Beranda / Pendekar / Pendekar Kujang Emas / 511. Dua Pendekar Hitam dan Serangan Siluman Kembar

Share

511. Dua Pendekar Hitam dan Serangan Siluman Kembar

Penulis: Ramdani Abdul
last update Terakhir Diperbarui: 2023-04-09 23:13:32

Lingga menggunakan jurus harimau putih untuk menghadapi sosok tiruan Wira. Pertarungan keduanya tampak imbang dengan serangan yang beberapa kali saling menumbuk. Di tengah keadaan yang masih dipenuhi oleh asap putih, Lingga berusaha mengalahkan sosok tiruan yang dahulu pernah menjadi rekannya dan sosok yang dikaguminya.

Lingga terdorong mundur ketika serangannya lagi-lagi berbenturan dengan sosok tiruan Wira. Kedua tangannya yang diselimuti cahaya putih seperti cakar harimau mendadak menghilang. Lingga berusaha tenang di tengah bayangan menyakitkan saat tahu Wira adalah sosok pengkhianat yang menjadi dalang kematian Ki Petot.

“Aku harus tenang. Aku pasti bisa mengalahkan sosok tiruan itu.” Lingga kembali bersiaga, mengamati setiap gerak-gerik sosok tiruan Wira. Saat akan melangkah, suara hinaan yang berasal dari sosok itu menghadangnya.

“Dasar manusia bodoh. Karena kebodohan dan kelemahanmulah tua bangka itu mati. Kau adalah pembawa sial makhluk rendahan yang tidak pantas hidup.”

Ling
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Kanoe
lanjut thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pendekar Kujang Emas   683. Petaka di Gunung Sereh Awi

    Lingga mendarat di depan Maung Beureum, Maung Hideung, dan Maung Koneng, memasang kuda-kuda. “Rencanaku berhasil.”Lingga bertukar tempat dengan tiruannya yang bersembunyi di suatu tempat sesaat sebelum ketiga pendekar siluman itu memojokkannya ke pohon besar. Selama Maung Beureum, Maung Hideung, dan Maung Koneng menyerang tiruannya, ia mempersiapkan jurus angkat bumi.Maung Beureum, Maung Hideung, dan Maung Koneng menyimak saksama ucapan seseorang di kepala mereka.“Mereka tiba-tiba terdiam. Mereka seperti sedang mendengarkan seseorang bicara,” gumam Lingga.Maung Beureum, Maung Hideung, dan Maung Koneng saling berpandangan sesaat, mengangguk. Mereka menatap tajam Lingga, berjalan mendekat.Maung Beureum berkata, “Kami baru saja mendapatkan pesan dari pemimpin kami. Jika kau memang ingin mengalahkan bangsa siluman harimau putih dan mendapatkan mustika itu, kau harus datang ke puncak Pasir Maung dan bertarung dengan pemimpin kami tengah malam nanti.”Maung Hideung berjalan lebih dekat

  • Pendekar Kujang Emas   682. Petaka di Gunung Sereh Awi

    Maung Beureum, Maung Hideung, dan Maung Koneng menyerang Lingga dalam waktu bersamaan. Gerakan mereka sangat cepat sehingga hanya terlihat bayangan merah, bayangan hitam, dan bayangan kuning yang berkelebat.Lingga bersiap dengan jurus kaki petir dan jurus harimau tangan harimau putih. Ketika serangan muncul, ia bergerak mengikuti pergerakan ketiga pendekar siluman itu.Pertarungan beralih tempat dari tanah, dahan pohon, puncak pohon hingga udara. Lingga berhasil menahan gempuran serangan musuh untuk sementara waktu. Akan tetapi, saat ketiga pendekar siluman itu menyatukan serangan, ia terdorong mundur hingga menabrak beberapa pohon sekaligus.Lingga menangkis serangan musuh dengan jurus cakar harimau putih, tetapi tubuhnya mendarat di pohon berukuran paling besar di hutan. Batang dan sulur pohon itu segera mengunci pergerakannya, terutama kaki dan tangannya.Lingga berusaha meloloskan diri, tetapi pohon itu semakin mengurungnya lebih kuat. Dalam waktu singkat, hampir setengah tubuhny

