共有

1638. Part 16

last update 公開日: 2026-06-22 01:01:32

"Sial. Hatiku deg-degan memandang ia berbaring begini!" gerutu Baraka dalam hati, tapi di mulutnya ia berkata lain. "Aku tak takut pada ancaman mereka. Tapi aku menemukan kejanggalan yang perlu kita pikirkan."

"Kejanggalan apa?"

"Guci Kopong tadi bilang, akan datang memanggil ketuanya dan seakan ketuanya sanggup membuat kita mati hangus menjadi arang atau terpotong tiga puluh tiga bagian."

"Itu sesumbarnya saja."

"Mungkin memang benar. Tapi dari mana ia bisa sesumb

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pendekar Kera Sakti   1680. Part 10

    "Ratu Jiwandani adalah perawan suci yang tak pernah dijamah oleh lelaki mana pun juga. Beliau mempunyai perjanjian dengan leluhurnya, bahwa apabila Lembah Birawa masih dalam ancaman bahaya orang-orang Pulau Teluh, sang Ratu tidak ingin menikah dengan pria mana pun. Hati Ratu Jiwandani akan terbuka untuk seorang pria jika Lembah Birawa tidak diganggu lagi oleh orang-orang Pulau Teluh. Sebab orang-orang Pulau Teluh selalu bermusuhan sejak Lembah Birawa dipegang oleh nenek buyutnya sang Ratu."Kinanti bicara dengan sungguh-sungguh, kedua tanganya ikut bergerak-gerak memperjelas keterangannya. Pendekar Kera Sakti tampak berminat sekali mengikuti cerita itu, hingga lebih banyak diam daripada mengajukan beberapa pertanyaan."Mulia Guru Teja Biru mempunyai syarat, apabila mereka berhasil menumbangkan Penguasa Pulau Teluh dan membebaskan Lembah Birawa dari gangguan orangorang pulau itu, maka sang Ratu harus bersedia dinikahi oleh Maha Guru Perguruan Darah Surga. Sang Ratu pun

  • Pendekar Kera Sakti   1679. Part 9

    "Hmmm... aku tahu, anak muda itu punya jurus lain dari yang lain!" gumam Hantu Sesat. "Jika dia yang kupukul, maka kau yang kesakitan, Setan Bejat. Jadi jika kau yang kupukul, maka dia yang akan kesakitan! Nih, rasakan pembalasanku, Pemuda pongah! Haaahh...! Heeeaahh...!"Plak, brrukk...! Prak, prak, plok, buk, buuhg...!"Aaauuuh...! Hentikan! Hentikan!" teriak Setan Bejat yang semakin kesakitan dihajar Hantu Sesat."Aku tahu yang berteriak kesakitan bukan kau, Setan Bejat, tapi si pongah itu! Rasakan pembalasan ini! Haaaeh...! Hiaaah...! Modar kau!"Wuuss...!Tubuh Setan Bejat akhirnya terlempar karena pukulan bertenaga dalam dari teman sendiri. Rahangnya retak dan pelipisnya memar membuat telinganya berdarah. Hantu Sesat kerutkan dahi pandangi Setan Bejat yang terkapar tak berdaya itu."Celaka! Aku hampir membunuh teman sendiri! Anak muda itu masih tetap tenang-tenang saja?"Hantu Sesat serba salah, tak tahu harus bagaimana melawan

  • Pendekar Kera Sakti   1678. Part 8

    Blluukkk...!"Aaaoou...!" ia memekik keras dalam keadaan jungkir balik. Anehnya dalam satu kejap ia sudah mampu bangkit dan berdiri tegak di depan Kinanti. Kedua tangannya merentang membentuk cakar. Matanya mendelik dengan amat gusar."Heaahh...!" Lalu, tiba-tiba tubuhnya memutar dan kakinya berkelebat menyampar wajah cantik itu.Plaakk...! Kinanti terpental ke samping dan jatuh berguling-guling. Gerakan tubuhnya yang berguling itu berhenti tepat di depan Hantu Sesat. Kesadaran yang belum sepenuhnya dikuasai oleh Kinanti membuatnya tak bisa hindari tendangan kaki Hantu Sesat yang menggeram penuh dendam itu."Heeaah...! Modar kau, Bangsat!"Plook...! Wajah cantik itu menjadi sasaran kaki kasar kembali. Tubuh yang sekal itu terbuang ke belakang dan terguling-guling membentur batu besar."Habisi dia!" teriak Hantu Sesat kepada Setan Bejat, karena keadaan Kinanti lebih dekat dengan si Setan Bejat. Orang berkumis tebal itu segera mencabut cambukn

