Beranda / Rumah Tangga / Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh / Bab 14. Rencana Pergi ke Hong Kong

Share

Bab 14. Rencana Pergi ke Hong Kong

Penulis: Abigail Kusuma
last update Tanggal publikasi: 2024-04-27 13:24:49

“Nyonya Amora?” Enola, karyawan toko bunga Amora, berlari di kala melihat Amora menjadi korban tabrak lari. Posisi Enola berdiri di depan toko, sedang merapikan bunga-bunga. Tampak seketika dia terkejut melihat Amora yang terjatuh di trotoar. Orang yang menabrak Amora bahkan sudah melarikan diri.

“Nyonya, apa Anda ingin saya antar ke rumah sakit?” tanya Enola khawatir seraya membantu Amora bangkit berdiri. Dia memapah Amora, menuju toko bunga.

“Tidak usah, Enola. Obati saja kakiku dengan obat P
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh    Bab 37. Kau Menguji Kesabaranku?!

    Hari beranjak siang ketika mobil sedan hitam mewah yang mengantar Amora tiba di pelataran toko bunga miliknya. Begitu turun dari mobil, dia menarik napas panjang, mencoba menepis bayang-bayang wajah dingin serta tatapan tajam Aiden yang terus berkelebat di kepalanya sejak pagi.“Pagi, Nyonya Amora!” sapa Enola ramah begitu melihat bosnya melangkah masuk ke dalam toko yang dipenuhi harumnya bunga segar.“Pagi, Enola,” balas Amora singkat, mencoba memasang senyuman senormal mungkin.Amora berjalan ke arah meja kasir, meletakkan tas tangannya, lalu mulai merapikan beberapa gunting dan pita hias. Namun, pikirannya tampak melayang jauh. Kejadian semalam—di mana dirinya terjebak di kamar Aiden, insiden memalukan saat dia memeluk pria itu layaknya guling, hingga ancaman terselubung Aiden pagi tadi—terus berputar di kepalanya.Meski begitu, Amora sama sekali tidak menceritakan kepada Enola tentang kehidupan rumah tangganya. Jelas dia sengaja menutup rapat-rapat rahasia itu, tidak ingin Enola

  • Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh    Bab 36. Canggung di Atas Ranjang dan Bayangan Rahasia

    Malam makin larut, merayap lewat dinding-dinding kamar utama yang luas dan didominasi warna monokrom. Suasana di dalam ruangan itu terasa begitu padat, seolah oksigen di sekitar ranjang king-size milik Aiden menipis secara drastis.Amora berbaring telentang dengan tubuh kaku bak sebatang kayu yang baru ditebang. Matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar yang dihiasi lampu tidur temaram. Di sebelah kanannya, Aiden berbaring membelakanginya. Pria itu tampak begitu tenang, terbukti dari deru napasnya yang teratur dan lambat, kontras dengan jantung Amora yang berdegup kencang seperti tabuhan genderang perang di dadanya.‘Ya Tuhan, bagaimana bisa aku bernapas di ruangan yang sama, di atas ranjang yang sama dengan pria ini?’ batin Amora merutuki kecerobohannya sendiri. Semua ini berawal dari lidahnya yang terlalu blak-blakan menuntut kejelasan status pernikahan. Kini, senjata makan tuan itu benar-benar menghantamnya telak.Amora mencoba sedikit menggeser posisi tubuhnya ke sisi kiri

  • Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh    Bab 35. Pindah Kamar 

    Tatapan Aiden semakin tajam dan dingin, mendengar pertanyaan konyol Amora. Aura wajah pria itu menunjukkan jelas tampak kesal, tapi semua ditahan tak langsung diledakan. “Cemburu? Apa kau sudah tidak waras menanyakan pertanyaan konyol itu?” seru Aiden dengan nada marah. Amora gelagapan melihat kemarahan Aiden. “A-Aiden, a-aku hanya bertanya saja. A-aku menceritakan pada Enola tentang kemarahanmu, dan Enola bilang kau cemburu. Apa itu benar?” Aiden memejamkan mata singkat. “Kenapa kau harus bercerita pada Enola, Amora?!” “Aku hanya meminta penadapat pada Enola saja, Aiden. A-aku bingung tadi kau bilang aku murahan. Jadi, aku meminta pendapat pada Enola,” kata Amora sedikit panik. Aiden mendecakkan lidahnya. “Kau meminta pendapat pada Enola, dan karyawanmu itu sama bodohnya denganmu! Aku mengatakan kau murahan, karena kau terlalu ramah pada pria! Harusnya kau memberikan batasan!” Mata Amora mengerjap beberapa kali. “Apa aku harus melayani pelanggan dengan nada ketus?” Aiden meng

  • Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh    Bab 34. Pendapat dari Enola 

