Share

910. Part 4

last update Tanggal publikasi: 2025-01-13 01:04:55

Dari arah utara muncul Pendekar Kera Sakti yang berlari-lari dengan sangat tergesa-gesa. Arah pandangan mata Baraka tertuju ke alun-alun. Ia melihat pertarungan Ki Bwana Sekarat dengan nenek aneh itu.

Namun ketika ia hendak menghampiri Ki Bwana Sekarat untuk membantu menggempur nenek aneh itu, tiba-tiba sebuah suara memanggilnya, "Baraka...! Baraka...!"

Bingung juga Baraka mencari arah datangnya suara itu. Ia berpaling ke sana-sini sampai akhirnya Ratna Pamegat keluar dari kolon

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1574. Part 23

    Trabb...! Zlapp...!Sinar itu membalik ke arah pemiliknya lebih cepat dan lebih besar. Tapi Aswarani sudah pernah melihat kehebatan suling mustika itu, sehingga ia sudah menduga akan terjadi hal demikian. Maka dengan satu kali lompatan bersalto, ia lolos dari sinar baliknya itu.Blegarrr...!Sinar itu menghantam pohon besar. Dua pohon lenyap berubah menjadi debu."Kau boleh bangga dengan suling mustikamu, tapi tak akan mampu menahan jurusku kali ini, haaah...!"Claappp...!Sinar merah besar terlepas dari tangan Aswarani. Baraka menghadangnya lagi dengan suling mustika, namun kali ini sinar tidak membalik arah melainkan meledak di depan Baraka.Blegarrr....Pendekar Kera Sakti terbang melambung ke udara. Peristiwa itu pernah dialaminya ketika ia ingin menyelamatkan Bulan Sekuntum dalam peristiwa Keranda Hitam dulu. Kini keadaan Baraka terkapar dengan luka memar di sekujur tubuhnya. Semua yang menyaksikan hal itu menjadi tegang d

  • Pendekar Kera Sakti   1573. Part 22

    "Baik! Kudengar kau pun juga menantang pertarungan denganku. Semula aku ingin melupakan tantangan itu, tak ingin melayaninya. Karena kupikir kau pemuda yang layak dibelai, bukan layak dihancurkan. Tapi karena sikapmu sudah tak mau bersahabat lagi denganku, terpaksa kulayani tantanganmu. Sekarang, di sini juga, kita awali pertarungan kita. Tunjukkan kepada perempuan-perempuan itu bahwa kau mampu mengungguli ilmuku! Tapi tentunya kau tahu bahwa sekarang aku mengenakan Gelang Naga Dewa ini!"Aswarani menunjukkan gelang yang dimaksud dengan mengangkat tangan kirinya, ia menyambung kata, "Kau tak akan mampu kalahkan aku jika gelang ini masih ada di tanganku, Baraka!""Kusarankan, kembalikan gelang itu pada pemiliknya!"Anak Petir tertawa. "Hah, hah, hah, hah...! Kau mau coba-coba memerintahku, Pendekar Kera Sakti! Oh, jangan harap ucapanmu bisa membuatku tunduk dan menuruti perintahmu! Gelang ini adalah nyawaku. Kalau memang kau inginkan gelang ini kembali kepada pem

  • Pendekar Kera Sakti   1572. Part 21

    Ki Lurah Tunggoro segera keraskan semua uraturatnya, mengerahkan tenaga untuk melawan rasa panas yang membakar tangannya. Bulan Sekuntum sentakkan kaki dan melesat menerjang Ki Lurah Tunggoro dengan pedangnya.Wuuttt...! Namun tiba-tiba Ki Lurah Tunggoro melemparkan sesuatu dari tangan kirinya. Ternyata sinar hijau seperti bola kecil yang diarahkan kepada Bulan Sekuntum.Pedang pun dikibaskan untuk menangkis tenaga dalam berbentuk sinar hijau itu.Wusss...! Dam...!Ledakan tersebut membuat Bulan Sekuntum terpental tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, ia jatuh terguling-guling sampai dalam jarak tujuh langkah dari tempatnya."Bulan Sekuntum terluka," bisik Dinada. "Lihat, wajahnya mulai pucat dan kebiru-biruan! Kita harus segera bertindak.""Jangan dulu," cegah Baraka. "Bulan masih mampu bangkit, ia pasti akan menyerang kembali."Tetapi tiba-tiba Ki Lurah Tunggoro mengangkat kedua tangannya ke atas dalam keadaan telapak tangan terbu

