Share

330. Part 10

last update Tanggal publikasi: 2024-08-03 01:03:41

“Sebutkan nama dan gelarmu supaya bisa kucatat dalam buku daftar para korban pedangku!” kata Pendekar Pedang Tanpa Tanding.

“Namaku Baraka! Julukanku Pendekar Kera Sakti. Akan kukalahkan kau, dan kurebut gelar kependakaranmu hari ini juga!” kata Baraka tak gentar sedikitpun.

Mendengar nama Pendekar Kera Sakti disebutkan, tempat itu langsung menjadi heboh. Terdengar kasak kusuk di sana ini menyebutkan nama Pendekar Kera Sakti yang kesohor itu.

Pende

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1663. Part 17

    "Selain berwajah cantik dan mengenakan jubah putih, perempuan itu mempunyai mata yang cacat! Begitulah menurut keterangan saksi mata kami.""Mata yang cacat!" Pendekar Kera Sakti menggumam dalam hati, dahinya berkerut dengan sendirinya. Tapi ia berkata kepada tiga orang itu,"Dengarlah kalian, kalau memang Salju Kelana terbukti bersalah, aku yang akan mengadili dan menghukumnya!""Siapa kau, sehingga berani bertindak sebagai sang pengadilan!""Aku adalah Pendekar Kera Sakti; Baraka. Dan tugasku menegakkan keadilan dan membasmi kejahatan!""Ooh...!" mereka bertiga saling terperangah.Ternyata sejak tadi mereka belum sadar bahwa yang dihadapi adalah seorang pendekar yang namanya sedang kondang dan menjadi bahan sanjungan beberapa tokoh silat aliran putih. Mendengar nama Pendekar Kera Sakti, mereka bertiga menjadi ciut nyali, dan merasa sangat menyesal telah berani melakukan pertarungan dengan sang pendekar itu. Akhirnya, mereka bertiga pun seg

  • Pendekar Kera Sakti   1662. Part 16

    Baraka tersenyum mendengar gertakan orang berkumis tipis itu. Dengan tetap tenang ia bicara kepada si kumis tipis."Apa salahnya hingga kalian ingin membantainya!""Dia telah membunuh guru kami dua hari yang lalu! Tak ada cara lain menebus kesalahannya kecuali dengan membantainya!""Hmmm... siapa guru kalian itu?"Seorang yang berambut pendek berseru dari samping kiri Baraka, "Tanyakan sendiri kepada perempuan biadab itu. Dia pasti mengenal nama Tabib Parang Windul""Oh, jadi Tabib Parang Windu terbunuh juga!" gumam Salju Kelana dengan nada terperanjat."Jangan berpura-pura tidak tahu kau, Iblis! Menurut saksi mata kaulah yang membunuh Guru dengan menggunakan sebuah rencong. Kau taburkan racun dalam tubuh guru kami hingga jiwanya tak tertolong lagi.""Benar-benar biadab kau, Betina!" seru si baju merah."Heaaat...!"Orang berbaju merah langsung menyerang Salju Kelana dengan satu lompatan cepat. Parangnya ditebaskan ke ar

  • Pendekar Kera Sakti   1661. Part 15

    Senyumnya kian mekar, hingga lesung pipitnya membuat detak jantung Baraka semakin bertambah keras. Agar tak terlalu hanyut dalam kemesraan yang ada, Pendekar Kera Sakti segera alihkan pikirannya ke masalah tiga orang yang memaksa Salju Kelana agar menyerahkan Rencong Iblis tadi."Siapa mereka bertiga tadi, Salju Kelana?""Mereka murid-muridnya Tabib Lumbung Jagat," jawab Salju Kelana setelah bangkit dan duduk di depan Baraka. Ia mencari-cari tongkat kecilnya, dan Baraka mengambilkannya.Salju Kelana berkata lagi, "Tabib Lumbung Jagat tewas karena racun. Seseorang mengetahui pertemuan Tabib Lumbung Jagat dengan perempuan berjubah putih dan berwajah cantik. Maka para muridnya menyangka akulah perempuan itu. Mereka juga mendengar kabar tentang Rencong Iblis yang sedang mencari tumbal tujuh belas tabib. Aku sudah mencoba menjelaskan bahwa aku tidak mempunyai Rencong Iblis, tapi mereka tetap tidak percaya dan menuntutku agar menyerahkan rencong itu untuk membalas den