    Enola keluar dari dapur, membawakan satu kopi hitam, dan satu kopi susu yang dipesan oleh Amora. Namun, saat dia melangkah keluar tatapannya menatap Amora muram, dan tidak ada Aiden. “Nyonya Amora? Ke mana Tuan Aiden?” tanya Enola sopan, sembari meletakan minuman yang dia buat ke atas meja. Amora menghela napas panjang. “Aiden sudah pergi. Dia marah padaku.” “Marah pada Anda?” ulang Enola memastikan. Amora mengangguk. “Iya, Aiden marah padaku, Enola. Dia bilang aku murahan.” Kening Enola mengerut dalam. “Maaf, jika saya lancang, tapi kenapa Tuan Aiden mengatakan Anda murahan?” Amora duduk di kursi, seraya menopang dagu. “Aku tadi melayani pelanggan. Menurutku, aku hanya tersenyum ramah pada pelanggan. Tapi, Aiden mengatakan aku murahan. Aku memberikan senyuman yang menggoda pelanggan.” Enola semakin bingung. “Tunggu, Nyonya, apa pelanggan yang Anda layani seorang pria?” Amora kembali mengangguk. “Iya, pelanggan pria. Dia mencari bunga untuk orang yang dia cintai. Dia juga bil

  • Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh    Bab 33. Bedakan Antara Ramah dan Murahan!

    Pagi menyapa, Amora bersiap-siap untuk pergi ke toko bunganya. Rasanya sudah lama dia tak mengunjungi toko bunganya. Pun sekarang dia sudah menyiapkan oleh-oleh untuk karyawannya. Hatinya senang, karena bisa kembali menjaga toko. “Aiden, aku berangkat ke toko bungaku dulu, ya?” pamit Amora dengan riang, seraya menatap Aiden. “Aku akan mengantarku,” ucap Aiden dingin, dan sontak membuat Amora terkejut. Mata Amora melebar. “Kau akan mengantarku? Kenapa, Aiden?” “Memangnya kenapa jika aku mengantarmu? Ada yang salah?” balas Aiden tak ramah. Amora menghela napas dalam. “Bukan seperti itu, aku hanya bingung saja. Hari ini kau harus ke kantor, kan?” “Aku tidak ingin kau membuat masalah. Aku akan mengantarmu ke toko bunga, lalu aku akan ke kantorku.” “Kau bisa terlambat, Aiden.” “Aku pemilik perusahaan.” “Aiden, tapi—” “Amora, kenapa kau keras kepala sekali? Sudahku katakan, aku akan mengantarmu, maka artinya aku mengantarmu! Jangan keras kepala!” seru Aiden dengan nada tinggi. A

  • Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh    Bab 32. Tunggu Saat yang Tepat

    Aiden menatap dingin Richard yang muncul di hadapannya. Ya, tepat di kala Richard muncul, Colby langsung pamit undur diri. Asisten Aiden itu tak ingin mengganggu percakapan tuannya. “Well, kau masih tidak berubah, Aiden,” ucap Richard, sambil duduk di depan Aiden. “Gengsi mengaku cinta, huh?” ledeknya pada sepupunya itu. “Ada apa kau ke sini?” Aiden tak suka berbasa-basi, dia langsung menanyakan maksud dan tujuan sepupunya mendatanginya. Richard terkekeh. “Aku baru pulang dari luar negeri, dan aku dengar kau juga baru saja kembali dari Hong Kong, begini cara menyambut sepupumu? Ck! Sangat tidak sopan.” Aiden mendecakkan lidahnya. “Cepat katakan, ada apa kau ke sini?” Aiden yakin bahwa pasti ada sesuatu hal yang diinginkan oleh sepupunya itu. Dia sudah sangat mengenal dengan baik sepupunya. Meski bukan saudara kandung, tapi hubungannya dengan Richard terbilang sangat dekat. Aiden menyilangkan kaki kanan, dan bertumpu ke paha kiri. “Kau memang cerdas. Kau mampu membaca tujuanku k

  • Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh    Bab 2. Tidur Terpisah

    “Tidurlah di ranjang, aku akan tidur di sofa.”Suara berat Aiden begitu menusuk ke indra pendengaran Amora. Pasangan yang baru saja menikah itu, masuk ke dalam kamar pengantin mereka. Tampak jelas kegugupan dan ketakutan di wajah Amora, sedangkan Aiden menunjukkan aura arogan dan amarah tertahan.A

  • Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh    Bab 1. Pengantin Pengganti

    “Amora, kau harus menggantikan Trice menikah dengan putra dari keluarga Reficco.”Mata Amora membulat sempurna akibat keterkejutannya, mendengar ucapan Nolan, sang ayah. Tubuhnya membeku tak berkutik sama sekali. Kalimat yang lolos di bibir ayahnya seperti hantaman keras ke kepalanya.Bibir Amora b

  • Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh    Bab 6. Ibuku Bukan Seorang Pelacur!

    “Kita duduk di sana!” Aiden menarik tangan Amora, mengajak secara paksa wanita itu duduk di kursi yang tersisa. Richard yang melihat Aiden menarik tangan Amora—membuatnya menyapa para tamu undangan.Amora terkejut di kala tangannya ditarik paksa Aiden. Wanita cantik itu bingung Aiden mengajaknya du

  • Pengantin Pengganti Pewaris Angkuh    Bab 5. Pesta Ulang Tahun Richard

    Menemani Aiden ke pesta ulang tahun Richard adalah hal yang Amora tak sangka. Wanita cantik itu berpikir, Aiden akan pergi sendiri, tapi ternyata malah mengajaknya. Jujur, Amora sangat malu untuk menghadiri pesta ulang tahun sepupu Aiden, tapi wanita itu tidak mungkin menolak apa yang sudah diingin

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status