Share

528. Part 5

last update publish date: 2024-10-06 01:01:19

Maka, tangan kirinya pun menyentak ke depan dengan telapak tangan terbuka dan jari-jarinya mengarah ke bawah. Gelombang pukulan jarak jauh itu bagai merayap di atas permukaan tanah.

Pada saat itu, Baraka sedang mencubit pipi Peri Malam dan berkata. "Kupikir kau mati kena pukulan gurumu sendiri. Ternyata kau masih hidup dan semakin nakal!"

Duug...!

Kaki Baraka menghentak pelan ke tanah. Gelombang pukulan jarak jauh milik Dirgo itu berbalik arah dan lebih cepat serta lebih

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1574. Part 23

    Trabb...! Zlapp...!Sinar itu membalik ke arah pemiliknya lebih cepat dan lebih besar. Tapi Aswarani sudah pernah melihat kehebatan suling mustika itu, sehingga ia sudah menduga akan terjadi hal demikian. Maka dengan satu kali lompatan bersalto, ia lolos dari sinar baliknya itu.Blegarrr...!Sinar itu menghantam pohon besar. Dua pohon lenyap berubah menjadi debu."Kau boleh bangga dengan suling mustikamu, tapi tak akan mampu menahan jurusku kali ini, haaah...!"Claappp...!Sinar merah besar terlepas dari tangan Aswarani. Baraka menghadangnya lagi dengan suling mustika, namun kali ini sinar tidak membalik arah melainkan meledak di depan Baraka.Blegarrr....Pendekar Kera Sakti terbang melambung ke udara. Peristiwa itu pernah dialaminya ketika ia ingin menyelamatkan Bulan Sekuntum dalam peristiwa Keranda Hitam dulu. Kini keadaan Baraka terkapar dengan luka memar di sekujur tubuhnya. Semua yang menyaksikan hal itu menjadi tegang d

  • Pendekar Kera Sakti   1573. Part 22

    "Baik! Kudengar kau pun juga menantang pertarungan denganku. Semula aku ingin melupakan tantangan itu, tak ingin melayaninya. Karena kupikir kau pemuda yang layak dibelai, bukan layak dihancurkan. Tapi karena sikapmu sudah tak mau bersahabat lagi denganku, terpaksa kulayani tantanganmu. Sekarang, di sini juga, kita awali pertarungan kita. Tunjukkan kepada perempuan-perempuan itu bahwa kau mampu mengungguli ilmuku! Tapi tentunya kau tahu bahwa sekarang aku mengenakan Gelang Naga Dewa ini!"Aswarani menunjukkan gelang yang dimaksud dengan mengangkat tangan kirinya, ia menyambung kata, "Kau tak akan mampu kalahkan aku jika gelang ini masih ada di tanganku, Baraka!""Kusarankan, kembalikan gelang itu pada pemiliknya!"Anak Petir tertawa. "Hah, hah, hah, hah...! Kau mau coba-coba memerintahku, Pendekar Kera Sakti! Oh, jangan harap ucapanmu bisa membuatku tunduk dan menuruti perintahmu! Gelang ini adalah nyawaku. Kalau memang kau inginkan gelang ini kembali kepada pem

  • Pendekar Kera Sakti   1572. Part 21

    Ki Lurah Tunggoro segera keraskan semua uraturatnya, mengerahkan tenaga untuk melawan rasa panas yang membakar tangannya. Bulan Sekuntum sentakkan kaki dan melesat menerjang Ki Lurah Tunggoro dengan pedangnya.Wuuttt...! Namun tiba-tiba Ki Lurah Tunggoro melemparkan sesuatu dari tangan kirinya. Ternyata sinar hijau seperti bola kecil yang diarahkan kepada Bulan Sekuntum.Pedang pun dikibaskan untuk menangkis tenaga dalam berbentuk sinar hijau itu.Wusss...! Dam...!Ledakan tersebut membuat Bulan Sekuntum terpental tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, ia jatuh terguling-guling sampai dalam jarak tujuh langkah dari tempatnya."Bulan Sekuntum terluka," bisik Dinada. "Lihat, wajahnya mulai pucat dan kebiru-biruan! Kita harus segera bertindak.""Jangan dulu," cegah Baraka. "Bulan masih mampu bangkit, ia pasti akan menyerang kembali."Tetapi tiba-tiba Ki Lurah Tunggoro mengangkat kedua tangannya ke atas dalam keadaan telapak tangan terbu

