Home / Pendekar / Pendekar Salah Zaman / 65. Road Trip Gratis

Share

65. Road Trip Gratis

Author: SleepyFace
last update publish date: 2026-05-01 22:01:33

Malam hari, kantin kampus seperti biasa—ramai, tapi santai. Lampu-lampu terang, suara obrolan campur dengan bunyi sendok dan gelas, jadi latar yang sudah terlalu familiar buat mereka.

Rangga, Wira, Agung, dan Putra sudah duduk di meja biasa. Gelas kopi di depan, posisi masing-masing juga hampir gak pernah berubah.

Agung yang paling semangat malam itu. Dari tadi dia cerita tanpa henti, tangannya ikut bergerak sana-sini.

“Serius gue bilang ya, nyet,” katanya ke Rangga, “ini kuda-kuda tuh penting
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Salah Zaman   120. Jejak Pendekar Dharmasraya

    Malam kembali turun di Gunung Sumbing.Kabut tebal bergerak pelan di antara pepohonan sementara suara serangga malam bercampur dengan langkah kaki panik yang menghantam tanah hutan.“CEPET WOI!”Beko hampir terpeleset waktu lompat turun dari akar besar sambil ngos-ngosan parah.Muka mereka semua udah kayak gembel gunung.Baju kotor. Mata merah. Badan bau hujan dan keringat.Tiga hari nungguin gak jelas di dekat air terjun ternyata berakhir jadi bencana.Karena sekarang puluhan orang berbaju hitam sedang mengejar mereka dari belakang.Dan tidak seperti kelompok biasa, orang-orang ini bergerak rapi.Cepat. Diam. Kayak bayangan di tengah hutan.Mandala Gupta.Organisasi kuno itu benar-benar turun tangan.“ANJIR GUE BILANG JUGA APA!”Oji teriak sambil lompat ngelewatin batang tumbang.“KITA HARUSNYA CABUT DARI KEMARIN.”Karta yang lari paling belakang me

  • Pendekar Salah Zaman   119. Pusaka dalam Kaleng Khong Guan

    Rumah Rangga kembali rame seperti biasa setelah mereka turun dari Gunung Sumbing lewat jalur resmi dengan badan remuk semua.Carrier dilempar sembarangan. Sepatu berjejer berantakan di teras. Dan suasana rumah langsung hidup lagi.Di halaman belakang, Rangga sibuk manjat kursi kecil sambil masang anggrek liar hasil panjat mautnya tadi ke pohon besar dekat bale tempat mereka biasa nongkrong.“Nah… Disini cocok.”Dia mundur sedikit sambil memperhatikan posisi anggrek itu dengan puas.Bunganya sekarang keliatan jauh lebih cantik kena lampu halaman malam.Agung yang lewat sambil bawa minum langsung nyeletuk.“Lu hampir mati demi tanaman. Tapi cakep sih.”“NAH.”Rangga langsung bangga sendiri.“Makanya.”Setelah selesai, dia masuk lagi ke dalam rumah dan langsung melongo.Di ruang tengah, Agung udah gelar semua hasil “jarahan” dari gua harimau tadi di atas lantai.Barang-b

  • Pendekar Salah Zaman   118. Lari Nyet, Lari

    Agung masih ngeliatin arah hutan tempat harimau itu pergi dengan muka tegang.“…jadi gimana nih?”Rangga langsung angkat tangan.“Diem dulu.”“Siapa tau dia balik lagi bawa temennya.”Putra yang masih megang ranting langsung nengok bingung.“…lah?”“Macan bukannya hewan soliter bang?”Rangga langsung nengok balik.“Iya.”“…tapi siapa tau bawa temennya yang lain.”Hening lalu Agung pelan-pelan nengok ke Putra.“Gue gak ngerti logika dia.”“Gue juga.”Tapi anehnya gak ada satu pun dari mereka yang bergerak. Mereka tetap berdiri di tempat.Kaku.Masih waspada setengah mati sambil terus ngeliatin arah hutan dan gua kosong di depan sana.Suara air terjun terus menggema keras memenuhi area.Kabut tipis lewat pelan. Dan waktu berjalan lama banget. Rendi akhirnya mulai buka suara pelan.“…udah gak ada kali bro.”R

  • Pendekar Salah Zaman   117. Mampus Ada Macan Gede

    Semakin dekat ke arah air terjun, suara air mulai terdengar makin keras memenuhi hutan. Kabut tipis juga mulai muncul di sela pohon, bikin suasana sekitar jadi lebih dingin dan lembab.Langkah mereka otomatis melambat.Rangga yang paling depan akhirnya berhenti lalu nengok ke belakang.“Oke.”“Kayaknya udah deket.”Nada suaranya sekarang gak sesantai tadi.“Siap-siap aja.”Agung langsung refleks megang carrier.“Hah?”Rangga nyodorin tombak Nagasyama ke dia.“Nih.”“Lu pegang.”Agung langsung melongo.“Lah kok gue?”“Karena gue mau pake ini.”Rangga ngeluarin brass knuckle pemberian Kael dari tas samping lalu mulai masang ke kedua tangannya.Logam hitam itu langsung terasa berat dan dingin di tangan.Rendi ngeliat sambil nyengir.“Nah.”“Baru keliatan pendekar.”Rangga malah masih nyoba buka tutup tanganny

  • Pendekar Salah Zaman   116. Baru Kali Ini Gue Diserang Musang

    Mereka akhirnya duduk santai sambil ngopi depan tanah lapang itu. Setelah muter gak jelas seharian dan hampir nyasar permanen, suasana sekarang jauh lebih enak karena tujuan mereka akhirnya kelihatan jelas.Agung duduk selonjor sambil nyeruput kopi.“Beuh…”“Ini baru healing.”Rendi langsung nyaut.“Healing pala lu.”“Kaki gue mau copot.”Putra malah lagi buka cemilan sambil ngeliat air terjun di bawah.“Untung ketemu.”“Kalau enggak kita mungkin udah jalan ke Jawa Barat.”Rangga langsung ketawa kecil sambil ngaduk kopi.“Makanya percaya sama leader.”“LEADER PALSU.”Agung langsung teriak.Tidak lama kemudian Agung berdiri sambil garuk perut.“Bentar gue kencing dulu.”“Jangan jauh-jauh.”“Iya emak.”Agung jalan santai ke pinggir area hutan dekat tebing kecil sambil masih nyeruput kopi.Beberapa detik sunyi lalu ti

  • Pendekar Salah Zaman   115. Navigasi Ala Rangga

    Pagi datang bersama kabut tipis dan udara dingin sisa hujan semalam. Tenda sudah dibongkar, carrier kembali dipasang rapi, dan mereka baru selesai sarapan mie plus kopi sachet yang rasanya jauh lebih enak di gunung.Rangga berdiri sambil masang carrier ke punggungnya.“Oke.”“Kita balik ke jalur sebelumnya.”“Terus lanjut ngikutin arah sungai.”Agung yang lagi ngencengin tali tas nengok.“Lu inget sebelah mana?”Rangga langsung jawab pede.“Ya sebelah sana lah.”Dia nunjuk satu arah.Lalu diem.Matanya muter lihat sekitar.Kabut.Pohon.Semak.Semuanya keliatan mirip.Rangga perlahan nurunin tangannya.“…bentar.”Putra langsung curiga.“Bang?”Rangga garuk kepala pelan.Karena dia baru sadar sesuatu.Kemarin habis bikin tenda dan makan, mereka langsung masuk gara-gara hujan deras. Dia bel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status