan suara berat dan susah karena tenggorokannya mulai terasa panas, terlalu sakit untuk keluarkan suara.Telaga Sunyi makin membelala

  • Pendekar Kera Sakti   1495. Part 13

    "Sudah, angkat dan naikkan ke kudamu!" sentak temannya yang bersenjata trisula kembar di pinggangnya.Pendekar Kera Sakti menggumam sendiri, "Kurang apa aku mengalah padanya? Tapi dasar orang bodoh, sudah diakui kehebatannya masih saja mau lukai diriku! Yah, akibatnya tanggung sendirilah! Bukan salahku, kan!"Baraka lompat turun dari atas pohon tanpa timbulkan suara. Ia memandang ke arah kepergian lawannya yang sudah tidak kelihatan itu. Ia membatin kata, "Ternyata jurus 'Tenaga Matahari Merah'-ku tadi masih cukup tangguh. Eh, tapi... ngomong-ngomong si Telaga Sunyi tadi ke mana!"Baraka celangak-celinguk mencarinya. Tiba-tiba yang dicari sudah muncul di belakangnya dan langsung menyapa mengagetkan Baraka,"Apakah kau mencariku, Pendekar Tampan?""Ah, kau...! Kukira kau diculik setan hutan sini!""Setannya takut sama kamu!" jawab Telaga Sunyi sambil tersenyum. Kejap berikut senyuman itu hilang.Telaga Sunyi mengajak teruskan langkah m

  • Pendekar Kera Sakti   1494. Part 12

    Suling mustika itu akhirnya berkelebat ke samping kiri ketika Kertapaksi lepaskan pukulan bercahaya merah dari ujung busur yang disodokkan ke depan.Claap...!Draak! Wuuus....!Sinar merah itu membentur suling mustika dan berbalik arah. Wuuut...!Kertapaksi tersentak kaget dan gerakkan nalurinya menghentakkan kaki hingga ia melesat ke atas dalam gerakan salto.Wuk, wuk...! Dan sinar merah yang berubah lebih besar itu menghantam sebuah pohon dengan kerasnya.Blegaar...!Kraaak...! Bruuussk...!Pohon itu tumbang seketika, pecah dalam keadaan terbelah menjadi lima bagian memanjang. Mata pemuda berkumis tipis itu sempat terperanjat melihat pohon itu menjadi terbelah begitu dalam keadaan keluarkan asap yang menghanguskan bagian kulitnya."Edan! Jurusnya siapa itu? Jurusku tidak sedahsyat itu. Jurusku hanya bisa membakar kulit tubuh lawan, tidak sampai memecahkan pohon sebesar itu," pikir Kertapaksi dengan menelan ludahnya sen

  • Pendekar Kera Sakti   1493. Part 11

    Ia berhenti tepat di depan Baraka dalam jarak lima langkah. Keduanya sama-sama berdiri tegak, kedua kaki sedikit merenggang. Tingginya sama, besar badannya juga sama. Yang beda cuma ketampanannya dan pakaiannya. Baraka lebih kumuh dari pemuda itu.Tangan Baraka masih menggenggam anak panah yang tadi ditangkapnya. Dengan alasan itu Baraka mengawali percakapannya."Kau pemilik anak panah ini?""Benar!" jawabnya tegas, sama tegasnya dengan nada suara Baraka."Kau sengaja membidikkan anak panah ini kepadaku?""Sengaja!""Apa alasanmu? Kita belum pernah saling kenal.""Namaku Pangeran Kertapaksi dan kau Pendekar Kera Sakti; Baraka! Sekarang kita sudah saling kenal!""Dari mana kau tahu namaku?""Ciri-cirimu sangat jelas dan kucatat dalam otakku!""Syukurlah kalau kau masih punya otak," ujar Baraka sambil tersenyum bernada melecehkan. Pangeran Kertapaksi tersenyum sinis. Hanya ujung bibir kanannya yang ditarik naik sedikit. Matanya tetap menatap tajam berkesan dingin."Mengapa kau ingin mem

  • Pendekar Kera Sakti   1492. Part 10

    Kemudian Pendekar Kera Sakti bertanya, "Siapa namamu, Nona?""Menurutmu siapa?""Konyol juga si cantik ini!" gumam Baraka dalam hatinya. Tawa Baraka yang mengguncangkan pundak itu membuat si gadis semakin berani sunggingkan senyum melebar."Namaku.... Telaga Sunyi.""Wow...! Nama julukan yang cantik sekali. Pas untuk gadis secantik kau!"Hati sang gadis berkata dalam hati, "Ah, dia selalu bikin jantungku berdebar-debar. Dia pandai memikat hati. Mungkin seribu gadis sudah pernah jatuh dalam pelukannya. Tapi... biarlah, semuanya biar berlalu, dan aku pun barangkali akan berlalu."Lalu terdengar suara Baraka berkata, "Seandainya aku punya nama seperti itu, akan kuukir pada setiap pohon sepanjang Tanah Jawa ini. Sayangnya namaku tak seindah namamu. O, ya... kau perlu tahu namaku?""Sudah tahu! Namamu Baraka, bukan? Kau punya gelar Pendekar Kera Sakti, bukan?""Rupanya kau lebih banyak tahu tentang diriku. Pasti kau ada di antara pe

  • Pendekar Kera Sakti   1491. Part 9

    "Pertimbangkan mana yang lebih penting menurutmu. Yang jelas, aku ingin pergi ke Bukit Kayangan untuk temui gurumu, sekadar silaturahmi. Sudah sangat lama aku tidak jumpa gurumu!""Guru dalam keadaan baik-baik saja, Ki. Kurasa beliau bisa kau temui di Bukit Kayangan!"Pendekar Kera Sakti berpisah dengan Ki Wuyung Rabi. Ia bergegas menuju ke arah timur, mencari Bukit Kelabang. Tetapi perjalanan itu rupanya ada yang mengikuti dari belakang. Seseorang mengikuti Baraka secara diam-diam dengan sesekali menyelinap di balik pohon. Setiap Baraka menengok ke belakang, orang itu lebih dulu lenyap di balik persembunyiannya.Gerakannya cepat sekali, sehingga Pendekar Kera Sakti tak bisa memergoki keberadaan orang tersebut."Ilmunya lumayan tinggi," gumam Baraka dalam hati. "Entah apa maksudnya, tapi sejauh ini kulihat ia hanya mengikutiku saja. Mungkin ia akan menjebakku di suatu tempat. Tapi mungkin saja ia sekadar ingin tahu perjumpaanku dengan Nyai Kucir Setan. Ya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status