Share

743. Part 14

last update Tanggal publikasi: 2024-12-08 01:02:14

Hati kecil Baraka mengatakan, bahwa itu tak mungkin. Hyun Jelita selalu menjaga kesucian mahkotanya, sehingga ia mendapat julukan sebagai Gusti Ratu Mahkota Sejati Ratu Ayu Sejagat. Dia masih gadis, dan kegadisannya itu akan dipersembahkan kepada orang yang paling dicintainya, yaitu Pendekar Kera Sakti.

Dewa Racun berseru kegirangan ketika bertemu dengan kapal terdepan yang dipimpin oleh seorang perempuan cantik berpakaian biru sisik emas. Perempuan itu adalah si Cakar Jatayu. Jika Dew

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1655. Part 9

    Percakapan tersebut sebenarnya ingin dilanjutkan, namun Baraka melihat Hantu Laut terkena pukulan tenaga dalam sang nenek melalui tongkatnya. Tubuh besar itu tumbang terjungkal dan tak mampu bangkit lagi. Hantu Laut mengerang kesakitan sambil pegangi dadanya yang membiru legam itu. Sang nenek semakin buas, ia segera menghantamkan kepala tongkatnya untuk memecahkan kepala gundul si Hantu Laut."Sekaranglah saatnya kubalas dendamku padamu, murid orang sesat! Heeeaaaah...!"Pendekar Kera Sakti cepat sentakkan tangan, dan nyala sinar biru berkelok-kelok bagai lidah petir melesat dari telapak tangan itu, Pukulan 'Cahaya Kilat Biru' menghantam tongkat sang nenek dari kejauhan.Wuuus...!Duaaarrr...! Sang nenek berjubah merah terpental berjungkir balik di udara. Tongkatnya terlepas dari genggamannya. Ia jatuh setelah membentur pohon.Pendekar Kera Sakti segera melesat ke pertengahan jarak antara sang nenek dan Hantu Laut.Zlaaap...! Jleeg...!

  • Pendekar Kera Sakti   1654. Part 8

    ATAS saran dan bujukan Baraka, Salju Kelana tak jadi menghadiri undangan pertemuan di Kadipaten Balungan. Ia diminta ikut membantu menyelesaikan perkara kematian Tabib Getar Hati. Ternyata Salju Kelana bersedia membantu menyingkapkan tabir misteri pembunuhan sang tabib itu."Tapi benar bukan kau pelakunya!""Aku berani sumpah, biar cacat seumur hidup jika aku membunuh Tabib Getar Hati," ujar Salju Kelana."Aku datang untuk minta disembuhkan dari pengaruh Racun Hitam ini. Tapi setelah dilakukan penyembuhan, Tabib Getar Hati menyatakan tidak sanggup menangkal racun dalam tubuhku ini. Aku disarankan untuk mencari tabib lain. Salah satu nama yang disebutkan adalah namamu: Tabib Suling Dewa. Setelah itu aku pamit pergi mencari Tabib Suling Dewa.""Kapan hal itu terjadi?" potong Baraka."Lima hari yang lalu," jawab Salju Kelana tak ada kesan berbohong sedikit pun. Pendekar Kera Sakti manggut-manggut. Ia mengenang saat-saat lima hari yang lalu, di mana ka

  • Pendekar Kera Sakti   1653. Part 7

    "Jangan menyentuhnya, Putri Malu!" sentak Salju Kelana."Ak... aku... aku tidak sengaja melukainya. Aku... oh, semua ini gara-gara kau, Setan!" pekik Anggani dengan gusar sekali, ia merasa menyesal melepaskan pukulan berbahaya itu ke arah Baraka. Pukulan itu mestinya ditujukan untuk Salju Kelana, karena dapat menghancurkan tubuh lawan menjadi serpihan kecil-kecil. Jika ternyata keadaan Baraka masih utuh walau mengalami luka bakar yang amat berbahaya, itu lantaran tenaga dalam yang melapisi tubuh Pendekar Kera Sakti cukup besar dan mampu menahan sinar merahnya Anggani.Sekalipun demikian, Anggani merasa sangat menyesal, karena bagaimanapun juga Baraka pernah berjasa padanya; membebaskan Tabib Getar Hati dari tawanan Ratu Sukma Semimpi. Tak patut rasanya jika ia harus melukai Baraka separah itu."Tinggalkan kami dan jangan kau bertemu denganku lagi kalau ingin umurmu panjang!" kata Salju Kelana dengan nada berat, pertanda ia menahan kemarahannya."Aku harus

