Share

878. Part 13

last update Petsa ng paglalathala: 2025-01-08 01:05:43

Tujuh langkah sebelum mencapai Baraka, orang berkerudung hitam yang menggenggam pusaka El Maut itu menghentikan langkahnya. Pendekar Kera Sakti memandang tajam wajah dingin itu, dan wajah dingin itu juga menatap lebih dingin lagi.

"Kau tak akan bisa lari lagi, Rawana Baka!" kata Baraka dengan suara tenang.

Rawana Baka membalas, "Kau menyerahkan nyawa, Pendekar Kera Sakti! Jangan menyesal kalau saat ini adalah saat terakhirmu menghirup udara di permukaan bumi!"

"Aku tak ak

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pendekar Kera Sakti   1683. Part 13

    Kinanti akhirnya berkata, "Baiklah. Salju Kelana boleh ikut tapi tidak boleh mencampuri pembicaraanmu dengan sang Ratu!""Aku hanya akan mengawasinya!" kata Salju Kelana bernada ketus."Tampaknya kau takut kehilangan Pendekar Kera Sakti, Salju Kelana?""Memang!" jawab Salju Kelana dengan tegas, tanpa basa-basi sedikitpun.Kinanti hanya mencibir sinis. Saat mereka melangkah menuju Lembah Birawa, Kinanti sempat ceritakan masalah sebenarnya kepada Salju Kelana. Cerita itu meluncur dari mulut Kinanti setelah Salju Kelana menceritakan pengalaman mesranya dengan Baraka ketika di dalam gua dan ketika duduk di depan Baraka yang mandi dalam keadaan polos karena menyangka Salju Kelana buta, padahal tidak. Kinanti sempat terkikik geli mendengar cerita itu. Sedangkan Pendekar Kera Sakti sengaja sedikit menjauh supaya tidak terlalu merasa malu membayangkan kebodohannya didepan Salju Kelana yang kala itu berpura-pura masih buta.Bahkan Baraka berusaha mengalihka

  • Pendekar Kera Sakti   1682. Part 12

    Bagaimanapun juga Baraka lebih memilih Salju Kelana daripada Kinanti, seandainya ia dipaksa harus memilih. Sebab Salju Kelana yang mirip sekali dengan Hyun Jelita itu telah berhasil mendapat 'kapling' di tepi hati Pendekar Kera Sakti. Andai saja Hyun Jelita tidak ada, pasti Salju Kelana yang menjadi pilihan utama bagi hati pemuda dari Lembah Kera itu."Baraka akan kubawa menemui Ratu Jiwandani." kata Kinanti saat ditanya Salju Kelana tentang tujuan mereka. Kinanti menyambung kata, "Ada persoalan yang akan diselesaikan Baraka sana!""Tidak boleh!" tegas Salju Kelana."Apa hakmu melarang Baraka datang ke istana Lembah Birawa!" hardik Kinanti."Dia punya urusan sendiri denganku secara pribadi!""Peduli amat dengan urusanmu, aku lebih dulu menemukan Baraka!""Aku kenal dia lebih dulu dari kau!""Persetan dengan perkenalanmu! Dia harus ku bawa ke Lembah Birawa!""Tidak boleh!" bentak Salju Kelana."Aku akan nekat membawanya!"

  • Pendekar Kera Sakti   1681. Part 11

    "Ya, aku yakin begitu. Seroja Putih terlibat bentrokan dengan Demit Lanang, hingga Demit Lanang keluarkan jurus andalannya. Sebab, Seroja Putih memang ilmunya lumayan tinggi. Hanya saja, apakah pertarungan itu dilakukan setelah Demit Lanang pergi dari Bukit Ranjang Setan tadi, atau sebelumnya, yaitu saat ia menuju ke Bukit Ranjang Setan untuk bertarung melawan adiknya sendiri."Rona duka terlihat jelas di wajah Kinanti. Baraka tak berani main-main. Bahkan sang Pendekar Kera Sakti menampakkan raut wajahnya yang ikut berduka atas kematian Seroja Putih itu.Kinanti segera mengambil pakaian tersebut bersama pedangnya. "Akan kutunjukkan kepada sang Ratu mengenai kekejaman Demit Lanang ini!" ucapnya lirih dan bergetar karena membendung tangis."Aku setuju dengan rencana itu. Nanti aku akan ikut memperkuat laporanmu kepada sang Ratu," kala Baraka dengan sikap tenang tapi dalam suasana hati ikut berkabung.Langkah mereka mulai dipercepat, karena nanti tak sabar i