  • Pendekar Kera Sakti   1571. Part 20

    "Mengapa heran?""Pada waktu pertarungan pertama; bukankah Raja Hantu sudah memegang Gelang Naga Dewa? Mengapa ia tidak bisa tumbangkan Nini Kutang Katung, bahkan gelang itu dititipkan kepadamu?""Tentu saja karena gelang itu baru diperoleh dari pencuriannya. Gelang itu hanya akan berguna jika pemakainya sudah lakukan puasa selama tujuh hari sambil memakai gelang tersebut. Jika belum lakukan puasa selama tujuh hari, gelang itu tidak bedanya dengan gelang biasa bagi pemakainya.""Apakah gelang itu sudah ada tujuh hari di tangan Anak Petir?""Lebih," jawab Dinada cepat. "Tentunya sudah dipuasai oleh Aswarani."Percakapan demi percakapan dilakukan sambil memandang ke sana kemari, mencari suara pertarungan yang terjadi antara Nini Kutang Katung dan Aswarani. Tetapi suara pertarungan itu tidak mereka dengar, gerak bayangan orang berlari pun tidak mereka lihat.Dinada hampir putus asa. Hatinya kesal membayangkan kebodohan Pendekar Kera Sakti. Untu

  • Pendekar Kera Sakti   1570. Part 19

    "Tahan. Tak perlu kau kejar, biar diselesaikan oleh Aswarani!""Minggir kau!" bentak Dinada. Ia berusaha lolos dari hadangan Baraka, namun hal itu sulit dilakukan karena Baraka selalu merintanginya."Dinada, tenanglah dulu! Ada berita bagus untuk dirimu tentang pamanmu; si Raja Hantu itu!""Aku akan mengejarnya dulu! Minggir, Baraka...!""Hei, sabar! Nenek itu tak akan lepas dari kejaran Aswarani!""Bodoh!" sentak Dinada dengan cemberut. Kemudian ia melemas karena merasa sudah tertinggal jauh, tak mungkin terkejar lagi. Dinada duduk di atas sebuah batu, di bawah pohon teduh. Wajahnya cemberut dan tak mau memandang Baraka."Lagak manjanya mulai keluar lagi," gumam Baraka dalam hati. Ia hanya tersenyum tipis lalu mendekati Dinada pelan-pelan."Dari mana saja kau, Dinada! Mengapa sampai terpisah dariku!"Dinada diam saja. Mulutnya masih meruncing. Sesekali ia mendesis dengan tangan mengepal kuat pertanda menahan kejengkelan.

  • Pendekar Kera Sakti   1569. Part 18

    "O, jadi pamannya Dinada sudah tewas di tangannya!" kata Baraka dalam hati. "Kalau begitu perempuan tua ini lebih berbahaya dari dugaanku. Aku harus lebih hati-hati dalam melawannya."Nini Kutang Katung menggerak-gerakkan mulutnya, seperti sedang mengunyah robekan sarung. Baraka berfirasat, lawannya sedang membaca mantra."Bocah bagus, terimalah jurus 'Bumi Lokamurka' ini!" ujar sang Nenek. Kemudian ia menghentakkan tongkatnya ke tanah.Dugg...!Werrrr...! Bumi bergetar. Tiba-tiba dari ujung tongkat yang dihentakkan ke tanah itu mengeluarkan selarik sinar merah sebesar lidi melesat ke pertengahan kaki Pendekar Kera Sakti.Srrapp...!Sinar yang bagaikan menembus permukaan tanah itu melesat dengan cepat, kemudian tanah tersebut menjadi retak dan terbelah menjadi dua bagian.Grrak...! Werrrr...!Tanah berguncang hebat. Belahan tanah itu merenggang lebar, sebagian ada yang longsor ke dalam. Baraka yang tak menduga akan terjadi hal

  • Pendekar Kera Sakti   246. Part 18

    "Murbawati," Sapa Nyai Guru Betari Ayu dengan sikap tegasnya."Ceritakan, siapa orang yang menyerangmu sedemikian rupa?" Dewi Murka menyahut dengan pertanyaan."Apakah Dewi Pedang orangnya, Murbawati?""Bukan," Jawab Murbawati masih dengan suara lemah."Apakah Ratu Lembah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Pendekar Kera Sakti   284. Part 19

    "Hm...! Aku yakin, tentu pemuda sakti itu yang dimaksudkannya," gumam Peramal Darah seperti pada diri sendiri."Siapa bocah sakti yang kau maksudkan, Peramal Darah?" tanya Dewa Abadi tak sabar."Namanya Baraka, gelarnya Pendekar Kera Sakti!" sahut Peramal Darah dengan sepasang m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Pendekar Kera Sakti   274. Part 9

    Baraka segera berkonsentrasi, seluruh pikiran serta panca inderanya dipusatkan ke satu titik dalam benak. Hawa sakti dari Ilmu Angin Es Dan Api warisan Eyang Jaya Dwipa ini akan dipusatkan pada kedua tangannya. Maka perubahan pun terjadi. Rambut si pemuda yang berwarna hitam tersebut berubah menj

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Pendekar Kera Sakti   318. Part 16

    Sementara itu kedua telapak tangan Baraka tampak terus mengarahkan ke-10 Gelang Brahmanandanya yang kini secara perlahan mulai berputar laksana gasing. Semakin cepat dan terus semakin cepat.Gggeeerrr...!Naga Bumi mengeluarkan raungan kerasnya seiring dengan melesat keluarnya api yan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status