  • Pendekar Kera Sakti   1652. Part 6

    "Salju Kelana, sudah berapa hari ini aku mencarimu, dan ternyata kutemukan kau di sini!""Untuk apa kau mencariku! Nada bicaramu menandakan kemarahan yang besar. Jelaskan persoalannya supaya kita tidak sailng bunuh secara sia-sia.""Tidak ada pembunuh yang sia-sia bagiku, karena aku mencarimu untuk menuntut balas atas kematian ibuku.""Hahh...!" Pendekar Kera Sakti terperangah kaget.Salju Kelana hanya kerutkan dahi dan diam beberapa saat. Perempuan bertongkat itu merasa heran mendengar kabar tersebut, terlihat dari raut mukanya yang langsung berkerut dahi dan membungkam mulutnya."Siapa yang membunuh ibumu?" Baraka ingin mengulang jawaban tersebut. Karena dalam hatinya merasa ragu jika Anggani menuduh Salju Kelana sebagai pembunuh ibu Anggani; Tabib Getar Hati."Siapa lagi yang membunuhnya kalau bukan tamu terakhir yang datang kepada ibu dan meminta tolong untuk disembuhkan dari kebutaannya! Dialah orangnya yang membunuh ibuku, Baraka! Kala

  • Pendekar Kera Sakti   1651. Part 5

    Pendekar Kera Sakti merasa dilecehkan oleh kata-kata Salju Kelana, namun ia menerimanya dengan lapang dada. Ia sendiri heran, mengapa kebutaan Salju Kelana belum sembuh juga. Mungkinkah racun yang membutakan mata Salju Kelana itu tidak bisa ditangkal? Lalu dengan apa cara memulihkan penglihatan Salju Kelana itu? Keadaan seperti itu sangat diperhatikan oleh Pendekar Kera Sakti, membuat hati Baraka sangat prihatin dan sedih. Karena saat ia memandang Salju Kelana dalam kebutaan, ia seperti memandang kekasihnya; Hyun Jelita dalam kebutaan juga. Secara tidak sadar Baraka merasa ikut bertanggung jawab memulihkan keadaan Salju Kelana.Padahal jika Salju Kelana tidak mirip dengan Hyun Jelita mungkin Baraka tak begitu merasa menderita melihat sang gadis berjalan meraba-raba dengan tongkatnya."Sebenarnya kau ingin pergi ke mana, Salju Kelana?" tanya Baraka sambil memandangi gadis itu tiada habis. Kemiripannya yang seperti Hyun Jelita digunakan oleh Pendekar Kera Sakti untuk mel

  • Pendekar Kera Sakti   1650. Part 4

    Dengan memiringkan kepala menyimak suara orang bertato itu, Salju Kelana dapat mengenali orang tersebut, sehingga ia pun segera sunggingkan senyum sinis dan berkata ketus, "Masih belum jera menemuiku, Calo Mayat!""Sebelum kau mati dan mayatmu berhasil kujual, aku tidak akan jera menemuimu, Salju Kelana!"Pendekar Kera Sakti hanya membatin, "Orang wajah angker itu bernama Calo Mayat. Hmmm... lucu juga namanya. Pantas sekali kalau dia menjadi makelar mayat, karena wajahnya tak jauh berbeda dengan kuburan keramat!"Calo Mayat berkata dengan nada tak bersahabat. "Sekalipun kau sudah punya pengawal ingusan macam pemuda itu, aku tetap bernafsu untuk menjual mayatmu! Karena mayat perempuan cantik semacam kau akan laku mahal dan sangat menguntungkan. Ha, ha, ha, ha...!""Barangkali saat ini kau yang akan menjual mayatmu sendiri, Orang Sesat!"Gertakan itu ditertawakan oleh si Calo Mayat."Percuma kau menggertakku, Salju Kelana. Nyaliku tak akan ber

  • Pendekar Kera Sakti   692. Part 17

    “Tidak bisa, Hantu Laut! Karena istana ini dalam ancaman kutukan maut Siluman Selaksa Nyawa!""Kutukan? Kutukan bagaimana!""Istana ini akan hancur pada saat aku atau anakku menikah dengan seseorang! Pernikahan itu juga akan membawa kematianku dan kematian Cempaka Ungu! Ja

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Pendekar Kera Sakti   667. Part 12

    Sekujur tubuh Manusia Seribu Wajah itu disembur dengan air dari mulut Baraka. Baraka juga menggunakan kekuatan ‘Tenaga Matahari Merah’-nya dalam semburannya. Hal ini dimaksudkan Pendekar Kera Sakti selain supaya penyembuhan cepat terjadi, juga supaya Manusia Seribu Wajah yang dulu ber

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Pendekar Kera Sakti   659. Part 4

    Mereka segera lupakan hal itu, karena Tanjung Bagus punya kebiasaan latah. Tapi seringainya menandakan seringai kesakitan yang sungguh-sungguh. Aneh juga, jika gerakan itu hanya karena latah, tak perlu Tanjung Bagus menyeringai kesakitan, juga tak perlu mulutnya mengeluarkan darah kental. Pendeka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Pendekar Kera Sakti   681. Part 6

    "Kalll... kaaal... kaal... kalau begitu, orang tersebut akan hidup selama-lamanya?""Bukan begitu artinya! Orang itu akan mati apabila sudah tiba saatnya untuk mati! Jika belum waktunya garis kehidupan menentukan ia mati, maka walaupun mati beberapa kali, itu hanya suatu kecelakaan biasa ya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status