  • Pendekar Kera Sakti   1660. Part 14

    Hal itu dilakukan berulang-ulang sampai kulit wajah pucat si gadis menjadi mulai tampak segar kembali. Tubuhnya terasa mulai menghangat. Degup jantung gadis itu diperiksa dengan cara menempelkan telinga ke dada sang gadis. Ternyata sudah mulai bekerja seperti biasanya. Hanya jantung Baraka yang masih berdetak-detak cepat, terutama setelah telinganya menempel di dada sang gadis dan dada itu terasa memberikan kehangatan tersendiri bagi Baraka. Dada sekal dan montok itu akhirnya ditinggalkan oleh telinga Baraka, karena ia takut ketagihan ingin menempelkan telinga di dada itu terus."Dia mulai bernapas dengan lancar," pikirnya sambil pandangi si gadis. "Matanya mulai bergerak-gerak ingin membuka. Oh, syukurlah. Dia tertolong. Tapi... tapi agaknya perlu kuminumkan wedang rendaman suling mustikaku biar mempercepat penyembuhannya."Baraka mengambil mencoba menuangkan wedang ke mulut Salju Kelana. Tetapi mulut itu tak bisa terbuka lebar. Wedang itu akan mengguyur wajah Salju K

  • Pendekar Kera Sakti   1659. Part 13

    "Sudah kukatakan, ancaman apa pun yang akan kalian pakai, aku tetap tidak akan serahkan Rencong Iblis itu. Sebab memang aku tidak memilikinya!" kata Salju Kelana dengan suara bernada dingin. Tongkat kecilnya diketuk-ketukkan di tanah, menunjukkan sikap penuh waspada. Ia siap menyambut serangan lawan kapan saja datangnya.Si kurus berteriak, "Danuyuda, gunakan jurus 'Jala Geni', heeeaaat...!"Orang berbadan kurus itu menyentakkan tangannya ke depan, demikian pula temannya yang bernama Danuyuda itu. Lalu dari tengah telapak tangan mereka keluar lima larik sinar yang masing-masing tertuju ke arah Salju Kelana.Zraaab...!Salju Kelana diam sejenak, bagaikan tak menyadari datangnya lima larik sinar dari kanan dan kiri. Namun tiba-tiba tubuh gadis itu memutar cepat dalam satu sentakan putar. Mungkin lebih dari tujuh putaran dalam sekali sentak. Dan putaran itu memancarkan sinar hijau, menyebar ke sekelilingnya.Blegaarrr...!Sepuluh larik sinar me

  • Pendekar Kera Sakti   1658. Part 12

    Setelah mencium lembut, sebagai cium curian, gadis itu pun merebah kembali. Kemudian tertidur dengan nyenyak. Matanya tetap terbuka tak berkedip, menatap lurus dengan hampa. Pendekar Kera Sakti sengaja diam dulu, belum berani bergerak. Maksudnya membiarkan si gadis lelap dulu baru ingin usil lagi. Tapi rupanya terlalu lama diam membuat kelopak mata sulit dibuka kembali. Akhirnya Pemuda dari lembah kera itu pun benar-benar tertidur dengan nyenyak.Esoknya, ketika Baraka terbangun, ia menjadi sangat terkejut melihat Salju Kelana sudah tidak ada disampingnya. Bahkan di sekitar dalam gua itu pun tidak ada. Baraka cemaskan diri gadis cantik itu. Ia bergegas keluar dari gua."Kemana dia...! Sekadar buang air di tempat tersembunyi atau memang sengaja meninggalkan diriku!" pikir Baraka sambil-matanya memandang ke sana-sini.Wuuut, wuuuut...!Baraka melompat dari batu ke batu mencapai tempat yang lebih tinggi. Mata pun menyapu seluruh alam sekelilingnya."I

  • Pendekar Kera Sakti   312. Part 10

    "Ehhmm... gitu ya..” kata mereka berdua serempak.Lalu secara bersamaan pula...Cupp!Ciuman mesra mendarat di pipi kanan-kiri Baraka."Gimana, masih pusing?" tanya Dara Hitam sambil melepas jeweran.Baraka hanya haha-hihi saja sambil mengusap telinga dan pipi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Pendekar Kera Sakti   305. Part 3

    Setiap hari yang dilakukannya hanyalah berada di depan pintu gerbang Perguruan Bambu Wulung, berdiri mematung seharian penuh, tidak makan dan tidak minum. Jika dipaksa, paling banter satu sendok tidak lebih. Nilasari berdiri mematung seolah menantikan sang adik pasti kembali di sisinya. Dalam hit

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Pendekar Kera Sakti   304. Part 2

    Ningrum menyeruak keluar dari bawah air, rambut hitam panjangnya telah basah sempurna hingga membentuk sebuah caping legam di atas kepala. Air bening bagai memenuhi seraut wajah cantik memukau terus mengalir turun ke leher jenjang, meluncur cepat di atas sepasang bukit-bukit kenyal nan padat di d

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Pendekar Kera Sakti   276. Part 11

    Tepat ketika sosok berpakaian putih-putih itu mendarat, batang pohon randu itu tumbang dan jatuh berdebam ke tanah. Bumi bergetar hebat. Debu-debu kontan membubung tinggi memenuhi sekitarnya. Sedang Dewa Abadi tampak masih tegak di tempatnya. Sedikit pun juga tidak terpengaruh oleh keadaan di bel

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status