  • Pendekar Kujang Emas   681. Petaka di Gunung Sereh Awi

    Harimau putih milik Lingga menerjang dengan sangat cepat, menerkam satu per satu harimau musuh, mengisap mereka hingga menghilang.Angin berembus sangat kencang untuk ke sekian kalinya. Suara-suara aneh terdengar bersahutan dari berbagai arah.Lingga mengawasi keadaan sekeliling, mengeratkan pegangan pada kujangnya bersamaan dengan harimau miliknya yang kembali ke sisinya.“Berani sekali kau melenyapkan harimau-harimau milik kami, Manusia!” teriak sebuah suara yang bergema ke seluruh hutan.“Kami akan melenyapkanmu!” Tiga suara berkata dalam waktu bersamaan.Suara-suara itu berubah menjadi serangan-serangan berbentuk cakar harimau yang mengarah pada Lingga dari berbagai arah.Lingga dan harimaunya menghindari semua serangan dengan gesit. Dengan satu serangan kibasan kujang putih dan auman miliknya, serangan-serangan terpental ke sekeliling dan mengenai pohon-pohon yang akan menyerang.Tiga titik cahaya tiba-tiba muncul, menjelma menjadi tiga pendekar muda dengan tangan dan kaki berbul

  • Pendekar Kujang Emas   680. Petaka di Gunung Sereh Awi

    Lingga mundur selangkah, mengawasi keadaan sekeliling. Suara-suara itu sangat jelas, tetapi ia tidak bisa merasakan kehadiran seorang pun di dekatnya.“Suara-suara itu berasal dari bangsa siluman harimau putih,” gumam Lingga sembari bersiaga. “Aku harus tetap tenang.”“Manusia!” teriak suara yang paling terakhir berbicara. “Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan kami? Apa tujuanmu datang ke wilayah kekuasaan siluman harimau putih?”“Kami tidak menerima manusia pun di wilayah ini!” Suara yang muncul pertama kali kembali terdengar bersamaan dengan embusan angin kencang.“Pergilah sekarang juga! Jika tidak, kami akan menghancurkanmu hingga tulang-tulangmu remuk dan hancur!”“Pergi!” Ketiga suara itu berkata di waktu yang bersamaan hingga menciptakan angin kencang ke arah Lingga.Lingga bergegas melompat, menepis serangan dari akar dan sulur tanaman. Angin yang sempat melewatinya kembali mengarah padanya, berubah menjadi sabit-sabit kecil.Lingga menghindari semua serangan, mendarat di tana

  • Pendekar Kujang Emas   679. Petaka di Gunung Sereh Awi

    Lingga bergegas bersiap setelah membersihkan diri di sungai. Pemuda itu mengambil sebuah tas berisi berbagai ramuan dan senjata. Setelah memastikan semuanya siap, ia keluar dari gubuk, melompat ke arah tanah lapang di mana Tarusbawa dan Limbur Kancana.“Kau terlihat sangat siap, Lingga,” ujar Limbur Kancana.“Siap tidak siap, aku harus siap, Paman.” Lingga memeriksa keadaannya sebentar, mengencangkan ikat kepala. “Ya, meski aku cukup gugup dan takut.”“Itu perasaan yang wajar, Lingga. Kau belum pernah pergi ke Sela Awi, dan bertemu dengan bangsa siluman harimau putih,” ujar Tarusbawa.Limbur Kancana menyahut, “Mereka adalah bangsa siluman yang sangat kuat. Jika kau tidak berhati-hati, kau mungkin akan gagal dalam ujian ini. Kau harus ingat jika aku dan Raka Tarusbawa tidak bisa membantumu.”Lingga mengepalkan tangan erat-erat. “Aku tidak akan gagal, Paman. Aku tidak akan menyerah hingga akhir.”“Baiklah, aku akan mengantarmu ke batas terdekat Sela Awi.”“Apakah Guru Ganawirya tidak da

  • Pendekar Kujang Emas   678. Petaka di Gunung Sereh Awi

    Kemunculan Lingga dengan pusaka Kujang Emasnya sudah mengubah kehidupan di Tanah Pasundan yang semulai sunyi, senyap, penuh kegelapan.Golongan putih yang sempat tercerai berai akhirnya memilih bersatu. Di bawah arahan Tarusbawa, Limbur Kancana, Ganawirya, dan para pemimpin tertinggi golongan putih, golongan putih dan warga mulai bersatu padu untuk mendukung Lingga.Para pendekar muda terpilih dilatih sangat keras di Gunung Padaherang di bawah bimbingan Wirayuda dan anggota lain. Tak hanya itu, padepokan-padepokan baru didirikan untuk melatih para pendekar muda dan tabib-tabib baru.Perkampungan-perkampungan baru juga dibangun di bawah perlindungan pasukan golongan putih. Anak-anak dididik untuk menjadi pendekar dan tabib, dan orang tua yang tidak bisa lagi menjadi pendekar dan tabib, berupaya membantu dengan menyiapkan beragam perlengkapan senjata seperti anak panah, tombak, busur, dan lain-lainnya.Di waktu yang sama pula, golongan hitam berkumpul di bawah kendali Nyi Genit. Siluman

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status