“Kenapa aku masih juga belum merasakan aura Chen?” keluh lirih Sima Honglian.Sheng Meiyu diam dan tertunduk. Batinnya juga mengeluhkan hal sama seperti Sima Honglian.Langit yang semula dipenuhi hawa pertempuran kini terasa tenang, tapi tak benar-benar damai. Aura kehadiran seseorang yang luar biasa kuat mendadak turun dari angkasa, menindas udara dan membuat debu-debu beterbangan ke segala arah.Tap. Tap. Tap.Langkah kaki berat terdengar dari balik reruntuhan. Seorang pria paruh baya dengan jubah panjang berwarna hitam-emas muncul perlahan. Wajahnya tampan namun tajam, penuh wibawa. Di sisi kanan dan kiri kepalanya tumbuh helaian rambut putih mencolok yang disatukan dengan tatanan rapi, menambah kesan agung dan mengintimidasi.Matanya tajam seperti elang, menatap lurus ke arah dua wanita yang baru saja meratakan belasan pria."Aku tidak menduga akan melihat pemandangan seindah ini di tempat seburuk ini." Pria itu tersenyum samar. Suaranya dalam dan bergema, membuat beberapa burung
"Nona, kau terlalu kejam!" Seorang pria menyeru ke Sima Honglian.Namun, ucapan itu hanya mendapat tanggapan tawa mengejek dari Sima Honglian.Sedangkan pria lainnya menyahut dengan bentakan, "Jalang sialan! Apa yang kau tertawakan?"Sikap Sima Honglian masih tenang menanggapi hardikan tersebut."Aku menertawakan kalian yang tak tau apa-apa dan salah." Sima Honglian menyeringai."Kesalahan macam apa sehingga kau sekejam itu memotong tangan kawanku?" Teman dari pria yang dimutilasi Sima Honglian mendelik tak terima."Kesalahan pertama, kalian menghadang aku dan adikku." Sima Honglian melirik Sheng Meiyu. "Kesalahan kedua, kami bukan lagi nona, karena kami sudah memiliki suami! Jadi bersikaplah yang benar!"Usai mengatakan itu, Sima Honglian mengumpulkan energinya pada telapak tangan.Semua pria yang mengganggu mereka segera siaga. Ada juga yang mulai menyalurkan energi Qi mereka di kepalan tinju.Dhaarrr!Sima Honglian meledakkan energi apinya sehingga ada beberapa pria pengepungnya ya
“Ja…ngan harap!” Dengan suara lemah, Yao Chen berkata sebelum dia berteriak, “Api Murni!”Swooosshh!Langsung saja keluar semburan api murni dari tubuhnya yang berlari cepat menyambar Raja Iblis Mo.“Tidak! Jangan!” Raja Iblis Mo terkesiap bukan kepalang.Dia sama sekali tidak mengira akan ada api jenis lain muncul menyergapnya. Jika tadi api Gao Long masih bisa ditangani, kali ini dia tak bisa meremehkan.“Arghhhh!” Raja Iblis Mo menjerit keras ketika tangan kanannya mulai dijilat api murni.Dia sudah secepat mungkin menghindari terjangan api murni yang mengejutkan, tapi rupanya masih belum cukup dan ujung tangan kanannya terjilat.Di tengah kepanikannya, Raja Iblis Mo memotong tangan kanannya sambil hatinya berdarah.Namun, Yao Chen masih belum selesai.Swoosshhh!Ketika Raja Iblis Mo sedang memotong tangan kanannya, Yao Chen menggunakan kesempatan sekian detik yang ada untuk menyemburkan api murni lagi.“Aaarrkkkhhhhh!” Jeritan Raja Iblis Mo semakin kencang ketika api murni berikut
“Keinginanmu terlalu tinggi!” balas Yao Chen.Dia berdiri dengan napas berat, keringat dan darah bercampur di wajahnya. Tubuhnya sudah terluka dalam akibat pertempuran sebelumnya, dan kini harus menghadapi musuh dari tingkat yang jauh lebih tinggi.“Berani kau menghina Panglima Gu, bocah!” raung Raja Iblis Mo yang masih hidup. Tubuhnya diselimuti pusaran energi kegelapan yang siap diledakkan ke lawan.Raja Iblis cantik berjulukan Panglima Gu mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Raja Iblis Mo diam.“Tentu saja keinginanku tinggi karena aku memiliki kemampuan.”Setelah mengucapkan itu, Panglima Gu menjulurkan kedua tangannya ke depan.Bagaikan ada daya hisap kuat, Yao Chen dan Putri Suci langsung tertarik ke arah tangan Panglima Gu.“Arkkhh!”Yao Chen dan Putri Suci tidak berdaya ketika leher mereka dicengkeram tangan Panglima Gu. Masing-masing jarinya lentik, berkuku panjang warna merah darah yang menindas.Mata Panglima Gu membelalak gila diiringi senyuman lebar. “Lihat, sudah k