  • Pendekar Kera Sakti   1677. Part 7

    Claaapp...!Tiba-tiba tubuh kurus itu lenyap dari atas gundukan batu. Kinanti yang ingin ucapkan kata menjadi batal dan mulutnya hanya bisa ternganga tanpa suara. Matanya memandang mencari Demit Lanang. Ternyata yang dicari sudah ada di kaki bukit. Kinanti ingin menyusulnya, namun Demit Lanang sudah lenyap lagi dan pindah tempat semakin jauh."Aku harus mengabarkan peristiwa ini kepada Gusti Ratu Jiwandani!" pikir Kinanti, kemudian ia segera melesat pergi dengan satu lompatan yang tergolong cepat. Pendekar Kera Sakti tidak mau tinggal di persembunyian terus, ia pun segera melesat pergi mengikuti Kinanti. Karena gadis itu diharapkan bisa memberikan penjelasan tentang persoalan yang sebenarnya. Pendekar Kera Sakti sempat kehilangan jejak lagi karena Kinanti melesat dengan berbelok-belok arah. Tak aneh lagi jika Pendekar Kera Sakti keluarkan gerutuan karena merasa gagal mengikuti gadis cantik tadi.Namun ketika tiba di atas tanggul sebuah sungai lebar berair deras,

  • Pendekar Kera Sakti   1676. Part 6

    Traang...!Batu itu menghantam mata kapak yang lebar dan masih membekas merah karena darah. Hening segera tercipta setelah kejadian itu.Kejap berikutnya Ladang Bangkai mulai bicara. "Wasiat lisan dari Maha Guru Teja Biru sebelum beliau wafat mengatakan, bahwa akulah orang yang pantas menyandang gelar Maha Guru dalam perguruan kita. Dengan begitu maka aku berhak mengawini Ratu Jiwandani.""Wasiat palsu!" ucap Demit Lanang bernada tajam. "Maha Guru Teja Biru tidak pernah keluarkan wasiat lisan seperti itu kepada siapa pun. Tapi dalam peraturan yang tertulis pada Kitab Serat Merah, yang berisi peraturan bagi anggota Perguruan Darah Surga, bahwa orang yang berhak menyandang gelar Maha Guru adalah orang pertama yang menjadi murid Perguruan Darah Surga. Sedangkan orang pertama yang masuk dalam Perguruan Darah Surga adalah aku! Mengapa kau berani merencanakan penobatan gelar Maha Guru untuk dirimu sendiri, Ladang Bangkai! Itu sama saja kau ingin mati di tanganku!"

  • Pendekar Kera Sakti   1675. Part 5

    Ladang Bangkai pun berhenti dari gerakannya, ia masih memasang kuda-kuda walau mulutnya lepaskan tawa yang lantang, seakan melecehkan jurus lawan tadi."Ha, ha, ha, ha...! Permainan seperti itu ternyata masih menjadi andalan bagimu, Demit Lanang! Murahan sekali!"Dengan masih bersikap dingin, Demit Lanang berkata, "Apakah kau mempunyai permainan yang tidak murahan! Jika memang kau memilikinya, tolong tunjukkan kepadaku dan aku akan menilainya juga, Ladang Bangkai!""O, jadi kau ingin menjajal kekuatanku? Baik, kurasa kau akan menyesal sesampainya di neraka nanti. Heaaahhh...!"Ladang Bangkai melompat dalam satu gerakan seperti bayangan berkelebat. Kapak lebarnya dihantamkan bagai ingin membelah kepala Demit Lanang.Wuukkk...Laapp...! Demit Lanang hilang, kapak itu menghantam tanah bekas tempat berdirinya si Demit Lanang.Jrruubb ..!Dan begitu Ladang Bangkai menengok ke kiri, ternyata Demit Lanang ada di sebelah kirinya dengan

  • Pendekar Kera Sakti   1445. Part 9

    "Ah...!" Sumbaruni menepiskan tangan Baraka yang menggoda dan masih tetap bersungut-sungut buang muka. Menggelikan sekali sikapnya.Agaknya suatu teropong batin telah dilakukan oleh Betari Ayu. Sikapnya yang merenung tadi kini dilepaskan dan ia memandang Baraka seraya berkata pelan, penuh

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1449. Part 13

    "Kau telah melukai teman sendiri, Kumis Tengkorak!" teriak Roh Seribu Dewa dengan bingung.Sementara itu Neraka Berjalan jatuh terkapar. Pakaiannya tercabik-cabik. Kumis Tengkorak berang, tak mau dituduh melukai teman sendiri."Aku memukul bocah bodoh itu! Bukan memukulkan cambuk ke

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1487. Part 5

    "Bukan.. Itu pemberian guruku yang lain. Dan itu jarang kupakai kalau aku tidak dicobai orang lebih dulu," jawab Baraka dengan tenang sambil memperhatikan perubahan air muka kedua kenalan barunya itu.Kadasiman tampak lebih tenang dari Panurata. Ia ajukan tanya lagi pada Baraka, "Kalau mis

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1485. Part 3

    Zuuubbb...!Sesuatu berkelebat ke arah Raja Kera Putih, membuat ucapan Raja Kera Putih terhenti. Benda yang bergerak cepat dari arah belakangnya itu segera dihindari dengan gerakan kepala membungkuk ke depan sambil berseru, "Awas...!"Dengan membungkuknya Raja Kera Putih, benda yang

    last update最終更新日 : 2026-04-04
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status