  • Pendekar Kera Sakti   1571. Part 20

    "Mengapa heran?""Pada waktu pertarungan pertama; bukankah Raja Hantu sudah memegang Gelang Naga Dewa? Mengapa ia tidak bisa tumbangkan Nini Kutang Katung, bahkan gelang itu dititipkan kepadamu?""Tentu saja karena gelang itu baru diperoleh dari pencuriannya. Gelang itu hanya akan berguna jika pemakainya sudah lakukan puasa selama tujuh hari sambil memakai gelang tersebut. Jika belum lakukan puasa selama tujuh hari, gelang itu tidak bedanya dengan gelang biasa bagi pemakainya.""Apakah gelang itu sudah ada tujuh hari di tangan Anak Petir?""Lebih," jawab Dinada cepat. "Tentunya sudah dipuasai oleh Aswarani."Percakapan demi percakapan dilakukan sambil memandang ke sana kemari, mencari suara pertarungan yang terjadi antara Nini Kutang Katung dan Aswarani. Tetapi suara pertarungan itu tidak mereka dengar, gerak bayangan orang berlari pun tidak mereka lihat.Dinada hampir putus asa. Hatinya kesal membayangkan kebodohan Pendekar Kera Sakti. Untu

  • Pendekar Kera Sakti   1570. Part 19

    "Tahan. Tak perlu kau kejar, biar diselesaikan oleh Aswarani!""Minggir kau!" bentak Dinada. Ia berusaha lolos dari hadangan Baraka, namun hal itu sulit dilakukan karena Baraka selalu merintanginya."Dinada, tenanglah dulu! Ada berita bagus untuk dirimu tentang pamanmu; si Raja Hantu itu!""Aku akan mengejarnya dulu! Minggir, Baraka...!""Hei, sabar! Nenek itu tak akan lepas dari kejaran Aswarani!""Bodoh!" sentak Dinada dengan cemberut. Kemudian ia melemas karena merasa sudah tertinggal jauh, tak mungkin terkejar lagi. Dinada duduk di atas sebuah batu, di bawah pohon teduh. Wajahnya cemberut dan tak mau memandang Baraka."Lagak manjanya mulai keluar lagi," gumam Baraka dalam hati. Ia hanya tersenyum tipis lalu mendekati Dinada pelan-pelan."Dari mana saja kau, Dinada! Mengapa sampai terpisah dariku!"Dinada diam saja. Mulutnya masih meruncing. Sesekali ia mendesis dengan tangan mengepal kuat pertanda menahan kejengkelan.

  • Pendekar Kera Sakti   1569. Part 18

    "O, jadi pamannya Dinada sudah tewas di tangannya!" kata Baraka dalam hati. "Kalau begitu perempuan tua ini lebih berbahaya dari dugaanku. Aku harus lebih hati-hati dalam melawannya."Nini Kutang Katung menggerak-gerakkan mulutnya, seperti sedang mengunyah robekan sarung. Baraka berfirasat, lawannya sedang membaca mantra."Bocah bagus, terimalah jurus 'Bumi Lokamurka' ini!" ujar sang Nenek. Kemudian ia menghentakkan tongkatnya ke tanah.Dugg...!Werrrr...! Bumi bergetar. Tiba-tiba dari ujung tongkat yang dihentakkan ke tanah itu mengeluarkan selarik sinar merah sebesar lidi melesat ke pertengahan kaki Pendekar Kera Sakti.Srrapp...!Sinar yang bagaikan menembus permukaan tanah itu melesat dengan cepat, kemudian tanah tersebut menjadi retak dan terbelah menjadi dua bagian.Grrak...! Werrrr...!Tanah berguncang hebat. Belahan tanah itu merenggang lebar, sebagian ada yang longsor ke dalam. Baraka yang tak menduga akan terjadi hal

  • Pendekar Kera Sakti   507. Part 4

    Baraka jadi dikerumuni oleh mereka, ditanyai ini-itu, dijamu dengan makanan lezat, dan dipaksa untuk bercerita tentang kehebatan ilmu-ilmunya.Baraka sempat berbisik kepada Peri Malam."Apa-apaan ini sebenarnya? Mengapa mereka terkagum-kagum sekali padaku?""Kuceritakan tentang

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pendekar Kera Sakti   497. Part 13

    Praak...!Airnya muncrat ke mana-mana, serabut dan tempurungnya pun terpental tak tentu arah. Cepat-cepat Peri Malam palingkan wajah dengan mata nanar.Pandangannya menyapu sekeliling sambil ia membatin. "Rupanya ada orang usil ingin menggangguku. Hmm... tahu aku sekarang. Gerakan per

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pendekar Kera Sakti   488. Part 4

    Dulu mereka terlibat bentrokan karena seorang pemuda yang bernama Trenggono. Pemuda yang punya mulut setajam pisau itu telah menyebar fitnah asmara, sehingga Selendang Maut dan Peri Malam saling beradu kekuatan ilmunya. Tetapi setelah diketahui bahwa Trenggono seorang pemuda yang gemar melihat pe

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pendekar Kera Sakti   478. Part 7

    "Apakah temanmu itu juga seorang perempuan muda berkuda hitam?""Benar!" Jawab Selendang Maut."O, dia yang pernah mencuri dengar percakapanku dengan guruku itu?""Buk... bukan... buk... bukan...,'' Dewi Murka ingin ikut bicara tapi menjadi gagap karena hatinya berdebar-debar me

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status