Asap darah belum sepenuhnya hilang ketika Mo Gu — Raja Iblis berkepala botak — akhirnya menyadari bahwa kakaknya, Raja Iblis Mo Yang, benar-benar telah dibakar habis oleh api mengerikan milik Yao Chen.“K-Kau ... KAU MEMBUNUH KAKAKKU!!!” raungnya, suara parau, gemetar antara amarah dan ketakutan.Wajahnya pucat, matanya liar menatap jasad hangus yang tak lagi menyerupai makhluk hidup.“Tidak! Ini belum waktunya! Aku harus pergi dari sini! Aku harus membalasnya suatu hari nanti!”Tanpa ragu, Mo Gu menghantam tanah dengan teknik iblis pelarian, membelah udara dan membuka celah dimensi.Namun suara dari belakang membuat darahnya membeku."Kamu pikir bisa seenaknya muncul dan kabur di hadapanku?"Langkah kaki bergema, disusul aura iblis menyelimuti tanah seperti malam menelan siang."Dasar anjing busuk!" bentak Yao Chen.Tubuhnya masih dalam Mode Asura Neraka, namun kini tampak goyah. Asap hitam mengepul dari punggungnya, darah mengalir deras dari hidung dan telinganya.Tubuh Tingkat 8-ny
“Bocah cari mati!” teriak salah salah satu Raja Iblis bernama Mo Yang. sambil dia membuat segel tangan dan memunculkan anak buahnya dari ruang hampa yang dia robek.Segera anak buah itu beterbangan ke arah Yao Chen dan Putri Suci.“Biarkan saya yang meladeni mereka, Putra Suci.” teguh Putri Suci sambil memunculkan pedang esnya. “Anda fokus saja pada raja iblisnya.”Maka, Putri Suci mulai membantai belasan demi belasan anak buah Raja Iblis yang menyerbu ke arahnya.Langit mendadak bergetar ketika dua Raja Iblis melesat turun seperti meteor gelap, menghantam tanah dan menciptakan kawah selebar dua puluh zhang. Angin menghantam deras ke segala arah, menyapu pepohonan, meretakkan bebatuan, dan menghentikan napas sejenak.“Humph!” Raja Iblis Mo Yang berjubah ungu kelam, membawa trisula hitam yang tampak seperti ditempa dari tulang naga iblis.Dia turun seperti dewa kematian, menyisakan jejak badai hitam dan awan berdarah.“Lihat bagaimana kami berurusan denganmu, bocah keras kepala!” Satun
“Mu Hailan keparat!” geram Yao Chen.“Ha ha ha! Kenapa, bocah? Aku akan menangkapmu dan akan kuserahkan ke Kaisar Iblis Langit.” Kini terang sudah apa tujuan Mu Hailan menggiring Yao Chen ke tempat itu. “Aku yakin Kaisar Iblis Langit akan memberiku banyak kebaikan. Sedangkan Putri Suci, kita bisa menikmati waktu sebaik mungkin nantinya.”Wajah mesum menjijikkan Mu Hailan tidak ditahan-tahan ketika menatap Putri Suci.Yao Chen melangkah maju, suaranya pelan tapi tajam seperti pedang. “Berani kau menyentuh dia dan aku akan memastikan kau kehilangan semua keinginanmu — termasuk lidah dan nyawa.”Mu Hailan tertawa gila sebelum dia mengangkat tangannya, berseru ke delapan kawannya. “HANCURKAN MEREKA!”Para pembunuh darah langsung menyerang. Serangan udara dan teknik darah meluncur seperti badai merah. Formasi pengepungan mematikan pun menyala di bawah kaki mereka.Tapi Yao Chen tiba-tiba menghilang.SRAK!Dua dari delapan penyerang langsung terpental, tubuh mereka hangus terbakar.BRRZZT!!
“Aku akan bicara! Aku akan bicara!” Mu Hailan menggigil.Dia sama sekali tidak menyangka seseorang yang masih berada di Tingkat 8 bisa menindasnya, bahkan mengaktifkan tubuh Asura yang mendominasi.Mu Hailan merupakan murid Sekt Istana Dewa yang kurang berkemampuan. Karena kerap mendapatkan penindasan dari teman dan seniornya, maka dia gelap mata dan mempelajari Teknik Kultivasi Sihir Darah yang cukup terlarang dan berbahaya.Itulah kenapa dia diusir dari Tanah Suci setelah ketahuan. Ini yang mengakibatkan kebenciannya terhadap Tanah Suci semakin berkali lipat.Saat dia mengetahui keruntuhan Tanah Suci, dia adalah orang yang tertawa paling awal.“Yang menyerang Tanah Suci ... memang Kaisar Iblis Langit! Tapi dia tidak sendirian!” serunya ketakutan. “Ada ... ada Tiga Raja Iblis lain bersamanya! Mereka mencari sesuatu — sesuatu yang hanya bisa dibuka oleh garis keturunan keluarga Gongsun.”Kini dia tidak bisa meremehkan Yao Chen. Meski kekuatannya telah ditingkatkan sampai di tahap yang
“Di mana dia sekarang?”Yao Chen berdiri, api perlahan menyala di matanya.Bo Qian ragu-ragu. “Desas-desus terakhir ... dia terlihat di reruntuhan Kota Hitam — perbatasan gurun dan rawa kematian.”Yao Chen mengangguk. Langkahnya terasa lebih berat, tapi niatnya lebih kuat dari sebelumnya.“Aku akan ke sana,” ucapnya. “Aku akan menemukan kebenaran. Dan aku akan membuat Kaisar Iblis Langit berlutut ... di bawah pedangku!”Langit kota Oasis Besar mulai berubah jingga. Angin gurun kembali berdesir ... menyambut perjalanan baru yang jauh lebih berbahaya.“Anda yakin hendak ke sana?” tanya Putri Suci.Ada pijar cemas dalam matanya.Yao Chen mengangguk yakin. “Aku harus mendapatkan informasi sebanyak mungkin.”Malam mulai turun ketika Yao Chen dan Putri Suci tiba di tepi Kota Hitam — sebuah kota mati, penuh reruntuhan dan aura kematian yang begitu kental.Dinding runtuh, menara patah, dan batu-batu hitam berserakan seperti kuburan raksasa.“Berhati-hatilah, Putra Suci,” bisik Putri Suci, mer