  • Pendekar Kera Sakti   1680. Part 10

    "Ratu Jiwandani adalah perawan suci yang tak pernah dijamah oleh lelaki mana pun juga. Beliau mempunyai perjanjian dengan leluhurnya, bahwa apabila Lembah Birawa masih dalam ancaman bahaya orang-orang Pulau Teluh, sang Ratu tidak ingin menikah dengan pria mana pun. Hati Ratu Jiwandani akan terbuka untuk seorang pria jika Lembah Birawa tidak diganggu lagi oleh orang-orang Pulau Teluh. Sebab orang-orang Pulau Teluh selalu bermusuhan sejak Lembah Birawa dipegang oleh nenek buyutnya sang Ratu."Kinanti bicara dengan sungguh-sungguh, kedua tanganya ikut bergerak-gerak memperjelas keterangannya. Pendekar Kera Sakti tampak berminat sekali mengikuti cerita itu, hingga lebih banyak diam daripada mengajukan beberapa pertanyaan."Mulia Guru Teja Biru mempunyai syarat, apabila mereka berhasil menumbangkan Penguasa Pulau Teluh dan membebaskan Lembah Birawa dari gangguan orangorang pulau itu, maka sang Ratu harus bersedia dinikahi oleh Maha Guru Perguruan Darah Surga. Sang Ratu pun

  • Pendekar Kera Sakti   1679. Part 9

    "Hmmm... aku tahu, anak muda itu punya jurus lain dari yang lain!" gumam Hantu Sesat. "Jika dia yang kupukul, maka kau yang kesakitan, Setan Bejat. Jadi jika kau yang kupukul, maka dia yang akan kesakitan! Nih, rasakan pembalasanku, Pemuda pongah! Haaahh...! Heeeaahh...!"Plak, brrukk...! Prak, prak, plok, buk, buuhg...!"Aaauuuh...! Hentikan! Hentikan!" teriak Setan Bejat yang semakin kesakitan dihajar Hantu Sesat."Aku tahu yang berteriak kesakitan bukan kau, Setan Bejat, tapi si pongah itu! Rasakan pembalasan ini! Haaaeh...! Hiaaah...! Modar kau!"Wuuss...!Tubuh Setan Bejat akhirnya terlempar karena pukulan bertenaga dalam dari teman sendiri. Rahangnya retak dan pelipisnya memar membuat telinganya berdarah. Hantu Sesat kerutkan dahi pandangi Setan Bejat yang terkapar tak berdaya itu."Celaka! Aku hampir membunuh teman sendiri! Anak muda itu masih tetap tenang-tenang saja?"Hantu Sesat serba salah, tak tahu harus bagaimana melawan

  • Pendekar Kera Sakti   1678. Part 8

    Blluukkk...!"Aaaoou...!" ia memekik keras dalam keadaan jungkir balik. Anehnya dalam satu kejap ia sudah mampu bangkit dan berdiri tegak di depan Kinanti. Kedua tangannya merentang membentuk cakar. Matanya mendelik dengan amat gusar."Heaahh...!" Lalu, tiba-tiba tubuhnya memutar dan kakinya berkelebat menyampar wajah cantik itu.Plaakk...! Kinanti terpental ke samping dan jatuh berguling-guling. Gerakan tubuhnya yang berguling itu berhenti tepat di depan Hantu Sesat. Kesadaran yang belum sepenuhnya dikuasai oleh Kinanti membuatnya tak bisa hindari tendangan kaki Hantu Sesat yang menggeram penuh dendam itu."Heeaah...! Modar kau, Bangsat!"Plook...! Wajah cantik itu menjadi sasaran kaki kasar kembali. Tubuh yang sekal itu terbuang ke belakang dan terguling-guling membentur batu besar."Habisi dia!" teriak Hantu Sesat kepada Setan Bejat, karena keadaan Kinanti lebih dekat dengan si Setan Bejat. Orang berkumis tebal itu segera mencabut cambukn

  • Pendekar Kera Sakti   1298. Part 17

    "Ingin rasanya aku meremukkan mulut dan leher si mata keranjang itul"Rupanya ucapan tersebut didengar oleh Dewa Rayu yang sudah berdiri dan mengendalikan rasa sakit dengan tarikan napasnya beberapa kali. Dewa Rayu pun segera berkata penuh kegeraman dan kejengkelan, "Jangan sesumbar di dep

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1293. Part 12

    Hati Baraka berdesir cemas. Namun ternyata gerakan perempuan itu tak bisa dianggap enteng oleh lawan, ia mampu bersalto ke belakang dan menendangkan kakinya dengan tendangan tampar menggunakan telapak kaki beralas kulit itu. Tendangan tamparnya membuat kedua pisau itu bagaikan dibuang ke arah sam

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1321. Part 21

    Pandangan mata Baraka segera tertuju ke arah tangan orang tersebut. Tampak Cincin Manik Bidari melingkar di jari tengah pada tangan sebelah kanan. Mata cincinnya yang berwarna putih intan itu tidak terlihat karena cara memakainya dibalik.Mata cincin itu ada dalam genggaman. Karena dilihat

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1330. Part 5

    Sumbaruni sendiri mulai tegang setelah ingat bahwa Baraka mempunyai jurus yang amat berbahaya, yaitu Ilmu ‘Mata Malaikat’. Sumbaruni mengendurkan ketegangannya, bahkan memasukkan pedangnya kembali. Sebab ia tahu bahwa saat itu Baraka benar-benar diliputi kemarahan karena Bongkok Sepuh

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status